Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Senin, 17 November 2008

Rumah Adat Baluk TMII Diresmikan


RUMAH ADAT.
Gubernur Kalbar Cornelis meninjau Rumah Adat Baluk TMII usai diresmikan. FOTO Citra Duani/Humas Pemrov Kalbar.

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH mengajak para Bupati/Walikota di Kalbar agar dapat mengisi/menambah koleksi miniature berbagai budaya khas daerah Kalbar di Anjungan Kalbar lokasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta .
“Setelah Kabupaten Bengkayang ini siapa lagi yang menyusul? Saya beri kesempatan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalbar untuk menambah khasanah budayanya masing-masing,” ungkap Gubernur Cornelis pada acara peresmian Rumah Adat Baluk Suku Dayak Bidayuh Desa Sebujid Kabupaten Bengkayang, Sabtu (8/11).
Sebagai laboratoriumnya Indonesia , TMII adalah sarana yang tepat untuk menginformasikan. mempromosikan dan melestarikan berbagai keanekaragaman budaya kita yang ada di Kalbar yang sudah barang tentu bisa melengkapi khasanah budaya nasional.
Jumlah Penduduk Indonesia sudah mencapai 200 juta lebih, jika 10%nya saja berwisata ke TMII dan mengunjungi Anjungan Kalbar maka akan memberikan dampak yang besar baik bagi pembangunan Kalbar maupun Negara yang kita cintai ini, belum lagi para wisatawan mancanegaranya, ujar Cornelis disambut tepukan meriah dari para hadirin yang ikut menyaksikan acara tersebut.
Sementara itu Direktur Utama TMII Jakarta Sugiono dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalbar beserta jajarannya yang telah memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian nilai-nilai budaya Indonesia . Dengan kehadiran Rumah Adat Baluk dari Kabupaten Bengkayang Kalbar ini, kata Sugiono semakin melengkapi koleksi TMII sebagai laboratorium dan abservasi kebudayaan untuk dikenal dan difahami oleh masyarakat baik nusantara maupun mancanegara.
Sementara itu pula Bupati Bengkayang Drs. Yakobus Luna dalam laporan tertulisnya mengatakan bahwa pendirian miniature Rumah Adat Baluk ini terinspirasi dari keprihatinannya atas keterisoliran dari komunitas masyarakat adat dayak suku Bidayuh yang lokasinya sangat jauh dari Pusat Ibukota Bengkayang yang berbatasan dengan Negara tetangga Sarawak Malaysia .
Di samping juga kondisi infrastruktur yang masih serba terbatas dan belum banyak mendapatkan sentuhan-sentuhan pembangunan. Untuk mengatasi keterisolasian tersebut, ungkap Luna sejak tahun 2003 lalu pihaknya telah melakukan pemekaran Kecamatan tersendiri yang bernama Kecamatan Siding, sebelumnya masuk di Kecamatan Jagoi Babang.
Hal lain tandasnya karena suku adat dayak yang satu ini memiliki kultur budaya yang cukup unik, maka ide pendirian bangunan di Anjungan Kalbar TMII Jakarta ini bisa segera direalisasikan, kendatipun disadari masih banyak terdapat kekurangan disana sini dalam pendirian miniature rumah adat ini, tuturnya.
Sebelum peresmian dilakukan penyerahan miniature dari Bupati Bengkayang ke Gubernur Kalbar. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama oleh Gubernur Kalbar, Direktur Utama TMII dan Bupati Bengkayang.
Usai meresmikan Rumah Adat Baluk suku Dayak Bidayuh, Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH yang didampingi Ny. Frederika Cornelis, S.Pd langsung meninjau miniature Rumah Adat Balug yang terletak persis di sisi kiri depan miniature Keraton Kadriah Pontianak Anjungan Kalbar.
Gubernur Cornelis beserta Ibu Frederika Cornelis, Dirjen Perfilman dan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kementrian Budaya dan Pariwisata, Direktur Utama TMII, Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Bengkayang, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar Drs. Rihat Natsir Silalahi dan sejumlah undangan lainnya menyempatkan diri naik ke rumah adat yang tingginya mencapai 18 meter tersebut melalui tangga yang terbuat dari kayu belian asli Kalbar.
Malam harinya dilanjutkan dengan upacara adat nyobeng yang mencerminkan upacara perdamaian masyarakat adat Dayak Bidayuh yang dilakonkan oleh masyarakat dayak asli Desa Sebujid Kec. Siding Kab. Bengkayang yang tentunya sarat dengan nuansa magis. Upacara ini akan dilakukan setiap tahun di TMII Jakarta khususnya di Anjungan Kalbar.

2 komentar:

infogue mengatakan...

Artikel anda:

http://pariwisata.infogue.com/
http://pariwisata.infogue.com/rumah_adat_baluk_tmii_diresmikan

promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

swisserikin mengatakan...

I was there. The Dayak Bidayuh culture: music, costumes, dances was indeed unique and authentic.
Congratulations Bangkayang and KalBar.

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger