Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Senin, 28 November 2011

Cornelis: Saya Tak Pernah Hambat Pembantukan PKR


FOTO: Ribuan guru se Kalbar mengikuti puncak peringatan HGN di Sintang yang dihadiri Gubernur Cornelis.
===========
SINTANG--Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH saat menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sintang, Jumat (25/11) menyatakan bahwa dirinya mendukung pembentukan Provinsi Kapuas Raya (PKR).

Di hadapan ribuan guru yang memadati tribun Indoor Apang Semangai Sintang, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghambat keinginan masyarakat wilayah timur Kalbar.
“Karena masalah Kapuas Raya ini, saya sering dibenturkan oleh elit politik yang punya kepentingan. Saya tegaskan bahwa masalah pemekaran itu bukan kewenangan gubernur. Saya juga tidak menghambat pemekaran, tidak ada jalan buat saya untuk melakukan itu,” tegasnya kepada para awak media yang mengerbutinya.
Salah satu bentuk dukungannya dan bukti bahwa dirinya tidak menghambat adalah dengan tidak dicabutnya rekomendasi Gubernur Kalbar dimasa kepemimpinan Usman Ja’far.
“Kalau undang-undang sudah keluar, saya pasti akan penuhi kewajiban saya. Menyerahkan asset termasuk personil. Jadi yang bisa perintah saya hanya undang-undang dengan prosedur melalui presiden dan lewat menteri dalam negeri,” tegasnya kembali.
Ia juga mengatakan bahwa beberapa syarat administrasi pembentukan Kapuas Raya yang seharusnya dikeluarkan oleh pemerintah provinsi juga masuk dalam prosedur yang diatur dalam undang-undang. Antara lain rekomendasi penyerahan asset daerah, kesediaan menyediakan dana untuk pelaksanaan pemilihan gubernur di provinsi baru dan kesediaan memberikan biaya operasional untuk provinsi baru selama 3 tahun berturut-turut.
“Kalau menyangkut masalah personil dan dana, kita harus ekstra hati-hati. Salah-salah nanti bisa masuk paret, saya tidak mau masuk paret,”katanya.
Di kesempatan lain gubernur Kalbar Cornelis juga mengatakan agar penundaan pemekaran daerah otonom karena sampai saat ini belum ada pencabutan moratorium pemekaran serta belum ada undang-undang pemekaran sendiri. Dengan belum adanya aturan yang memberikan penjelasan agar Kapuas Raya dibentuk, maka Gubernur yang merupakan wakil pemerintah pusat di daerah tidak bisa membuat keputusan sepihak apalagi melawan pusat.
“Jika sudah ada aturan dan undang-undangnya, maka saya bersedia melakukan kewajiban sebagai provinsi Induk mulai dari pembiayaan selama tiga tahun, pegawai, aset dan sebagainya yang diinstruksikan dalam undang-undang,” pungkasnya.
Cornelis yang dipastikan akan maju kembali pada pemilihan gubernur pada 2012 mendatang ini mengungkapkan kembali betapa pemekaran susah di lakukan. Ia mencontohkan peristiwa tewasnya ketua DPRD Sumatera Utara atas pemekaran yang diserukan.(team CC)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 12 November 2011

Pencanangan Penanganan Jalan Provinsi di Kabupaten Melawi


FOTO: Gubernur Cornelis menyetir sendiri kendaraannya melintasi jalan tanah ketika melaunching jalan provinsi di Kabupaten Melawi tembus ke Kalteng.
==========
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH mencanangkan penanganan jalan provinsi di Kabupaten Melawi. Ruas Jalan Nanga Pinoh (Simpang Tahlud)-Sayan (Simpang Pintas) pada 22 September 2011. Itu sesuai dengan misi Kalimantan Barat 2008-2013 "Meningkatkan Ifrastruktur Dasar'. Team CC)

Baca Selengkapnya...

Rabu, 09 November 2011

MoU Kelola Selat Karimata


FOTO: Gubernur Cornelis bersama Gubernur Jambi, Kepulauan Bangka Belitung dan Riau teken MoU kelola Selat Karimata.
============
Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH bersama tiga Gubernur, masing-masing Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H Eko Maulana Ali, dan Gubernur Kepulauan Riau, H Muhammad San melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) Pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan terpadu di Selat Karimata pada puncak acara Sailwakatobi Belitung 2011 di Pantai Tanjung Kalayang Balitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. FOTO Humas Pemprov Kalbar.

Baca Selengkapnya...

Kalbar Jawara Investasi 2011


FOTO: Gubernur Cornelis memotong kayu dalam penyambutan secara adat Dayak ketika melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu.
============
PONTIANAK--Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik bidang investasi (Regional Champions) 2011. Penghargaan tersebut akan diserahkan secara langsung pada hari Selasa (12/10) di Jakarta.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalbar, Drs Yoseph Alexander, M.Si menjelaskan bahwa perghargaan tersebut merupakan upaya dari BKPM RI dalam rangka memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang telah melakukan berbagai upaya mempersiapkan daerahnya sebagai daerah tujuan investasi.
Yoseph yang mantan Wakil Bupati Kapuas Hulu ini memaparkan sebelum mendapatkan penghargaan tersebut BPMD mendapatkan kuisioner dari BKPM RI untuk diisi, dalam kuisioner tersebut ada 10 indikator, yakni Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, sarana dan prsaranan, infrastruktur, kebijakan dan kelembagaan pelayanan penananam modal daerah, stabilitas politik dan keamanan daerah, sosial budaya, promosi investasi daerah, kinerja investasi, visi dan misi kepala daerah terkait investasi dan dokumen perencanaan bidang investasi.
“Setelah diisi dikirim kembali, kemudian tim melakukan verifikasi di lapangan untuk mengetahui kebenaran data dan informasi yang telah disampaikan oleh provinsi. “Dari hasil pengisian kuisioner, 10 gubernur diundang untuk menyampaikan presentasi terhadap peluang investasi yang ada di masing-masing daerahnya,” jelasnya dalam jumpa pers, Senin (11/10) kemarin di BPMD Kalbar.
10 gubernur yang masuk “beauty contest” adalah Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Sulewesi Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Aceh, Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah. Indikator yang menjadi penilaian antara lain, perekonomian daerah, Sumber Daya Manusia, Kebijakan jangka menengah, potensi investasi, dukungan infrastruktur, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan implementasi Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE). “Dari sekian banyak misi RPJM ada 6 yang menyangkut pengembangan investasi, yakni secara kumulatif investasi Kalbar meningkat dan masuk 3 besar seluruh Indonesia,” paparnya.
Dengan pengharagaan tersebut ke depannya Kalbar merupakan peluang untuk berinvestasi, dan BKPM RI akan memprioritaskan Kalbar menjadi tempat tujuan investasi. “Kita harus konsekuen dan harus menyiapakan segala sesuatunya, antara lain, Perda Penanaman Modal tahun 2011 yang sudah disahkan untuk mempermudah investor datang,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH mengakui bahwa Kalbar mendapatkan penghargaan investasi terbaik Indonesia. Diakui bahwa tahun 2008 rencana investasi Rp 43 triliun yang masuk 5T. Hingga tahun 2011 rencana investasi Rp 53T terealisasi 9T.(Team CC)

Baca Selengkapnya...

Primadona Punggur Diklaim Palembang


FOTO: Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Ny Frederika Cornelis melakukan panen perdana buah langsat Punggur di Desa Punggur Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.
===========
PUNGGUR--Langkah serius mengurusi langsat kembali ditunjukkan pemerintah setelah panen raya semasa Gubernur Usman Ja’far bersama Menko Ekuin Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro Jakti lima tahun lalu. Panen langsat di Desa Punggur Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, SH, Selasa (4/10) kemarin.

“Langsat kita hanya butuh dipromosikan dan dikemas sehingga dapat bersaing dengan baik di pasaran,” kata Cornelis yang didampingi wanita nomor satu di Kalbar, Ny Frederika Cornelis.
Diakuinya, langsat Punggur tidak kalah cita rasanya dengan langsat dari daerah lain, namun karena kalah promosi serta manajemen pengemasan serta pemasaran membuat langsat asli Kalbar hanya mampu berjaya di daerah asalnya saja.
Gubernur secara tegas meminta kepada pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar bersama petani untuk dapat bersama-sama mencarikan solusi tersebut. “Kita harus belajar kenapa anggur bisa sampai ke Indonesia dalam kondisi masih segar, Langsat harus bisa dikemas sedemikian rupa, sehingga bisa dipasarkan di luar daerah,” kata Cornelis
Selain itu, Gubernur Kalbar juga memberikan motivasi yang kuat terhadap para petani, bahwa menjadi petani bukan pekerjaan yang hina melainkan sangat mulia, karena dari petani negara ini bisa terus membangun serta sudah banyak pemimpin besar lahir dari masyarakat petani.
Bupati Kubu Raya dalam sambutannya, menjelaskan Kecamatan Sungai Kakap yang juga sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota, saat ini menjadi salah satu daerah penghasil beras lokal, juga sebagai daerah penghasil buah, dan dengan dukungan pemerintah baik sarana infrastruktur, bimbingan serta promosi akan semakin memberikan semangat bagi para petani untuk dapat lebih giat dalam mengusahakan lahan yang dimiliki.
“Dengan sinergisitas antara provinsi dan kabupaten yang selama ini terjalin dan akan lebih baik ke depannya, maka pola pembangunan yang berorientasi peningkatan kesejahteraan petani dengan hasil produksinya akan semakin nyata,” kata Muda Mahendrawan.
Disampaikannya, walau pada tahun 2010 Langsat Punggur mengalami gagal panen atau hasil yang tidak memuaskan, namun dengan hasil panen yang tahun ini dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Sungai Kakap, menjadi pelipur luka lama, bahkan hasil yang melimpah tersebut banyak sudah yang mengirim dalam bentuk segar ke Pulau Jawa, dan dipasarkan ke Jakarta dan Semarang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Ir H Hazairin, MS menyebutkan di Kalbar terdapat lebih dari seribu hektar kebun langsat yang sudah produktif dan hasilnya per hektar bisa mencapai 22-25 kwintal. “Masih sangat potensial, dengan metode yang terus dimutahirkan,” kata Hazairin.
Untuk di Kubu Raya yang saat ini menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki buah Langsat terbaik di Kalbar, harus terus dikembangkan, dan saat ini tengah dilakukan penelitian untuk pengembangan bibit Langsat yang unggul dan dapat dibudidayakan di daerah lain di luar Punggur.
“Termasuk pola pengemasan, proses panen yang baik juga terus kami lakukan pernelitiannya,” imbuhnya. Hanya untuk pengemasan dan mekanisme pasar, Dinas belum punya terobosan apapun melainkan mengikuti pola apa-adanya.
Dokumentasi kehadiran Menko Ekuin Prof Dr Kuntjoro Jakti bersama Gubernur Usman Ja’far pada lima tahun lalu di Kubu Raya hanya pengulangan semata. Hasilnya belum ada peningkatan selain panen raya belaka.(Team CC)

Baca Selengkapnya...

Cornelis: “Jangan Lupakan Ideologi Bangsa”


FOTO: Gubernur Cornelis membacakan amanat peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertempat di halaman Kantor Gubernur Kalbar Jalan A Yani Pontianak.
==========
PONTIANAK--Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (3/10) dimulai pukul 08.30 dan dihadiri unsur Muspida, TNI, Polri, serta mahasiswa.

Tidak ada amanat atau pidato pada upacara ini, namun dibacakan teks pembukaan UUD 1945 dirangkai pembacaan naskah ikrar terhadap Pancasila.
Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH menyatakan, Hari Kesaktian Pancasila ini selalu diperingati setiap tahun agar bangsa Indonesia tidak lupa terhadap ideologi Pancasila yang sakti. “Ideologi Pancasila pernah beberapa kali dirongrong, tapi Pancasila tetap sakti,” kata Cornelis, saat ditemui usai memimpin upacara.
Dikatakan Gubernur, ideologi Pancasila harus dilaksanakan dan diwujudkan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan, poltik, ekonomi, dan kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Provinsi, masih menurut Cornelis, dalam mengimplementasikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pihaknya tidak ada memberlakukan perlakuan istimewa terhadap anak-anak bangsa yang menjadi korban G30S/PKI.
“Tidak ada perlakuan istimewa, semua sama saja sebagai bangsa Indonesia, dan mereka bebas menentukan haknya untuk menjadi apa saja boleh, asal tidak mengganggu kedaulatan Bangsa,” ujarnya.
Sementara itu naskah ikrar yang dibacakan Ketua DPRD Kalbar, Minsen berbunyi: Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Sejak diproklamasikanya kemerdekaan NKRI 17 Agustus 1945 kenyataannya banyak mengalami rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap NKRI.
Bahwa rongrongan itu dimungkinkan karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia atas kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.
Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI.
Maka, diharapkan atas nama Tuhan YME dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kesatuan bersama memperjuangkan dan menegakkan kebenaran serta keadilan demi keutuhan NKRI.(team CC)

Baca Selengkapnya...

Senin, 07 November 2011

Menghadiri Pembukaan Musda II Partai Demokrat Kalbar


FOTO: Gubernur Cornelis menghadiri pembukaan Musda II Partai Demokrat yang dihadiri langsung Ketum Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono di Function Hall Hotel Kapuas Palace Pontianak.
===========
Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH menghadiri pembukaan Musda II Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Barat, Senin (19/9) yang dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen Eddie Baskoro Yudhoyono, bertempat di Function Hall Hotel Kapuas Palace Pontianak.

Baca Selengkapnya...

Gubernur Lantik Bupati Landak


FOTO: Gubernur Cornelis atasnama Mendagri melantik Bupati Landak Adrianus Asia Sidot yang berpasangan dengan Herculanus Heriadi bertempat di aula Kantor Bupati Landak di Ngabang.
===========
NGABANG--Walau sempat keliru dalam melafalkan pengambilan janji namun pelantikannya bersama Wakil Bupati Herculanus Heryadi, acara tetap khidmat dan istimewa, karena selain dihadiri Walikota dan Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati se-Kalbar, juga dihadiri mantan Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin TPL Tobing, Kapolda Kalbar, Danrem, Danlanal, Ketua DPRD Provinsi dan juga hadir anggota DPR RI asal PDIP dr Karolin Margret Natasya.

Gubernur Cornelis dalam sambutannya mengatakan, bahwa menjadi seorang pemimpin yang kuat dalam menjalankan tugas-tugasnya adalah hal utama. Sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dapat mempertahankan kebijakan sesuai RPJMD dan ”grand disign” nasional, selain juga harus memiliki mental yang tangguh.
“Siapkan mental dan komitmen yang kuat dalam membangun daerah, dan tetap bangun birokrasi yang baik karena dengan birokrasi akan terbentuk kepemimpinan yang baik dan berwibawa.”
Khusus bagi Wakil Bupati, Gubernur juga mengingatkan harus dapat memperhatikan jalannya pemerintahan dengan melakukan pengawasan yang baik dan dengan posisi saat ini. Wakil bupati juga jangan sungkan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam mengemban tugas sebagai wakil.
“Jangan sungkan untuk belajar kepada para wakil yang lebih senior,” harap Cornelis.
Sesuai dengan penilaian internasional, tingkat perekonomian Indonesia sudah sangat baik dan sangat demokratis, karena selain otonomi daerah diletakkan di kabupaten/kota, pelaksanaan demokrasi di Indonesia sudah mengalami kemajuan dan menuju arah perbaikan, sehingga juga menjadi tugas bupati dan wakil untuk menumbuhkan pendidikan demokrasi di masyarakat.
Secara nasional, Gubernur juga mengharapkan Kabupaten Landak dapat mengikuti program yang merupakan amanat Undang-Undang seperti tertuang dalam UU Nomor 10 tahun 2011 tentang moratorium hutan, yakni pemerintahan agar tidak memberikan rekomendasi untuk pembukaan lahan atas alasan apapun juga dalam rangka mendukung turunnya gas emisi sebesar 20 persen.
“Pemerintah pusat sudah mengeluarkan peraturan untuk tidak memberikan ijin terhadap lahan hutan yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.
Walau diusung dari PDIP, lanjut Gubernur, bukan berarti partai yang berseberangan dijadikan sebagai oposisi, karena di Landak jangan ada dan tidak ada oposisi apalagi kepada pemerintah pusat.
Apapun yang disampaikan dan diinstruksikan oleh pemerintah pusat walau presiden dari Partai Demokrat bukan berarti Bupati dari PDIP tidak wajib mematuhi, karena yang diikuti adalah amanat pemerintah bukan amanat partai.(BT)

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger