Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Senin, 06 Oktober 2008

39 Dokter Muda Kalbar Siap Mengabdi


Gubernur Kalbar, Cornelis, memberikan ucapan selamat kepada 6 orang dokter terbaik dalam upacara pengucapan janji kepaniteraan 39 dokter muda program studi pendidikan kedokteran Universitas Tanjungpura di Aula Rumah Sakit Provinsi Soedarso Pontianak, Senin (6/10) FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.

Sebanyak 39 dokter muda produk Kalimantan Barat siap dikaryakan. Harapan besar atas hadirnya para medis asli Kalbar pun tersemat pada para dokter muda ini.
Para dokter muda yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di Program Studi Kedokteran. Mereka akan menjalani masa kepaniteraan selama 2 tahun.
Senin (6/10), kemarin bertempat di Aula RSUD Soedarso, para dokter muda tersebut diambil sumpah janjinya. Dihadiri Gubernur Kalbar, Walikota Pontianak dan sejumlah pejabat Rektorat Universitas Tanjungpura acara berlangsung khidmat dan lancar.
Sebanyak 39 orang mahasiswa kedokteran angkatan pertama di Kalbar tersebut mengucapkan ikrarnya. Ada sepuluh poin sumpah yang diucapkan oleh para calon dokter tersebut.
Ketua Program Studi Kedokteran Untan, Wahyuning mengambil langsung sumpah para mahasiswanya tersebut. Salah satu poin sumpah yang diucapkan para dokter muda itu adalah tidak boleh menerima imbalan karena mereka dianggap belum berhak menerima hal itu. “Karena para dokter muda ini nanti akan berinteraksi dengan pasien dan keluarga pasien maka perlu diambil sumpahnya,” kata Wahyuning.
Gubernur Cornelis kepada para dokter muda itu berharap banyak pada para dokter dari Kalbar ini. Menurutnya kebutuhan dokter di daerah tidak pernah terpenuhi. Hal ini disebabkan dokter-dokter di daerah bukan berasal dari Kalimantan Barat.
“Ketika kontrak mereka sebagai dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) selesai mereka pulang ke daerah asalnya dan buka praktik di daerah-daerah gemuk,” kata Cornelis.
Kebutuhan akan tenaga medis menjadi sesuatu yang sangat mendesak bagi Kalbar. Luas wilayah dan sebaran penduduk Kalbar yang cukup luas menurut Gubernur memerlukan tenaga medis yang berkualitas.“Enam puluh tiga tahun Indonesia Merdeka tidak pernah kebutuhan dokter di daerah terpenuhi,” kata Cornelis.
Harapan terhadap kinerja dan pengabdian para dokter muda ini memang sangat tinggi. Gubernur Cornelis mewanti-wanti para dokter ini agar dapat menyelesaikan masa tugasnya dengan baik dan tidak berbuat yang aneh-aneh. “Jangan berbisnis di sini,” pesan Gubernur dalam sambutan di luar teksnya.
Sementara, Rektor Untan Chairil Effendi dalam sambutannya menilai keberadaan para dokter muda ini sebagai asset daerah yang cukup berharga. Proses pembentukan program studi kedokteran menurut Chairil tidak lepas dari proses yang cukup panjang.
Berawal dari harapan sejumlah tokoh Kalbar yang menginginkan adanya program studi kedokteran di daerah untuk memenuhi kebutuhan di daerah ini. Besar harapan publik Kalbar terhadap para lulusan program kedokteran ini. “Di daerah ini sering terjadi penyakit yang terjadi berulang sepanjang tahun,” kata Chairil.
Dengan adanya lulusan kedokteran ini diharapkan dapat mengatasi epidemi tersebut. Dalam proses seleksi para dokter ini menurut Chairil, Untan melakukan penyaringan yang ketat. Dari 45 dokter yang diterima di awal tahun akademik pada tahun 2005 lalu tidak semuanya dapat mengikuti program kepaniteraan yang mirip dengan program kuliah kerja nyata ini.
“Tujuh mahasiswa lainnya tidak disertakan program ini karena masih harus menyelesaikan modul dan tugas-tugas lainnya,” terang Chairil.
Selama dua tahun para dokter muda ini akan mengikuti tugas belajar di RSUD Soedarso. Menurut Sekretaris Program Studi, Asroruddin, selama mengikuti kegiatan kepaniteraan ini para mahasiswa calon dokter ini akan menjadi asisten para dokter yang bertugas di rumah sakit milik pemerintah daerah ini.
Saat ini ada 250 mahasiswa kedokteran yang menimba ilmu di program studi di bawah Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak dan menginduk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.□Budi Rahman/Borneo Tribune, Pontianak

1 komentar:

Kasia Kanaun. mengatakan...

Sir, the success stories of you and your family really inspire us here in Sarawak.

We were in Pontianak from 1st to 3rd October, 2008 hoping to make a courtesy visit but you were not available then. We hope to make it again in the near future.

"Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata."

And we say; "Aruuus...!"

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger