Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Kamis, 11 September 2008

Korea Selatan Undang Kalbar Paparkan Potensi Perikanan


Potensi sektor perikanan di Kalimantan Barat yang menjanjikan membuat pengusaha dan pemerintah Korea Selatan mengundang Gubernur Cornelis untuk memaparkan secara langsung di hadapan puluhan pengusaha negeri ginseng tersebut.

"Tahun depan akan dijadwalkan karena pihak Korea Selatan mengundang Gubernur Kalbar untuk langsung memaparkannya kepada 40 sampai 50 pengusaha," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalbar, Budi Haryanto setelah pertemuan antara delegasi Korea Selatan dengan Gubernur Kalbar di Rumah Dinas Gubernur, Pontianak, Rabu.
Delegasi Korea Selatan yang menemui Gubernur Kalbar itu dari Kementerian Pangan, Agrikultur, Kehutanan dan Perikanan, Institut Maritim Korea, perbankan serta pengusaha yang sudah berinvestasi di Kalbar. Menurut Budi Haryanto, Korea Selatan ingin memperluas investasi di sektor perikanan ke berbagai negara termasuk Indonesia.
"Ada rencana investasi senilai 10 miliar dolar AS dari Korea Selatan yang harus kita rebut," kata dia. Saat ini, lanjut dia, ada dua provinsi yang sudah dikunjungi delegasi tersebut yakni Kalbar dan Nusa Tenggara Timur (NTT). "Untuk NTT rencananya pabrik kertas dengan bahan baku dari sejenis rumput laut," kata dia.
Kalbar menjadi pilihan karena PT Aquarium Shrimp, industri terpadu udang tambak di Pontianak, investornya berasal dari Korea Selatan. PT Aquarium Shrimp merupakan pengekspor terbesar udang beku dari Kalbar ke berbagai negara.
Budi Haryanto menambahkan, Korea Selatan ingin mengembangkan beberapa jenis perikanan, penangkapan dan investasi pengolahan serta budidaya. "Sehingga tercipta industri terpadu sektor perikanan yang siap menampung dan mengekspor," katanya.
Gubernur Kalbar, Cornelis sendiri menjamin setiap investasi yang masuk ke provinsi itu. "Baik dari segi keamanan maupun kemudahan regulasi," kata Budi Haryanto.
Kalbar juga mengusulkan agar investasi di sektor perikanan melibatkan nelayan dan menggabungkan potensi daerah sehingga menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Dirjen Kementerian Pangan, Agrikultur, Kehutanan dan Perikanan Korea Selatan, Young-Hyo Ha mengakui PT Aquarium Shrimp menjadi contoh investasi pengusaha dari Korea Selatan di luar negeri. "Yang paling penting dalam berinvestasi adalah modal aman," katanya menegaskan.□Antara/Borneo Tribune, Pontianak.

2 komentar:

kiha mengatakan...

annyeonghaseyo...senangnya mendengar investor korea selatan melirik kalbar, semangat pak cornelis! jd tambah semangat saya belajar bahasa korea.

Albertus Eko WPS.,SP mengatakan...

jaga juga investor yang sudah masuk ke Kalbar khususnya Landak, jangan sampai lari.

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger