Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Jumat, 04 April 2008

Pernikahan Karol-Adhy


Siraman, Harus Bersih Jiwa Raga


SUARA alunan gamelan mengiringi para undangan yang datang di Pendopo Gubernur, Kamis (3/4). Nuansa Merah Putih terlihat mendomianasi tempat berlangsungnya Pesta Rakyat Adat Siraman. ”Makna dari pesta adat siraman untuk membersihkan jiwa dan raga. Pesta siraman adat Jawa ini biasanya dilakukan pada siang hari, sehari sebelum acara pernikahan,” ungkap Awang Hermawan, S.Sn, Panitia Adat Siraman di Pendopo.

Acara dimulai dengan Pemasangan Blek KTP di depan rumah oleh ayahanda Karolin, Cornelis dilanjutkan dengan Tuwuhan oleh Cornelis dan Ny Frederika Cornelis. Makna dari Blek KTP dan Tuwuhan adalah pendekatan umat kepada Tuhannya, jadi segala sesuatu yang akan dilakukan harus didasari dengan pendekatan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Di hadapan para undangan acara dilanjutkan dengan penuangan air siraman yang berasal dari 7 sumber oleh Cornelis kemudian air diambil untuk diantar kepada calon pengantin pria. Tujuh dalam bahasa Jawa disebut pitu artinya pitulungan yaitu memberikan pertolongan kapada calon mempelai.

Setelah itu calon mempelai wanita, Karolin Margret Natasa melaksanakan sungkeman kepada Ayahanda Cornelis dan Ibunda Frederika. Cornelis kemudian menggandeng Karol ke tempat siraman dan menyiram pertama kali disusul ibu.

Setelah siraman Cornelis dan Frederika kembali ke tempat siraman Tirto Purwito Sari, dilanjutkan dengan Memecahkan Kendi oleh Ny Cornelis. Hal ini dilakukan agar manusia hidup tidak salah melangkah atau salah berbuat, agar tidak celaka.

Acara terakir adalah Pemotongan Rambut Karol oleh Yanda dan Bunda, masing-masing tiga kali. Kemudian potongan rambut diletakkan di dalam bokor. Maksud dari pemotongan rambut adalah setiap manusia pasti memiliki sifat yang buruk, maka dengan dipotong rambutnya, sifat-sifat buruknya dihilangkan, sehingga menjadi baik. Selain pihak calon mempelai wanita siraman juga dilakukan pihak calon mempelai pria.

Acara pemberkatan penganten akan dilaksanakan hari ini, Jumat (4/4) bertempat di Gereja Katedral Jalan Patimura Pontianak yang dilanjutkan dengan resepsi bertempat di Pendopo.■Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

0 komentar:

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger