Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Rabu, 23 April 2008

Jagoi Babang Siap Jadi PPLB

PEMERINTAH Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengharapkan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Kecamatan Jagoi Babang, segera dibuka untuk meningkatkan pelayanan barang dan jasa yang selama ini sifatnya tradisional.

Menurut Bupati Bengkayang, Jacobus Luna di Pontianak, Kamis, infrastruktur awal di Jagoi Babang terbilang lebih siap untuk menjadi sebuah PPLB. "Sudah ada pos terpadu di Jagoi Babang. Selain itu, jalan dan jembatan juga sudah tersedia hingga ke batas," kata Jacobus Luna.
Pemkab Bengkayang telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemprov Kalbar terkait rencana pembukaan PPLB di Jagoi Babang yang berbatasan dengan Sarawak itu.
Waktu tempuh dari Bengkayang ke Kuching, ibukota Sarawak, cukup 2,5 jam. "Dua jam dari Bengkayang ke Jagoi Babang, setengah jam dari Jagoi Babang ke Kuching," katanya.
Saat ini, setiap warga yang melewati perbatasan hanya menunjukkan Pas Lintas Batas (PLB). Sebuah pasar rakyat juga akan dibangun Pemkab Bengkayang di Jagoi Babang sehingga Indonesia mendapat manfaat yang lebih banyak dari perdagangan antarnegara yang berlangsung selama ini.
"Nanti, biar warga Malaysia yang masuk ke Jagoi Babang untuk bertransaksi," kata Jacobus Luna. Ia mengharapkan kualitas infrastruktur yang sudah ada seperti jalan dan jembatan semakin ditingkatkan sehingga mampu menampung penambahan beban akibat pembukaan PPLB di masa mendatang.
Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Wilayah Negara DPR RI, Fanshurullah Asa saat dihubungi mengakui, dibanding Aruk - Sajingan di Kabupaten Sambas, Jagoi Babang lebih siap menjadi PPLB.
"Kelengkapan infrastruktur dasar sudah ada dan transaksi perdagangan amat tinggi," kata Ifan, panggilan akrabnya.
Jual beli barang antara pedagang Kalbar dan Sarawak berlangsung di Serikin, Sarawak. Terutama berlangsung pada Sabtu dan Minggu, ratusan pedagang dari kedua negara bertransaksi.
Menurut Ifan, hal itu merupakan potensi yang dapat digarap Kalbar khususnya Bengkayang. "Kalau kita `paksa` agar mereka bertransaksi di Jagoi Babang, tentu yang diuntungkan Indonesia," kata Ifan, yang juga anggota Komisi IX dari Fraksi PAN itu.
Sementara Gubernur Kalbar, Cornelis menyatakan bahwa akan membuka satu PPLB di Sintang karena potensi batu bara di kawasan itu.
"Sebagian batu bara untuk ekspor ke Malaysia, sebagian lagi untuk pembangunan PLTU mulut tambang. Listriknya dapat dialirkan untuk kawasan perbatasan hingga ke Kota Sintang," kata Cornelis.
Kalbar berencana membangun lima PPLB di sepanjang perbatasan dengan Sarawak. Yakni di Entikong (Sanggau), Aruk-Sajingan (Sambas), Jagoi Babang (Bengkayang), Puring Kencana - Jasa (Sintang), dan Nanga Badau (Kapuas Hulu). Dari lima rencana pembangunan itu, hanya PPLB Entikong yang sudah terwujud.□Antara/Borneo Tribune

0 komentar:

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger