Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Kamis, 20 November 2008

Kerajinan Tenun Kalbar Harus Dikembangkan


KERAJINAN
Ketua DEKRANASDA Kalbar Ny .. Frederika Cornelis, S.Pd didampingi Wakil Ketua Ny. Karyanti Christiandy, SE menyaksikan hasil kerajinan Tenun Khas Kalbar usai Menutup Diklat Pengembangan ATBM bagi para Pengrajin Tenun se-Kalbar di Pontianak. FOTO Ponito/Humas Pemprov Kalbar

Kerajinan tenun Kalbar mulia mendapat perhatian khusus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kalbar Ny . Frederika Cornelis. Ia memberikan apresiasi terhadap kerajinan khas daerah ini.
“Salah satu kelemahan hasil kerajinan daerah karena belum bisanya memenuhi kebutuhan pasar. Beberapa faktor penyebabnya antara lain para pengrajin hanya bekerja sambilan, juga kurang didukung dengan peralatan yang memadai (masih tradisional) dan terbatasnya ilmu dan keterampilan yang dimiliki para pengrajin itu sendiri,” Papar Ny . Frederika Cornelis saat menutup Diklat Pengembangan Tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Motif Kalbar di Aula UP-IKM Jl. Sutan Syahrir Pontianak .
Hasil tenun Kalbar sangat diminati oleh para konsumen baik nasional maupun mancanegara. Namun disaat banyaknya permintaan, kita belum bisa memenuhi kebutuhan pasar karena secara kuantitas produktifitas kita masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut DEKRANASDA Kalbar telah melakukan kerjasama dengan UP-IKM Kalbar untuk melakukan Diklat yang pesertanya adalah para pengrajin tenun se Kalbar.
Hal ini, ungkap Ny. Frederika sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta inovasi para pengrajin dengan memperkenalkan peralatan lebih modern yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga produktifitas hasil tenun bisa meningkat secara signifikan.
Salah satu adalah melalui ATBM yang mampu memproduksi dengan kapasitas tinggi dan dengan kualitas yang lebih baik, tanpa meninggalkan alat tradisional, karena merupakan ciri khas budaya peninggalan nenek moyang kita secara turun temurun. Sebagai contoh kalau menggunakan alat tenun tradisional gedogan produksi kain dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 110 cm memakan waktu 7 – 14 hari bahkan bisa satu bulan. Namun dengan ATBM mampu memproduksi 5 – 8 meter per hari, dan cara pengoperasiannya relative lebih mudah dan tidak menggunakan BBM.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kalbar Ny. Hj. Dra. Ida Kartini, M.Si dalam laporan tertulisnya mengatakan maksud dan tujuan Diklat Pengembangan Tenun ATBM Motif Kalbar ini adalah untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan wawasan para pengrajin dalam penggunaan alat ATBM, teknik memberi motif serta teknik pencelupan benang.
Di samping itu pula meningkatkan produktifitas dan kapasitas produksi pengrajin tenun sehingga hasil yang diperoleh dapat meningkat. Menurut Ida Kartini Diklat ini diikuti sebanyak 16 orang peserta terdiri dari Kabupaten Pontianak , Sintang dan Kapus Hulu masing-masing berjumlah 3 orang. Sementara dari Kabupaten Landak 2 orang dan Kota Pontianak 5 orang.
Adapun tenaga Instruktur berjumlah 5 orang yaitu 1 orang dari dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, 2 orang dari Kabupaten Jepara dan 2 orang dari pendamping UP-IKM Disperindag Kalbar. Lamanya pelatihan yaitu 26 hari.
Penutupan Pelatihan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada peserta oleh Ketua DEKRANASDA Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd didampingi Wakil Ketua Ny. Karyanti Christiandy, SE.
Usai penutupan Diklat dilanjutkan dengan Rapat pengurus DEKRANASDA Kalbar yang dipimpin oleh Ketua Ny . Frederika Cornelis, S.Pd. Kepada para pengurus Ny. Frederika Cornelis berharap agar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik agar hasil kerajinan Kalbar benar-benar bisa meningkat.
Program kerja tahap awal antara lain menyusun program kerja yang lebih terarah dan melakukan kunjungan dan pembinaan ke DEKRANASDA Kab/Kota se-Kalbar serta melihat langsung ke lokasi industri kerajinan.
Hadir Kepala Bakomapin Kalbar Drs. M. Zeet Assovi, Kadis Budpar Rihat Natsir Silalahi, Ketua ASITA Kalbar H. Hifni, dari Dewan pertimbangan DEKRANASDA Kalbar serta Kedis Deperindag Kalbar Hj. Dra.Ida Kartini, M.Si, Karo Ekbang Prov. Kalbar H. Drs. Zulkarnaen MT,MM, Pimpinan Pupuk Kaltim, Pimpinan PTPNXII, dan pengurus DEKRANASDA (Citra Humas Pemprov)

4 komentar:

emiliapelipa mengatakan...

ibu-ibu pengrajin tenun ikat di desa umin kecamatan dedai kabupaten sintang kalimantan barat, memiliki kreativitas yang sangat tinggi dalam membuat kerajinan tenun ikat.; namun potensi pasar masih sangat kurang. mohon solusi dari pemerintah.

Arkan mengatakan...

Walaupun kita perlu solusi nyata dari pemerintah kalbar, tetapi banyak yang perlu dibenahi juga. Kualitas produk yang lebih inovatif dan perlu adanya bantuan lembaga keuangan seperti bank untuk mendukung para pengusaha pengrajin tersebut.
Pemerintah bisa saja sdh banyak mengadakan pameran2x produk kerajinan daerah yang banyak menghabiskan biaya. Tapi produk2x yang ditampilkan juga harus baik dan inovatif. Agar buyer dalam negeri maupun luar negeri dapat ikut mempromosikan dan melaksanakan penjualan produk daerah tersebut.

swisserikin mengatakan...

With intense interest,awareness and apreciation of cultural tourism and products, those involved in related enterprises in Kuching, are making good ringgit.
Glad that our First Lady is interested too. Keep it up!

BAMBANG BUDHIANTO mengatakan...

dear pak cornelis,

dari pencarian saya di google, tidak ada satupun pengrajin kalbar yang online, yg mau saya tanyakan dimana saya bisa memperoleh data/alamat pengrajin Klabar, saya berniat membuat Toko online namun tidak tau dimana pengrajin2 kalbar, mohon bantuan bapak karena saya tidak tau kemana? dari googling saya hanya mendapatkan blog bapak, terima kasih

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger