Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Selasa, 19 Agustus 2008

Melestarikan Kuliner, Tata Rias dan Busana Dayak


Setiap suku bangsa memiliki sistem kemasyarakatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat. Sejalan dengan kemajuan teknologi di era globalisasi dewasa ini adat istiadat dan nilai-nilai warisan luhur terancam punah.

Generasi muda perlahan-lahan mulai meninggalkan nilai-nilai luhur yang terpatri pada adat istiadat. Sebelum nilai budaya benar-benar hilang, yang mengakibatkan hilangnya identitas suatu Bangsa, perlu dilakukan pembinaan sikap atau pandangan terhadap warisan leluhur.
Makanan tradisional, tata rias tradisional, dan busana adat Dayak berkaitan erat dengan hidup orang Dayak, karena ketiganya berkaitan erat dengan peristiwa alam dan kepercayaan orang Dayak .
di Pekan Gawai Dayak 2008, Sekberkesda melalui panitia gawai 2008 mengadakan seminar yang bertema menggali dan memperkenalkan kuliner tradisional, tata rias tradisional, dan busana adat Dayak Kalbar.
Seminar yang diikuti oleh 38 sanggar mulai dari salon kecantikan, mahasiswa, dan organisasi-organisasi kepemudaan dan instansi pemerintah ini dilaksanakan di Gedung Balai Pelatihan Sejarah dan Nilai Tradisional Kalbar.
Ny Frederika Cornelis dalam sambutannya saat membuka seminar mengatakan dalam menyajikan masakan tradisional yang harus diperhatikan adalah kebersihan dan keindahan dalam saji sehingga tamu akan terbit seleranya untuk mencicipi makanan yang dihidangkan.
Sedangkan untuk Pakaian tradisional adat Dayak, Ny Frederika mengatakan saat ini busana batik dari Jawa sudah dikenal di mana-mana dan sebenarnya Kalbar juga memiliki busana kain tenun adat Dayak yang cukup bagus seperti busana tradisional Dayak Taman, hanya harganya saat ini masih mahal. Dari berbagai bentuk ragam busana Dayak Taman boleh saja dimodifikasi, asalkan tidak menghilangkan dasar tradisionalnya itu sendiri, terutama pada motif dan mapun warna dasar dan usahakan agar harganya pun bisa bersaing dan tidak terlalu mahal.
Selain itu dalam menampilkan berbagai kesenian khususnya tari-tarian Dayak Ny Frederika mengharapkan agar diikutsertakannya penari-penari yang berasal dari orang Dayak. “Selama ini saya melihat kesenian tarian Dayak sering ditampilkan di berbagai tempat, tapi jarang melibatkan penari yang benar-benar berasal dari orang Dayak, bukan berarti orang lain tidak boleh, tetapi orang Dayak sendiri juga diberi kesempatan untuk menampilkan budayanya terutama saat menjadi perwakilan dari Kalbar,” sarannya
============
ADAT BUDAYA
Ny Frederika Cornelis meresmikan seminar makanan tradisional, tata rias, dan busana adat suku Dayak Kalbar, Rabu (21/5) di Gedung Balai Pelatihan Sejarah dan Nilai Tradisional Kalbar. Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Dua Aksi Demonstrasi Warnai Harkitnas


Peringatan Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional di Kalbar juga diwarnai aksi unjuk rasa puluhan ibu-ibu dan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Kalimantan Barat (PRKB).

Setelah berorasi di Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, para demonstran menuju Kantor Gubernur Kalbar. Tuntutan utama menolak kenaikan harga BBM serta mendesak nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang bergerak di bidang pengelolaan minyak dan gas di Indonesia.
Sebanyak 10 orang perwakilan PRKB sempat bertemu Gubernur Drs Cornelis, MH. Mereka meminta Cornelis mengeluarkan pernyataan sikap atas nama rakyat Kalbar untuk menolak kenaikan harga BBM.
“Kami sangat kecewa, karena gubernur tidak berani menyatakan sikap dalam kenaikan BBM, dan kami sangat kecewa dengan sikap gubernur yang tidak menerima aspirasi kita,” kata Dedi Asmayadi, salah seorang perwakilan PRKB.
Menurut ia, apabila hal ini tidak diindahkan, dalam waktu tiga hari kedepan, PRKB tetap akan berdemonstrasi agar kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM ditunda dengan harapan tidak dilaksanakan.
Dedi menegaskan akan merespons keputusan yang diberikan gubernur, namun ia pun sangat menyayangkan permintaan yang diajukan gubernur kepada PRKB kemarin, mengenai penyusunan konsep.
Karena menurutnya, hal seharusnya dilakukan oleh pemerintah bukan dari demonstran. “Kita serahkan ke gubernur, apakah akan menepati janjinya, namun gubernur sendiri menginginkan konsep kita, padahal seharusnya pemerintah yang buat,” ujarnya.
Menurut Dedy Asmayadi, menunda kenaikan harga BBM merupakan harga mutlak yang harus dilakukan mengingat beban masyarakat yang semakin berat. Ia sepakat bahwa penundaan kenaikan harga BBM harus diimbangi dengan penghematan penggunaan energi secara menyeluruh. "Yang lebih penting lagi, nasionalisasi aset-aset asing itu," kata Dedy Asmayadi.
Di ruang kerjanya, Cornelis menerima beberapa demonstran untuk mendengar keluhan dari masyarakat, di sela-sela aksi unjuk rasa berlangsung. Dalam pertemuan tersebut, Cornelis mengatakan bahwa, ia menerima aspirasi yang diutarakan oleh para demonstran, namun dengan beberapa catatan harus memiliki konsep yang jelas, yakni bukan hanya sekedar aspirasi saja.
“Kita menerima aspirasi dengan catatan yakni harus adanya konsep yang jelas, dalam bentuk tertulis dan kita siap menyalurkan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat,” kata Cornelis yang diutarakan kembali oleh Kepala Bidang Humas dan Protokoler Gubernur Kalbar, Drs. Hamdan Harun, MSi.
Usai pertemuan kemarin, Hamdan menambahkan, bahwa Cornelis siap memfasilitasi aspirasi masyarakat mengenai kenaikan BBM, namun pertemuan tersebut Cornelis juga menginginkan aspirasi tersebut dilayangkan dalam bentuk tertulis, kemudian mampu menjabarkan solusinya.
Kembali, Cornelis menyatakan kesiapannya dalam menyalurkan aspirasi rakyat ke pemerintah pusat, meski Cornelis telah menyatakan sikap, ia juga tidak dapat menolak kebijakan pemerintah pusat.
"Gubernur meminta mereka menyiapkan konsep yang tepat dalam kurun waktu tiga hari. Nanti hal itu akan disampaikan ke Jakarta," kata Hamdan Harun.
Sementara di DPRD Kalbar, di waktu yang sama terjadi unjuk rasa penolakan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalbar terhadap rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM.
Aulia Marti/Tantra/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Jangan Jadi Bangsa yang Manja dan Lemah


Gerakan kaum muda tahun 1908 dan tahun 1928, menandai tonggak awal gerakan kebangkitan nasional Indonesia. Sejak itu, nasionalisme Indonesia terus berkembang, terus menjalar, dan terus berkobar di seluruh penjuru tanah air.

Dengan semangat nasionalisme itulah, Indonesia berhasil meraih kemerdekaan yang dicita-citakan, 17 Agustus 1945 lalu. Hal ini ditegaskan Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Rabu
Cornelis mengatakan, politik ketergantungan yang diterapkan negara maju selama ini mendidik rakyat menjadi lemah dan mudah mengeluh padahal semuanya tersedia di Indonesia. "Kita harus tangguh. Antara rakyat dan pemerintah, harus bersama-sama membangun," kata Cornelis
Meski Kalbar berbatasan dengan Malaysia yang secara ekonomi lebih maju, namun ia menjamin semangat nasionalisme masyarakat perbatasan. "Jangan ragukan nasionalisme masyarakat di perbatasan," kata Cornelis menegaskan.
Menurut dia, hidup di Indonesia lebih enak dan mudah dibanding di Malaysia. Ia mencontohkan dengan uang Rp 100 ribu, seseorang dapat makan dengan kenyang dan nikmat di Indonesia. "Tetapi sebaliknya, dengan nominal yang sama, belum tentu kita bisa makan hingga kenyang di Malaysia atau negara maju lainnya," kata Cornelis.
Dikatakan Cornelis, Indonesia kini telah mendapatkan musuh baru yang harus segera dihilangkan dari masyarakat, yakni selalu mengeluh dan manja sehingga perlu adanya upaya baru dari pemerintah dan masyarakat agar dapat menyatukan jiwa nasionalisme dan bersama-sama menggalang komitmen dalam menghadapi tantangan.
Menurutnya, upaya tersebut diyakini telah mampu menjaga keutuhan negara, dari berbagai ancaman separatisme, seperti, mempersatukan kembali Irian Barat, dan menyelamatkan ideologi Negara Pancasila keluar dari krisis moneter yang sangat berat, yang melahirkan era reformasi.
Dipaparkannya, Indonesia sampai saat ini masih mampu berdiri tegak karena semangat perjuangan yang tinggi dan tidak pernah mengenal menyerah. Kedua, karena mampu bersatu sebagai bangsa, sebagai saudara senasib dan sepenanggungan. Dan, ketiga, karena selalu mampu beradaptasi di tengah arus perubahan.
Dari setiap generasi, baik dari generasi 1908, generasi 1928, generasi 1945, generasi 1966, generasi 1998, dengan sendirinya masing-masing mampu membaca tanda-tanda zaman, dan mampu mengikuti angin sejarah untuk kebaikan negara dan bangsa tercinta.
”Mungkin masyarakat kita sudah terlalu manja, sehingga kita menjadi lemah dan mengeluh, padahal Indonesia sangat kaya dan murah dibanding dengan daerah lain,” kata Cornelis.
Dalam sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang dibacakan Gubernur mengatakan bahwa Harkitnas ini merupakan hari bersejarah dan bermakna bagi Bangsa Indonesia sehingga harus memaknai dalam setiap sisi-sisi kehidupan, sebab hari tersebut merupakan hari kelahiran organisasi pergerakan kebangsaan kita Boedi Oetomo. Peringatan 100 tahun kebangkitan nasional pemerintah mengusung tema dengan semangat kebangkitan nasional kita tingkatkan rasa kesatuan dan persatuan
Boedi Oetomo telah meletakkan dasar bagi tumbuhnya sebuah organisasi modern yang menekankan semangat kebangsaan. Dalam suasana penjajahan di masa itu, bangsa kita memerlukan landasan ideologi untuk berjuang. Kesadaran bahwa kita adalah sebuah bangsa yang terjajah, sangat penting untuk menjadi pendorong semangat perjuangan untuk membebaskan diri kita dari belenggu penjajahan tersebut. Dengan semangat nasionalisme itulah Perjuangan itu berlanjut hingga kita mencapai kemerdekaan yang kita cita-citakan pada tanggal 17 Agustus 1945. katanya.
Makna hari kebangkitan bagi bangsa Indonesia merupakan makna bersejarah yang perlu kita renungi bersama dan merupakan refleksi bersama bangsa ini dalam menapaki serta menyongsong serta mengisi pembangunan. Dengan semangat hari kebangkitan nasional pada hari ini, marilah kita wujudkan bersama Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang bangkit, Indonesia yang mampu menjawab tantangan globalisasi zaman, Indonesia yang memiliki "kekhasan' yang unik, Indonesia yang makmur.Aulia/Andika/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Gubernur Buka Gawai Dayak

Jangan Jadi Bangsa yang Manja


Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MM meminta rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah seiring tingginya harga minyak mentah di pasar dunia tidak selalu diikuti aksi unjuk rasa.

"Jangan jadi bangsa yang manja. Baru naik sedikit saja (harga BBM) sudah berdemo," kata Cornelis di pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-XXII di Rumah Betang Pontianak, Selasa siang.
Menurut dia, pemerintah akan kesulitan membiayai pembangunan kalau harga BBM tidak disesuaikan. "Untuk mengharapkan pajak saja pemerintah kesulitan karena nilainya masih kecil," kata Cornelis.
Ia mengatakan, dibanding negara lain, harga BBM di Indonesia termasuk murah. Ia mencontohkan di Malaysia harga premium per liter mencapai Rp15 ribu. Di beberapa negara Eropa bahkan harga per liternya Rp 25 ribu.
Cornelis juga mengimbau masyarakat melakukan penghematan pemakaian BBM seperti tidak menggunakan sepeda motor untuk jarak tempuh yang dekat. "Kalau mandi ke sungai, jangan pakai motor. Berjalan saja," kata Cornelis dalam bahasa daerah.
Sebagian masyarakat Kalbar terutama di daerah bukan perkotaan masih mengandalkan sungai untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus. "Kecuali kalau sungainya jauh, sepuluh kilometer," kata mantan Bupati Landak itu.
Sementara untuk ketahanan pangan, ia mengharapkan masyarakat tidak malu dengan profesi sebagai petani. "Menjadi petani bukan pekerja hina, justru mulia. Tanpa petani, kita tidak akan makan nasi," katanya.
Masa tanam padi khususnya untuk masyarakat Dayak yang umumnya hanya satu kali setahun, perlu ditingkatkan menjadi dua kali. Keluarga petani yang membiarkan lahannya terlantar juga harus menanam kembali. "Ini untuk memenuhi kebutuhan pangan karena negara-negara pengekspor sudah menaikkan harga beras," kata Cornelis.
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Arya Tanjungpura juga mengingatkan warga yang merayakan Gawai untuk tidak menimbulkan kesan pesta-pora. "Negara sedang dalam keadaan susah. Jangan sampai ada kesan seperti itu," kata Arya Tanjungpura.
Bagi masyarakat Dayak, Gawai menjadi sarana untuk mewujudkan rasa syukur ke pencipta atas hasil yang diperoleh saat musim tanam padi.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Thadeus Yus mengatakan, padi erat kaitannya dengan religiusitas masyarakat Dayak. "Kehancuran alam akan menjadi faktor serius yang mengancam kelangsungan kehidupan sosial masyarakat Dayak," kata Thadeus Yus
Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat XXII yang diselenggarakan 20-24 Mei 2008 di Rumah Betang dan dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH.
PGD ini lahir seiring dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1986. Gawai ini sendiri merupakan pesta panen padi bagi masyarakat Dayak dan telah ditetapkan Gubernur Kadarusno pada tahun 1976 melalui SK pada tahun 1976 dan SK tersebut adalah untuk menyatukan keberanekaragam gawai yang ada di Kalbar ini.
Berbagai adat budaya tradisional yang merupakan warisan leluhur nenek moyang akan disajikan, seperti Balenggang atau Bari’, Nyangahat’t Balale, Nyumpit dan lain sebagainya, dengan harapan seni dan budaya yang belum tergali secara maksimal dapat dikenal secara luas oleh masyarakat Kalbar.
Seni dan budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat Dayak merupakan sumber daya tarik wisata dan modal yang besar, artinya bagi pengembangan kepariwisataan. Untuk itu, perlu diupayakan agar seni dan budaya Dayak yang selama ini hanya dikenal pada kalangan tertentu dapat ditampilkan dalam acara khusus sehingga masyarakat luas dapat menikmatinya.
Ketua panitia Drs. Paulus Lukas Denggol mengatakan PGD Kalbar yang sudah menjadi event tetap kalender Pariwisata Nasional ini merupakan sarana untuk mengembangkan seni dan budaya Dayak sehingga menjadi atraksi yang memikat dan dapat dinikmati oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dengan demikian menurutnya, seni budaya Dayak diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah, pendapatan masyarakat dan peluang usaha.
Dalam sambutan singkatnya Ketua DAD Kalbar, Thadeus Yus mengatakan tujuan dilaksanakannya PGD ini untuk memperkuat sendi-sendi kehidupan budaya daerah dalam memperkaya kebudayaan nasional, menyukseskan program pemerintah dalam bidang kebudayaan seni dan budaya pariwisata,
Selain itu menurutnya, untuk menjaga kemurnian nilai-nilai kearifan budaya Dayak dari pengaruh budaya asing sebagai akibat konsekuensi logis dari arus globalisasi dan modernisasi dan mewujudkan visi misi Dayak bersatu, Dayak maju dan Dayak sejahtera sebagaimana yang sudah diamanahkan dalam Musyawarah Nasional II DAD Se-Kalimantan.
PGD tahun ini terlihat meriah. Dimana sebanyak tiga puluh delapan sanggar ikut ambil bagian. Mereka akan melibatkan diri dalam berbagai macam perlombaan. Mulai dari melukis perisai, menyumpit, memasak tradisional dan lain sebagainya.
Pembukaan PGDXXII dihadiri Kapolda Kalbar R. Nata Kesuma, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Rihat Natsir Silalahi, Bupati Landak Andrianus Asia Sidot, Sekda Kab. Sanggau F. Andeng Suseno, Walikota Pontianak Buchary Abdurrachman, Ketua TP PKK Kota Pontianak Sri Astuti Buchary, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Hartono Azas, Ketua Bhakti Suci Lindra Lie, MABM, IKBM, MABT.
=========
GAWAI
Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH resmi membuka Pekan Gawai Adat Dayak ke 22 di Rumah Betang Pontianak ditandai pemotongan Rotan pada Upacara Nyangahatn, Selasa(20/5). Pekan Gawai Dayak ini akan berlangsung hingga 24 Mei mendatang. Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.

Baca Selengkapnya...

Borneo Orchid Show

Menuju Perdagangan Anggrek Dunia


Indonesia yang memiliki sumber daya lahan dan iklim yang sesuai untuk budi daya anggrek. Selain itu juga di dukung oleh kekayaan ginetik Anggrek yang sangat besar. Ini seharusnya menjadi modal menuju sebagai pemain utama di perdagangan Anggrek dunia.

Hal ini di ungkapkan Ketua Harian Pusat PAI Ny Rossi Anton Apriantono dalam sambutannya setelah melantik Pengurus DPD PAI Kalbar, Sabtu(17/5) di Pendopo Gubernur Kalbar.
“Pada kenyataannya perkembangan industri anggrek nasional masih belum menggembirakan kekayaan sumber genetik yang kita miliki belum dimanfaatkan secara optimal untuk menjadi produk massal yang komersial. Saya mengharapkan PAI Kalbar dengan organisasi anggrek serta tanaman hias lainnya dapat menjadi motor dalam membangun industri tanaman hias terutama anggrek di dalam negeri” ujar Rossi.
Rossi juga mengatakan dengan dilantiknya Pengurus DPD PAI Kalbar ini diharapkan ada suatu pencerahan dimana anggrek-anggrek yang belum terselamatkan di hutan agar dapat segera diangkut untuk dikembangkan di Laboraturium dan mengembalikan ke habitatnya
Selain itu melalui PAI Kalbar diharapkan akan muncul brider-brider baru mengingat Indonesia a masih banyak kekurangan species Anggrek dan untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan cara perkawinan silang sehingga dapat menghasilkan anggrek-anggrek unggulan Indonesia dan dapat di nikmati oleh kita semua.
Sedangkan untuk mendapatkan anggrek unggulan Nasional harus dengan cara bertahap, karena kita menggunakan acuan dengan standar Internasional hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan teknologi sehingga lebih optimal mulai dari Regulasi dan Sertivikasi juga peningkatan SDM nya.
Sementara itu Ketua DPD PAI Kalbar ibu Frederika Cornelis usai dilantik mengatakan dengan terbentuknya DPD PAI Provinsi Kalbar potensi anggrek yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal , baik untuk kepentingan penelitian maupun kepentingan bisnis.
“Saat ini kita akan segera lakukan koordinasi di kabupaten dan Kota untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada, terutama mengajak pengurus agar dapat bekerja keras dan kita juga akan melibatkan petani, pengusaha anggrek, pedagang, peneliti serta lembaga terkait untuk dapat bekerja sama mengembangkan anggrek yang hampir punah dan mengembalikan ke habitatnya” ujar Frederika Cornelis
Frederika juga mengatakan dalam waktu dekat kita akan melakukan Pertemuan pengurus DPD PAI untuk segera membuat program ke depan sehingga dapat menunjukkan kinerja secara nyata dalam pengembangan anggrek, khususnya di Kalbar.
Sementara itu Ketua Panitia BOS Dewo Sunarso saat ditemui mengatakan selama ini kita telah Spesifikasikan jenis anggrek ada banyak sekali dan ada dua jenis yang nanti akan kita jadikan unggulan di pameran ini sebagai Ikon Kalbar yang akan kita pelihara dengan baik dan di lestarikan sehingga habitat ini tetap terjaga dari kepunahan.

“Ini sekaligus dapat mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat, dam BOS juga menjadi pusat pertemuan, interaksi, mulai dari pencinta anggrek, penangkar, peneliti,dan para pengusaha yang diharapkan akan menentukan perspektif market sehingga bernilai ekonomis” ujar Dewo
Borneo Orchid Show ke-7 tahun 2008 yang diikuti dengan serangkaian kegiatan, mulai dari pelantikan pengurus DPD PAI Kalbar, launching buku anggrek dan Nephenthes, peresmian bursa Anggrek Kalbar dan seminar anggrek yang akan mengupas masalah Budi daya anggrek dan marketnya.
==========
Pusat Bursa Anggrek Kalbar
Ketua Harian Pusat PAI ibu Rossi Anton Apriantono, didampingi oleh Ketua DPD PAI Kabar ibu Frederika Cornelis, beserta Ketua Panitia BOS Dewo Sunarso meninjau Pusat Bursa Anggrek Kalbar, Sabtu (17/5) Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.

Baca Selengkapnya...

Gubernur Dijadwalkan Buka Pekan Gawai Dayak


SEKITAR 23 acara akan digelar pada Pekan Gawai Dayak Tahun 2008, 20 Mei besok. Beragam perlombaan, permainan rakyat, pemilihan Bujang dan Dare Dayak 2008. Persiapan acara sudah 90 persen rampung.

Rencananya acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalbar. Upacara adat dari Kabupaten Sanggau akan mengisi acara seremonial tersebut yang dipusatkan di Rumah Betang. Penutupan dilakukan 24 Mei 2008 pukul 19 00 di GOR Pangsuma Pontianak.
“Penutupan merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara,” ungkap Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Tahun 2008 Paulus.L. Denggol di Rumah Betang Sabtu(17/5).
Sementara itu menurut Tarsisius Ifan Sabandap selaku penanggungjawab kegiatan dalam Kepanitiaan Gawai Dayak 2008 mengatakan selain pembukaan juga akan ada pagelaran budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti MABT, MABM, Kerabat, Patimura dan yang lainnya.
Hal ini dilakukan agar budaya bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan rencananya dibuka Wali Kota Pontianak H Buchary Abdurrahman.
Tarsisius juga mengimbau kepada seluruh sanggar agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan Gawai Dayak. Selain itu ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar karena eEven ini merupakan kalender tetap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten atas kerja samanya, dan juga semua pihak yang telah membantu untuk kelancaran acara ini.
Sekjen Dewan Adat Dayak Kalbar Makarius Sintong mengatakan Gawai Dayak merupakan wujud nyata dari masyarakat adat Dayak dalam upaya untuk menggali,dan melestarikan nilai-nilai seni budaya adat istiadat masyarakat Dayak.
Pekan Gawai Dayak di Pontianak dilaksanakan oleh Sekberkesda. DAD Kalbar juga mendorong seluruh DAD Kabupaten dan Kota se Kalbar untuk melaksanakan Gawai Dayak di daerahnya masing-masing, dan mudah-mudahan pada tahun 2008 dapat terlaksana di daerahnya masing-masing.
“Setiap tahun penyelenggaraan Gawai selalu ada peningkatan, dengan muatan materi untuk melestarikan dan meningkatkan kualitas seni budaya Dayak. Setiap tahun kita berharap selalu ada improvisasi yang dinamis sehingga bukan hanya menjadi konsumsi masyarakat adat Dayak semata, tetapi menjadi konsumsi masyarakat Indonesia” ujar Makarius Sintong.
Selain itu menurut Floor Surya Darma dari Betang Center mengatakan peserta Gawai sendiri bukan hanya dari Kota Pontianak saja tetapi pada tahun ini kita membuka diri untuk seluruh Kabupaten dan Kota di Kalbar agar dapat berpartisipasi dalam acara ini, dan untuk penentuan peserta kita menyerahkan langsung ke DAD di daerahnya masing-masing.
“Saat ini sudah sekitar 80 persen peserta dari seluruh kabupaten dan kota telah mendaftar untuk mengikuti acara ini seperti Melawi, Sanggau, Landak, Sintang, Sekadau,dan kota Singkawang. Selain itu saat ini juga telah hadir di Pontianak Asosiasi Sarawak Dayak Iban yang akan ikut meramaikan Pekan Gawai Dayak ke-22 ini,” katanya.
Dalam Pekan Gawai Dayak yang dipusatkan di Rumah Betang ini, sedikitnya ada 23 stand termasuk posko. Pada 18 Mei hari ini, acara Adat Ngampar Bide dan gladi bersih.
“Dalam Pekan Gawai Dayak kali ini sengaja saat penutupan kita pilih di GOR karena keterbatasan tempat di Rumah Betang dan untuk kenyamanan pengunjung termasuk penobatan Bujang dan Dare 2008, dan khusus untuk juara Bujang dan Dara Dayak tahun 2008 ini, lebih kita arahkan agar dapat mensosialisasikan nilai-nilai seni dan tradisi Dayak”, ujar Sekjen Dewan Adat Dayak Kalbar Makarius Sintong.□Foto: Tanto Yakobus, Naskah: Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.

Baca Selengkapnya...

Gubernur Minta Pelelangan BIG Ditunda

Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH meminta pelelangan Benua Indah Grup (BIG) ditunda. Hal ini disampaikannya saat menerima perwakilan petani sawit yang bekerja di perusahaan tersebut, di Kantor Gubernur, Jumat (16/5).

“Saya akan sampaikan ini meminta Benua Indah Grup (BIG) menunda dulu pelelangannya,” ucap Cornelis.
Pertemuan yang berjalan sekitar setengah jam tersebut berjalan santai. Raut wajah tegang yang diperlihatkan belasan petani sebelum gubernur datang tampak cair. Beberapa spanduk yang mereka bawa pun digulung, setelah melihat Cornelis datang dengan senyumnya khasnya. “Kami harapkan Bapak bisa meminta penundaan pelelangan BIG,” minta Has. L. Natty, Koordinator petani BIG.
Has menjelaskan ketika BIG dilelang akan membuat permasalahan, karena petani merasakan dirugikan karena karyawan minta di PHK.
Has beralasan permintaan PHK oleh karyawan itulah yang nantinya membuat pengolahan sawit terhenti. ”Siapa yang mau panen sawit kalau semua karyawan mogok kerja,” jelasnya.
Has pun menyampaikan selama ini mereka mendapatkan intimidasi dengan gaya-gaya kekerasan yang membuat nyawa mereka merasa terancam.
Mendapatkan penjelasan seperti itu gubernur pun memastikan akan meminta BIG untuk menunda dulu pelelangan tersebut. Mengenai intimidasi yang petani dapatkan, Cornelis mengharapkan semaksimal mungkin menghindarkan hal tersebut. ”Kalau memang mengancam keselamatan silakan lapor ke polisi, biar polisi yang tangani,” minta Cornelis.
Merasa puas dengan tanggapan yang diberikan gubernur, para petani sawit ini pun membubarkan diri dan melanjutkan pengaduannya ke DPRD Provinsi Kalbar. Pengawalan yang ketat dari polisi tak menyurutkan niat mereka untuk mengadukan nasib ke DPRD.
Sampai di gedung rakyat tersebut, kembali mereka membentangkan spanduk yang sempat digulung. Namun tak lama berselang, Sekretaris Komisi B Ir.H Luthfi A Hadi menerima belasan petani itu.
Sama ketika berjumpa gubernur, di hadapan dewan pun mereka menyampaikan hal yang sama meminta dewan untuk menunda pelelangan BIG, karena berakibat buruk jika hal itu dilakukan.
Setelah mendengarkan aspirasi dari rakyat yang diwakilinya, Luthfi menyampaikan bahwa dewan telah mengundang KPKNL dan Bank Mandiri untuk membicarakan permasalahan ini.
Namun legislator PBR ini tidak berani memastikan untuk menunda pelelangan BIG karena harus dibicara dengan beberapa pihak terkait. ”Kami tidak bisa putuskan sendiri, karena ada mekanisme yang harus kami jalankan,” kata Lutfhi.

Ia pun mengaku kalau dewan sendiri masih terjadi silang pendapat. Banyak dewan yang menyetujui pelelangan, namun tidak sedikit yang meminta penundaan pelelangan mengenai permasalah ini.
Mendapatkan penjelaskan tersebut beberapa perwakilan sempat ngomel sendiri. ”Katanya wakil rakyat, berjuang untuk rakyatnya saja tak bisa, gubernur saja berani,” kesal Sirwan sambil berlalu keluar ruangan.
Namun sebagian besar petani tersebut bisa memaklumi tugas dewan yang tak bisa memutuskan sendiri permasalahan ini, dan mengharapkan dewan secepat mungkin mengeluarkan sikapnya terhadap permasalahan yang dihadapi BIG.□Sugeng Mulyono/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Gedung dan Stasiun Radar Cuaca Diresmikan


Kalimantan Barat saat ini telah memiliki sebuah Gedung dan fasilitas Radar Cuaca yang cukup canggih yang mampu memantau Pergerakan awan, arah angin, intensitas hujan dan potensi terjadinya petir.

Gedung dengan ketinggian 7 lantai ini berdiri di atas tanah seluas 2,7 hektar, di jalan Adisucipto dan diresmikan Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH Kamis (15/5) kemarin.
Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan dengan berdirinya Gedung dan Stasiun Radar akan mempermudah dan membantu penerbangan, untuk angkatan laut, kepolisian, dan masyarakat, juga para nelayan karena informasi cuaca sangat penting dan menyangkut masalah kemanusiaan.
Cornelis menegaskan dengan dukungan peralatan yang canggih, diharapkan juga dapat menempatkan SDM atau Prakirawan yang mampu bekerja dengan baik. Sebagai pemerintah daerah, sesuai dengan pendanaan yang ada selaku wakil dari pemerintah Pusat di daerah, Cornelis menyatakan a akan selalu mendukung.
“Nah, dengan adanya fasilitas Radar Cuaca di Pontianak kita dapat memperoleh berbagai informasi arah pergerakan awan, arah angin, Potensi terjadinya petir, dan prakiraan intensitas hujan,” kata Cornelis.
Sementara itu dalam sambutannya Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika, Ir Sri Woro B Harijono, M.Sc mengatakan tugas utama Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) adalah melakukan monitoring fenomena cuaca, iklim, dan Kegempaan.
“Saat ini kita didukung oleh 173 Stasiun BMG yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang terdiri dari 120 Stasiun Meteorologi untuk menangani cuaca, 21 stasiun klimatologi untuk menangani masalah iklim, dan 31 stasiun yang menangani masalah gempa atau tsunami,” ungkap Sri Woro.
Sebenarnya, menurut Sri Woro, 173 stasiun untuk luas wilayah Indonesia sangat kurang, seharusnya bila dibandingkan dengan Jerman untuk daerah seperti Indonesia membutuhkan dua kali lipat yaitu sekitar 340 stasiun, mengingat begitu kompleksnya sistem iklim di Indonesia. Jadi sebagai tambahan tidak ada satupun negara yang kondisinya seperti Indonesia yang mempunyai posisi tepat di lintang Equator.
Kepala Koordinator Stasiun BMG Kalbar Girwanto SE.MT dalam sambutannya mengatakan Pembangunan Gedung dan Radar Cuaca merupakan Program BMG yang bersifat top down yang didanai oleh APBN tertuang dalam Dipa Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Tahun Anggaran 2007.
Pembangunan radar cuaca merupakan bagian dari Pembangunan Sistem Peringatan Dini Meteorologi dan Klimatologi. Di dalam sistem ini selain radar cuaca dilengkapi pula dengan peralatan Ground Satelite Receiver MTSAT, NOAA, dan Automatic Weater Stasiun (AWS).
Tahun 2007 di Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak telah terpasang Ground Satelite Reciver MTSAT dan NOAA dan pada tahun 2008 ini AWS direncanakan akan terpasang di 7 lokasi yaitu di Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Klimatologi Siantan, Meteorologi Putusibau, Meteorologi Ketapang, Meteorologi Paloh, Meteorologi Nanga Pinoh, dan Meteorologi Sintang, yang telah dapat meningkatkan ketepatan Prakiraan Jangka pendek untuk pelayanan penerbangan
Menurut Girwanto Kalau dilihat dari hasil verifikasi tahun 2007 rata-rata tingkat ketepatan prakiraan cuaca di Bandara mencapai 70 persen dan saat ini dalam empat bulan terakhir mengalami kenaikan ketepatannya menjadi 76 persen dan kami yakin di tahun mendatang tingkat ketepatan akan semakin meningkat.
Dan rencananya pada tahun 2009, di atas lahan ini, akan digunakan untuk pembangunan gedung Meteorological, Climatological Early Warning System, dan pada tahun 2010 pihak mengusulkan untuk dibangun Gedung Aerologi untuk mendukung Pengamatan Udara Atas yang mewakili Wilayah Kalbar, juga Pembangunan Jaringan Pengamatan Lingtning.
Selain itu Girwanto juga berharap dikembangkannya sistem Deseminasi informasi peringatan dini, agar informasi tersebut tepat sasaran, dan dalam waktu yang cepat pula.
========
CUACA DAN IKLIM
Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH meresmikan gedung radar dan cuaca Pontianak. Bangunan ini bagian dari pembangunan sistem utama BMG yakni peringatan dini iklim dan cuaca serta peringatan dini tsunami. FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger