Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Minggu, 20 Januari 2008

3 Koperasi dan PT.CU Tandatangani MoU

Untuk meningkatkan kemitraan, PT. Central Utama (PT. CU) yang bergerak di bidang perkebunan sawit resmi menjalin kerjasama dengan 3 koperasi di Kabupaten Landak.
Kedua koperasi tersebut adalah Ne ’Raya’Jaya, Koperasi Dait Jaya dan Koperasi Pade Jaya. Kerjasama tersebut ditandai penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak perusahaan dengan pengelola koperasi serta Pemkab Kabupaten Landak di Restoran Gajah Mada Pontianak, Kamis (4/1).


PT. CU adalah sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak.
Demikian ditegaskan Manager PT Central Utama Juneidi Sungkono.
Kerjasama perkebunan ini terjalin melalui kemitraan antara anak-anak perusahaan PT CU, yaitu PT. Erlangga Sawit Jaya (PT. ESJ), PT. Charindo Palma Oetama (PT. CPO) dan PT. Satria Multi Sukses (PT. SMS). Ketiganya masing-masing bermitra dengan Koperasi Pade Jaya (KPJ), Koperasi Dait Jaya (KDJ) dan dengan Koperasi Ne “Jaraya” Jaya (KNJJ).
Penandatangan MoU berlangsung sederhana, dihadiri Bupati Landak yang sebentar lagi akan menjabat sebagai Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH, Kapolres Landak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Landak, serta para undangan.
Perusahaan ini menurut Juneidi pertama kalinya bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yakni pada tahun 2006. Sebelumnya mengelola sejumlah pembibitan termasuk sawit dan mengelola bidang peternakan.
Dalam pidato singkatnya ia memaparkan luas lahan yang digarap oleh PT. CU adalah 678.000 Ha. Luas ini dibagi dalam tiga bagian, antara lain untuk lahan PT. ESJ dengan KPJ 20.000 Ha, PT. CPO dengan KDJ 18.000-33.000 Ha, dan PT. SMS dengan KNJJ 29.000.
“Penanaman pertama kita lakukan di Desa Jambu dengan pemanfaatan lahan seluas 120 Ha,” paparnya.
Menurut Juneidi, perusahaan yang akan beropearasi 2008 ini telah membangun kebutuhan masyarakat setempat. Yang dimaksud adalah jembatan gantung, sejumlah tempat ibadah, pembangunan fasilitas olahraga dan pembangunan air bersih.
Diakhir pidatonya pengusaha tersebut mengatakan, sebagai perusahaan yang baru bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tentunya pihaknya mengalami banyak rintangan. Dari itu ia mengajak semua pihak supaya dapat mendukung semua rencana baik perusahaan tersebut.
Cornelis, dalam sambutannya mengatakan dalam rangka mewujudkan pembangunan, diperlukan kerja sama yang baik antara tiga komponen yakni masyarakat, pemerintah dan pemilik modal atau perusahaan.
Dia berharap benturan-benturan yang kerap terjadi karena pihak perusahaan jarang memanfaatkan masyarakat setempat, sehingga muncul cemburui sosial.
Cornelis berpesan, Dinas Perkebunan maupun Pertanian Kabupaten Landak secepatnya menyerahkan berita acara kerjasama tersebut kepada DPRD untuk diproses.
Mengenai pembebasan lahan menurutnya dapat diselesaikan dengan rasa kemanusia sehingga proses administrasi dapat berjalan sesuai prosedur yang baik.□

Baca Selengkapnya...

Kilas Balik Kalbar Sepanjang Tahun 2007

Dari Pemekaran hingga Pilkada


Sampai Senin (31/12) besok, pas hitungan ke-365 hari kita menapaki perjalanan waktu sepanjang tahun 2007. Banyak peristiwa yang terjadi selama hampir 12 bulan ini.
Ada peristiwa mengenaskan, tapi ada juga peritiwa yang membahagiakan. Ada cerita sedih, namun ada pula cerita yang mengembirakan. Singkat kata, perjalanan waktu selama 2007 masih dilalui dengan lika-liku kehidupan yang dinamis. Ada kalanya pahit namun ada juga kalanya manis.


Demikian juga perjalanan pemerintah provinsi Kalimantan Barat, yang terdiri dari 10 kabupaten (sebelum pemekaran) yakni Kabupaten Pontianak, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. Lalu ada dua kota yakni Kota Pontianak dan Singkawang.
Dari 12 kabupaten/ kota dan perbandingan luas wilayah serta jumlah penduduk, rentang kendali pemerintahan masih dirasakan begitu panjang dan jauh. Akibat pelayanan yang jauh itu pula, maka pembangunan sulit dilaksanakan.
Parahnya lagi, pemerataan pembangunan antara daerah pedalaman dan pesisir tidak merata. Akibatnya terjadi “kecemburuan” terhadap porsi kue pembangunan yang selama ini dirasa kurang adil dalam pembagiannya. Salahsatu solusi untuk mendapatkan keadilan dalam hal pembagian kue pembangunan itu, maka pemekaran daerah dianggap solusi baik.
Itu terbukti dengan dimekarkannya Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Landak, lalu Kabupaten Sambas dipecah menjadi Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang, lalu Kabupaten Sanggau dimekarkan menjadi Kabupaten Sekadau, demikian juga dengan Kabupaten Sintang, mekar menjadi Kabupaten Melawi.
Dari daerah pemekaran tersebut, ternyata pembangunan maju pesat. Lalu rentang kendali pemerintahan terutama pelayanan masyarakat semakin dekat. Terbukti dalam waktu relatif singkat, beberapa kabupaten hasil pemekaran itu bisa tumbuh bahkan bisa mandiri dengan melaksanakan pilkada sendiri untuk menghasilkan pemimpinnya sendiri.
Berangkat dari pengalaman itu, maka di tahun 2007 ini, berdasarkan aspirasi masyarakat dan pemerintah kabupaten induk, Pemprov Kalbar kembali memekarkan dua daerah otonomi baru, yakni Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya.

KKU
Penantian panjang masyarakat Sukadana akhirnya terkabul dengan bergabungnya lima kecamatan membentuk Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang ditetapkan menjadi kabupaten ke-13 di Kalbar.
Selasa, (26/6) Menteri Dalam Negeri adinterim Jenderal TNI Widodo AS didampingi Gubernur Kalbar H Usman Ja’far serta pejabat daerah lainnya, meresmikan Kecamatan Sukadana menjadi ibukota KKU sekaligus melantik Pejabat Bupati, Syarif Umar Alkadrie yang juga Ketua Bandiklat Provinsi Kalbar.
Undang-undang No. 6 Tahun 2007 adalah landasan yuridis yang menjadi pijakan payung hukum pemekaran KKU.

Kubu Raya
Masih di tahun 2007, daerah kedua yang dimekarkan menjadi daerah otonomi baru adalah Kabupaten Kubu Raya yang merupakan pecahan dari Kabupaten Pontianak.
Dan pada tanggal 14 Desember 2007 kemarin, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, melantik Asisten III Sekda Pemprov Kalbar, Drs. Kamaruzzaman, MM sebagai pejabat Bupati Kubu Raya.
Kabupaten Kubu Raya disetujui pendiriannya oleh DPR RI pada 17 Juli 2007. Kabupaten Pontianak sebagai kabupaten induk, terdiri atas 18 kecamatan, 168 desa dan 213 dusun dengan luas wilayah 8.262 kilometer persegi. Jumlah penduduk 709.933 jiwa.
Kabupaten Kubu Raya, terdiri atas 9 kecamatan, 101 desa dan 370 dusun dengan luas 6.985,20 kilometer persegi.

Kalbar Expo
Kegiatan akbar tahun 2007 lainnya adalah gawe Kalbar Expo dan Pekan Raya Pontianak (PRP) yang dibuka Gubernur Usman Ja’far, Rabu (5/9). Gawe ini dimaksudkan untuk mengiatkan sektor ekonomi terutama usaha kecil menengah (UKM) yang kegiatan usahanya tidak terpengaruh oleh krisis yang mendera negeri ini.
Penyelenggara –pemerintah, memberikan kesempatan kepada usaha kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan penyediaan stand-stand pemasaran. Sehingga pengusaha kecil dapat terbantu dalam mengenalkan produk mereka, sekaligus membantu memasarkannya kepada publik.
Apa yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari pemicu, yang membantu pelaku usaha kecil untuk terus mengembangkan produksi mereka. Kalbar Expo dan Pekan Raya Pontianak ini bisa pelaku usaha untuk berkembang dan mandiri.

Pilkada
Puncak dari peristiwa selama 2007 di Kalbar adalah perhelatan pilkada yakni pemilu gubernur Kalbar dan pemilu walikota Singkawang. Itu setelah pleno KPU Provinsi Kalbar yang memutuskan sekaligus menetapkan pasangan calon cawagub dan cawagub Kalbar yang bertarung pada Pemilu Gubernur, 15 November 2007.
Adapun pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur Kalbar itu adalah nomor urut 1 pasangan Usman Ja’far-LH Kadir, nomor urut 2 pasangan H Oesman Sapta-Ignatius Lyong, pasangan nomor urut 3 HM Akil Mochtar-AR Mecer dan pasangan terakhir adalah Cornelis-Christiandy Sanjaya.
Banyak kalangan menilai, khusus untuk pemilu gubernur Kalbar relative sukses. Salahsatunya datang dari Komisi A DPRD Provinsi Kalbar. Mereka menilai secara keseluruhan rangkaian proses pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar 15 Nopember lalu berjalan relatif sukses. Hal tersebut dapat dilihat dengan indikator tingginya jumlah partisipasi pemilih di Kalbar yang mencapai sekitar 73 persen, dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pilgub di DKI Jakarta yang hanya mencapai angka 57,8 persen.
Indikator tingkat keamanan juga patut menjadi barometer suksesnya Pilgub Kalbar. “Tidak kalah penting adalah sikap satria dan jiwa besar dari semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar yang memang semestinya dijadikan tauladan bagi seantero masyarakat Kalbar,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalbar, Drs Adrianus Senen, M.Si.
Menurut Senen, proses Pilgub di Kalbar telah berjalan secara aman dan damai sehingga proses demokratisasi yang telah berjalan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya seantero Indonesia dalam penyelenggaraan Pilkada di daerah masing-masing. Selanjutnya, sambung Senen, dengan kondusifnya Pilgub ini, maka aliran investasi akan segera mengalir deras untuk ditanamkan di Kalbar. Tentu hal itu akan berimplikasi sekaligus mendorong pembangunan di wilayah ini.
“Saya berharap agar para investor segera menanamkan modalnya di Kalbar guna memberikan stimulan terhadap dunia usaha agar terus eksis dan berkembang,” katanya.
Mantan aktivis resimen mahasiswa ini juga menyatakan bahwa kesadaran politik masyarakat Kalbar cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat dengan tingginya angka partisipasi para pemilih pada Pilgub 15 Nopember lalu.
Senada dengan Senen, Zainuddin Isman juga mempunyai pandangan yang sama. Ia mengatakan bahwa Pilgub 15 Nopember lalu perlu menjadi pengalaman yang berharga bagi daerah kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada dalam waktu yang tidak lama lagi. “Jadi Pilgub Kalbar dapat menjadi cerminan bagi kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pilkada di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Gubernur Baru
Pasangan Drs. Cornelis, MH – Drs. Christiandy Sanjaya,SE, MM ditetapkan sebagai Gubernur - Wakil Gubernur terpilih Kalimantan Barat periode 2008-2013 oleh KPUD Kalbar dalam rapat pleno terbuka di Ruang Serba Guna Gedung DPRD Kalbar.
Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu, mendapat 930.679 suara atau 43,67 persen dari 2.131.089 suara sah. Jumlah tersebut mengungguli pasangan `incumbent` Usman Ja`far - Laurentius Herman Kadir yang hanya meraih 659.279 suara atau 30,94 persen.
Usman Ja`far - LH Kadir diusung Koalisi Harmoni, yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 sebesar 52,41 persen.
Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon. Dua calon lainnya yakni pasangan Oesman Sapta - Ignatius Lyong mendapat 335.368 suara (15,74 persen) dan Akil Mochtar - AR Mecer 205.763 suara (9,66 persen).
Total pemilih pada pilkada 2.143.614 suara, surat suara tidak sah 34.460. Warga yang mempunyai hak pilih namun tidak menggunakan hak pilihnya 788.482 orang.
Keputusan itu tertuang dalam berita acara penetapan yang ditandatangani lima anggota KPUD Kalbar dengan Nomor : 21/BA/KPU/KB/XI/2007 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Terpilih dalam Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar 2007.
Selain itu, keputusan tersebut juga memperhatikan pasal 89 ayat (1) PP No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pasal 107 ayat 1-2 UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, jo pasal 95 ayat 1-2 UU No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Kalau tidak ada aral melintang, gubernur Kalbar yang baru ini akan dilantik pada tanggal 14 Januari 2008.
Namun ditengah berita kesukaan bagi pasangan Cornelis-Christiandy yang menunggu saat-saat pelantikan, kita disentakan kabar duka. Mantan Gubernur Kalbar, Mayjen (Purn) H Aspar Aswin, mendadak meninggal dunia.
Aspar Aswin meninggal dunia pada Rabu dini hari setelah beberapa jam sebelumnya terjatuh di ruang tengah kediaman pribadinya di Jl Akcaya III. Ia sempat dibawa ke rumah sakit Santo Antonius dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Namun beberapa waktu kemudian meninggal dunia.
Sebelumnya, Aspar Aswin sempat mendampingi sang istri, Hj Sri Kadarwati Aswin yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Kalbar melakukan pertemuan dengan Pengurus Forum Komunikasi Putra-Putri dan Purnawirawan ABRI (FKPPI). "Ketika hendak istirahat, bapak terjatuh di ruang tengah," kata putra bungsu Aspar Aswin, Rico Andri Setyadi, 34.
Jenazah Aspar Aswin disemayamkan di rumah yang telah ia tempati selama pensiun dari militer, dan jabatan sebagai gubernur Kalbar 2003 lalu. Pada pukul 10.00 WIB, jenazah disalatkan di Masjid Raya Mujahidin, dan langsung berangkat dari bandara Supadio Pontianak menuju bandara Adicutjipto, Yogyakarta untuk dimakamkan di sana.
Itulah rangkaian peristiwa yang menonjol sehingga menjadi perhatian kita selama perjalanan tahun 2007 di bumi Khatulistiwa ini.□Tanto Yakobus/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Semarak Open House Natal Gubernur Terpilih

Kediaman pribadi Gubernur Kalbar terpilih, Drs.Cornelis,MH di Jalan Danau Sentarum, Pontianak, semarak dengan kedatangan berbagai tamu menghadiri open house Natal, Jumat (28/12) kemarin.

Open house untuk masyarakat luas tersebut rencananya dilangsungkan selama dua hari, tapi mulai kemarin, sudah ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah, tokoh partai, tokoh masyarakat, agama hingga masyarakat biasa.
Bahkan kemarin tampak juga sejumlah pejabat dari Pemprov mendatangi rumah gubernur terpilih untuk mengucapkan selamat Natal bagi Cornelis dan keluarga. Saking ramainya pengunjung, acara open house berlangsung hingga malam.
Sementara itu, Cornelis yang didampingi ibu, Ny Frederika Cornelis, S.Pd sembari tersenyum menerima ucapan selamat dari para tamu yang memadati ruang tengah hingga halaman rumah yang dipasang tenda khusus.
Dari sekian banyak tamu yang hadir, tak ketinggalan juga para tetangga sekitar rumahnya yang datang natalan.
“Bapak orangnya sangat baik, ketika ada acara keluarga di rumahnya, masyarakat selalu diundang untuk hadir,” ujar Budi yang mengaku tinggal tidak jauh dari rumah Cornelis.
Ramainya tamu yang hadir, membuat sejumlah wartawan sedikit kewalahan ketika akan mengabadikan gambar sang gubernur.
Kepada sejumlah wartawan, Cornelis mengakui, perayaan Natal di tahun ini sangat bermakna bagi dirinya secara pribadi, karena kebesaran dan mujizat Tuhan sehingga dirinya terpilih menjadi Gubernur Kalbar priode 2008-2013.
“Tapi yang lebih penting lagi, tahun ini saya tidak hanya merayakan natal bersama keluarga saja, tapi juga bisa merayakannya bersama seluruh masyarakat dari agama apa pun. Dan rumah saya terbuka lebar-lebar untuk masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh Cornelis mengatakan, sesuai pesan Natal bersama PGI dan KWI bahwa kita mesti hidup dengan bijaksana, adil, dan beribadah. “Tema tersebut sangat sesuai dengan kondisi kita sekarang,” kata Cornelis.
Kasih karunia Allah yang tampak dalam diri Yesus Kristus itu pertama-tama membuat kita sanggup meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, lalu mendidik kita untuk “hidup bijaksana, adil dan beribadah”.
Kasih karunia Allah itu mendidik kita untuk menjadi bijaksana dan penuh penguasaan diri. Dan kebijaksanaan Kristiani ini haruslah memancar dalam hubungan dengan sesama. Dalam diri Anak-Nya Allah memberikan keselamatan kepada semua manusia, tanpa memandang suku, status sosial, dan agama.
Seperti Allah mengasihi semua orang, kita pun dipanggil untuk mengasihi sesama manusia, lebih-lebih sesama yang dipertemukan oleh Allah dengan kita dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Ketika kita mengasihi sesama tanpa memandang suku, agama, dan status sosial, maka kita telah berlaku adil. Kita telah menerima kasih dari Allah, dan Allah menghendaki agar kita mampu membawa kasih itu kepada sesama.
Dalam ibadah yang kita lakukan, kita mendengarkan firman Allah, merayakan karya penyelamatan Allah, dan membina hubungan dengan Allah. Ibadah yang sejati membawa manusia pada kebahagiaan karena hakikat kehidupan beragama adalah hidup dalam hubungan pribadi dengan Allah dan ikut mengambil bagian dalam karya Allah untuk mengasihi manusia dan dunia.□Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Bupati Landak Open House Natal

Hari raya Natal dilaksanakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia sebelum tutup tahun. Hari raya menyambut kelahiran sang Juru Selamat ini, mengajak umat untuk kembali mengingat tentang datangnya damai di dalam kesederhanaan.

Damai tidak hanya untuk umat Kristiani, tetapi juga bagi seluruh umat beragama lainnya. Damai ini dapat ditunjukkan dengan tulus ihklas melalui saling kunjung dan maaf-memaafkan.
Seperti perayaan hari besar agama lainnya, umat kristiani yang merayakan Natal pun menggelar open house untuk para tetangga dan kerabatnya. Untuk saling berbagi kebahagiaan kepada sesama. Termasuk umat kristiani yang ada di Ngabang. Baik para pejabat maupun masyarakat biasa.
Perayaan Natal kali ini sedikit berbeda di Ngabang, khususnya bagi keluarga Drs. Cornelis, MH, Bupati Landak. Hal ini dikarenakan perayaan Natal yang dirayakan Cornelis dan keluarga, merupakan perayaan Natal terakhir yang akan dilaksanakan di rumah dinas Bupati Landak.
Seperti yang sudah kita ketahui, tampuk tanggungjawab kepemimpinan bagi Cornelis akan segera ‘naik tingkat’, dari Bupati Landak menjadi Gubernur Kalbar periode 2008-2013. Cornelis akan memulai pengabdiannya memimpin Kalbar pada Januari nanti, setelah terpilih oleh rakyat Kalbar dalam pesta demokrasi yang dilakukan secara langsung. Dengan begitu rumah dinas Cornelis pun akan berpindah pula dari rumah dinas Bupati Landak di Ngabang, ke rumah dinas Gubernur yang berada di jalan A. Yani Pontianak.
Menurut Inos, orang dekat keluarga Bupati, yang dijumpai pada Minggu (23/12). Cornelis menggelar open house pada Natal tahun ini, seperti perayaan Natal di tahun-tahun sebelumnya. Open house di rumah dinas Bupati akan dilaksanakan selama 2 hari. “Mulai 25 hingga 26 Desember,” ujarnya. Moment open house selalu berbeda bagi setiap orang yang melakukannya, terlebih dengan cara dan tradisi yang ada di daerah itu sendiri.
Open house ini terbuka bagi para masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan Bupati Landak dan keluarga. “Pada Rabu malam (26/12), Bupati sudah berangkat,” ujar Inos. Di mana Cornelis dan keluarga akan menuju Pontianak dan merayakan Natal di rumahnya, di kawasan Danau Sentarum.□Borneo Tribune


Baca Selengkapnya...

Cornelis: Tidak Ada Yang Bisa Menghambat Keputusan Rakyat

Semakin tinggi suatu pohon, angin yang meniupnya pun semakin kencang. Peribahasa ini bisa disamakan dengan kondisi yang dialami oleh pasangan terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-20013, Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE,MM, saat ini.


Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan hanya menunggu masa pelantikan pada Januari mendatang. Terjadi riak kecil di dunia perpolitikan Kalimantan Barat. Embusan kabar adanya indikasi ijazah palsu milik Christiandy, menghadirkan usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh anggota Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar.
Menanggapi adanya indikasi yang menghambat langkah Cornelis-Christiandy menuju kursi kepemimpinan di Kalbar ini. Cornelis yang diwawancarai mengenai kabar tak sedap yang mendera Christiandy, setelah menyampaikan pengantar nota keuangan dan RAPBD Anggaran 2008 Kabupaten Landak pada Senin (17/12), mengatakan bahwa saat ini tidak ada apa pun yang bisa menghambat lagi keputusan rakyat yang sudah ditetapkan.
Menurut Cornelis, pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar sudah bekerja dengan maksimal dalam menggelar pesta demokrasi berdasarkan pilihan hati nurani rakyat. Dengan hasil yang telah disahkan dalam sidang pleno pada 27 November lalu.
Dalam demokrasi secara langsung dan telah disahkan tersebut, ujar Cornelis, mencakup tiga kriteria yang harus dipenuhi. Yaitu menyampaikan pendapat, kesetaraan dan hak per-Undang-Undangan. “Karenanya kita harus percaya pada lembaga,” ujarnya. Dan jangan mengada-ada.
Kalau pun benar terjadi, ujar Cornelis, buat laporan dan serahkan kepada lembaga yang berwenang. “Kan ada lembaga hukum yang bisa mengakomodir,” ujarnya. Sehingga tidak perlu adanya Pansus.
Akan tetapi, lanjut Cornelis, kalau mau jujur. Kenapa tidak dilakukan adanya pansus yang membahas mengenai ijazah palsu dari awal, ketika masa pendaftaran berlangsung. “Kenapa harus ribut-ribut soal itu sekarang?” ujarnya.
Cornelis pun dengan optimis mengatakan bahwa keputusan yang sudah ditetapkan oleh KPUD Kalbar akan terus berjalan pada aturan-aturan yang berlaku. Di mana dirinya dipilih betul-betul hasil pilihan hati nurani rakyat Kalbar. “Bukan karena faktor senang atau tidak senang,” ujarnya.
Detik-detik pelantikan menjadi pemimpin Kalbar terpilih, sebentar lagi akan menghampiri Cornelis. Yang menghentakkan publik Kalbar dengan perolehan suara sebanyak 930.679 atau 43,67% dari 2.930.245 pemilih di Kalbar. Di mana suara rakyat adalah suara Tuhan.(Borneo Tribune□


Baca Selengkapnya...

Pejabat Mutasi Harus Sesuai Aturan Kepegawaian

Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang

Setelah memperoleh suara terbanyak dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan pada 15 November lalu. Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM pun melangkah maju ke kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013. Masa pelantikan menjadi Gubernur Kalbar menyisakan waktu sebulan lagi. Untuk menjalankan program yang telah ditetapkan.


Embusan berita mengenai kemungkinan adanya Kepala Dinas Landak yang akan ‘bermigrasi’ ke provinsi, untuk membantu kinerja Cornelis dalam memimpin kota seribu sungai santer terdengar. Reshuffle pemerintahan di Provinsi Kalbar sangat mungkin terjadi.
Ketika ditanyakan kepada Cornelis mengenai hal tersebut, setelah rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Landak tentang usul pemberhentian Bupati Landak dan usul pengangkatan wakil Bupati Landak sebagai Bupati Landak. Yang berlangsung di ruang sidang DPRD Landak pada Selasa (11/12) lalu. Sambil tersenyum ia berkata untuk melihat kemungkinan tersebut setelah dirinya dilantik nantinya.
Menurut Cornelis, kemungkinan Kepala Dinas Landak yang akan hijrah ke tingkat Provinsi, sangat terbuka lebar. “Asal tidak bertentangan dengan aturan kepegawaian,” ujarnya.
Menjadi seorang Pegawai Negeri menurut Cornelis harus siap untuk ditempatkan dimana saja. “Ke dinas atau instansi yang membutuhkan tenaga mereka,” ujarnya. Sehingga bila Kepala Dinas dari daerah dan diminta untuk bertugas ke provinsi, harus menerima tanggung jawab yang sudah diberikan.
Mahkota kepemimpinan pun akan diemban Cornelis mulai 14 Januari mendatang. Jabatan Bupati Landak segera Cornelis tinggalkan. Berganti baju dengan jabatan Gubernur. Meninggalkan tampuk kepemimpinan di kota intan yang berada 186 kilometer arah timur Pontianak. Suatu tanggung jawab besar yang harus dipikulnya, untuk melanjutkan kerja pembangunan yang sudah ada.□


Baca Selengkapnya...

Pendidikan Sebagai Program Utama

Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang

Dengan berhentinya tugas Drs. Cornelis, MH sebagai Bupati di Landak yang diusulkan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak pada Selasa (11/12) di ruang sidang DPRD. Mencuatkan satu nama yang akan menggantikan Cornelis.


Gelindingan bola mengenai tampuk pimpinan pemerintahan Landak pun terarah pada nama Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. Yang merupakan wakil Cornelis ketika mengemban tugasnya menjadi Bupati Landak.
Adrianus yang diwawancarai seusai sidang paripurna, sambil tersenyum berkata bahwa hal tersebut masih berupa usulan. Dan dirinya akan menjalankan program yang sudah ditetapkan, bila keputusan akhir sudah bulat.
Melajunya Adrianus menjadi Bupati Landak, menyisakan pertanyaan siapa yang akan mendampinginya dalam menjalani masa pemerintahannya. “Masih belum ada kebijakan di negara kita,” ujarnya.
Menurut Adrianus, perangkat hukum mengenai peraturan dan pengangkatan masih belum ada. Mengenai adanya pengangkatan kembali mengenai Wakil Bupati. “Kecuali dalam waktu berjalan ada perubahan perundang-undangan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Adrianus, ketika dipilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Landak periode 2006-2011. Dirinya bersama Cornelis merupakan ‘pasangan paket’. Dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Ketika ditanya mengenai partai yang mengusung bisa mengusulkan dua nama untuk menjadi Wakil Bupati Landak. Adrianus mengatakan bahwa hal itu masih berupa multi tafsir. “Diperlukan guidance dari Mendagri sebagai panduan,” ujarnya. Agar tidak terjadi polemik.
Di Indonesia sendiri ditemukan sebanyak 18 kasus yang terjadi mengenai adanya rolling pemerintahan dikarenakan pemimpin pemerintahnya menempati posisi yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya, ujar Adrianus.
Menurut Adrianus, tidak adanya program yang berubah tersebut berangkat dari RPJM yang sudah direncanakan ketika dirinya dan Cornelis dipercaya untuk memimpin roda pemerintahan di Landak. “Kita harus menjalani apa yang sudah menjadi komitmen,” ujarnya.
Program yang diprioritaskan, ujar Adrianus, adalah pendidikan. Dimana Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak 2005, jumlah penduduk Kabupaten Landak pada 2000 sebanyak 282.026 jiwa.
Realisasi anggaran pendapatan pada 2005 sebesar 206,242 Miliar yang terdiri atas 3 komponen yaitu pendapatan asli daerah sebesar 2,309 Miliar (1,12%). Dana perimbangan sebesar 202,415 Miliar (98,68%) dan pendapatan lain-lain sebesar 0,418 Miliar (0,20%).
Dana perimbangan yang terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yakni sebesar 165,220 Miliar, bagi hasil pajak dan bukan pajak sebesar 21,387 Miliar. Realisasi anggaran pengeluaran pada 2005 sebesar 218,938 Miliar yang terdiri atas 2 komponen. Yaitu aparatur daerah sebesar 119,481 Miliar (54,57%), dan belanja pelayanan publik sebesar 99,456 Miliar (45,43%).
Sebagian dana tersebut digunakan untuk mempersiapkan SDM untuk jangka panjang, diharapkan 5 tahun ke depan tenaga yang disekolahkan dapat siap kerja untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kerja terutama untuk guru dan tenaga kesehatan.□


Baca Selengkapnya...

Administrasi Pelantikan Gubernur Baru Belum Lengkap

Nur Iskandar
Borneo Tribune, Pontianak

Delegasi DPRD Kalbar yang menghadap Dirjen Otda di bawah pimpinan Drs Zainuddin Isman, M.Phil mengaku terhadang sejumlah syarat administratif dalam mengejar pelantikan Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH tepat waktu pada 14 Januari mendatang.


“Ada dua syarat yang belum terpenuhi sehingga Dirjen Otda belum dapat memproses SK pelantikan Gubernur Kalbar yang baru,” ungkap Zainuddin Isman via telepon kemarin siang.
Zainuddin yang kerap disapa Zis mengatakan DPRD Kalbar sudah bekerja sesuai prosedur dan cepat. “Dalam pemeriksaan berkas-berkas hasil pleno di mana DPRD meneruskan pekerjaan KPUD, diketahui bahwa jabatan Gubernur Usman Ja’far belum didemosioner atau dicabut. Mestinya itu dicabut dulu baru SK gubernur baru bisa diproses. Ini sesuai UU Pemerintahan,” ungkapnya mengutip Dirjen Otda.
Zis juga mengatakan, posisi Cornelis sebagai Bupati Landak juga harus didemosioner melalui Pleno di DPRD Landak. “Hal itu juga belum dilakukan sehingga Dirjen Otda menunggu hasil pleno di DPRD Landak maupun DPRD Kalbar,” ungkapnya.
Karena kekurangan dua bahan administrasi itu dimungkinkan pelantikan Cornelis bisa terlambat. Tetapi tergantung dari cepat tidaknya dua lembaga wakil rakyat menggelar pleno.
Cornelis saat dihubungi mengaku tidak terlalu sulit untuk pleno di DPRD Landak. “Saya dengar besok (hari ini, red) DPRD Landak sudah pleno untuk demosioner saya selaku Bupati. Selanjutnya kita berharap pelantikan Gubernur dapat berjalan sesuai waktunya,” katanya.
Cornelis mengaku masalahnya sederhana. “Tak ada masalah yang krusial di sini. Kita ikuti saja alur UU-nya,” ulas pria yang pernah mengecap pendidikan administrasi pemerintahan ini dengan nada tenang.
Cornelis tersenyum ketika dikatakan ada kemungkinan jadwal pelantikan dirinya sebagai Gubernur Kalbar periode 2008-2013 sedikit molor dari jadwal 14 Januari. “Semoga saja tidak. Kalau Dewan cepat pleno, waktu 14 Januari kan masih cukup panjang untuk kita semuanya bekerja keras,” ujarnya. “Kalau kita cepat bekerja, nanti di Depdagri juga akan cepat prosesnya. Tak ada masalah itu,” imbuhnya. ■


Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger