Christiandy: Bahan Baku Banyak di Kalbar 
Presiden RI, DR.H.Susilo Bambang Yudoyono dalam arahannya ketika membuka Pekan Produksi Budaya Indonesia 2008 di Jakarta Convention Center, berlangsung 4 - 8 Juni 2008, Rabu ( 4/6) lalu mengajak memelihara warisan nenek moyang.
“Mari kita pelihara warisan nenek moyang kita, mari kita kembangkan ekonomi kreatif, dengan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga bisa mengembangkan perekonomian Indonesia, kita pasti bisa, Indonesia bisa,” imbau SBY.
Pekan Produk Budaya Indonesia 2008 ini juga diikuti oleh seluruh peserta dari provinsi yang ada di Indonesia dan juga beberapa Negara ASEAN. Hadir pada acara tersebut Menko Perekonomian, Abu Rizal Bakrie, Menteri Perdagangan, Mary Elka Pangestu, beberapa menteri negara lain serta para duta besar negara sahabat, para Gubernur. Sedangkan dari Kalbar dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalbar, Drs. Christiandy Sanjaya, SE.MM.
Beragam produk ditampilkan dalam pekan produk budaya Indonesia, mulai dari produk yang dibuat dari bahan dasar kayu, seperti patung-patung kayu yang memiliki nilai seni tinggi, tenun, batik daerah, berbagai jenis keramik. Tak hanya itu produk kerajinan perhiasan dari perak dan batu permata dan produk kuliner daerah yang menampilkan berbagai jenis makanan khas produk provinsi yang ada di Indonesia dipertontonkan.
Selanjutnya Presiden mengatakan pengaruh perkembangan dunia saat ini, sebagaimana diketahui bahwa membawa pengaruh terhadap bangsa Indonesia. “Kita harus berbuat dan bertindak. Dunia saat ini sedang mengalami permasalahan global. Permasalahan tersebut seperti krisis energi minyak yang mengalami kenaikan harga di dunia. Demikian juga dengan pangan, krisis keuangan global. Dari semua itu Indonesia menerima getahnya yaitu dampak negative akibat dari semua itu,” papar SBY.
Pemerintah Indonesia sudah berusaha mengatasi krisis energi dan pangan. Tetapi dalam mengatasi permasalahan tersebut apakah Indonesia menghadapi dengan marah saja. Yang terpenting bagi bangsa ini untuk menghadapi hal tersebut.
”Mari kita secara bersama-sama berhemat pengggunaan energi, terutama bahan bakar minyak dan meningkatkan produksi pangan termasuk produksi produk budaya ekonomi kreatif. Mari kita menghasilkan produk budaya Indonesia yang lebih berkualitas sehingga kita mampu bersaing pada tingkat global dan dapat meningkatkan penjualan produk budaya bangsa kita keluar negeri,” arahan Presiden SBY mantap.
Usai acara pembukaan, Wakil Gubernur Kalbar Drs. Christiandy Sanjaya, SE. MM meninjau stand pameran dari Kalbar yang menampilkan produk ekonomi kreatif dari beberapa kabupaten yang ada di Kalbar. Selain itu produk kuliner juga menampilkan produk yang diolah dari tanaman aloevera (lidah buaya), seperti puding, minuman, teh lidah buaya, amplang dan goreng pisang Pontianak.
Ketika meninjau beberapa stand yang diikuti oleh beberapa Negara di ASEAN dan Provinsi di Indonesia, Wakil Gubernur Christiandi Sanjaya sangat tertarik terhadap beberapa produk yang dipamerkan. Seperti berbagai jenis keramik berupa teko, mangkok dan banyak lagi motif lainnya yang terbuat dari keramik. Bahkan wagub tertarik untuk membeli teko keramik produksi Jakarta, lantaran bentuknya sangat menarik dan antik.
Dalam penjelasan usai meninjau pameran, Wakil Gubernur mengaku sebenarnya kalau ditilik dari produk yang dipamerkan dari stand yang ada, bahan bakunya sangat banyak di Kalbar.
Hanya saja, tambah Wagub tinggal bagaimana pemerintah bersama masyarakat Kalbar berupaya untuk lebih meningkatkan kualitas dan kemampuan masyarakat Kalbar untuk menghasilkan produk ekonomi kreatif lokal yang berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih baik.
Yang pada akhirnya akan memberikan dampak bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi pengrajin dan masyarakat Kalbar. (Hamdan Harun).
Selasa, 19 Agustus 2008
Pekan Produk Budaya Indonesia 2008
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
21.38
0
komentar
Label: Pameran
Dirjen Kunjungi Stand Kalbar
Agro dan Food Expo 2008
Tingginya permintaan pasar dunia terhadap makanan segar seperti sayur mayur, daging serta hasil-hasil perkebunan lainnya sekarang ini merupakan bagian dari kronik krisis pangan dunia. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Bangsa Indonesia yang punya potensi pertanian sangat tinggi.
“Masyarakat tani kita harus kreatif dan berinovasi dalam memasarkan hasil-hasil produksinya bukan saja kebutuhan pasar dalam negeri, tapi juga pada pasar dunia,” ungkap Menteri Pertanian yang naskah tertulisnya dibacakan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Prof Dr Joko Said Damarjati.pada acara pembukaan pameran international and forum bisnis sektor agribisnis dan makanan yang ke-8 di Kartika Expo Center Balai Kartini di Jakarta, Kamis (22/5)
“Dengan adanya krisis pangan dunia sekarang ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk masuk ke pasar dunia, yang tentu saja hasil produksi kita harus sudah dapat memenuh standar mutu yang telah ditentukan,” katanya.
Joko didampingi mantan Kadisbun Kalbar yang kini Dirjen Perkebunan, Ir H Achmad Manggabarani, MM kemudian meninjau stand pameran yang diikuti 250 kabupaten/kota dari 33 provinsi di Indonesia, termasuk Kalbar.
Joko dan Mangga di Stand Kalbar memberikan pengarahan prihal hasil produksi masyarakat agar dapat masuk ke pasar dunia. Dialog berlangsung dengan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Kepala Dinas Perkebunan dan Kadis Peternakan Provinsi Kalbar. ■ Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune, Pontianak
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.43
0
komentar
Label: Pameran
Kamis, 03 April 2008
Nusantara Expo 2008 Resmi Dibuka
PELAKU IKM diharapkan dapat berusaha meningkatkan usahanya dengan melakukan langkah kongkret dan praktis seperti menguasai teknologi agar tetap eksis dalam menghadapi persaingan.
Para pelaku IKM masih mengalami kendala yang berat antara lain rendahnya kemampuan dan tingkat profesionalisme sehingga pengelolaan usaha menjadi kurang efektif. Selain itu masih terbatasnya sumber permodalan, sehingga akses pasar menjadi terbatas.
“Namun saya yakin dengan even expo seperti ini akan menjadi lebih baik,” ungkap Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Sekda Provinsi Kalbar Drs. H. Syakirman pada saat pembukaan Nusantara Expo 2008 di PCC, Rabu (2/4).
” Kita memiliki kekayaan seni budaya, sumberdaya alam, dan sumber daya manusia yang terampil, dengan pemberdayaan yang optimal maka para pelaku IKM akan menjadi pelaku ekonomi yang andal,” ujar Syakirman.
Selain itu dalam sambutan gubernur juga mengharapkan para pelaku IKM dapat memantapkan jaringan usaha, lintas sektoral dan lintas kawasan, dan melakukan kemitraan dengan pelaku ekonomi lainnya.
Sementara itu ketua panitia Endang SSN, dari PT Prima Cipta Mandiri dalam sambutannya mengatakan Pameran Nasional Produksi Dalam Negeri dan Gelar Produksi IKM Provinsi Kalimantan Barat ini bukan saja berkeinginan untuk memperluas pasar bagi produksi unggulan daerah, tetapi mencoba berbuat sesuatu di bidang pendidikan dengan berbagai lomba mulai dari TK hingga SLTA.
Pameran yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalbar dalam hal ini dari Desperindag, dan Bakomapin Kalbar, dan Kementrian BUMN RI, berhasil menjaring 16 Provinsi, 150 pengusaha kecil, 14 BUMN yang akan berlangsung hingga 6 April.
Sekda Provinsi Kalbar Drs H.Syakirman beseta para undangan juga mengunjungi stand-stand pameran di PCC yang saat itu telah dipadati oeh para pengunjung.■Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
00.39
0
komentar
Label: Pameran

Sep 2012
