41 Tahun dalam Lumpur
Oleh Moses Are
Sayap dan kepalanya sulit bergerak
Matanya tertutup karena takut
Tangannya terikat terpatri kekuasaan
Ruai dan Naga dianggap bau dan kotor
Karena tertanam dalam Lumpur diskriminasi
Tak ada kesempatan untuk membuka mata dan menjadi manusia intelek
Karena diskriminasi dan pembodohan
Ruai dan Naga kecil itu pelan tapi pasti
Berteriak lantang menyerukan perubahan martabat dan kedaulatan kaumnya
Nyanyian Ruai dan Naga kecil di bumi ini
Saling bersahutan menghantarkan tekad
Bersatu kita menang
Bersatu kita menang
Bersatu kita menang
Bersatu kita menang
Oh……bangsa dan kaumku
41 tahun aku menunggu kepastian itu
Keterbelakangan dan pembodohan yang aku dapatkan
Maka dari itu bangkitlah kita untuk bersatu
Dengan rasa persatuan dan demokrasi untuk kesejahteraan rakyat Kalbar
Puisi karangan seniman asal Bengkayang, Moses Are, yang dibacakan saat kampanye Drs Cornelis MH di Anjungan, Jumat, 2 November 2007.
Kamis, 29 November 2007
Ruai dan Naga Kecil
Diposting oleh Drs.Cornelis,MH di 08.12
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar