Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Selasa, 19 Agustus 2008

Sambangi Markas PBB di Jenewa

Hamdan: Bentuk Gubernur Peduli Masyarakat


Keberangkatan Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis MH ke Jenewa bukanlah hal mudah dan hal tersebut merupakan prestasi yang diberikan PBB berkat kepeduliannya kepada masyarakat.

Kepala Humas Pemprov Kalbar Drs Hamdan Harun, M.Si mengatakan, hanya Gubernur Kalbar dan Papua Nugini yang berhasil mengikuti kegiatan yang diadakan PBB di Jenewa, tema acara yang mengangkat trafficking ini, lebih banyak mengulas korban trafficking yang terjadi di Indonesia.
Menurut Hamdan, keberangkatan Cornelis dikarenakan keberaniannya mengungkapkan diri di depan Dubes Malaysia di Kantor Gubernur Kalbar belum lama ini.
Dalam statementnya, Cornelis mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia diharapkan tidak melakukan tindakan yang semena-mena terhadap tenaga kerja yang berada di Malaysia. Lontaran ini, kata Hamdan membuat PBB mampu melirik Gubernur Kalbar karena pembelaan yang diberikan Cornelis.
Cornelis dalam waktu dekat ini akan segera kembali ke Kalbar untuk memboyong hasil pertemuannya di Jenewa bersama Ignatius Liong yang mendampinginya selama di Jenewa.
“Kalbar merupakan yang pertama kalinya berangkat ke Jenewa, suatu hal yang tidak mudah, namun kita harapkan kasus trafficking di Kalbar dapat diatasi,” kata Hamdan ketika ditemui wartawan, Jumat (9/5) kemarin.
Hamdan menjelaskan ungkapan Cornelis bahwa berbagai kasus tindak kekerasan yang menimpa para TKI di sejumlah negara menjadikannya harus melakukan sesuatu. Upaya melindungi rakyatnya sebagaimana seorang bapak melindungi anaknya.
Di Malaysia sendiri jumlah TKI saat ini 300-400 ribu, selama 2006-2007 sekitar 229 TKI yang mendapatkan tindak kekerasan.
Jumlah TKI yang menjadi korban kekerasan tersebut menurutnya belum termasuk para TKI yang dibohongi akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) atupun di perkebunan yang kemudian di jual untuk dijadikan pekerja sek komersil (PSK).
Seperti yang dilontarkan Cornelis di koran ini, bahwa ia siap akan melaporkan persoalan ini kepada PBB di markas besar Jenewa Swiss yang menangani masalah kekerasan, trafficking dan lainnya. ”Kita akan minta perlindungan terhadap tenaga kerja di tempat mereka bekerja atau negara yang bersangkutan," papar Cornelis.
Target yang ingin dicapai menurutnya adalah agar tidak ada lagi para TKI khususnya asal Kalbar yang mendapatkan perlakukan tidak manusiawi atau mangalami tindak kekerasan. Jika pun ada, maka menurutnya negara dimana terdapat TKI yang mendapatkan perlakukan kekerasan segera mengambil tindakan tegas bagi pelakunya.□Aulia Marti/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Kalimantan Minta Pemerintah Serius Tangani Listrik dan Jalan Trans

Empat provinsi di Kalimantan meminta pemerintah pusat serius menangani defisit listrik, jalan trans Kalimantan dan pembangunan daerah perbatasan dengan negara lain, karena ketiga hal tersebut sangat mendesak untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Ini adalah hasil musyawarah perencanaan pengembangan (musrembang) regional untuk disampaikan ke Musrembang nasional. Empat provisi adalah Kalimantan Tengan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur," kata Gubernur Kalteng Teras Narang, di sela Musrembang Nasional di Jakarta, Selasa.
Usai acara yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, Teras Narang didampingi oleh Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dan Wagub Kalbar Christiandy S, mengatakan, empat provinsi sepakat menamakan diri "Kalimantan Bersatu".
Kalimantan bersatu, katanya, dalam memperjuangkan terpenuhi kebutuhan listrik. "Kami mempunyai tekad bersama dalam rangka mengatasi masalah listrik," katanya.
Kalimantan, katanya, bersatu juga untuk menyelesaikan jalan trans Kalimantan sepanjang 3.300 km, sesuai dengan komitmen Departemen Pekerjaan Umum. "Kami mengharapkan selesai pada tahun 2009," katanya.
Teras Narang mengatakan, trans Kalimantan tersebut merupakan jalan nasional sehingga ditangani oleh pemerintah pusat. Penyelesaian jalan dengan anggaran biaya Rp3,9 triliun tersebut, katanya, adalah sudah menjadi komitmen Departemen Pekerjaan Umum.
Saat ini, katanya, sudah terbangun jalan antara Kaltim-Kalsel dan Kalseng-Kalteng namun belum sempurna. Namun jalan Kalteng-Kalbar masih memerlukan pekerjaan besar.
Ia meminta pemerintah pusat dan juga DPR untuk memperhatikan masalah tersebut. "Transportasi dan listrik perlu serius. Ini mendesak," katanya.
Pada kesempatan itu, Teras Narang juga menekankan perlunya kerjasama tiga negara yang berada di Pulau Kalimantan yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam terkait masalah perbatasan, investasi, dan kebudayaan.
"Tiga hal ini yang disampaikan pada Musrembang nasional, selain masalah lainnya seperti sumber daya manusia," katanya.
Mengenai defisit listrik, Rudy Ariffin mengatakan, Kalimantan adalah gudang batu bara yang merupakan bahan bakar untuk pembangkit listrik. Oleh sebab itu, ia mengharapkan pemerintah benar-benar memperhatikan defisit listrik tersebut.
"Tanpa ketersediaan listrik dan listrik yang murah maka ekonomi tidak berkembang baik," katanya.
Sementara mengenai jalan trans Kalimantan, Rudy Ariffin mengatakan, bahwa empat provinsi di Kalimantan sudah lama mengharapkan terwujudnya infrastruktur tersebut untuk mempersatukan Kalimantan.
"Saat ini, dari Banjarmasin ke Pontianak harus lewat Jakarta dulu. Untuk kami mengharapkan trans Kalimantan selesai 2009. Mohon tidak ada lagi hambatan dalam pembangunannya," katanya.□Borneo Tribune/Jakarta

Baca Selengkapnya...

Senin, 18 Agustus 2008

Upacara Penyambutan


Dubes Vatikan MGR Leopoldo Girelli di dampingi oleh Gubenur Kalbar Cornelis beserta ibu melakukan Adat Desah yaitu upacara penyambutan dengan pemotongan batang Tebu.Adat ini dilakukan untuk menghilangkan penghalang dalam melaksanakan sebuah kegiatan. Foto Lukas B Wijanarko/ Borneo Tribune.



Baca Selengkapnya...

Gubenur: Presiden Minta Kapuas Raya Ditangguhkan


Gubernur Cornelis menjelaskan posisinya soal Provinsi Kapuas Raya. Aspirasi rakyat hingga ke Senayan sangat normal. Kabupaten-kabupaten masih perlu pembinaan.
“Rencana pembentukan Provinsi Kapuas Raya, bukan gubernur yang tidak mau, hingga saat ini saya tidak pernah mencabut rekomendasi yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalbar yang terdahulu (Usman Ja’far, Red), tetapi Pemerintah Pusat, yaitu Presiden melalui Menteri Dalam Negeri menangguhkan pembentukan Kapuas Raya,” ungkap Gubernur Cornelis pada acara Welcome Party, Jumat (2/5) dalam peresmian Taman Wisata Rohani Bukit Kelam Kabupaten Sintang, yang dihadiri Dubes Vatikan, Uskup Pontianak, Uskup Sanggau, Uskup Sintang, Bupati Sintang, Bupati Bengkayang, Bupati Sekadau, Bupati Melawi dan Muspida Kabupaten Sintang dan para tokoh masyarakat setempat.

Kata Cornelis, Presiden SBY melalui Menteri Dalam Negeri meminta untuk melakukan pembinaan dahulu kepada kabupaten-kabupaten yang sudah ada.
“Pada saat pertemuan di Kalsel Kabupaten Tanah Bumbu Kecamatan Batu Licin kemarin hal ini sempat kami rapatkan mulai dari Bupati Bengkayang, Bupati Sekadau, Bupati Melawi yang ikut hadir bersama Gubernur,” kata Cornelis.
“Nah, jadi bukan saya yang tidak setuju, tetapi kalau Pemerintah Pusat mengatakan jangan dulu, Gubernur harus patuh. Antara Presiden hingga Ketua RT adalah satu hirarki pemerintahan. Oleh karena itu sebagai aparatur pemerintah, kita harus patuh kepada pimpinan tertinggi di dalam struktur Pemerintahan RI yaitu Presiden,” ujar Cornelis.
Sedangkan menanggapi aksi-aksi dari berbagai elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasinya ke DPR dalam menyikapi pembentukan Provinsi Kapuas Raya, menurut Cornelis itu adalah hal yang demokratis, wajar, dan tidak ada masalah. Itu merupakan hak setiap masyarakat.
Cornelis dalam sambutannya juga menyampaikan pesan dari Presiden RI dalam sidang Kabinet Indonesia Bersatu yang pada awal bulan April kemarin dilakukan, yakni untuk mewaspadai krisis pangan. “Kita diminta, salah satunya melalui Gereja Katolik untuk memanfaatkan alam dengan menanam kebutuhan pokok seperti padi. Kemudian kita diminta juga untuk menghemat segala bentuk energi, mulai dari listrik, bahan bakar minyak dan mewaspadai flu burung, serta masalah gizi buruk.”
Dalam agama Katolik memang sedikit berbeda, kalau duta besar ia mengurusi kepentingan rakyatnya di negara lain, tetapi Duta Besar Vatikan ini mengurusi rakyat Indonesia yang beragama Katolik yang lebih menekankan kepada pembinaan umat agar imannya semakin baik.
Dalam sambutannya Duta Besar Vatikan Mgr Leopoldo Girelli menyatakan kekagumannya untuk Kalbar, yang antara umat beragama hingga kini bisa hidup berdampingan, dan mengimbau kepada umat Katolik agar bisa mempertahankan dan selalu menjaganya.■Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune, Sintang

Baca Selengkapnya...

Cornelis: Dubes Vatikan Datang Membina Umat


Kedatangan Dubes Vatikan yang juga pemimpin dari kalangan gereja di Vatikan Roma Mgr.Leopoldo Girelli benar-benar menyedot kehadiran masyarakat Sintang untuk datang dan berkumpul di kawasan wisata rohani bukit kelam. Tak ayal lagi, lautan manusia yang datang menyemut di sekitar kawasan wisata yang dibangun dengan dana miliaran tersebut.

Tidak hanya dari kalangan umat katolik yang memang sangat berbahagia dengan kedatangan pimpinan agama mereka. Namun masyarakat penganut agama lain juga turut berdesakan untuk melihat prosesi persemian sekaligus menikmati kawasan wisata tersebut. Diperkirakan sekitar 10 ribu masyarakat dari berbagai kabupaten siang itu Sabtu (3/5) berkumpul di bukit kelam.
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, ketika ditemui sejumlah wartawan di kediaman Bupati Sintang mengatakan bahwa kedatangan Dubes Vatikan ke Kalbar, khususnya ke Kabupaten Sintang adalah untuk melakukan pembinaan terhadap umat.
“Karena agama Katolik itu berbeda dengan yang lain. Jadi berdasarkan hirarki gereja, mulai dari paus sampai pastor. Kedatangan Beliau ke sini untuk membina umat Katolik seupaya semakin beriman dan meningkatkan kualitas iman,” katanya.
Saat ditanya apakah ada follow up lain misalnya dalam bentuk kerjasama dengan negara Vatikan. Cornelis mengatakan bahwa kerjasama antara Indonesia dengan Vatikan hanya khusus untuk pembinaan umat Katolik. Karena menurutnya di mana ada umat Katolik, maka di situlah ditempatkan seorang duta dari Vatikan.
Tentang dipilihnya Sintang sebagai daerah tujuan utama dari kunjungan dubes tersebut, ketua DPD PDIP Kalbar ini mengatakan bahwa hal tersebut bertepatan dengan adanya kegiatan di Sintang yang berhubungan dengan hirarki gereja. “Kegiatan di Sintang ini ada hubungannya dengan hirarki gereja yang harus mereka ketahui, sehingga perlu diketahui dan supaya tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan,” jelasnya.
Apalagi saat ini menurutnya banyak muncul ajaran-ajaran yang menyimpang dan menyesatkan. Seperti munculnya orang-orang yang mengaku dirinya nabi. “Karena Katolik mayoritas di Kalbar, dengan kedatangan Dubes Vatikan ini kita berharap akan semakin bagus dan semakin ditingkatkan kualitas imannya. Tidak hanya sekedar KTP saja,” tegasnya.
Dengan kedatangan Dubes vatikan juga menurutnya menjadikan Kalbar bisa lebih dikenal dunia internasional. “Supaya dunia tahu, kalau Kalbar itu plural dan terbuka,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bila umat beragama menjalankan agama dengan bagus, khususnya bagi umat Katolik menjalankan 10 perintah Allah, 5 perintah gereja dikerjakan dengan baik. Maka salah satu dampaknya adalah hilangnya kemiskinan. “Kalau kita jalankan ajaran Tuhan dengan baik, tidak ada itu miskin,” tegasnya.
Usai memberikan keterangan kepada pers yang didampingi oleh sejumlah bupati, Gubernur Kalbar dan rombongan termasuk dubes Vatikan langsung meluncur menuju lokasi peresmian kawasan wisata bukiat kelam di desa Merpak kecamatan Kelam Permai. Perjalanan di tempuh selama kurang lebih 30 menit. Kedatangan rombongan Dubes dan gubernur di lokasi masuk kawasana wisata tersebut disambut dengan adat Desah, yang ditandai dengana pemotongan batang tebu. Adat desah sendiri di kalangan masyarakat Dayak Desah di yakini bahwa dengan memotong tebu, maka sama artinya dengan menghilangkan penghalang untuk melanjutkan kegiatan. Pemotongan langsung dilakukan oleh sang Dubes Mgr.Leopoldo Girelli, sedangkan penombakan babi sebagai salah satu bentuk persembahan dilakukan oleh gubernur Kalbar Cornelis, MH. Sebelum melangkah, rombongan yang diwakili oleh gubernur dan dubes juga diminya meneguk tuak (minuman khas Dayak). Minum tuak sendiri bermakna sebagai bentuk persahabatan. Dengan iringan musik khas dayak dan gerak gemuli penarinya, rombongan langsung diiring menuju pelataran gua bunda maria. Di dalam gua buatan yang indah tersebut, telah berdiri sebuah patung bunda maria yang terbuat dari batu marmer dan diimpor dari Italia dengan harga milyaran. Masyarakat yang telah mengelilingi kawasana yang ditata apik dengan beberapa tenda tersebut, terkesima melihat keanggunan patung Bunda Maria. Prosesi liturgi dalam bentuk misa kudus pun dibuka.
Misa kudus langsung dipimpin oleh Dubes Vatikan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sangat halus.
Iringan koor yang terdiri dari 3 tingkatan suara menambah syahdu dan khusuk jalannya misa tersebut. Dengan diiringi uskup dari Sintang, Pontianak dan Sanggau, Dubes memercikkan air suci pada patung Bunda Maria. Percikan air suci tersebut diyakini berguna untuk menjaga agar roh dalam patung tersebut tidak digangu oleh roh jahat lain. Selanjutnya masih dengan diiringi 3 uskup besar di Kalbar, Dubes juga mengedarkan asap dari dupa yang dibakar.
Dupa tersebut diletakkan pada sebuah tempat khusus yang bertali rantai, sehingga saat tali rantai digoyang, asapnya yang beraroma wangi campuran dupa Mazmur dan kemenyan menyebar mengelilingi tempat tersebut. Prosesi terus berjalan sampai pada satu tahap, di mana sejumlah perwakilan umat menyerahkan seperangkat persembahan kepada sang Dubes. Persembahan tersebut dikemas apik dengan kertas kado berwarna terang. Salah satu persembahan yang nampak adalah rangkaian bunga berwarna putih dan kuning yang diletakkan di sekitar altar patung Bunda Maria. Prosesi misa kudus berakhir dengan jamuan suci yang dilakukan oleh 3 uskup Kalbar dan Dubes di altar khusus yang terletak di sebelah kanan patung Bunda Maria. Selanjutnya seluruh umat yang berada di kawasan wisata rohani Bukit Kelam mendapatkan sepotong kue tawar.
Prosesi misa kudus juga bertambah syahdu dengan iringan suara KIA Afi yang memang didaulat khusus membawakan lagu-lagu rohani.
Usai pelaksaan misa kudus, umat yang sanggup berpanas dan berdiri di sekitar gua Bunda Maria langsung mendekat menuju patung. Terlihat di antara mereka ada yang langsung berdoa dengan khusuk, namun ada juga yang terlihat ingin mengabadikan diri dengan berfoto di sekitar patung.
Leopoldo Girelli dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dibangunnya kawasan wisata rohani yang di dalamnya terdapat patung Bunda Maria dan gambaran kisah jalan salib dapat memupuk jembatan iman umat Katolik yang ada di Sintang khususnya dan Kalbar umumnya.□Endang Kusmiyati/Borneo Tribune, Sintang

Baca Selengkapnya...

KONGRES COE


Gubernur Kalbar Cornelis beserta ibu Frederika sedang meninjau salah satu stand saat membuka Kongres COE ke-54 di Hotel Orchardz, Kamis(1/5). Kongres ini dihadiri sekitar 300 orang dokter Bedah Tulang se-Indonesia. Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.



Baca Selengkapnya...

Naik Dangau di Sebangki


Gubernur Kalbar Cornelis menghimbau agar Lembaga-lembaga Adat mulai dari Provinsi hingga ke desa harus bisa memotivasi masyarakat, khususnya di sektor tanaman pangan sehingga dapat mengurangi subsidi beras dan menghidupkan kembali Lumbung-lumbung Padi, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dan cadangan pangannya. Dengan menghidupkan kembali Lumbung-lumbung padi diharapkan dapat mengantisipasi saat terjadinya Krisis Pangan.

“Dengan meningkatnya hasil produksi pangan, diharapkan Upacara Naik Dangau dapat menjadi daya tarik Wisata, dan Pemerintah Provinsi siap mendukung, sehingga Naik Dango dapat lebih teroganisir dan memiliki nilai jual” ujar Cornelis saat membuka Upacara Adat Naik Dango ke-23 yang pada tahun 2008 ini dilaksanakan di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak,Senin (28/4)
Sementara Bupati Kabupaten Landak Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. dalam sambutannya mengatakan Upacara Naik Dango yang tahun 2008 yang di pusatkan di Kecamatan Sebangki, bertujuan untuk melestarikan Budaya Daerah sebagai Khasanah Budaya Nasional, dan memberikan dampak positif terhadap dinamika Pembangunan dan Ekonomi di tiap-tiap Kecamatan.
lebih menonjolkan peningkatan hasil Panen Padi ,
Selain itu Peningkatan Sumber Daya Manusia bidang Petanian sangat perlu mendapat pehatian khusus bagi kita semua, sehingga peningkatan panen padi dapat terwujud, khususnya bagi Masyarakat Dayak Kanayatn.
Upacara naik Dango merupakan salah satu Upacara Adat Dayak Kanayatn dan telah menjadi Kalender Pariwisata di Kabupaten Landak, Kabupaten Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
Upacara ini merupakan Bentuk kegiatan Ritual yang dilakukan oleh masyarakat Adat Dayak Kanayatn dalam rangka mewujutkan rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) atas Panen Padi yang telah selesai dilakukan oleh para Petani dan sekaligus memasukan Padi kedalam Lumbung.Selain itu Upacara Adat Naik Dango ini juga Menampilkan Pameran Pembangunan yang dimulai dari tangal 27 hingga 29 april 2008.
Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak, merupakan kecamatan tertinggal yang hingga kini belum mendapatkan fasilitas Listrik, pembangunan sarana Infastruktur, pendidikan dan kesehatan di Sebangki menjadi salah satu prioritas, baik oleh pemerintah Kabupaten maupun Provinsi. Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan dalam tiga tahun kedepan daerah ini dalam tiga tahun kedepan diharapkan sarana dan prasarana dapat terealisasikan.Sebagian besar penduduk Kecamatan Sebangki hidup dari menanam Padi, Karet, dan Padi.
======
Teks Foto :
Gubernur Kalbar Cornelis beserta Bupati Landak Adrianus Asia Sidot saat menghadiri Pembukaan Upacara Adat Naik Dango Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak, Senin (28/4). Foto Lukas B Wijanarko Borneo Tribune, Pontianak.

Baca Selengkapnya...

Kalbar Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 7,28 Persen


Infrastruktur menjadi salah satu penyebab kurangnya minat investor menanamkan modalnya di Kalbar. Oleh karena itu, salah satu program prioritas yang akan dikedepankan dalam pembangunan lima tahun ke depan oleh Gubernur Cornelis adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar dengan menggunakan pola sinkronisasi dan sinergitas, baik program maupun pembiayaan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Diharapkan pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Kalbar dapat mencapai angka 7,28%, pendapatan perkapita mencapai Rp 16,81 juta, inflasi 4,35. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui dukungan investasi sebesar Rp 22,51 triliun yang terdiri dari investasi pemerintah sebesar Rp 10,13 triliun dan swasta sebesar Rp 12,38 triliun,” ungkap Cornelis saat menyampaikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2007-2027 dan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008-2013 pada Rapat Paripurna di ruang Balairungsari DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (22/4).

Berbagai permasalahan yang akan dihadapi ke depan diharapkan bisa diselesaikan seperti ketersediaan pangan, masalah energi, penanganan gizi buruk, penanggulangan kemiskinan, dana APBN (DAU, DAK, dan BOS) tidak dikenai potongan, dan permasalahan perbatasan.

Sedangkan menanggapi hasil pertemuan Gubernur se-Kalimantan di Jakarta Senin, (21/4) penyampaian usulan mengenai Rencana Pembangunan Pelabuhan Internasional di Kalbar,Cornelis mengatakan Pemerintah Pusat sangat mendukung terutama rencana pembangunan Pelabuhan Internasional di Kalbar, dan akan dilakukan survei dari pusat untuk menentukan letak Pelabuhan Internasional

“Dalam lima tahun ke depan bila perkebunan dan pertambangan telah berjalan kita akan membutuhkan Pelabuhan Internasional karena saat ini Pelabuhan kita hanya bisa menampung 3000 ton, sehingga berbagai permasalahan sepeti minyak dan gas dapat diatasi dengan masuknya kapal-kapal besar dan dapat langsung didistribusikan ke daerah untuk 12 Kabupaten dan 2 Kota,” ujar Cornelis. ■Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger