Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2008

Wagub Lepas Kontingen Utsawa Dharma Gita


Secara harfiah Dharma Gita itu adalah salah satu metode pembinaan kehidupan beragama bagi umat Hindu. Gita yang bearti Nyanyian sangat efektif dipergunakan dalam menanamkan ajaran agama Hindu yang bersumber dari Dharma. Sedangkan Darma itu sendiri mempunyai makna nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari Weda Sruthi, Smerti, dan Nibanda Sastra,oleh karena itu Utsawa Dharma Gita juga merupakan suatu sarana dan media dalam memberikan pendidikan dan pembinaan bagi umat Hindu.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya saat melepas kontingen Utsawa Dharma Gita Provinsi Kalbar yang akan mengikuti Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional ke-10 di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, yang akan diselenggarakan pada 4 hingga 8 agustus 2008, di Pontianak,Jumat(1/8).
Selanjutnya Christiandy Sanjaya juga mengatakan dengan Festival membaca dan menyanyikan isi kitab suci khusus umat Hindu masyarakat Kalbar selalu berharap, agar duta Kalbar yang mengikuti kegiatan ini dapat mengukir dan meraih prestasi terbaik, dan mengharapkan kepada ketua kontingen, para pelatih danj official, agar selalu memberikan semangat dan dorongan kepada seluruh peserta, dengan satu tujuan berjuang untuk tampil secara maksimal, sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang agama.
Selain di hadiri oleh 24 orang peserta pelepasan kontingen Utsawa Dharma Gita ini juga di hadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalbar Rasmi Saffar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI) Provinsi Kalbar Putu Dupa Bandem, serta Pemuka Agama Hindu Kalbar Nyoman Sudana.
Kontingen Kalbar pada Festival ini akan mengikuti lomba Pembacaan Weda, pembacaan Palawakia, Dharma Widya, dan Dharma Wacana.□
=======
Foto Wakil Gubernur Kalbar, saat melepas Kontingen Utsawa Dharma Gita. Foto: Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Selasa, 19 Agustus 2008

Spektakuler Pembukaan MTQ XXII


Kekaguman dan keharuan tumpah menjadi satu, ketika MTQ XXII yang dipusatkan di Kota Singkawang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM, Sabtu (24/5) malam.

Ribuan manusia berkumpul di lapangan Kridasana yang telah direnovasi menjadi megah. Pria, wanita, tua, muda bahkan anak kecil menyaksikan moment yang mungkin bisa berulang kembali 50 tahun mendatang. Mereka tak ingin sedetikpun melewatkan kejadian langka ini.
Letusan kembang saling bersambut menambah semarak pembukaan MTQ. Barisan kontingen pun berjajar rapi di halaman stadion yang dibangun tahun 1940 lalu. Semua kontigen mempunyai tekad yang sama datang dan meraih kemenangan, terutama Kota Pontianak, sebagai juara bertahan.
Kontingen ini memiliki misi khusus untuk itu mempertahankan juara umum. Kota Singkawang sebagai tuan rumah mempunyai tekad juang yang lebih dibanding kontingen lain, ini dibuktikan dengan mengikuti semua jenis yang diperlombakan.
Sekitar pukul 21.00 WIB kemeriahan semakin terasa. Parade kolosal seribu tahar yang melibatkan 1000 pelajar berbagai sekolah dan etnis di Singkawang membuat ribuan pengunjung yang sedari tadi memadati Kridasana teriak histeris.
Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya yang berkesempatan membuka acara empat tahunan ini menjelaskan MTQ kali merupakan ajang seleksi mengikuti MTQ nasional di Serang Banten pada tahun ini juga. ”Saya harapkan semua dapat menunjukan yang terbaik,” jelasnya mengingatkan.
Dia juga mengharapkan peserta bisa menciptakan kebersamaan, meskipun kompetisi berlanjut, namun semua itu harus dijalankan secara objektif serta bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dia juga berpesan terhadap majelis hakim dapat bekerja penuh efektivitas yang dikemudian hari tidak menimbulkan permasalahan.
Dalam acara tersebut, Christiandy juga menuturkan, pelaksanaan MTQ di Kota Singkawang diharapkan menjadi ajang melahirkan peserta MTQ yang siap bertanding dan berjaya dalam meraih prestasi pada MTQ tingkat nasional di Serang Provinsi Banten pada Juni mendatang. Pesan yang disampaikan Wagub bersambung dengan menekan tombol sirene tanda secara resmi dimulai.
Walikota Singkawang Hasan Karman sendiri menjelaskan MTQ kali ini bukan saja kegiatan umat Islam semata. ”Ini kegiatan kita bersama, kegiatan masyarakat Singkawang tanpa pengecualian,” jelasnya tegas.
Satu pintanya masyarakat Singkawang bisa menyukseskan MTQ kali ini, serta mendukung semua kafilah yang berlomba sehingga memberikan rasa aman dan nyaman semua pihak yang terlibat.□Sugeng Mulyono/Borneo Tribune, Singkawang

Baca Selengkapnya...

Malam Ini MTQ Dibuka

Hari ini, sekitar pukul tujuh malam, ribuan manusia akan menyemut di Stadion Sepakbola Kridasana, Kota Singkawang. Mereka akan menyaksikan malam pembukaan MTQ Tingkat Provinsi XXII yang dirancang ‘Spektakuler’.

Tidak hanya dari masyarakat Kota Singkawang, pembukaan tersebut tentunya juga dihadiri semua kafilah-kafilah yang berasal dari kabupaten dan kota se Kalbar.
Ramainya masyarakat yang datang bukan hanya sekedar untuk menyaksikan pembukaan MTQ saja. Masyarakat akan menjadi saksi sejarah Kota Singkawang memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan atraksi ‘Seribu Tahar’.
Atraksi ini merupakan seni yang memadukan beragam jenis tarian sebagai wujud indahnya keragaman suku bangsa. Para penari bersatu padu membentuk formasi yang diyakini membuat takjub para penonton. Penari akan terus bergerak, berlari, berjalan, dan melompat, mengikuti irama tabuhan seribu tahar.
Suasana Stadion Krisdasana akan semakin kemilau dengan cahaya lampu. Lantunan pujian dan shalawat akan didendangkan semakin menyemarakkan suasana.
Agar pelaksanaan pembukaan MTQ dengan pertunjukan spektakuler seribu tahar tersebut sukses, jauh-jauh sebelumnya persiapan telah dilakukan. Latihan tari telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, dan kemudian ditutup dengan gladi resik pada malam Jumat kemarin.
Pembangunan lapangan bola Kridasana yang dijadikan sentral kegiatan telah rampung. Anggaran APBD lebih dari enam miliar dikucurkan. Kini gedung tersebut terlihat megah dengan aneka warna pada tempat duduk di tribun.
Dengan beragam kesiapan yang telah dilakukan, Walikota Singkwang, Hasan Karman optimis pelaksanaan MTQ di Kota Singkawang akan berjalan sukses. Jauh-jauh hari sebelumnya Hasan Karman telah mengimbau pada warga Kota Singkawang untuk berperan aktif bersama.
Bahkan, untuk menyukseskan MTQ, pada gladi resik malam kemarin, Hasan Karman bersama Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Drs H Henri Usman, MSi serta beberapa pengurus LPTQ Provinsi lainnya turun langsung ke lapangan.
Untuk menyaksikan persiapan yang dilakukan, Sekda Kalimantan Barat, Drs H Syakirman, pada Jumat (23/5) sore kemarin juga datang langsung ke Stadion Kridasana Kota Singkawang.□Mujidi/Borneo Tribune, Singkawang

Baca Selengkapnya...

Senin, 18 Agustus 2008

Upacara Penyambutan


Dubes Vatikan MGR Leopoldo Girelli di dampingi oleh Gubenur Kalbar Cornelis beserta ibu melakukan Adat Desah yaitu upacara penyambutan dengan pemotongan batang Tebu.Adat ini dilakukan untuk menghilangkan penghalang dalam melaksanakan sebuah kegiatan. Foto Lukas B Wijanarko/ Borneo Tribune.



Baca Selengkapnya...

Cornelis: Dubes Vatikan Datang Membina Umat


Kedatangan Dubes Vatikan yang juga pemimpin dari kalangan gereja di Vatikan Roma Mgr.Leopoldo Girelli benar-benar menyedot kehadiran masyarakat Sintang untuk datang dan berkumpul di kawasan wisata rohani bukit kelam. Tak ayal lagi, lautan manusia yang datang menyemut di sekitar kawasan wisata yang dibangun dengan dana miliaran tersebut.

Tidak hanya dari kalangan umat katolik yang memang sangat berbahagia dengan kedatangan pimpinan agama mereka. Namun masyarakat penganut agama lain juga turut berdesakan untuk melihat prosesi persemian sekaligus menikmati kawasan wisata tersebut. Diperkirakan sekitar 10 ribu masyarakat dari berbagai kabupaten siang itu Sabtu (3/5) berkumpul di bukit kelam.
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, ketika ditemui sejumlah wartawan di kediaman Bupati Sintang mengatakan bahwa kedatangan Dubes Vatikan ke Kalbar, khususnya ke Kabupaten Sintang adalah untuk melakukan pembinaan terhadap umat.
“Karena agama Katolik itu berbeda dengan yang lain. Jadi berdasarkan hirarki gereja, mulai dari paus sampai pastor. Kedatangan Beliau ke sini untuk membina umat Katolik seupaya semakin beriman dan meningkatkan kualitas iman,” katanya.
Saat ditanya apakah ada follow up lain misalnya dalam bentuk kerjasama dengan negara Vatikan. Cornelis mengatakan bahwa kerjasama antara Indonesia dengan Vatikan hanya khusus untuk pembinaan umat Katolik. Karena menurutnya di mana ada umat Katolik, maka di situlah ditempatkan seorang duta dari Vatikan.
Tentang dipilihnya Sintang sebagai daerah tujuan utama dari kunjungan dubes tersebut, ketua DPD PDIP Kalbar ini mengatakan bahwa hal tersebut bertepatan dengan adanya kegiatan di Sintang yang berhubungan dengan hirarki gereja. “Kegiatan di Sintang ini ada hubungannya dengan hirarki gereja yang harus mereka ketahui, sehingga perlu diketahui dan supaya tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan,” jelasnya.
Apalagi saat ini menurutnya banyak muncul ajaran-ajaran yang menyimpang dan menyesatkan. Seperti munculnya orang-orang yang mengaku dirinya nabi. “Karena Katolik mayoritas di Kalbar, dengan kedatangan Dubes Vatikan ini kita berharap akan semakin bagus dan semakin ditingkatkan kualitas imannya. Tidak hanya sekedar KTP saja,” tegasnya.
Dengan kedatangan Dubes vatikan juga menurutnya menjadikan Kalbar bisa lebih dikenal dunia internasional. “Supaya dunia tahu, kalau Kalbar itu plural dan terbuka,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bila umat beragama menjalankan agama dengan bagus, khususnya bagi umat Katolik menjalankan 10 perintah Allah, 5 perintah gereja dikerjakan dengan baik. Maka salah satu dampaknya adalah hilangnya kemiskinan. “Kalau kita jalankan ajaran Tuhan dengan baik, tidak ada itu miskin,” tegasnya.
Usai memberikan keterangan kepada pers yang didampingi oleh sejumlah bupati, Gubernur Kalbar dan rombongan termasuk dubes Vatikan langsung meluncur menuju lokasi peresmian kawasan wisata bukiat kelam di desa Merpak kecamatan Kelam Permai. Perjalanan di tempuh selama kurang lebih 30 menit. Kedatangan rombongan Dubes dan gubernur di lokasi masuk kawasana wisata tersebut disambut dengan adat Desah, yang ditandai dengana pemotongan batang tebu. Adat desah sendiri di kalangan masyarakat Dayak Desah di yakini bahwa dengan memotong tebu, maka sama artinya dengan menghilangkan penghalang untuk melanjutkan kegiatan. Pemotongan langsung dilakukan oleh sang Dubes Mgr.Leopoldo Girelli, sedangkan penombakan babi sebagai salah satu bentuk persembahan dilakukan oleh gubernur Kalbar Cornelis, MH. Sebelum melangkah, rombongan yang diwakili oleh gubernur dan dubes juga diminya meneguk tuak (minuman khas Dayak). Minum tuak sendiri bermakna sebagai bentuk persahabatan. Dengan iringan musik khas dayak dan gerak gemuli penarinya, rombongan langsung diiring menuju pelataran gua bunda maria. Di dalam gua buatan yang indah tersebut, telah berdiri sebuah patung bunda maria yang terbuat dari batu marmer dan diimpor dari Italia dengan harga milyaran. Masyarakat yang telah mengelilingi kawasana yang ditata apik dengan beberapa tenda tersebut, terkesima melihat keanggunan patung Bunda Maria. Prosesi liturgi dalam bentuk misa kudus pun dibuka.
Misa kudus langsung dipimpin oleh Dubes Vatikan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sangat halus.
Iringan koor yang terdiri dari 3 tingkatan suara menambah syahdu dan khusuk jalannya misa tersebut. Dengan diiringi uskup dari Sintang, Pontianak dan Sanggau, Dubes memercikkan air suci pada patung Bunda Maria. Percikan air suci tersebut diyakini berguna untuk menjaga agar roh dalam patung tersebut tidak digangu oleh roh jahat lain. Selanjutnya masih dengan diiringi 3 uskup besar di Kalbar, Dubes juga mengedarkan asap dari dupa yang dibakar.
Dupa tersebut diletakkan pada sebuah tempat khusus yang bertali rantai, sehingga saat tali rantai digoyang, asapnya yang beraroma wangi campuran dupa Mazmur dan kemenyan menyebar mengelilingi tempat tersebut. Prosesi terus berjalan sampai pada satu tahap, di mana sejumlah perwakilan umat menyerahkan seperangkat persembahan kepada sang Dubes. Persembahan tersebut dikemas apik dengan kertas kado berwarna terang. Salah satu persembahan yang nampak adalah rangkaian bunga berwarna putih dan kuning yang diletakkan di sekitar altar patung Bunda Maria. Prosesi misa kudus berakhir dengan jamuan suci yang dilakukan oleh 3 uskup Kalbar dan Dubes di altar khusus yang terletak di sebelah kanan patung Bunda Maria. Selanjutnya seluruh umat yang berada di kawasan wisata rohani Bukit Kelam mendapatkan sepotong kue tawar.
Prosesi misa kudus juga bertambah syahdu dengan iringan suara KIA Afi yang memang didaulat khusus membawakan lagu-lagu rohani.
Usai pelaksaan misa kudus, umat yang sanggup berpanas dan berdiri di sekitar gua Bunda Maria langsung mendekat menuju patung. Terlihat di antara mereka ada yang langsung berdoa dengan khusuk, namun ada juga yang terlihat ingin mengabadikan diri dengan berfoto di sekitar patung.
Leopoldo Girelli dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dibangunnya kawasan wisata rohani yang di dalamnya terdapat patung Bunda Maria dan gambaran kisah jalan salib dapat memupuk jembatan iman umat Katolik yang ada di Sintang khususnya dan Kalbar umumnya.□Endang Kusmiyati/Borneo Tribune, Sintang

Baca Selengkapnya...

Kamis, 03 April 2008

Paska Memperkuat Iman


PERAYAAN Paskah (kebangkitan Yesus Kristus) masyarakat Dayak se-Kalbar diadakan di Auditorium Untan tadi malam. Ratusan umat Kristiani dari berbagai sub-suku Dayak di Pontianak mendatanginya.

Perayaan Paskah yang diselenggarakan Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak ini juga dihadiri orang nomor satu Kalbar, Cornelis. Menurut ketua panitia perayaan, Tarsisius Ifan Sabandaf yang juga Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Daerah (Sekberkesda) Paskah bersama ini memang baru pertama diadakan khususnya yang dikoordinatori DAD. Pelaksanaan ini katanya memberikan banyak nilai positif terutama dalam memperkuat iman umat Kristiani.

Pendapat itu juga disampaikan Gubernur, dalam kata sambutannya. Beliau berharap dengan semangat dan harapan paskah kali ini iman semakin diperkuat dalam cinta kasih, tidak hanya kepada sesama umat Kristiani tetapi pada umat beragama lain. Umat beragama jadi lebih menghargai sesama umat yang lain.

“Dengan semangat Paskah, agama apapun yang ada harus dihargai,” ucapnya.

Terakhir, Gubernur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia yang telah berhasil menyelenggarakan perayaan ini. Ke depan Ia mengingatkan agar lebih ditingkatkan lagi.

Sedangkan Ketua DAD Provinsi Kalbar, Thadeus Yus mengatakan perayaan ini dapat dijadikan ajang pertemuan umat Kristiani dari berbagai sub etnis Dayak dalam suasana yang lebih religius. Untuk diketahui bersama, Paskah kali ini adalah akibat dari gagalnya penyelenggaraan Natal bersama beberapa waktu yang lalu.■Krisantus/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Minggu, 16 Maret 2008

Audiensi Umat Hindu dengan Gubernur

Cornelis: Pemerintah Mengayomi Semua Agama


Ada enam agama besar yang paling banyak dianut penduduk Indonesia, yaitu Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah di Indonesia.

Oleh karena itu, mulai saat ini dan kedepan, jangan ada lagi sikap diskriminasi terhadap agama-agama tertentu, terlebih oleh pejabat pemerintah. Sebab keberadaan agama yang diakui negara sama, termasuk agama Hindu yang di Kalbar ini.
“Keberadaan agama Hindu termasuk dalam enam agama yang diakui Negara. Pemerintah akan mengayomi semua agama, tidak peduli apakah agama itu mayoritas atau minoritas,” tegas Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, ketika menerima audensi umat Hindu Kalbar yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Kantor Gubernur, Selasa (4/3).
Menurut Cornelis, tidak ada agama yang diistimewakan, semuanya sama. Untuk itu Ia berharap kepada umat Hindu, walaupun di Kalbar sebagai agama yang minoritas, namun tetap mampu berperan dalam pembangunan di daerah ini.
Ia mengatakan, peran serta umat Hindu dalam pembangunan tidak hanya dengan bekerja pada instansi pemerintah saja, tetapi dengan menjaga kerukunan antar umat beragama, itu lebih nyata.
“Jika umat beragama sudah rukun, proses pembangunan akan berjalan lancar,” ujar Cornelis.
Ia juga menjelaskan, jika semuanya berjalan lancar maka akan saling keterkaitan satu satu lainnya, seperti di sektor ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan banyak lagi sehingga akhirnya membantu pemerintah program pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya.
Sementara itu, mewakili umat Hindu yang ikut dalam audiensi, Pandita Putu Dupa Bandem, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Gubernur yang merencanakan dapat hadir dalam perayaan Tahun Baru Saka bersama yang rencananya diadakan pada tanggal 19 Maret mendatang.
Menurut Putu, menyambut Tahun Baru Saka kali ini, ada dua kegiatan besar, yakni ritual dan nonritual. Untuk acara ritual, dimulai sejak tanggal 2 Maret kemarin dengan melakukan penyucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi, disebut juga Melasty yang dipusatkan di Pantai Kijing. Sedangkan pada tanggal 3, 4 dan 5 Maret dilakukan upacara Nyejer atau menstanakan Tuhan YME yang dimanifestasikan dengan para Dewa.
Kemudian pada tanggal 6 Maret, dilakukan Tawur Kesanga atau upacara tutup tahun Saka dengan kegiatan berupa Tawur Agung Kesanga yang artinya memohon kepada Tuhan YME agar diberikan keharmonisan dan keseimbangan alam semesta serta permohonan kesejahteraan kepada masyarakat.
Selanjutnya pada tanggal 7 Maret atau 1 Sasih Kedasa Tahun Saka 1930, umat Hindu menyambut Tahun Baru Saka dengan Nyepi. Selama satu hari itu, mereka akan berpuasa (tidak makan dan minum) sambil melakukan Catur Brata penyepian.
Lebih lanjut Putu menjelaskan ada empat bagian yang terkandung dalam Catur Brata, yaitu Amati Geni atau tidak menyalakan api. Amati Karya atau tidak bekerja secara fisik. Amati Lelengan atau tidak berpergian dan terakhir Amati Lelanguan atau tidak berfoya-foya.
Dan pada tanggal 8 Maret, mereka akan kembali membuka pintu supaya dapat saling silahturahmi antar satu sama lain atau disebut Ngembak Geni.
Selain memaparkan acara ritual, Putu juga mengungkapkan acara non ritual yang akan yang meliputi pengobatan massal, donor darah, dan beraneka macam perlombaan. “Dengan kegiatan itu, kiranya perayaan Tahun Baru Saka kali ini dapat berjalan lancar dan meriah. Dan yang terpenting, umat Hindu semakin menuju kearah yang lebih baik,” pungkasnya.□Krisantus/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger