Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2008

Kalbar Berharap Italia Ikut Bantu Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Ngatman berharap, kunjungan Duta Besar Italia Roberto Palmieri ke provinsi itu dapat dimaksimalkan untuk mendapatkan bantuan bidang pendidikan.

Menurut Ngatman di Pontianak, Kamis, Roberto Palmieri selain ke sejumlah tempat wisata di Kalbar, juga dijadwalkan akan mengunjungi SMP Negeri 3 Pontianak pada Sabtu (24/8) pagi.
"Sekolah tersebut yang sudah berstandar internasional di Kalbar," kata Ngatman. Ia menambahkan, Italia selama ini belum memberikan bantuan di bidang pendidikan untuk masyarakat Kalbar.
"Baru Pemerintah Australia yang sudah memberi bantuan untuk pembangunan sejumlah unit sekolah menengah pertama di seluruh Kalbar," katanya.
Ia mengharapkan, saat bertemu dengan Duta Besar Italia tersebut, siswa SMP Negeri 3 Pontianak dapat menyampaikan keluhan-keluhan yang dirasakan selama menjalani proses kegiatan belajar mengajar.
Roberto Palmieri mengunjungi Kalimantan Barat selama tiga hari sejak Kamis (21/8) untuk berpartisipasi dalam acara budaya "Colours of The World" yang rencananya akan ditayangkan di TVRI.
Ia akan mengunjungi dua daerah yakni Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau. Sejumlah ikon Kalbar yang juga akan dikunjungi seperti Tugu Khatulistiwa, menelusuri Sungai Kapuas, Rumah Betang, dan kolam penangkaran Ikan Arwana.□Antara/Borneo Tribune, Pontianak.

Baca Selengkapnya...

Target Dana Pendidikan 2009 Rp2,4 Triliun


Kalimantan Barat menargetkan dana pendidikan Rp2,4 triliun pada 2009 seiring rencana pemerintah merealisasikan kewajiban 20 persen dalam RAPBN 2009.

"Untuk tahun ini, dari APBN sektor pendidikan Kalbar mendapat sekitar Rp600 miliar. Kalau tahun depan, target empat kali lipat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Ngatman di Pontianak, Jumat.
Menurut Ngatman, dengan dana sebesar itu sudah cukup memadai untuk pembangunan sektor pendidikan di Kalbar pada 2009. "Fokusnya untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun, menaikkan mutu pendidikan serta memperbaiki manajemen sekolah," katanya.
Ia mengatakan, Dinas Pendidikan juga berencana untuk menyelesaikan pembangunan sekolah yang rusak mulai dari jenjang SD hingga SMA. Kemudian, kesejahteraan guru juga mendapat prioritas. "Misalnya kelebihan mengajar, untuk membayar sertifikasi bagi guru yang sudah lulus," kata Ngatman.
Ia menambahkan, pada 2009, Dinas Pendidikan akan memperluas kesempatan belajar untuk seluruh masyarakat Kalbar usia sekolah. Namun, ia melanjutkan, peningkatan porsi anggaran pendidikan di APBN juga harus diimbangi dalam APBD. "Porsi antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru akan dilakukan dengan angka yang wajar," katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah atas RUU APBN 2009 beserta nota keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8), mengatakan mengalokasikan Rp224 triliun dalam RAPBN 2009 sebagai anggaran pendidikan untuk memenuhi kewajiban 20 persen alokasi dari APBN. Sedangkan untuk Departemen Pendidikan Nasional, direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp52 triliun.□Antara/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Kamis, 21 Agustus 2008

Gubernur Minta BOS Tepat Sasaran


Penggunaan dan penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kalimantan Barat harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku sehingga bantuan yang dialokasikan pemerintah pusat sebagai konsekwensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi tepat sasaran.

”Kita harapkan penggunaan bantuan operasional sekolah di Kalimantan Barat disesuaikan dengan petunjuk dan tepat sasaran,” demikian diungkapkan Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH di Hotel Kini belum lama ini.
Gubernur Cornelis menegaskan seandainya ada pihak yang melakukan penyimpangan terhadap penggunaan maupun penyaluran dana tersebut, diharapkan pihak yang berkompeten dapat bersikap sesuai dengan tugas dan fungsinya. ”Kita tidak tahu. Kita juga tidak bisa menduga-duga dulu,” jelas Gubernur.
Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Hadlir Noor, S.Sos menegaskan BOS jangan sampai terjadi penyimpangan maupun penyelewengan dalam penggunaan di lapangan. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menekan tingkat kebocoran terhadap dana BOS, yang notabene merupakan anggaran pengalihan dari subsidi BBM ke sektor pendidikan.
“Sesungguhnya tingkat kebocoran dana BOS itu terjadi di tingkatan paling bawah. Karena kebocoran dana BOS itu masih sering terjadi,” tegas legislator Partai Golkar.
Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengawal dana-dana pendidikan dan BOS itu di tingkat yang paling bawah. Supaya tidak terjadi kebocoran maupun penyimpangan yang signifikan. “Itu yang penting. Karena indikasi kebocoran dan penyelewengan dana-dana pendidikan di tingkat yang paling bawah itu banyak didapati dan terjadi di lapangan. Seperti di tingkat sekolah-sekolah,” jelas Hadlir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Drs.H Ngatman menyatakan bakal mengalokasikan anggaran pendampingan BOS daerah melalui APBD Kalbar yang salah satu peruntukannya untuk mengakomodir para orang tua siswa yang tidak mampu dan yang tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan anak mereka. “Saya sangat setuju kalau dana BOS itu ada program pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah melalui APBD,” tandasnya.□Andry/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Rabu, 20 Agustus 2008

Gubernur Buka Olimpiade


“Yang paling penting adalah membentuk disiplin pelajar SMP/MTs. Percuma memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi tapi tidak memiliki disiplin. Disiplin salah satu kunci kita menjadi bangsa yang berkualitas,” ungkap Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH di hadapan ribuan pelajar dan 14 kontingen atlet se Kalbar pada saat pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa (OOS) dan Olimpiade Seni dan Sastra (OSS) SMP/MTs tingkat Provinsi Kalbar 2008 di Stadion Sepakbola Baning Sintang, Senin (30/6).

Turut hadir pada kesempatan itu Bupati Sintang Drs Milton Crosby, M.Si, Wakil Bupati Sintang, dr H Jarot Winarno, M.Med.PH bersama unsur Muspida Sintang; Kepala Kantor/Dinas/Badan di lingkungan Pemkab Sintang, beberapa orang bupati dari 14 kontingen, Kadis Pendidikan Provinsi Kalbar Drs H Ngatman, M.Pd, Dirjen Dikdasmen yang dalam hal ini diwakili Direktur Pembinaan SMP Depdiknas Didik Suhardi, SH, M.Si, serta tamu undangan lainnya.
Didampingi istri tercinta, gubernur dalam sambutan tertulisnya juga mengatakan pendidikan harus lebih berperan dalam membangun seluruh potensi manusia agar menjadi subyek yang berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah/nasional. Potensi manusia Kalbar yang perlu dikembangkan mencakup potensi olah hati yang berkualitas dengan keimanan dan ketakwaan dengan akhlak mulia, olah rasa yang berkualitas dengan seni dan estetika, olah pikir yang berkualitas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta olah fisik yang berkualitas dengan olahraga.
“Selain berbasis potensi tersebut, pembangunan pendidikan di Kalbar harus mencakup multidimensi yaitu, dimensi sosial, dimensi budaya, dimensi ekonomi, dan dimensi politik,” tambah Cornelis.
Sejalan dengan pengembangan potensi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah potensi fisik siswa, gubernur memandang pelaksanaan OOS dan OSS siswa SMP/MTs yang merupakan even tahunan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, sampai tingkat nasional, sungguh sangat penting dan relevan.. “Kita berharap dengan kegiatan yang bersifat tahunan ini akan mampu menghasilkan manusia Kalbar pada khususnya, dan manusia Indonesia yang cerdas secara intelektual, cerdas secara sosial, dan cerdas secara emosional, serta sehat secara jasmani/fisik,” katanya.
Drs Milton Crosby, M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Gubernur Kalbar dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar yang telah mempercayakan Kabupaten Sintang menjadi tuan rumah pada acara olimpiade tahun ini. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam memfasilitasi penyelenggaraan olimpiade nantinya ditemui banyak kekurangan dan kelemahan.
Di tempat yang sama Didik Suhardi, SH, M.Si juga mengatakan kegiatan pelaksanaan OOS dan OSS tingkat SMP/MTs ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan ini diharapkan dengan jasmani yang sehat dipastikan dapat meningkatkan kualitas belajar yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Disadari bahwa melalui pendidikan jasmani dan kesehatan dapat menunjang pengembangan individu baik secara organis, intelektual, emosional dan sosial, serta meningkatkan daya cipta, rasa, dan karya para siswa itu sendiri. Kegiatan ini sambung Didik, diharapkan dapat memberikan ruang kreativitas dan potensi siswa SMP di bidang seni.
Didik juga mengatakan kegiatan kali ini tidak hanya berorientasi pada kejuaraan. Eksistensi kegiatan ini terletak pada nilai pendidikannya yaitu menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman belajar terutama dalam hal pengembangan sikap sportivitas, pengembangan sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi. ”Kalah atau menang janganlah menjadi tujuan, tetapi jadikan sebagai motivasi dalam rangka mencapai tujuan,” pesannya.
Sementara itu Drs H Ngatman, M.Pd mengungkapkan tujuan diselenggarakannya OOS dan OSS SMP/MTs tingkat Provinsi Kalbar tahun 2008 ini antara lain, adalah mempersiapkan olahragawan dan seniman yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional sejak usia sekolah. Kemudian meningkatkan kecintaan dan apresiasi siswa terhadap bidang olahraga seni dan sastra, kecakapan kolaboratif dan kooperatif, kesehatan jasmani dan daya seni, dan mutu akademik khusus.
Tidak hanya itu saja, tujuan lainnya adalah menciptakan kondisi kompetitif secara sehat, melatih sifat sportivitas, percaya diri dan tanggung jawab, mengembangkan bakat dan minat siswa dalam olahraga dan seni, mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar berolahraga, menanamkan dan membina apresiasi seni dan sastra khususnya terhadap nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa, menumbuhkembangkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, serta menyemarakkan pelaksanaan OOS dan OSS SMP/MTs tingkat Provinsi Kalbar dan memberdayakan potensi daerah kabupaten/kota.
Dari kegiatan yang diselenggarakan ini kata Ngatman, diharapkan adanya peningkatan kondisi kesehatan jasmani siswa di sekolah sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis, meningkatnya kecintaan dan apresiasi siswa terhadap bidang olahraga, seni dan sastra, meningkatnya kecakapan kolaboratif dan kooperatif serta kondisi kompetitif yang sehat, meningkatnya kesehatan jasamani dan daya seni yang dapat menunjang mutu akademik siswa.
Ngatman juga membeberkan bahwa OOS dan OSS dilaksanakan hingga tanggal 3 Juli 2008, dengan jumlah peserta seluruhnya mencapai 1148 orang. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam OOS yaitu, atletik, renang, bola voli (mini), sepakbola (mini), tenis meja, bulutangkis, karatedo, pencak silat, catur, bridge, sepak takraw, tenis lapangan, futsal dan bola basket. Sedangkan satu cabang yang tidak dipertandingkan senam. Kemudian dalam OSS, diikuti oleh 518 peserta. Adapun cabang lombanya yaitu, vokal grup, seni lukis, MTQ, seni kriya/pahat, cipta puisi, cipta cerpen, seni tari, story telling, musik tradisional, dan nyanyi solo.
Ia juga mengungkapkan bahwa penghargaan diberikan kepada setiap pemenang (juara I, juara II, juara III) pada OOS dan OSS baik perorangan maupun beregu, berupa medali/piala dan beasiswa bakat dan prestasi sebesar RP 900 ribu per orang untuk satu tahun. Selain itu setiap juara akan memperoleh uang tunai (voucher) sebesar Rp 750 ribu untuk juara I, Rp 600 ribu untuk juara II, dan Rp 500 ribu untuk juara III.
Sintang Juara Pertama Defile
Untuk lebih memeriahkan acara pembukaan yang juga diisi dengan tarian kreasi dari para siswa. Gubernur Kalbar pada ksempatan itu juga berkesempatan menyerahkan piala dan uang tunai (voucher) kepada kontingen Kabupaten Sintang yang berhasil keluar sebagai juara defile kontingen terbaik pertama sebesar Rp3 juta, defile kontingen terbaik dua sebesar Rp2 juta kepada kontingen Kota Pontianak, dan defile kontingen terbaik sebesar Rp1 juta kepada kontingen Kabupaten Sekadau.
Selain itu, kepada kontingen kabupaten/kota yang berhasil meraih juara umum OOS dan OSS kali ini, Gubernur juga akan memberikan piala bergilir dan uang masing-masing Rp10 juta.
====
Ade M Chandra/Borneo Tribune, Sintang

Baca Selengkapnya...

Selasa, 19 Agustus 2008

Anak Kalbar Raih Gelar Ambassador For Shark 2008


Kalimantan Barat boleh kembali berbangga atas prestasi yang telah diraih enam orang anak yang menjadi finalis dalam The 7Th Celebrate the Sea Festival 2008 International Children Painting Competition yang digelar di Philipina.

Keenam orang anak tersebut adalah Giffari Zakawalia, Ellen Claresta, Lona Aveline Joey, Brayn Jevoncia, William Phedra, dan Shirleen Winona. Mereka akan maju kebabak utama bersama dengan 50 Finalis dari negara lainnya untuk masuk kebabak Utama pada tanggal 13-15 Juni 2008 di Philipina, untuk memperebutkan gelar Celebrate The Sea of Artist 2008 dan mendapatkan Award President.

Selain menjadi Finalis, ini salah satu dari keenam anak yang bernama Giffari Zakawalia, umur 9 tahun yang saat ini duduk di kelas 4 SD Alazhar Pontianak putra dari pasangan Ir. Azhar Muhammad dan Yunita Anisa,
mendapatkan Anugerah Gelar Ambassador For Shark 2008 dalam babak pendahuluan ini, yang bertema ‘Save Our Shark’, dengan lukisan seorang anak memeluk ikan Hiu dan menggunakan kalung dengan liontin Love.

Menurut Gifari yang hobi matematika ini mengatakan “kalau ikan tidak ada siripnya tidak bisa di peluk” katanya.

Sebelum berangkat mereka sempat bertemu dengan Gubernur Kalbar Cornelis yang menerima mereka di rumah kediamannya, Rabu (11/6)
Untuk meminta restu.

Gubernur Kalbar Cornelis saat dikunjungi enam anak berbakat beserta orang tua dan para guru ini mengatakan ini adalah sebuah prestasi, Sekolah,para guru dan orang tua harus memberikan bimbingan supaya anak-anak kreatif, sampai tingkat Dunia, dan kita harapkan bisa selalu mengharumkan nama Kalimantan Barat, dan jangan hambat kreativitas mereka.
=========
BERSAMA JAWARA
Giffari Zakawalia, Ellen Claresta, Lona Aveline Joey, Brayn Jevoncia, William Phedra, dan Shirleen Winona sebelum berangkat diterima oleh Gubernur di kediaman pribadinya, Rabu (11/6). Mereka menjadi finalis dalam The 7Th Celebrate the Sea Festival 2008 International Children Painting Competition yang di gelar di Philipina. FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Minggu, 16 Maret 2008

Optimis IIP Terbentuk

Pemerintah Provinsi Kalbar, optimis Institute Ilmu Pemerintahan (IIP) akan terbentuk. Saat ini koordinasi masih tetap berjalan, namun Kepala Badan Pemuda dan Olahraga Pemberdayaan Perempuan (Bappora PP) Hj Utin Kusumawaty, mengatakan, apabila keputusan tersebut keluar, 1 September nanti, siswa IIP sudah aktif belajar.

Rencananya, penerimaan siswa baru akan dilaksanakan pada Mei mendatang. Saat ini pihaknya telah menyediakan tempat yang representative, namun dari segi akademisi belum dapat dipastikan, karena kosentrasi jurusan belum ada.
“Kita belum tahu, fasilitas yang diberikan Kalbar itu apa, maka dari itu perlu ditopang pakar, pengajar baik dari pemerintah, perguruan tinggi dan pusat,” ujarnya di Kantor Gubernur, Senin (10/3) kemarin.
Kalbar adalah salah satunya provinsi dari sembilan provinsi yang terpilih, karena tingginya komitmen gubernur untuk mengadakan IIP, sehingga isu stategis dilemparkan untuk meyakinkan pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Dalam Negeri agar ada sebuah pusat pembelajaran.
Beberapa isu strategis yang diajukan Kalbar untuk mendapat peluang dari pemerintah pusat diantaranya wilayah Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, banyaknya pemekaran wilayah dan provinsi yang memerlukan tenaga pemerintahan dan Kalbar pernah menjadi penyelenggara APDN terbaik.
“Kita akan meraih peluang ini semaksimal mungkin. Komitmen dari pemerintah provinsi sendiri pun sangat besar,” kata Sekretaris tim lobby pendirian IIP regional di Kalbar ini.
Jika IIP regional bisa didirikan di Kalbar, maka kader pemerintah yang diajukan tidak hanya dari Kalbar, tapi bisa dari daerah yang berdekatan dengan Kalbar, misalnya Natuna, Riau, Jakarta dan lain sebagainya. IIP regional ini, lanjut Utin, masih sangat terpusat, hanya saja, proses pembelajarannya yang berada di daerah. Pembelajaran untuk kader pemerintahan ini pun tidak semuanya diajarkan. Hanya beberapa disiplin ilmu yang diterapkan di IIP regional ini.
Misalnya jurusan keuangan, jurusan pemerintahan dan Kalbar nantinya akan kebagian, tapi semuanya disiapkan di tingkat nasional. Ditambahkan Utin, kabupaten/kota di Kalbar juga telah memberikan kesiapan dan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik di Kalbar dengan mengirimkan kadernya.
Sementara itu, belum lama ini, Kepala Bidang Pendidikan Kader, Bandiklat Pontianak, Akhyar Rasyid, mengatakan bahwa pendirian IIP regional di Kalbar ini telah mendapat dukungan dari masing-masing kabupaten/kota di Kalbar.
“Termasuk sharing dananya. Jika peluang IIP regional bisa diraih Kalbar, tentunya kader-kader pemerintahan di Kalbar bisa lebih baik dan daerah sekitar UPRS di Sungai Ambawang yang akan dijadikan kampus IIP regional akan lebih berkembang lagi,” katanya.□Aulia Marty/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger