Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....
Tampilkan postingan dengan label Kunker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kunker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2008

Sekolah Tiga Bahasa


Sebuah rumah milik Bujang Suryadi (38) beratap daun nipah berdinding tempelan kertas semen dengan lantai tanah di Desa Matang Terap Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas tiba-tiba berubah menjadi baru.

Rumah itu telah dibedah menjadi rumah yang layak huni dengan atap seng, berdinding kayu, dengan lantai yang terbuat dari semen dan keramik yang putih bersih. Di belakang rumah masih terlihat, sisa bangunan induk yang belum dibongkar.
Menurut Kepala Desa Matang Tarap, Matnor, bedah rumah ini atas bantuan dari pemerintah untuk rumah yang tak layak huni dan rumah tersebut berada di atas tanah milik sendiri. Ada 3 buah rumah yang dibedah kali ini. Satu rumah di Desa Jelu Air, dan dua rumah di Desa Matang Tarap.
Bujang Suryadi bapak dua anak yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan malamnya diperbantukan untuk menjaga Kantor Camat termasuk salah satu orang yang beruntung. Selain rumahnya dibedah menjadi baru, ia juga dikunjungi oleh Gubernur Kalbar Cornelis saat kunjungan kerja pertamanya di Kabupaten Sambas.
“Warga di sini selalu hidup rukun, walaupun 70% warga di sini keturunan Tionghoa dan 30% lainnya warga Melayu. Mereka dapat bekerja sama, contohnya koordinator untuk bedah rumah warga Tionghoa, selain itu di sini ada sekolah 3 bahasa yang terbuka untuk umum,”kata Matnor.
“Kebersamaan selama ini terus kita pelihara dan ditingkatkan tanpa memandang etnis dan semua warga desa selalu dilibatkan dalam semua kegiatan,” ujar Kepala Desa ini.
Di desa Matang Tarap sebagian besar warganya bekerja sebagai petani, dan sisanya menjadi nelayan dan buruh harian.
Tak jauh dari lokasi bedah rumah terlihat sebuah bangunan tua yang dihias dengan kain merah. Di atas gedung tertulis Sekolah Mandarin Jawai Selatan yang berdiri di atas tanah seluas 50X50 meter.
Lim Jun Chiung pimpinan sekolah ini mengatakan tempat ini dibangun pada tahun 1947 oleh para donatur swasta yang ditujukan untuk warga Jawai Selatan dan sekitarnya, tanpa melihat golongan dan etnis, siapapun warga daerah ini dapat sekolah di sini secara gratis.
“Bangunan ini akan dibongkar karena berdiri di atas tanah milik pemerintah, namun kita sudah memiliki bangunan yang baru, terletak di belakang bangunan utama yang akan ditinjau langsung oleh Gubernur,” ujar Lim Jun Chiung. Di belakang, terlihat sebuah bangunan permanen, sepertinya ini satu-satunya bangunan sekolah yang terbuat dari beton di daerah ini.
Sekolah Mandarin Jawai Selatan dulunya adalah setingkat kursus. Sekarang akan dijadikan sebagai Sekolah 3 Bahasa. Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris.
=========
Foto Gubernur Kalbar Cornelis didampingi oleh Bupati Sambas H.Burhanuddin A.Rasyid saat meninjau Bedah Rumah di di Desa Matang Terap Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.

Baca Selengkapnya...

Cornelis Prioritaskan Bangun Desa

Kalbar Dibagi Empat Kawasan Pembangunan


Berdasarkan Data Statistik untuk perbandingan angka kemiskinan regional Kalimantan pada Maret 2007 menyatakan tingkat kemiskinan Kalimantan Barat pada posisi pertama di antara provinsi lain, yaitu sebesar 12,91% atau 584.300 jiwa, di mana sebagian besar berada di pedesaan dengan jumlah 13,47% atau 440.200 jiwa.

Tingkat kemiskinan yang berada di perkotaan 11,45% atau sejumlah 144.100 jiwa, dengan 1.270 desa dikategorikan tertinggal. Demikian diungkapkan Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH pada peringatan hari keluarga nasional ke-15, dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-5 tahun 2008 di Desa Jelu Air, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Kamis (10/7).
“Untuk mengubah kondisi tersebut agar menjadi lebih baik, Pemerintah Provinsi telah membagi wilayah Pembangunan Provinsi Kalbar menjadi 4 wilayah, yaitu perbatasan, pedalaman, pesisir, dan kepulauan, dan akan difokuskan kepada pembangunan pedesaan sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal agar dapat menjadi desa mandiri, baik mandiri pangan maupun energi,” ungkap Cornelis.
Berkaitan dengan kecamatan dan desa yang bebatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia seperti Kecamatan Paloh, dan Sanjingan Besar, terutama desa yang berbatasan lansung dengan Malaysia seperti desa Temajuk dan Sebunga, Gubernur mengimbau agar pemerintah setempat dan aparat terkait yang berada di wilawah tersebut selalu memantau perkembangan dan aktivitas di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu Bupati Kabupaten Sambas Ir H Burhanuddin A.Rasyid dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-5 dan Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-15 di Desa Jelu Air, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas ini dilakukan berbagai kegiatan baik fisik maupun non fisik. Untuk kegiatan fisik seperti bedah rumah, pengecatan rumah-rumah ibadah, penataan lingkungan dan balai masyarakat, normalisasi kebersihan parit, pengadaan air bersih atau sumur bor, pembuatan plang nama desa, serta pembangunan MCK (masak-cuci-kakus), sedangkan untuk kegiatan non fisik yaitu penyuluhan pedidikan, HIV/AIDS, perpajakan, agama, kamtibnas, pembina administrasi desa, pelatihan keterampilan kelompok perempuan, penyuluhan staf pendataan desa, pameran hasil cipta karya tim penggerak PKK pokja PKK.
Bupati Sambas Burhanuddin A.Rasyid juga mengatakan untuk Nilai tertinggi dari hasil Ujian Nasional tingkat SD di Kalbar 2007-2008, berhasil diraih oleh Sutiana pelajar asal Desa Dungun Condong, sebuah desa terpencil di Kabupaten Sambas. Sutiana mendapatkan hasil tertinggi tingkat Kalbar dengan nilai 28,60.
Dalam kunjungan pertama Gubenur Kalbar Cornelis di Kabupaten Sambas ini juga menijau Sekolah 3 Bahasa dan lokasi bedah rumah, yang didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Sambas serta jajaran Muspida Sambas. Rangkaian kunjungan diakhiri dengan pengguntingan pita, sekaligus membuka pameran hasil cipta karya tim penggerak PKK pokja PKK, di Sekolah 3 Bahasa oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ny Frederika Cornelis.
=======
BANGUN DESA
Gubernur Kalbar Cornelis didampingi oleh Bupati Sambas Burhanuddin A. Rasyid saat melakukan Kujungan Kerja pertamanya di Kabupaten Sambas, bersamaan dengan Harganas ke-15 dan BBRGM ke 5. FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Rabu, 20 Agustus 2008

Gubernur Kunjungi Sekolah Theologi Sintang


Setelah mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Kapuas Hulu, Gubernur Kalbar Cornelis menuju Kota Sintang untuk membuka Olimpiade Olahraga dan Olimpiade Seni dan Suara Siswa SMP/MTS Tingkat Provinsi Kalbar yang di laksanakan di Sintang. Olimpiade diikuti oleh seluruh kabupaten dan Kota se Kalbar.

Saat menuju Pontianak Gubernur Cornelis beserta rombongan juga menyempatkan diri untuk memenuhi undangan Pembukaan Camp Pemuda/I, GMII Ke-XIX Korwila di Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian Sintang yang di hadiri oleh 250 peserta dari 3 Kabupaten, yaitu Sintang, Kapuas Hulu, dan Melawi.
Dalam kunjungannya ke GMII Sintang ini Gubernur, melalui Ny Frederika Cornelis juga memberikan sumbangan untuk perbaikan Gedung Gereja yang telah berdiri sejak 19 tahun yang lalu.
Dari Gereja GMII Gubernur juga mengunjungi Sekolah Tinggi Theologi Khatulistiwa (STTK) di Komplek Misi Agape, Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian. Selain STTK dikomplek Misi Agape ini juga terdapat RSU Agape, Yayasan Cahaya Sintang, Sekolah Dasar(SD) Yosep Khatulistiwa, serta Panti Asuhan Cahaya Purnama yang diketuai oleh Mr. Ik Bu Kim.
Sekolah Tinggi Theologi Khatulistiwa yang berdiri pada tahun 1997 hingga kini telah berhasil mewisuda 7 angkatan, dan saat ini memiliki 118 mahasiswa dengan dua jutusan yaitu Theologi Kependetaan dan Pendidikan Agama Kristen.
Di Kabupaten Sanggau Gubernur juga memenuhi undangan untuk menutup Rakercab PDIP Kabupaten Sanggau sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota Pontianak.

Baca Selengkapnya...

KTP dan KK Gratis di Perbatasan


Selain memberikan pemaparan mengenai berbagai kondisi, permasalahan serta perkembangan Kapuas Hulu, Bupati H.A.Tambul Husin juga memberikan kesempatan kepada peserta Rapat Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk berdialog langsung dengan Gubernur.

Gubernur Kalbar Drs.Cornelis M.H dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kapuas Hulu juga memperkenalkan seluruh kepala Dinas atau yang mewakili yang hadir dalam Pembukaan Rapat Kerja Perangkat Pemerintahan Daerah.
Selain berdialog secara langsung dengan peserta Rapat Kerja Perangkat Daerah Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk dapat membebaskan pembuatan KTP dan Kartu Keluarga secara Gratis Khususnya bagi masyarakat daerah Perbatasan, yang langsung disambut dengan tepuk tangan oleh peserta Rapat Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.
Aparatur di daerah juga diharapkan dapat bekerja secara professional dengan menempatkan orang yang tepat, jangan lagi ada Kepala Desa yang istrinya menjadi Bendahara, tetapi berikan kepada yang memang menguasai keuangan.
Kabupaten Kapuas Hulu mendapatkan Dana APBN untuk Program Nasional Masyarakat Mandiri Pedesaan tahun 2008 sebesar Rp 6.395.810.000.- di 9 Kecamatan yaitu Kecamatan Kedamin,Embau, Bunut Hilir, Putusibau, Bunut Hulu, Selimbau, Silat Hilir, Silat Hulu,dan Boyan Tanjung.
Selain membuka Rapat Kerja Perangkat Pemerintahan Daerah Kabupaten yang masih terisolir ini, Gubernur juga meninjau secara langsung Wilayah Perkebunan dan kondisi Kapuas Hulu dengan menggunakan Helicopter. melalui Bandara Pangsuma Putussibau, Jumat(27/6)
Sedangkan sebagai ucapan terima kasih kepada masyarakat Kapuas Hulu yang telah memilihnya dan memberikan kepercayaan untuk memimpin Kalbar periode 2008 – 2013, dalam Kunjungan Kerja Pertamanya ini Gubernur menghadirkan Artis Trio Macan yang digelar di Lapangan Bola Uncak Kapuas yang disambut antusias oleh masyarakat.
==========
Teks Foto: Kunker Gubernur
Gubernur Kalbar Cornelis saat di Lapangan Bola Uncak Kapuas mengucapkan terima kasih kepada mayarakat Kapuas Hulu yang telah memilihnya dengan menghadirkan Artis Trio Macan. Foto: Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune, Pontianak.

Baca Selengkapnya...

Kunker Gubernur ke Kapuas Hulu


Pesawat yang membawa rombongan Gubernur ini tiba di Badara Udara Pangsuma Putusibau Kabupaten Kapuas Hulu, dan disabut langsung oleh Bupati Kapuas Hulu Drs.H A Tambul Husin, Kamis(26/6). Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.



Baca Selengkapnya...

Rabu, 23 April 2008

Infrastruktur Jadi Perhatian Utama

Kunker Gubernur di Kabupaten Melawi




PEMEKARAN wilayah di Kabupaten Melawi telah membawa perubahan pembangunan yang sangat cepat, baik dari segi desa maupun kecamatan. Dengan pemekaran ini telah memperpendek rentang kendali dari pemerintah kecamatan kepada pemerintah desa.

Bupati Melawi, Drs. A Suman Kurik MM, mengatakan, daerahnya telah memekarkan beberapa kecamatan yang semula tujuh kecamatan menjadi sebelas kecamatan, yakni kecamatan nanga pinoh, pinoh utara, Pinoh Selatan, Belimbing, Belimbing Hulu, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Sayan, Sokan, Ella Hilir, dan Menukung.
Sedangkan desa telah dimekarkan dari delapan puluh dua desa menjadi seratus enam puluh Sembilan desa.
“Karena kondisi kabupaten Melawi sangat luas, dengan jalur transportasi yang belum memadai, sehingga hubungan desa degan ibukota kecamatan masih relative sulit,” kata Suman dalam pembukaan rapat kerja camat, kepala desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tumenggung dan punggawa se Kabupaten Melawi, Rabu (9/4) pagi di Kabupaten Melawi.
Akibat dari kesulitan ini jelasnya, tidak berjalannya pembinaan desa dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.
Rapat kerja yang digelar kemarin, sekaligus untuk membahas persoalan-persoalan dan program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Yakni berbagai permasalahan yang ada perlu dicarikan pemecahannya guna memperkecil akibat yang ditimbulkan.
Kemudian, dari pembahasan program tersebut sekaligus untuk memberikan informasi kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa tentang kegiatan-kegiatan pemerintah kabupaten yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2008.
Saat ini diakui, Suman, beberapa kantor untuk pelayanan masyarakat masih menyewa beberapa ruko, dengan harapan dalam waktu dekat ini pihaknya mampu merealisasikan pembangunan kantor, seperti dinas pendidikan, rumah jabatan wakil bupati dan kantor bupati.
“Sementara kita masih menyewa ruko, untuk pembangunan kantor akan kita lakukan secara bertahap, tahun ini rencana akan dibangun kantor dinas pendidikan,” kata Suman menjelaskan.
Ia sangat berharap, beberapa tahun yang akan datang pihaknya dapat merealisasikan pembangunan kantor setiap tahunnya mencapai dua hingga tiga kantor sekaligus dengan pembiayaan APBD Kabupaten Melawi.
Sedangkan kantor camat Nanga Pinoh, Ella Hilir dan Sayan akan segera dibangun dengan pembiayaan dana dari APBN.
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Melawi menegaskan, beberapa pesan yang disampaikan Presiden RI dan Kabinet mengharapkan semua jenjang pemerintahan dari presiden hingga RT dapat memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Meski Kabupaten Melawi dipandang daerah baru yang melaksanakan pemekaran wilayah, menurut Cornelis tidak perlu terburu-buru untuk memajukan pembangunan, karena anggaran yang diperuntukkan pada infrastruktur tidak besar. Justru jelasnya, anggaran yang ada lebih baik diprioritaskan kepada kepentingan masyarakat.
Hal ini jelasnya, lebih diprioritaskan kepada masalah pangan, sumber-sumber energi, pupuk, permasalahan gizi buruk, pendidikan dan sarana masyarakat.
“Prioritas utama dalam penyelesaian masalah di Kabupaten Melawi ini adalah, infrastruktur pangan, kesehatan, dan pendidikan, sehingga kita dapat memberikan rasa sosial dan aman pada masyarakat,” jelasnya.□Aulia Marti/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Kamis, 03 April 2008

Jalan Teluk Batang Rusak Parah


RUAS jalan di kawasan Pelabuhan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara sekitar 300 meter rusak parah. Kerusakan yang terjadi tepat di depan Pelabuhan Teluk Batang sehingga tidak dapat dilalui mobil kijang, atau sejenisnya, kecuali truk. Itupun harus dipandu dan di tarik.

Menurut Salim (40) warga sekitar pelabuhan kondisi ini sudah berlangsung sekitar enam bulan, dan dulu pernah ditimbun dengan karung-karung pasir, (sambil menunjukkan bekas karung pasir yang berada di dalam badan jalan), tapi tidak bertahan lama.

Dari hasil pantauan Borneo Tribune saat melewati daerah tersebut, kita harus jalan kaki, dan tidak bisa menggunakan alas kaki karena tanah berlumpur yang cukup dalam. Tidak kelihatan lagi bekas- bekas aspal, mungkin sudah terlalu lama rusak.Sementara itu kapal- kapal Ferry terus keluar masuk Pelabuhan dan mobil mobil truk terpaksa harus antre.

Kabupaten Kayong Utara menjadi perhatian Gubernur Cornelis saat kunjungan kerjanya (17/3). Terutama masalah infastruktur pada daerah yang masih terisolasi ini. Selain itu, prioritas juga diberikan untuk bidang pendidikan dan kesehatan.
Kayong Utara saat ini telah dinyatakan Kabupaten Kepulauan dan Pesisir dan menjadi kelebihaannya dari kabupaten lain, tetapi bila tidak didukung oleh akses jalan yang baik, hasilnya tidak akan optimal.

Kayong Utara sudah di nyatakan kabupaten kepulauan dan pesisir ini yang menjadi potensi dan kelebihan dari kabupaten lain. Kita akan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Sedangkan untuk kedepan Kayong utara tidak hanya terfokus pada Sumber Daya Laut dengan cara menangkap ikan, tetapi juga membudidayakan apakah dengan sistem tambak atau keramba. Selain itu kita juga mencari komuditi unggulan yang memiliki nilai ekonomis. Untuk Pariwisata kita memiliki Taman Laut yang terletak di Pulau Karimata.■Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Kunker Gubernur ke KKU dan Ketapang (-2/habis-)

Pelabuhan Bertaraf Internasional


PELAKSANAAN Musrenbang perdana tingkat kabupaten sejak terbentuknya Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 26 juni 2007 adalah untuk merumuskan kebijakan pembangunan dalam tiga aspek. Aspek pertama, adalah formalitas, yaitu peraturan perundang-undangan yang berlaku, dokumen perencanaan nasional dan provinsi.

Aspek kedua, realitas, yaitu kondisi sosial ekonomi dan permasalahan-permasalahan internal yang berada dalam kabupaten. Dan yang ketiga, aspek lingkungan, yaitu kondisi keterkaitan yang mempengaruhi dalam menumbuh kembangkan pembangunan kabupaten, baik lingkungan antar daerah, regional, dan internasional.
Dengan demikian fokus pembangunan saat ini masih bertumpuk pada beberapa bidang yaitu bidang perekonomian yang berbasisis kerakyatan (untuk mengantisipasi lajunya pertambahan penduduk dan lajunya tingkat pengangguran). Kemudian bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan pariwisata.
Dalam rangka memperkuat program ketahanan pangan dan horti kultura menurut Pejabat Bupati Kayong Utara, H. Syarif Umar Alkadrie, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah mengidentifikasi empat kawasan untuk dikembangkan, dengan luas setiap kawasan berkisar antara 3000–5000 hektar yaitu masing-masing di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Semponti, dan Kecamatan Pulau Maya Karimata.
Sedangkan untuk wilayah UPT Transmigrasi yang telah ditempati, seperti, Sedahan, Rantau Panjang, Penjalaan, dan UPT Pemangkat, akan difokuskan pengembangan palawija, kedelai, jagung, dan kacang-kacangan lainnya, yang secara formal kawasan tersebut akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati.
Syarif Umar Alkadrie juga mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi, bahwa semenjak Kayong Utara ditetapkan sebagai salah satu kawasan usaha terpadu agrobisnis dengan pusat di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir, pada tahun 2006, hingga saat ini, program tersebut belum optimal, dan tidak memiliki kejelasan status. Dan penyerahan penanganganannya. Baik dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Ketapang.
Pada aspek pengembangan sektor perhubungan dan transportasi mulai tahun 2008 ini, melalui program kerja Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar, di Kabupaten Kayong Utara telah mulai dilaksanakan pembangunan pelabuhan nasional yang bertaraf internasional dengan total pembiayaan berkisar Rp61 miliar. Sementara pembangunan pelabuhan pedalaman dan antar pulau di alokasikan anggaran sebesar Rp3,2 miliar.
Untuk mengoptimalisasikan pelabuhan tersebut sehingga memberikan nilai ekonomis, maka pada tahun 2008 Pemerintah Pusat juga telah mendesain pembukaan ruas jalan Teluk Melano Kabupaten Kayong Utara-Perawas Kabupaten Ketapang-Nanga Mahap Kabupaten Sekadau yang akan memberikan kemudahan akses pengeluaran produk, ekspor maupun import dari Kabupaten Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, dan Ketapang.
Selain itu, di kawasan pelabuhan juga akan dibangun Kawasan Industri Terpadu. Berdasarkan identivikasi sementara Departemen Kelautan RI, bahwa dengan letak yang strategis ini pelabuhan ini memiliki akses langsung ke Singapura, paling tidak melalui Pulau Batam.□Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

Kunker Gubernur ke KKU dan Ketapang (-1-)

Kayong Utara Miliki Berbagai Kelebihan


RENCANA Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kayong Utara (KKU) Tahun 2009, merupakan rencana kerja tahun pertama sejak ditetapkannya KKU sebaagai kabupaten yang ke-13 di wilayah Kalbar, yakni dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2006 tentang penetapan Kabupaten Kayong Utara dalam Provinsi Kalimantan Barat.

Sebagai salah satu daerah otonom yang baru lahir tentunya masih banyak ditemukan permasalahan yang harus segera di benahi. Seperti masih kurangnya dukungan infrastruktur, masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat secara umum, kurangnya sarana dan prasarana kesehatan, masalah pengangguran dan kemiskinan.
Kabupaten Kayong Utara dengan luas sebesar 4.221 kilometer dengan jumlah penduduk sebanyak 91.717 jiwa merupakan kabupaten kepulauan kecil dan pesisir, dengan jumlah pulau sebanyak 75 pulau, dan baru berpenghuni sebanyak 18 pulau.
Berdasarkan letak geografi KKU sendiri terdiri dari kawasan kepulauan dengan potensi kelautan. Kemudian kawasan pesisir, dengan potensi yang besar untuk dikembangkan seperti perikanan, tambak laut, objek wisata bahari. Selain itu untuk kawasan daratan dan pedalaman, lebih bertumpu pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan pertambangan.
Musyawarah perencanaan pembangunan dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (Musrenbang) merupakan media utama konsultasi publik sejalan dengan Undang Undang No 25 Tahun 2004 tentang sistim perencanaan pembangunan nasional yang mengamanatkan perlunya komunikasi, konsultasi, dan koordinasi antara pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH saat membuka Musrenbang di Aula Kantor DPRD Kayong Utara, Senin (17/3). Cornelis mengharapkan dalam penyusunan RKPD Kayong Utara ini program dan kegiatannya harus bersinergi dan terintegrasi, dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat.
Pada tahun 2008 ini, total dana yang dialokasikan untuk Kabupaten Kayong Utara, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN serta kegiatan APBD dan APBN Provinsi yang ada di Kabupaten Kayong Utara berjumlah Rp 215.974.520.000,-
Dari jumlah tersebut, untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp97.559.593.000,- dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10.254.000.000,-, serta kegiatan APBD dan APBN Provinsi yang ada di Kabupaten Kayong Utara sebesar Rp7.760.231.000,- yang dianggarkan pada program dan kegiatan di beberapa SKPD serta Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.
Sedangkan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN sebesar Rp7.760.231.000,- yang terdiri dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp5.010231.000,- dan Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebesar Rp2.750.000.000,-. Alokasi dana tersebut di atas yang dikelola oleh Kantor daerah/Kantor Pusat (KD/KP) sebesar Rp1.276.871.000,- dan Tugas Pembantuan (TP) sebesar Rp6.483.360.000,-

Jalan Tembus
Cornelis juga meminta agar pembangunan yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri, perlu dilakukan sinkronisasi program dan sinergitas pembiayaan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Salah satu contoh antara lain pembangunan ruas jalan yang melintasi Kabupaten Kayong Utara – Melawi – Sekadau sepanjang 350 kilometer.
Selain itu, program lain yang perlu disinergikan antara lain sector perhubungan laut yaitu pembangunan Pelabuhan Telok Batang, Pengembangan kawasan budi daya laut, Peningkatan sarana Kesehatan, seperti Rumah Sakit Daerah dan Puskesmas.
Mengenai Pemilihan Bupati dan Wakil bupati KKU untuk masa jabatan tahun 2008 -2013 yang sebentar lagi dilaksanakan, Cornelis mengatakan Pemerintah KKU, melalui unit kerja terkait sudah harus mulai mengambil langkah-langkah koordinatif dalam rangka menyusun data base kependudukan.
Dan juga untuk PNS di lingkungan Pemerintah Daerah KKU, agar tidak terjun langsung di dalam kegiatan-kegiatan politik praktis, seperti keterlibatan dalam tim sukses, tim kampanye, atau tim-tim lainnya yang mengarah kepada dukungan salah satu calon. PNS adalah sebagai birokrasi yang netral. Ketentuan tersebut diatur dalam Surat Edaran Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara No. SE/08.A/M.PAN/5/2005 Tanggal 21 Februari 2005.□Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...

KUNJUNGAN KERJA


Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH beserta rombongan didampingi Bupati Ketapang H Morkes Effendi, Selasa (18/3) menijau pembangunan jembatan, usai membuka Musrenbang di Ketapang. Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune



Baca Selengkapnya...

Minggu, 16 Maret 2008

Gaya Gubernur Cornelis Pulang Kampung

Tanpa Alas Kaki Bersama Petani


Banyak pertanyaan, bagaimana Gubernur Cornelis bertugas sekarang? Setelah menjalani dua bulan kepemimpinannya selaku Gubernur Kalbar. Kepala Dinas Pertanian Ir Hazairin, MS menilai sosok Gubernur Kalbar, Cornelis tampil bersahaja. Dia sederhana ketika disaksikannya ”pulang kampung” ke Kabupaten Landak saat panen padi beberapa waktu yang lalu.

”Beliau sangat dekat dengan masyarakat. Nyaris tanpa batas. Hal ini positif sekali. Terlebih potensi utama pembangunan Kalbar tak dipungkiri, pertanian dalam arti luas. Jika gubernur dekat dengan petani, maka pertanian prospeknya akan cerah dan maju. Itu yang saya selami selaku penyuluh,” ungkapnya.
Menurut Hazairin yang pada awal bertugas adalah sebagai Penyuluh Pertanian Spesialis dan pernah menjadi koordinator penyuluh pertanian se-Kalbar, jika pucuk pimpinan dekat dengan petani, alamat petani dekat pula kepadanya, sehingga program-program pembangunan bisa berhasil.
Kata Hazairin, untuk bidang pangan, tantangannya sangat besar. Di Pulau Jawa dan Sumatera saat ini kerapkali ditimpa musibah banjir, longsor dan gempa sehingga gagal panen, sehingga daerah aman seperti Kalbar perlu terus-menerus meningkatkan kuantitas serta kualitas produksinya.
Kalbar, lanjut Hazairin berhasil dengan gerakan genta ton padi, dan akan semakin berhasil jika mempunyai sistem irigasi yang baik. ”Padi sangat sensitif dengan air,” ungkapnya seraya berharap dengan kedekatan petani dengan Gubernur, atau sebaliknya Gubernur dengan petani, akan mudah terwujudnya suasana dialogis sehingga petani bisa meningkatkan kesejahteraannya. ”Jika petani sejahtera. Dari 55.000 KK yang ada di Kalbar, berarti visi Gubernur untuk mensejahterakan rakyat Kalbar tidak hanya impian, tapi akan menjadi kenyataan,” ungkapnya.
Hal senada disaksikan staf Dinas Pertanian, Heronimus Hero, SP, MP. ”Mungkin ini hanya pendapat pribadi yang bersifat sementara. Karena penilaian ini didasarkan pada pengalaman pertama saya mengikuti Gubernur Kalbar ini. Ya, kesan saya Beliau bersahaja, low profile, dan tidak protokoler. Kesemua itu mewarnai kepribadian dan penampilan Drs. Cornelis, MH saat pertama kali mengikuti panen raya Gadu di Desa Serimbang, Kecamatan Senakin, Kabupaten Landak.”
Kata Hero yang alumni Fakultas Pertanian Untan ini, begitu memasuki areal panen padi, Gubernur langsung membaur dengan sambutan masyarakat setempat.
Tidak ada pembatasan protokoler kaku dilakukan seperti biasanya. Gubernur juga berjalan bersama-sama masyarakat setempat menuju areal panen padi di ladang masyarakat, bahkan Gubernur tidak menyempatkan diri menggunakan sepatu boot untuk turun ke ladang (sawah, red) bersama istri tercinta Ibu Frederica.
Namun di balik keramahan dan penampilan yang bersahaja Gubernur baru memiliki ketegasan dalam menyampaikan pernyataan-pernyataannya. Ini tergambar saat Gubernur menyampaikan sambutan yang spontan dan bersifat to the point.
”Mudah-mudahan ketegasan, kesederhanaan, dan keluwesan selalu menyertai Gubernur yang baru dalam melaksanakan tugas sehari-hari untuk waktu selanjutnya,” harap Hero yang juga adik kandung legislator Herman Ivo ini.■Nur Iskandar/Borneo Tribune

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger