Ribuan masyarakat adat Dayak menghadiri peresmian Rumah Betang atau Rumah Panjang di Sungai Mawang, Kabupaten Sanggau, Sabtu (7/7) Sabtu pagi itu suasana Kota Sanggau tiba-tiba diguyur hujan. Padahal sehari sebelumnya panitia pelaksana peresmian rumah betang yang juga panitia gawai Kabupaten Sanggau harus mendatangkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan area sekitar rumah panjang untuk mengurangi debu akibat kemarau panjang. Seakan memberi berkah atas peresmian rumah panjang oleh Gubernur Kalbar, Cornelis, ,mendung tiba-tiba menyelimuti Kota Sanggau. Bahkan sampai Gubernur dan rombongan tiba diiringi rintik-rintik hujan. "Ini petanda baik, dan rahmat dari Tuhan, karena selama ini kemarau tiba-tiba hujan," ujar Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi, yang terlihat siap-siap menyambut Gubernur dan rombongan. Rumah panjang yang oleh warga Dayak Sanggau dinamakan Rumah Betang Dori' Mpulor terletak di Dusun Sungai Mawang. Rumah Betang Dori' Mpulor ini berdiri di atas lahan seluas tujuh hektar dengan bangunanya memanjang yang memiliki 16 pintu yang mencerminkan sub-sub suku Dayak yang ada di Kabupaten Sanggau. >
Baca Selengkapnya...
Rabu, 11 Juli 2012
Belasan Ribuan Massa Hadiri Deklrasi Cornelis-Christiandy
Belasan ribu massa menghadiri deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung dua partai terbesar di Kalbar PDIP dan Partai Demokrat di GOR Pangsuma Pontianak, Sabtu (9/6). Pasangan yang diusung adalah Drs. Cornelis, MH (Ketua DPD PDIP Kalbar) dan Christiandy Sandjaya SE, MM (Ketua Majelis Partai Daerah DPD Partai Demokrat Kalbar). Massa kedua pasangan incumbent ini mulai meramaikan GOR Pontianak, sejak pukul 08.00 pagi, dengan disambut kesenian khas Jawa Timur Reog Ponorogo, dan dimeriahkan Duo Macan dan Trio Macan. Massa berdatangan dari berbagai penjuru daerah di Kalbar, dari daerah Pontianak, Kabupaten Pontianak, Sanggau, Sekadau, Singkawang, Landak, Bengkayang, Tayan, Sintang, Kapuas Hulu. Massa berdatangan dengan kendaraan pribadi dan bis umum yang dicarter. Deklarasi juga dihadiri petinggi Partai Demokrat, baik dari Pusat maupun Daerah. Dari DPP PD hadir Sudewo, Albert Yaputra; dari DPP PDIP Cahyo Kumolo dkk, dari DPD Kalbar hadir rombongan pengurus DPD yang dipimpin langsung ketua DPD PD Suryadman Gidot serta beberapa ketua dan pengurus cabang Partai Demokrat. Demikian juga dari PDIP hadir dari unsur DPD hingga pimpinan di tingkat DPC. Hadir pula petinggi Partai PKB, PPIB, PNI Marhein, PDS yang turut mengusung pasangan ini. Dalam sambutannya Cornelis mengajak rakyat Kalbar untuk mensukseskan dengan damai dan aman pesta demokrasi di Kalimantan Barat pada 20 September 2012. “Kami diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PIB, Partai Buruh, PKB, PDS, Partai Marhain. Semakin ramai semakin tidak sulit untuk menang,” kata Cornelis. Menurut Cornelis, selain didukung partai politik untuk mendaftar di KPU Kalbar, Dewan Adat Dayak mendukung melanjutkan pembangunan. Calon Wakil Gubernur Christiandy Sandjaya yang merupakan kader Partai Demokrat mengatakan fakta dan bangga untuk terus bekerja, duet ini merupakan barang langka di republik, karena kebanyakan pecah kongsi. ”Bila pecah kongsi rakyat yang rugi,” kata Christiandy. Mengusung slogan BBM (Berjuang Bersatu Menang) acara deklarasi pasangan calon Gubernur Kalbar 2013-2018 berjalan lancar dan sukses. Pembacaan naskah deklarasi dibawakan Alexander Thomas, Deklarasi Partai Pengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat 2013 – 2018. “Cornelis dan Christiandy menggusung ekonomi kerakyatan, terbukti menciptakan keamanan, peningkatan pendidikan dan kesehatan, serta kesejahteraan di masyarakat Kalbar,” ujar Thomas dalam pembacaan deklarasinya. Setelah menghadiri acara deklarasi, ke dua pasangan tersebut melanjutkan mendaftarkan di KPUD Kalbar disertai ribuan massa ke dua pasangan tersebut. “Total suara partai pengusung pasangan Cornelis – Christiandy Sanjaya dengan suara sah 708.838 atau 34,23 persen atau 22 kursi di DPRD Provinsi Kalbar,” kata Umi Rifdiyawati, anggota KPU Provinsi Kalbar.
Baca Selengkapnya...
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
00.59
0
komentar
PILGUB KALBAR 2012, Demokrat Usung Cornelis-Christiandy
Kendati menjadi oposisi di Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY, namun Partai Demokrat di Kalimantan Barat justru berkoalisi dengan PDI Perjuangan mengusung Drs Cornelis, MH dan Christiandy Sanjaya SE MM maju ke Pilgub Kalbar, 20 September 2012 mendatang. “Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekeligus Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono telah memutuskan mengusung dan mendukung Pak Christiandy sebagai Wakil Gubernur Kalbar mendampingi Pak Cornelis,” ungkap Bobby Chrisnawan, Anggota Tim 9 Pilkada Gubernur DPD PD Kalbar, kepada wartawan di Kantor Partai Demokrat, Jalan Johar, Rabu (30/5). Partai Demokrat (PD) dipastikan berkoalisi dengan partai berlambang banteng moncong putih, menyusul telah diputuskannya kader internalnya dalam Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, Selasa (29/5) lalu. Dengan demikian, partai pemerintah ini tidak memiliki kader internal yang dapat diusung sebagai calon Gubernur Kalbar dan memilih untuk menempatkan wakil di pesta demokrasi 20 September 2012 mendatang. Menurut Bobby, semua sudah sesuai dengan mekanisme partai, yakni mengutamakan hasil survey lembaga independent yang ditunjuk partai. Hasilnya juga telah disampaikan kepada semua pengurus PD di Kalbar untuk segera disosialisasikan sampai ke tingkat yang paling bawah.
Baca Selengkapnya...
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
00.32
0
komentar
Baliho ucapan selamat atas peresmian Rumah Betang Kabupaten Sanggau oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH pada tanggal 7 Juli 2012 lalu...
Baca Selengkapnya...
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
00.12
0
komentar
Senin, 28 November 2011
Cornelis: Saya Tak Pernah Hambat Pembantukan PKR

FOTO: Ribuan guru se Kalbar mengikuti puncak peringatan HGN di Sintang yang dihadiri Gubernur Cornelis.
===========
SINTANG--Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH saat menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sintang, Jumat (25/11) menyatakan bahwa dirinya mendukung pembentukan Provinsi Kapuas Raya (PKR).
Di hadapan ribuan guru yang memadati tribun Indoor Apang Semangai Sintang, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghambat keinginan masyarakat wilayah timur Kalbar.
“Karena masalah Kapuas Raya ini, saya sering dibenturkan oleh elit politik yang punya kepentingan. Saya tegaskan bahwa masalah pemekaran itu bukan kewenangan gubernur. Saya juga tidak menghambat pemekaran, tidak ada jalan buat saya untuk melakukan itu,” tegasnya kepada para awak media yang mengerbutinya.
Salah satu bentuk dukungannya dan bukti bahwa dirinya tidak menghambat adalah dengan tidak dicabutnya rekomendasi Gubernur Kalbar dimasa kepemimpinan Usman Ja’far.
“Kalau undang-undang sudah keluar, saya pasti akan penuhi kewajiban saya. Menyerahkan asset termasuk personil. Jadi yang bisa perintah saya hanya undang-undang dengan prosedur melalui presiden dan lewat menteri dalam negeri,” tegasnya kembali.
Ia juga mengatakan bahwa beberapa syarat administrasi pembentukan Kapuas Raya yang seharusnya dikeluarkan oleh pemerintah provinsi juga masuk dalam prosedur yang diatur dalam undang-undang. Antara lain rekomendasi penyerahan asset daerah, kesediaan menyediakan dana untuk pelaksanaan pemilihan gubernur di provinsi baru dan kesediaan memberikan biaya operasional untuk provinsi baru selama 3 tahun berturut-turut.
“Kalau menyangkut masalah personil dan dana, kita harus ekstra hati-hati. Salah-salah nanti bisa masuk paret, saya tidak mau masuk paret,”katanya.
Di kesempatan lain gubernur Kalbar Cornelis juga mengatakan agar penundaan pemekaran daerah otonom karena sampai saat ini belum ada pencabutan moratorium pemekaran serta belum ada undang-undang pemekaran sendiri. Dengan belum adanya aturan yang memberikan penjelasan agar Kapuas Raya dibentuk, maka Gubernur yang merupakan wakil pemerintah pusat di daerah tidak bisa membuat keputusan sepihak apalagi melawan pusat.
“Jika sudah ada aturan dan undang-undangnya, maka saya bersedia melakukan kewajiban sebagai provinsi Induk mulai dari pembiayaan selama tiga tahun, pegawai, aset dan sebagainya yang diinstruksikan dalam undang-undang,” pungkasnya.
Cornelis yang dipastikan akan maju kembali pada pemilihan gubernur pada 2012 mendatang ini mengungkapkan kembali betapa pemekaran susah di lakukan. Ia mencontohkan peristiwa tewasnya ketua DPRD Sumatera Utara atas pemekaran yang diserukan.(team CC)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01.56
3
komentar
Sabtu, 12 November 2011
Pencanangan Penanganan Jalan Provinsi di Kabupaten Melawi

FOTO: Gubernur Cornelis menyetir sendiri kendaraannya melintasi jalan tanah ketika melaunching jalan provinsi di Kabupaten Melawi tembus ke Kalteng.
==========
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH mencanangkan penanganan jalan provinsi di Kabupaten Melawi. Ruas Jalan Nanga Pinoh (Simpang Tahlud)-Sayan (Simpang Pintas) pada 22 September 2011. Itu sesuai dengan misi Kalimantan Barat 2008-2013 "Meningkatkan Ifrastruktur Dasar'. Team CC)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01.16
0
komentar
Rabu, 09 November 2011
MoU Kelola Selat Karimata

FOTO: Gubernur Cornelis bersama Gubernur Jambi, Kepulauan Bangka Belitung dan Riau teken MoU kelola Selat Karimata.
============
Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH bersama tiga Gubernur, masing-masing Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H Eko Maulana Ali, dan Gubernur Kepulauan Riau, H Muhammad San melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) Pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan terpadu di Selat Karimata pada puncak acara Sailwakatobi Belitung 2011 di Pantai Tanjung Kalayang Balitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. FOTO Humas Pemprov Kalbar.
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01.44
0
komentar
Kalbar Jawara Investasi 2011

FOTO: Gubernur Cornelis memotong kayu dalam penyambutan secara adat Dayak ketika melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu.
============
PONTIANAK--Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik bidang investasi (Regional Champions) 2011. Penghargaan tersebut akan diserahkan secara langsung pada hari Selasa (12/10) di Jakarta.
Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalbar, Drs Yoseph Alexander, M.Si menjelaskan bahwa perghargaan tersebut merupakan upaya dari BKPM RI dalam rangka memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang telah melakukan berbagai upaya mempersiapkan daerahnya sebagai daerah tujuan investasi.
Yoseph yang mantan Wakil Bupati Kapuas Hulu ini memaparkan sebelum mendapatkan penghargaan tersebut BPMD mendapatkan kuisioner dari BKPM RI untuk diisi, dalam kuisioner tersebut ada 10 indikator, yakni Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, sarana dan prsaranan, infrastruktur, kebijakan dan kelembagaan pelayanan penananam modal daerah, stabilitas politik dan keamanan daerah, sosial budaya, promosi investasi daerah, kinerja investasi, visi dan misi kepala daerah terkait investasi dan dokumen perencanaan bidang investasi.
“Setelah diisi dikirim kembali, kemudian tim melakukan verifikasi di lapangan untuk mengetahui kebenaran data dan informasi yang telah disampaikan oleh provinsi. “Dari hasil pengisian kuisioner, 10 gubernur diundang untuk menyampaikan presentasi terhadap peluang investasi yang ada di masing-masing daerahnya,” jelasnya dalam jumpa pers, Senin (11/10) kemarin di BPMD Kalbar.
10 gubernur yang masuk “beauty contest” adalah Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Sulewesi Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Aceh, Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah. Indikator yang menjadi penilaian antara lain, perekonomian daerah, Sumber Daya Manusia, Kebijakan jangka menengah, potensi investasi, dukungan infrastruktur, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan implementasi Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE). “Dari sekian banyak misi RPJM ada 6 yang menyangkut pengembangan investasi, yakni secara kumulatif investasi Kalbar meningkat dan masuk 3 besar seluruh Indonesia,” paparnya.
Dengan pengharagaan tersebut ke depannya Kalbar merupakan peluang untuk berinvestasi, dan BKPM RI akan memprioritaskan Kalbar menjadi tempat tujuan investasi. “Kita harus konsekuen dan harus menyiapakan segala sesuatunya, antara lain, Perda Penanaman Modal tahun 2011 yang sudah disahkan untuk mempermudah investor datang,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH mengakui bahwa Kalbar mendapatkan penghargaan investasi terbaik Indonesia. Diakui bahwa tahun 2008 rencana investasi Rp 43 triliun yang masuk 5T. Hingga tahun 2011 rencana investasi Rp 53T terealisasi 9T.(Team CC)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01.38
0
komentar

Sep 2012


