Pontianak--Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH mengatakan momentum HUT ke-66 RI tahun 2011 memiliki arti penting terhadap semangat kesatuan dan persatuan bangsa. Jadikan ini sebagai semangat untuk semakin mempererat rasa persatuan bangsa dan negara.
Cornelis tampil memimpin upacara di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (17/8) kemarin.
Hal tersebut dikatakannya sebagai salah satu seruan kepada masyarakat baik yang ada di perbatasan maupun belahan nusantara lainnya, bahwa apa yang telah diberikan oleh para pahlawan harus dihargai dan dijunjung tinggi nilai pengorbanannya, yakni dengan menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan dan merah putih sebagai benderanya.
Dengan semangat HUT kemerdekaan tersebut, Gubernur juga mengingatkan bahwa ancaman untuk mengibarkan bendera tidak perlu diteruskan dan dibesar-besarkan karena selama ini semua daerah mendapat perhatian, namun tidak dapat secara serentak dan tuntas.
Terhadap daerah yang menyatakan diri minta diperhatikan dan mengancam mengibarkan bendera negara lain, Gubernur merespon apa yang disampaikan mereka dan bentuk responnya adalah dengan realisasi pembangunan. “Mulai saat ini, 17 Agustus kita akan akan mulai membangun,” katanya.
Sejalan dengan semangat 17 Agustus, Gubernur mengharapkan masyarakat dapat kembali berkonsentrasi membangun Kalbar dengan porsinya masing-masing dan serius dengan apa yang dikerjakan agar ada manfaatnya bagi Kalbar dan Indonesia pada khususnya.
“Mari kita bersatu dalam demokrasi untuk membangun Kalbar,” harapnya.
Upacara HUT proklamasi kemerdekaan RI gubernur bertindak sebagai inspektur upacara dan Letkol Czi. Bagus Antonov sebagai komandan upacara. Secara keseluruhan berjalan dengan khidmad walau sempat terdengar suara riuh sesaat dari dalam lobi kantor gubernur yang bersumber dari para Purna Paskibra yang sepontan bersorak saat bendera merah putih berhasil dibuka oleh paskibra, kemudian membuat sejumlah tamu VIP menoleh ke sumber suara.
Upacara peringatan ini dimulai tepat pukul 10.00 dengan diawali bunyi sirene dengan detik-detik prokalmasi. Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Minsen membacakan naskah atau teks proklamasi kemerdekaan di hadapan peserta upacara.
Menurut D Aifin, salah seorang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pengabdian anggota Legium Veteran dalam membela bangsa dan negara tidak bisa diragukan lagi, namun, walau dengan berbagai perjuangan untuk mempertahankan NKRI telah mereka lakukan, sehingga Kemerdekaan RI memasuki usia ke 66 tahun, tapi perhatian pemerintah daerah terhadap LVRI masih belum maksimal.
“Pemerintah masih kurang memberikan perhatian kesejahteraan untuk LVRI,” kata D Arifin, saat ditemui usai detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Gubernur Kalbar.(HBT)
Kamis, 18 Agustus 2011
HUT Kemerdekaan ke-66 RI, Momentum Eratkan Kesatuan
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
00.16
1 komentar
Jumat, 20 Mei 2011
Masyarakat Mesti Waspada NII

MEMPAWAH--Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai isu Negara Islam Indonesia (NII) yang sangat bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Gubernur, masyarakat patut waspada karena NII telah menimbulkan keresahan di sejumlah daerah di tanah air.
“Selaku masyarakat, kita jangan mudah terkontaminasi terhadap hal-hal yang berdampak negatif terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan presiden mengajak masyarakat melakukan hal positif, salah satunya berolahraga,” kata Cornelis, saat menghadiri kejurnas balap sepeda “Kabupaten Landak-Bank Kalbar Bike Race 2011” di Kantor Bank Kalbar Sungai Pinyuh, Sabtu (30/4).
Lanjutnya lagi, dalam mewaspadai gerakan NII, seluruh kompoten masyarakat diminta bersatu. Baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat maupun orang tua, dalam memberikan pembinaan kepada para generasi muda. Selain itu, permasalahan gerakan NII tidak hanya bisa diserahkan kepada aparat kepolisian maupun TNI, karena mereka hanya menangani permasalahan pelanggaran hukum.
“Pembinaan generasi muda, tidak hanya cukup dilakukan pemerintah, tapi membutuhkan peran seluruh komponen bangsa, untuk melakukan pembinaan yang positif, sehingga para generasi muda tidak mudah dicuci otaknya dan jadi teroris,” katanya.
Selain itu, Cornelis, juga berharap bangsa Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau, suku bangsa dan agama, tidak menjadikan perbdedaan itu sebuah pertentangan. Tapi bagaimana perbedaan yang ada menjadi suatu kekuatan dan potensi membangun bangsa ini kedepan.
“Perbedaan janganlah dijadikan pertentangan, tapi mari kita bersatu. Sehingga perbedaan menjadi kekuatan bangsa ini,” katanya lagi.
Sumber : BT
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
21.05
2
komentar
Kembalikan Kejayaan Balap Sepeda Kalbar

MEMPAWAH--Mengembalikan kejayaan dan masa emas balap sepeda Kalbar, Pengprov PB ISSI Kalbar, Sabtu (30/4), menggelar kejuaraan nasional (kejurnas) balap sepeda yang bertajuk “Kabupaten Landak-Bank Kalbar Bike Race 2011”.
Peserta lomba langsung dilepas Gubernur Kalbar, Cornelis di depan Kantor Bank Kalbar Sungai Pinyuh. Para pembalap bakal menempuh jarak 135 Km, dengan finish di depan kantor Bank Kalbar Ngabang, Kabupaten Landak.
Hadir pada saat pelepasan, Ketua Umum PB ISSI, Phany Tanjung, Ketua PB ISSI Kalbar, Karolin Margret Natasa, Wakapolda Kalbar, Safarudin, Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto, Wakil Wali Kota Pontianak, Paryadi, Direktur Utama PT Bank Kalbar, Sudirman, Dandim Mempawah, Parlindungan Sirait serta tamu undangan lainnya.
Karol yang juga Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu, mengatakan dilaksanakannya kejurnas balap sepeda ini, diharapkan mampu membangkitkan semangat untuk mengembalikan kejayaan olahraga balap sepeda Kalbar, yang dulu pernah berjaya di tingkat nasional maupun internasional mewakili Indonesia.
“Kita ingin, balap sepeda Kalbar kembali dimasa jayanya dulu. Walaupun semuanya harus dilakukan pembinaan secara bertahap. Karena regenerasi balap sepeda Kalbar sempat terputus, maka kita pengurus PB ISSI, terus melakukan pembinaan para pembalap muda. Seperti melakukan pembinaan atlet muda Kalbar di pusat pendidikan dan latihan olahraga (PPLP),” kata Karol.
Sementara itu Direktur Utama PT Bank Kalbar, Sudirman, mengatakan Bank Kalbar sebagai pihak pendukung pelaksanaan kejuaraan, merupakan suatu bentuk komitmen Bank Kalbar untuk memajukan cabang olahraga balap sepeda di Kalbar.
“Bank Kalbar memiliki komitmen untuk menjadikan balap sepeda sebagai cabor yang beprestasi dan disegani di kancah nasional maupun internasional. Maka kita selalu siap memberikan dukungan setiap kejuaraan balap sepeda,” katanya.
Gubernur Cornelis, sangat mengharapkan balap sepeda Kalbar bisa berjaya lagi, baik di tingkat nasional maupun internasioanl. Seperti di era Kalimanto Tulus Widodo, Maruki Madsum, Suwandra dan Van Art bersaudara, yang kerap mengharumkan nama Kalbar dan Indonesia.
“Bersepeda ini, olahraga yang murah. Serta ramah lingkungan, untuk itu saya mengajak masyarakat untuk memasyarakatkan besepeda. Dan bagi para pembalap, saya minta bertandinglah secara profesional dan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan taatilah peraturan lalu lintas,” pesannya.
Selain itu, Ketua Umum PB ISSI, Phany Tanjung mengharapkan event-event kejuraan balap sepeda di tingkat daerah bisa ditingkat dan terus berlanjut secara kontiyu, sehingga bisa memicu para atlet-atlet balap sepeda junior untuk terus mengembangkan kemampuannya.
“Saya menyambut baik, dilaksankannya kejurnas balap sepeda ini. Diharpkan kejuraan seperti ini, terus berlanjut, sehingga bisa muncul atlet-atlet muda yang berbakat,” katanya.
Nomor-nomor yang diperlombakan selain individu bike race, Ketua Komisi Perwasitan PB ISSI Kalbar, Erwin Anwar, mengatakan juga dilombakan nomor criterium race yang start dan finish di Bank Kalbar Ngabang, Kabupaten Landak, dengan nomor yang dilombakan IRR race open putra, criterium road open putra/putri, criterium MTB open putra, criterium MTB master open (40 th+) dan criterium MTB lokal putra, dengan memperebutkan total hadiah Rp 55,2 juta.
“Total pembalap yang terdaftar 127 pembalap. Untuk nomor individu bike race, menempuh rute sepajang 135 Km, diikuti 56 pembalap,” katanya.
Sumber : BT
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20.30
0
komentar
Terima Menteri Malaysia

Datuk Sri Dr. Maximus Johnity Ongkali, Menteri Sains dan Teknologi Inovasi Malaysia mengunjungi Kalbar dan diterima Gubernur Kalbar Cornelis di Pendopo Gubernuran Jalan A Yani, Jumat (22/04). Selain menjamu makan malam bersama, juga melakukan tukar menukar cinderamata.
Foto : BT
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20.10
0
komentar
Pastor Sony: Manusia Dimuliakan

PONTIANAK--Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, dan Ny Frederika Cornelis, serta kedua anak dan menantunya, Minggu (24/4) kemarin merayakan Paskah di Gereja Stella Maris, Pontianak Utara. Mereka berbaur dengan ribuan umat Kristiani lainnya.
Pastor Sony Wenkang dalam khotbahnya, mengatakan Paskah merupakan hari yang sungguh-sungguh dan bukan hanya diagungkan oleh Tuhan, tapi Paskah ini juga diagungkan oleh mereka yang percaya kepada Yesus Kristus Putra-Nya.
“Berkat wafat dan kebangkitannya, kita yang jadi murid-Nya diikutsertakan dalam wafat dan kebangkitan-Nya, meskipun manusia telah berdosa, kita berharga dan dimuliakan oleh Allah sendiri, melalui Putra-Nya, Yesus Kristus,” kata Pastor Sony Wengkang saat menyampaikan khotbahnya.
Dikatakan Pastor, oleh karena itu, sebagai umat yang mempercayai Yesus Putra Allah yang telah bangkit, dan Tuhan telah menebus diri manusia dengan wafat di atas kayu salib, dan di hari ketiga, Tuhan bangkit dari kematian untuk menembus dosa manusia.
Sementara itu, Pastor Yance, dari Gereja Jakarta dalam khotbahnya mengatakan, hari Paskah ini merupakan misa untuk merayakan kemenangan Tuhan Yesus yang wafat diatas kayu salib, namun pada hari ketiga bangkit diantara orang-orang yang telah meninggal. “Bangkitnya Tuhan dari kematian diatas kayu salib, telah menyelamatkan kita umat manusia dari dosa-dosa,” kata Pastor Yance.
Perayaan misa Paskah yang dilaksanakan ini merupakan sebuah peringatan untuk mengingat pada diri umat manusia akan kebangkitan-Nya yang telah menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosa.
Sumber : BT
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20.02
0
komentar
Jampersal, Karol Sidak RSUD Rubini Mempawah
MEMPAWAH--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah sampai saat ini, belum melaksanakan program Jaminan Persalinan Gratis (Jampersal).
Hal ini disampaikan Kabid Penunjang RSUD dr Rubini, Mukhtar Siagian, kepada Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kalbar, dr. Karolin Margret Natasha yang mendatangi langsung RSUD Rubini Mempawah, Selasa (19/4), kemarin.
“Sampai saat ini, kami belum menerima Juknis Jampersal, bahkan dari Dinas Kesehatan juga belum melaksanakan sosialisasi, bagaimana sistem pelaksanaan Jampersal tersebut,” ungkap Mukhtar yang untuk sementara waktu menjabat Plh Direktur RSUD Rubini Mempawah.
Menanggapi belum terlaksananya program Jampersal di RSUD Rubini Mempawah, Karolin yang didampingi anggota DPRD Kabupaten Pontianak dari Fraksi PDI Perjuangan, sangat menyayangkan koordinasi pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Rubini mempawah, terkait sosialisasi program belum berjalan sama sekali.
“Seharusnya pihak rumah sakit, maupun Dinas Kesehatan berkoordinasi secara baik, dalam mensosialisasikan program ini. Karena mulai Januari 2011, program Jampersal ini sudah harus dilaksanakan,” kata putri sulung Gubernur Kalbar itu.
Lanjutnya lagi, dirinya meminta Dinas Kesehatan, juga terus melaksanakan koordinasi kepada masyarakat, bidan desa maupun bidan swasta, terkait pelaksanaan program Jampersal dimaksud.
“Saya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi agar proaktif menyampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mensosialisasikan program yang bertujuan mengurangi angka kematian ibu dan bayi ini,” katanya.
Adapun dana yang digelontorkan Kementerian Kesehatan untuk program Jampersal sebesar Rp 1,2 triliun. Dimana masing-masing kabupaten/kota akan kebagian anggaran Rp 2 miliar.
“Untuk Kalbar anggaran Jampersal sekitar Rp 1,021 miliar. Jadi tidak ada alasan lagi, para ibu hamil, untu takut biaya melahirkan. Semua proses melahirkan gratis,” katanya.
Sedangkan salah seorang suami pasien yang dirawat di ruang kebidanan RSUD Rubini, Sunarwi, warga asal Pahuman, mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa ada program Jampersal yang mengratiskan biaya pemeriksaan, melahirkan dan perawatan setelah melahirkan.
“Istri saya baru satu hari dirawat disini. Istri saya mengalami keguguran dan saya sama sekali tidak tahu ada program bahwa biaya melahirkan gratis. Kalau memang gartis, saya sangat mengucapkan terima kasih, karena sangat membantu saya,” katanya.
Sumber : BT
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.48
0
komentar
PKK Garap Desa Model, Kalimas Jadi Percontohan
PONTIANAK--Selain Desa Siaga yang lekat di telinga kita, Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar kini memiliki gagasan baru untuk memberdayakan masyarakat dengan membentuk desa model. Tidak tanggung-tanggung desa model ini akan dikembangkan di tiap kabupaten/ kota di Kalbar.
Desa model adalah desa dimana di dalamnya terdapat kebun percontohan yang kegiatan diprakarsai oleh tim pengerak PKK dengan mengusahakan pertanian hortikultura yang meliputi beberapa jenis tanaman sesuai daerah masing-masing seperti tomat, pare, jagung, cabai, melon dan sebagainya.
"Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan terlibat dan dikerjakan bersama-sama," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis di sela-sela kunjungannya ke lokasi percontohan tanaman hortikultura di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (14/3).
Ditambahkannya, PKK selama ini telah mempunyai sejumlah program kerja yang masing-masing mencakup bidang tertentu yang biasa disebut dengan kelompok kerja (pokja) seperti Pokja II yang membidangi pendidikan, Pokja III pertanian dan ketahanan pangan, serta Pokja IV bidang kesehatan.
"Setiap Pokja akan berkaitan dan berkoordinasi dengan masing-masing SKPD sesuai bidangnya dalam menggarap desa model tersebut," imbuhnya.
Sebagai tindaklajut program desa model tersebut, Frederika menjelaskan saat ini tengah disiapkan lahan dengan luas sekitar dua hektar di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap. Dan lahan tersebut kini ditanami tanaman hortikultura seperti pare, cabai, tomat, melon dan jagung.
Lahan percontohan tersebut akan diperkenalkan ke tim penggerak lain dari kabupaten dan kota se-Kalbar yang nantinya akan dikembangkan di daerahnya masing-masing
"Kalau ada pelatihan di Pontianak, akan kita bawa ke lokasi percontohan ini," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Hazairin mengatakan, tanaman yang dikembangkan yang sifatnya komersial dan saat ini program dari Tim Penggerak PKK juga sejalan dengan program di dinasnya.
”Nanti bisa diaplikasikan untuk lahan yang lebih sempit misalnya pekarangan rumah," kata Hazairin.
Sumber : BT
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.04
0
komentar
Selasa, 12 April 2011
Akan Menyusul CGA Toho
Maket CGA Tayan
PONTIANAK--Setelah peresmian pembangunan pabrik Chamichal Grade Alumina (CGA) Tayan oleh PT Indonesia Chamichal Alunima--anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam), Senin (11/4) lalu, pada tahun 2012 akan menyusul CGA Toho, Kabupaten Pontianak.
Direktur Utama PT. Antam, Alwinsyah Lubis usai peresmian pembangunan CGA Tayan menjelaskan, pihaknya saat ini masih terus mengupayakan realisasi CGA Toho yang sudah memasuki tahap middle study. "Nilai investasinya cukup besar yakni sekitar 1 miliar dolar AS," kata Alwinsyah Lubis.
Dijelaskannya potensi bauksit yang ada di Kecamatan Toho layak untuk dikembangkan dan dari survay serta penelitian beberapa tahun menyebutkan untuk proyek CGA Toho nanti memiliki kapasitas sebesar 1,2 juta ton pertahun.
Dari perbandingan CGA Tayan yang dalam satu tahun akan memprodusi pertahunnya sebesar 300 ribu ton akan tersaingi dengan produksi CGA Toho yang mencapai 1,2 juta ton pertahun, dan jika dibandingkan dari bahan bakunya berupa bauksit dimana CGA Tayan dalam dua hari membutuhkan 500 ton maka di CGA Toho diperkirakan 2000 ton perharinya atau dalam satu tahun diperkirakan hingga mencapai 60 juta ton bauksit.
Gubernur Kalbar Cornelis yang menyambut baik rencana CGA Toho tersebut. Dia akan memberi perhatian besar, bahkan akan terus memperjuangkan terwujudnya pabrik hingga beroperasi.
Selain upaya koordinasi, Pemprov kata Cornelis, saat ini tengah bernegosiasi dengan pihak Malaysia berkenaan pasokan listrik untuk proyek CGA tersebut karena saat ini investasi di Kalbar banyak terkendala ketersediaan pasokan listrik. "Saat ini tengah dalam proses negosiasi dengan Malaysia terkait listrik,” ujar Cornelis.
Kebutuhan listrik untuk memenuhi pabrik CGA Toho, Cornelis menyebutkan angka 600 Mega Watt (MW) hingga 1.200 MW, dengan rencana tersebut, Imbuh Cornelis tidak membutuhkan investasi dalam jumlah banyak karena listrik di Sarawak, sudah ada hingga di daerah perbatasan Kalbar.
Sementara itu Bupati Kabupaten Pontianak, Ria Noorsan dengan terus diperjuangkan baik oleh Pemkab maupun Pemprov dan juga PT Antam semakin memberikan harapan kepada daerahnya untuk terus bangkit mensejahterakan masyarakatnya. Ia berharap pabrik tersebut akan berdampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
Relokasi Industri
Di bagian lain, Menteri Perindustrian RI MS. Hidayat menyatakan pasca tsunami di Jepang dan peluang investasi dari luar, saat ini Indonesia tengah melakukan lobi besar-besaran untuk melakukan relokasi industri dari Jepang dan juga Taiwan.
Industri yang sudah dilakukan lobi dan berpeluang menanamkan investasinya di Indonesia yakni industri elektronik, plastik, fiber, komponen otomotif yang berasal dari Jepang, sedangkan dari Taiwan yang akan masuk dengan sisitim paket adalah Petrokimia dan juga manufaktur.
“Saat ini kita tengah melakukan lobi dan melalui BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) akan memfasilitasi,” kata Hidayat.
Mantan ketua Kadin itu memandang dengan relokasi tersebut, merupakan salah satu bentuk peluang yang tiap daerah harus mendukung dan menangkap setiap peluang tersebut untuk ditarik sebagai investasi sesuai dengan potensi masing-masing guna mempercepat kemajuan daerah.
Sesuai kebijakan pemerintah, disektor industri Indonesia akan dibangun dengan sitim klaster-klaster sesuai dengan potensi daerah masing-masing dengan mengacu enam industri yang akan dikembangkan yakni, Industri padat karya, industri kecil menengah, industri padat modal, industri berbasis sumber daya alam, industri khusus dan industri pertubuhan tinggi.
Kepala BKPM RI Gita Wirjawan menyebutkan bahwa potensi investasi ke Indonesia masih terkendala tiga faktor yang harus diperhatikan daerah yang juga didukung pusat yakni ketersediaan infrastruktur terutama jalan, pelabuhan dan juga tenaga listrik. “Selama ini banyak investasi yang akan masuk selalu mempertanyakan fasilitas listrik, pelabuhan dan jalan,” ungkap Wirjawan.
Untuk ketersediaan listrik guna mendukung relokasi industri yang saat ini tengah digencarkan, Indonesia harus mampu membangun listrik dengan kapasitas 3000 megawat (MW) pertahun.(AK/BT)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
23.23
0
komentar

Sep 2012
