PERESMIAN BANK BUKOPIN
Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, membubuhkan tanda tangan di atas prasasti peresmian pemindahan Kantor Cabang Utama Bank Bukopin di Pontianak, Selasa (18/11). FOTO Jessica Wuysang/Borneo Tribune
Untuk lebih mendekatkan diri dengan nasabahnya, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) Kantor Cabang Utama Pontianak secara konsisten terus meningkatkan produk dan layanan. Peresmian kantor baru menjadi momentum perbaikan diri.
Peresmian Kantor Cabang Utama Pontianak Bank Bukopin merupakan rangkaian kegiatan pemimndahan kantor utama yang semula berada dijalan Ir.H.Juanda pindah ke Kompleks Pontianak Mall Blok D No.1-3 jalan Teuku Umar Pontianak. Kantor yang diresmikan oleh gubernur kalbar juga dihadiri oleh Dirut Perum Bulog Mustafa Abu Bakar, walikota Pontianak Dr. H. Buchary Abdurrahman, Kajari Elsy Demas, Muspida Provinsi dan Muspida Kota Pontianak juga hadir mitra Bank Bukopin se-kota pontianak.
Menurut Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi pemindahan kantor cabang utama ini dikarenakan perkembangan bisnis Bank Bukopin yang terus meningkat, sehingga Bukopin perlu menyediakan kantor yang representatif, agar dapat memberikan pelayanan lebik baik bagi para nasabah, mitra kerja dan seluruh stakeholder lainnya di Pontianak.”perpidahan kantor ini merupakan bukti kehadiran Bank Bukopin di pontianak, bahwa kami dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan perekonomian di kota pontianak dan wilayah Kalbar pada umumnya,” katanya.
Dijelaskan olehnya, sebagai sebuah institusi bisnis perbankan, Bank Bukopin telah mengalami perkembangan yang sukup signifikan pasca go public di tahun 2006, di mana berbagai prestasi dan keberhasilan telah dicapai, khususnya dari sisi kinerja keuangan maupun lainnya.
Triwulan III (September 2008), Bank Bukopin telah membukukan laba sebelum pajak perusahaan sebesar Rp. 438,86 miliar, meningkat 6,57% dari laba sebelum pajak pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.411,81 milair.
Hal ini membuktikan bahwa sebagai salah satu Bank nasional, Bank Bukopin secara konsisten mencatat kenerja yang baik, ditengah persaingan perbankan yang semakin ketat serta kondisi ekonomi yang berfluktuatif akibat krisis keuangan global yang terjadi diberbagai belahan dunia, yang dipicu oleh krisis sub-prime mortgage di Amerika Serikat.
“Kami terus berupaya untuk semakin mendekat kepada nasabah, baik melalui pengenalan inovasi produk baru maupun penambahan outlet,” kata Glenn.
Sementara Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH mengatakan memberikan apresiasi dan dukungan terhadap berkembangnya perkembangan di kalbar, belum setahun terpilih menjadi gubernur, sudah empat kali melakukan peresmian kantor cabang Bank di wilayah kalbar.
“Kehadiran sebuah Bank harus mampu memberikan motifasi dan dedikasi kepada masyarakat umum tentang manfaat yang dapat dilakukan dengan cara menabung di Bank. Sektor baru Bank Bukopin ini semoga terus maju dan berkembanga serta memberikan kontribusi pembangunan,” pesan Gubernur.
Dijelaskan pual oleh Gubernur, partisipasi perbankan dalam membangunan perekonomian dikalbar dan kehadiran Bank Bukopin dapat membangun kesejateraan rakyat disini, yang salah satunya adalah penyangga pangan.
“Yang paling penting bagi kita adalah tidak panik dalam menghadapi krisis global di Amerika Serikat, dan dihimbau kepada pelaku usaha untuk tidak menborong dollar, cara demikian dapat membuat dan mengakibat rupiah jadi lemah dalam perdagangan,” kata Gubernur.□Andika Lay
Borneo Tribune, Pontianak
Kamis, 20 November 2008
Gubernur Resmikan Bank Bukopin
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
03.25
3
komentar
Ketua TP PKK Kalbar Terima Pohon Langka

TANAM POHON
Ny. Frederika Cornelis menanam pohon langka pemberian istri Wakil Presiden Ny. Mufodah Yusuf Kalla di anjungan Kalbar Taman Mini Indonesia Indah. FOTO Ponito/Humas Pemprov
Borneo Tribune, Jakarta
Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd menerima tiga pohon langka dari Ny. Mufidah Yusuf Kalla. Satu pohon ditanam di Anjungan Kalbar lokasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dan duanya diboyong ke Kalbar.
“Satu pohon langka ini akan kita tanam di Anjungan TMII Jakarta untuk menambah koleksi tanaman kita, dan 2 pohonnya lagi akan kita tanam di Kalbar,” ungkap Ny. Frederika Cornelis
Dua pohon yang dimaksud Frederika akan ditanam pada puncak Gerakan Tanam, Tebar dan Pelihara Untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga yang akan dilaksanakan di Mandor Kab. Landak 1 Desember mendatang.
Pohon langka tersebut diterima Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar dari Ketua Solidaritas Kabinet Indonesia Bersatu (SKIP) Pusat Ny. Mufidah Jusuf Kalla pada peringatan Hari Gerakan “Tanam, Tebar, dan Pelihara Untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga” Nasional yang dipusatkan di Plaza Arsipel Indonesia TMII Jakarta, Sabtu (15/11). Ketia pohon lannga ketersbut adalah Asam Kalimbawan, Belimbing Darah, dan Tompoi.
Kepada para kaum perempuan yang tergabung dalam organisasi kewanitaan seperti PKK, Kowani, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita, Aliansi Perempuan Untuk Pembangunan Berkelanjutan seluruh Indonesia Ny.Mufidah yusuf Kalla berharap agar melalui gerakan ini ibu-ibu dan kaum perempuan bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga dan selalu menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitarnya.
Usai menerima pohon langka tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota yaitu Ibu Bupati Kab. Sambas, Ketapang, Landak, Kayong Utara, dan Kota Singkawang, serta Kadis Perikanan dan Kelautan Kalbar Ir. Budi, serta Kadis Pertanian Ir. Hazairin langsung melakukan penanaman pohon langka tersebut dan menebar 500 benih ikan di Anjungan Kalbar TMII Jakarta.
Sebelumnya Ketua TIM Penggerak PKK Kalbar Ny. Frederika Cornelis juga menghadiri Temu Kader PKK se-Indonesia dan mengunjungi Pameran Kearifan Lokal Perempuan Indonesia menuju Ketahanan Pangan Keluarga, di Wiladatika Cibubur Jakarta, 10- 12 November 2008.
Pertemuan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dan mempererat persatuan dan kesatuan sekaligus memberikan motivasi dan menggairahkan para kader PKK dalam mendukung keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.
Pada pertemuan tersebut diadakan berbagai lomba dan KK Kalbar meraih prestasi gemilang sebagai Juara II Lomba Pidato oleh Ny. Erni Ludis dari TP PKK Kab. Landak. Sedangkan dibidang Penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) Ny. Sawitra dari Kab. Pontianak berhasil menyabet Juara II. Semenetara pada Lomba Pengisian KM Sholeh HJ. Ariya Kota Pontianak berhasil meraih Juara Harapan III.
Temu Kader TP PKK se- Indonesia tersebut diikuti tidak kurang dari 9.000 peserta. Kalbar mengirim masing-masing Kab/Kota sebanyak 10 orang. Tanggal 13- 14 November dilanjutkan dengan Konferensi Nasional dan Pameran Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Keluarga yang dibuka oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Auditorium Balai Kartini Jakarta.(Ponito Humas Pemprov. Kalbar)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
03.21
0
komentar
Gubernur Buka Konsultasi Publik RUU Prajurit

RUU PRAJURIT WAJIB
Dirjen Kekuatan Pertahanan, Mayor Jenderal Suryadi, berjabat tangan dengan Gubernur Kalbar, Cornelis, saat pembukaan acara Konsultasi publik Rancangan Undang-Undang tentang Prajurit Wajib di Balai Prajurit, Pontianak, Selasa (18/11). FOTO Jessica Wuysang/Borneo Tribune
Bertempat di Balai Prajurit Korem 121 ABW Pontianak, Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH., membuka Konsultasi publik Rancangan Undang-Undang tentang Prajurit Wajib, yang diselenggarakan oleh Direktrat Jenderal Kekuatan Pertahanan Departemen Pertahanan Republik Indnesia, Selasa (18/11) kemarin.
Dalam sambutannya, Cornelis mengatakan wajib militer itu hanya untuk negara kecil yang kaya, kalau untuk negara besar seperti Indonesia bukan wajib militer, tetapi tentaranya yang harus diperkuat.
"Yang perlu kita rubah adalah pola pikir masyarakat, prajurit kita sudah banyak, mereka juga banyak yang bangkrut karena dana yang minim, kalau kita harus menambah tentara lagi biaya dari mana?” tambah Cornelis yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Acara yang difasilitasi Korem 121 ABW tersebut dihadiri pejabat dari TNI-AD, TNI-AU, TNI-AL, dinas terkait, ormas dan berbagai organisasi mahasiswa.
Menurut Cornelis, dirinya sangat demokratis menanggapi berbagai macam bentuk RUU, namun itu kembali kepada konstitusi yang berhak mengesahkannya menjadi UU. “Ini sangat bagus, hanya saja perlu digodok oleh konstitusi, saya pada dasarnya demkoratis, kita sebagai aparatur negara hanya menjalankannya,” katanya.
Mayor Jenderal Suryadi, MSc, selaku Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan, yang juga sebagai fasilitator acara tersebut mengatakan bahwa, RUU ini sudah sesuai dengan amanat UU Pertahanan pasal 7 ayat (2) menyebutkan, sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.
Komponen cadangan terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan prasarana nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama.
Dalam pasal 22 dan 23 UU No. 34/2004 tentang TNI dibedakan dua jenis prajurit, yakni prajurit sukarela dan prajurit wajib (wajib militer). Prajurit wajib adalah warga negara yang mengabdikan diri dalam dinas keprajuritan karena diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Selain untuk tugas dalam keadaan darurat sipil, darurat militer, dan keadaan perang, komponen cadangan ini juga dirancang bertugas di operasi militer selain perang pada masa damai/tertib sipil.
Tugas di masa damai itu adalah membantu penanggulangan bencana, melaksanakan pengamanan kegiatan nasional seperti pemilu, membantu TNI dalam program Tentara Manunggal Masuk Desa, melaksanakan latihan penyegaran, melaksanakan pembinaan mental, serta pemeriksaan dan pemeliharaan perlengkapan. “Kita melakukan konsultasi publik agar nanti tidak ada komplain dari masyarakat, kalau sudah menjadi UU yang sah dan legitimit, bisa dilaksanakan sesuai hukum,” papar perwira bintang dua ini.
Terkait dengan wacana pembentukan Kodam di Kalbar, Cornelis mengatakan, pembentukan Kodam sangat penting untuk peningkatan kekuatan TNI yang ada di Kalbar. “Wilayah Kalbar cukup luas, sehingga kita perlu militer yang kuat, namun itu menyusul, kita akan berusaha, usaha itu wajib hukumnya, lebih cepat lebih baik,” katanya lagi.□Hentakun/Borneo Tribune, Pontianak
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
03.16
0
komentar
Pelepasan Jamaah Haji ala Gubernur Cornelis
LEPAS CALON HAJI
Gubernur Cornelis melepas secara resmi keberangkatan jamaah haji asal Kalbar di Pendopo Gubernur (17/11). FOTO Budi Rahman/Borneo Tribune
Wajah-wajah tamu Allah tampak cerah ceria berkumpul bersama di Pendopo Gubernur yang kini penuh ornamen Dayak. Bapak-bapak dan Ibu-ibu calon haji itu bersiap mengikuti acara pelepasan yang khusus digelar sebelum keberangkatan mereka ke tanah suci bersama Gubernur Cornelis.
Selain Gubernur Kalbar tampak hadir pula Ketua DPRD, Zulfadhli bersama Sekda dan sejumlah kepala Dinas, Kantor dan Badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Suasana pelepasan keberangkatan jamaah haji tetap terlihat penuh greget meski tidak diisi seremoni yang sarat dengan aroma selebrasi.
Kepala Kantor Departemen Agama Kalbar, Rasmi Sattar dalam sambutannya menjelaskan prosedur dan kondisi para jamaah yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima ini. Jamaah haji asal Kalimantan Barat pada musim haji tahun 2008 menurut Rasmi Sattar berjumlah 2.340 orang. Kota Pontianak mengirim utusan terbanyak dengan jumlah 800 orang jamaah lebih.
Dari sejumlah nama jamaah yang telah mendaftarkan diri pada musim haji kali ini tercatat beberapa nama tidak bisa berangkat dengan beberapa alasan. Ketidakberangkatan para jamaah haji tersebut disebutkan oleh Rasmi Sattar.
“Satu orang mengundurkan diri, satu orang hamil, satu orang sakit dan empat orang jamaah meninggal sebelum keberangkatan,” kata Rasmi Sattar.
Diterangkan oleh Rasmi Sattar untuk memberangkatkan 2.340 jamaah asal Kalbar ini dilakukan dengan beberapa kelompok terbang (Kloter). Setiap kloter ada pemimpin kloter lengkap dengan pembimbing dan petugas medis.
“Untuk memberangkatkan jamaah ke embarkasi Batam kita bekerjasama dengan Lion Air,” kata Rasmi menyebut maskapai lokal pengangkut jamaah.
Ada beberapa hal yang cukup menggelikan pada acara pelepasan, mengingat tidak semua jamaah pernah keluar negeri, Kakandepag mengingatkan para jamaah untuk memperhatikan beberapa hal kecil.
“Saya mendengar banyak koper yang tidak bisa diberangkatkan karena membawa benda cair. Saya pikir itu pasti minyak kelapa,” sindir Rasmi pada jamaah.
Usai Kakandepag memberikan sambutan pembukaan, tiba giliran Gubernur Cornelis memberikan sambutan. Sebelum naik podium, Gubernur diminta memberikan pataka lambang daerah dan bendera Merah Putih sebagai simbol pelepasan kepada perwakilan jamaah haji asal Kalbar.
Di atas podium Gubernur Cornelis mulai memberikan sambutan yang mengundang simpati jamaah. Gubernur yang kebetulan Orang Dayak dan Beragama Katholik ini di luar dugaan sanggup memberikan sambutan yang cukup mengena dan terasa pas dengan psikologis para calon jamaah haji asal Kalbar ini.
“Saya tidak bermaksud mencampuri urusan ibadah masing-masing agama. Tapi karena ini menyangkut rakyat Kalbar, rakyat saya juga. Rakyat saya itu macam-macam, ada Islam, Katholik, Kristen, Budha juga Kong Hu Cu maka itu harus saya urus,” kata Gubernur.
“Mengurus keberangkatan dua ribu jamaah itu harus sistematis dan terorganisir,” kata Gubernur.
Sikap Gubernur yang terkesan tidak membeda-bedakan ini diapresiasi oleh hadirin. Pidato Cornelis yang sebagian di luar teks sebagai gubernur Kalbar berhasil masuk ke memori hadirin. Tak sedikit jamaah yang mengangguk-anggukkan kepala saat mendengar petikan kalimat Gubernur yang dirasa cocok. Namun tak jarang jamaah juga dibuat tersipu malu mendengar celetukan Gubernur yang lumayan iseng.
“Jangan khawatir bapak ibu soal minyak kelapa, Orang Arab itu udah pinter. Tau dia orang Indonesia itu makanannya apa,” sindir Gubernur.
“Kecuali satu,” kata Cornelis memotong kalimat.
“Tempoyak,” katanya mengundang gerr hadirin.
Bahasa yang terkesan polos dan jenaka dari Gubernur sepertinya berhasil membuat cari suasana. Kemampuan retorika Gubernur yang tidak dimiliki oleh gubernur-gubernur di era Orde Baru ini memang cukup mumpuni. Logika sederhana yang dicampur joke-joke membalut kalimat pidato Gubernur yang tidak lari dari pesan awal.
“Jaga disiplin, jangan masih bedandan kalau bisa sudah mau berangkat. Jaga kebersamaan, jangan sampai pesawat gagal berangkat karena masih ada satu orang yang ketinggalan,” pesan.
Malam itu Gubernur tampaknya tahu kondisi di tanah suci. Tidak hanya hal-hal normative yang ia pesankan. Soal teknis di tanah Arab juga ia pesankan. Menjelang musim dingin, jamaah diingatkan untuk tidak lupa membawa jaket tebal. Juga persiapan-persiapan yang harus dilakukan ketika berziarah ke tempat-tempat yang dianggap makbul untuk berdoa.
Terakhir sebagai kepala daerah menitipkan pesan kepada para jamaah haji asal Kalimantan Barat sebelum berangkat.
“Setibanya Bapak Ibu nanti di tanah suci Saya mohon didoakan supaya Kalimantan Barat aman, damai dan sejahtera,” pesan Gubernur. Hadirin dan para jamaah yang mendengar permintaan Gubernur Cornelis merasa haru dan bangga. Tepuk tangan dan aplaus panjang mengisi ruang pendopo.□Budi Rahman/Borneo Tribune, Pontianak
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
03.12
0
komentar
Festival Ngeraps Cegah HIV/AIDS
Memperingati hari AIDS sedunia pada 1 Desember mendatang, muda mudi yang tergabung dalam Cetral Remaja Khatulistiwa PKBI Kalbar, Sabtu (8/11) pukul 14.00 Wib menggelar acara Festival Ngeraps sekaligus Penyuluhan Keluarga Berencana dan Pencagahan HIV/AIDS.
Festival yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Ny. Karyanti Christiandy Sanjaya, SE, juga dihadari oleh Pengurus Harian Daerah PKBI Kalbar dan Pontianak, muda-mudi peserta lomba Ngeraps.
Karyanti dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan suatu bentuk nyata kerjasama dan keterpaduan antara TP PKK, PKBI dalam upaya melakukan pencegahan penanggulangan HIV/AIDS yang selama ini sudah menjadi semakin epidemic di di daerah ini, dan penggulangan secara efektif harus dimulai dari keluarga, katanya.□Andika Lay/Borneo Tribune, Pontianak
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
03.02
0
komentar
Kerajinan Tenun Kalbar Harus Dikembangkan

KERAJINAN
Ketua DEKRANASDA Kalbar Ny .. Frederika Cornelis, S.Pd didampingi Wakil Ketua Ny. Karyanti Christiandy, SE menyaksikan hasil kerajinan Tenun Khas Kalbar usai Menutup Diklat Pengembangan ATBM bagi para Pengrajin Tenun se-Kalbar di Pontianak. FOTO Ponito/Humas Pemprov Kalbar
Kerajinan tenun Kalbar mulia mendapat perhatian khusus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kalbar Ny . Frederika Cornelis. Ia memberikan apresiasi terhadap kerajinan khas daerah ini.
“Salah satu kelemahan hasil kerajinan daerah karena belum bisanya memenuhi kebutuhan pasar. Beberapa faktor penyebabnya antara lain para pengrajin hanya bekerja sambilan, juga kurang didukung dengan peralatan yang memadai (masih tradisional) dan terbatasnya ilmu dan keterampilan yang dimiliki para pengrajin itu sendiri,” Papar Ny . Frederika Cornelis saat menutup Diklat Pengembangan Tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Motif Kalbar di Aula UP-IKM Jl. Sutan Syahrir Pontianak .
Hasil tenun Kalbar sangat diminati oleh para konsumen baik nasional maupun mancanegara. Namun disaat banyaknya permintaan, kita belum bisa memenuhi kebutuhan pasar karena secara kuantitas produktifitas kita masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut DEKRANASDA Kalbar telah melakukan kerjasama dengan UP-IKM Kalbar untuk melakukan Diklat yang pesertanya adalah para pengrajin tenun se Kalbar.
Hal ini, ungkap Ny. Frederika sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta inovasi para pengrajin dengan memperkenalkan peralatan lebih modern yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga produktifitas hasil tenun bisa meningkat secara signifikan.
Salah satu adalah melalui ATBM yang mampu memproduksi dengan kapasitas tinggi dan dengan kualitas yang lebih baik, tanpa meninggalkan alat tradisional, karena merupakan ciri khas budaya peninggalan nenek moyang kita secara turun temurun. Sebagai contoh kalau menggunakan alat tenun tradisional gedogan produksi kain dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 110 cm memakan waktu 7 – 14 hari bahkan bisa satu bulan. Namun dengan ATBM mampu memproduksi 5 – 8 meter per hari, dan cara pengoperasiannya relative lebih mudah dan tidak menggunakan BBM.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kalbar Ny. Hj. Dra. Ida Kartini, M.Si dalam laporan tertulisnya mengatakan maksud dan tujuan Diklat Pengembangan Tenun ATBM Motif Kalbar ini adalah untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan wawasan para pengrajin dalam penggunaan alat ATBM, teknik memberi motif serta teknik pencelupan benang.
Di samping itu pula meningkatkan produktifitas dan kapasitas produksi pengrajin tenun sehingga hasil yang diperoleh dapat meningkat. Menurut Ida Kartini Diklat ini diikuti sebanyak 16 orang peserta terdiri dari Kabupaten Pontianak , Sintang dan Kapus Hulu masing-masing berjumlah 3 orang. Sementara dari Kabupaten Landak 2 orang dan Kota Pontianak 5 orang.
Adapun tenaga Instruktur berjumlah 5 orang yaitu 1 orang dari dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, 2 orang dari Kabupaten Jepara dan 2 orang dari pendamping UP-IKM Disperindag Kalbar. Lamanya pelatihan yaitu 26 hari.
Penutupan Pelatihan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada peserta oleh Ketua DEKRANASDA Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd didampingi Wakil Ketua Ny. Karyanti Christiandy, SE.
Usai penutupan Diklat dilanjutkan dengan Rapat pengurus DEKRANASDA Kalbar yang dipimpin oleh Ketua Ny . Frederika Cornelis, S.Pd. Kepada para pengurus Ny. Frederika Cornelis berharap agar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik agar hasil kerajinan Kalbar benar-benar bisa meningkat.
Program kerja tahap awal antara lain menyusun program kerja yang lebih terarah dan melakukan kunjungan dan pembinaan ke DEKRANASDA Kab/Kota se-Kalbar serta melihat langsung ke lokasi industri kerajinan.
Hadir Kepala Bakomapin Kalbar Drs. M. Zeet Assovi, Kadis Budpar Rihat Natsir Silalahi, Ketua ASITA Kalbar H. Hifni, dari Dewan pertimbangan DEKRANASDA Kalbar serta Kedis Deperindag Kalbar Hj. Dra.Ida Kartini, M.Si, Karo Ekbang Prov. Kalbar H. Drs. Zulkarnaen MT,MM, Pimpinan Pupuk Kaltim, Pimpinan PTPNXII, dan pengurus DEKRANASDA (Citra Humas Pemprov)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02.56
4
komentar
Senin, 17 November 2008
Sekda Kalbar Terima Mantu

RESEPSI PERNIKAHAN. Gubernur Kalbar, Cornelis berserta istri menghadiri resepsi pernikahan anak Sekda Kalbar, Syakirman. Kesempatan tersebut, Gubernur foto bersama keluarga besar Sekda dan kedua mempelai. FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.
Erwin Febriadi putra ke-3 dari pasangan Bapak Drs. Syakirman (Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar) dan Hj. Aisyah (Almarhumah) Sabtu 8 November 2008 telah mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Evi Susanti putri ke -2 dari pasangan Bapak Sutono dan Sunarsih.
Kedua pasangan sejoli tersebut telah melangsungkan acara akad nikah, Sabtu 8 November 2008 lalu di rumah kediaman mempelai perempuan Jl. Sutan Syahrir Gang Sukamulya Dalam Pontianak. Sementara resepsi pernikahan dilaksanakan Minggu 9 November 2008 bertempat di Gedung PCC Jl. Sutan Syahrir Pontianak.
Erwin Febriandi yang lahir di Mempawah 4 Februari 1980 adalah putra bungsu dari 3 bersaudara. Erwin begitu sapaan akarbnya adalah seorang pria yang humoris, berpenampilan sederhana dan aktif di berbagai organisasi diantaranya duduk sebagai bendahara organisasi Orang Indonesia Kota Pontianak (2006-2009). Selain itu pula aktif sebagai anggota Ikatan Motor Indonesia (IDI) Kota Pontianak.
Sejak ditinggal ibundanya tercinta Ny. Hj. Aisyah yang meninggal di Pontianak 5 Mei 2000 lalu kitika itu Erwin baru 2 tahun tamat di SMU I Sui Raya. Kendatipun telah ditinggal ibu tercinta, namun Erwin yang memiliki hoby touring itu tetap tegar dalam menapaki perjalanan hidupnya. Dengan berbekal semangat dan kerja keras Erwin berhasil menekuni pekerjaannya hingga menjabat sebagai Manajer di PT. Kasa Mulia Utama.
Sedangkan Evi Susanti yang lahir di Kota Singkawang 13 Maret 1983, merupakan putri ke-2 dari 4 bersaudara. Evi begitu panggailan akrabnya juga adalah sosok wanita sederhana, ramah, dan suka bergaul.
Sama halnya Erwin, Evi juga adalah tipe wanita mandiri dan pekerja keras. Berbekal dari ilmu dan pengalaman yang dimiliki mengantarkan Evi duduk sebagai Manager di salah satu Perusahaan ternama di Kota Pontianak .
Sebagai seorang suami tentunya Erwin tetap bertekad akan menjalani mahligai rumah tangga yang harmonis, keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.
Kepada seluruh Panitia dan pihak-pihak terkait yang telah ikut membantu serta para tamu undangan yang telah berkenan hadir baik pada acara akad nikah maupun resepsi perkawinan.
“Kami keluarga besar mempelai laki-laki dan keluarga besar mempelai perempuan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, dan apabila terdapat kekurangan dan kesalahan kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” ucap Syakirman.□Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22.10
0
komentar
Rumah Adat Baluk TMII Diresmikan

RUMAH ADAT.
Gubernur Kalbar Cornelis meninjau Rumah Adat Baluk TMII usai diresmikan. FOTO Citra Duani/Humas Pemrov Kalbar.
Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH mengajak para Bupati/Walikota di Kalbar agar dapat mengisi/menambah koleksi miniature berbagai budaya khas daerah Kalbar di Anjungan Kalbar lokasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta .
“Setelah Kabupaten Bengkayang ini siapa lagi yang menyusul? Saya beri kesempatan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalbar untuk menambah khasanah budayanya masing-masing,” ungkap Gubernur Cornelis pada acara peresmian Rumah Adat Baluk Suku Dayak Bidayuh Desa Sebujid Kabupaten Bengkayang, Sabtu (8/11).
Sebagai laboratoriumnya Indonesia , TMII adalah sarana yang tepat untuk menginformasikan. mempromosikan dan melestarikan berbagai keanekaragaman budaya kita yang ada di Kalbar yang sudah barang tentu bisa melengkapi khasanah budaya nasional.
Jumlah Penduduk Indonesia sudah mencapai 200 juta lebih, jika 10%nya saja berwisata ke TMII dan mengunjungi Anjungan Kalbar maka akan memberikan dampak yang besar baik bagi pembangunan Kalbar maupun Negara yang kita cintai ini, belum lagi para wisatawan mancanegaranya, ujar Cornelis disambut tepukan meriah dari para hadirin yang ikut menyaksikan acara tersebut.
Sementara itu Direktur Utama TMII Jakarta Sugiono dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalbar beserta jajarannya yang telah memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian nilai-nilai budaya Indonesia . Dengan kehadiran Rumah Adat Baluk dari Kabupaten Bengkayang Kalbar ini, kata Sugiono semakin melengkapi koleksi TMII sebagai laboratorium dan abservasi kebudayaan untuk dikenal dan difahami oleh masyarakat baik nusantara maupun mancanegara.
Sementara itu pula Bupati Bengkayang Drs. Yakobus Luna dalam laporan tertulisnya mengatakan bahwa pendirian miniature Rumah Adat Baluk ini terinspirasi dari keprihatinannya atas keterisoliran dari komunitas masyarakat adat dayak suku Bidayuh yang lokasinya sangat jauh dari Pusat Ibukota Bengkayang yang berbatasan dengan Negara tetangga Sarawak Malaysia .
Di samping juga kondisi infrastruktur yang masih serba terbatas dan belum banyak mendapatkan sentuhan-sentuhan pembangunan. Untuk mengatasi keterisolasian tersebut, ungkap Luna sejak tahun 2003 lalu pihaknya telah melakukan pemekaran Kecamatan tersendiri yang bernama Kecamatan Siding, sebelumnya masuk di Kecamatan Jagoi Babang.
Hal lain tandasnya karena suku adat dayak yang satu ini memiliki kultur budaya yang cukup unik, maka ide pendirian bangunan di Anjungan Kalbar TMII Jakarta ini bisa segera direalisasikan, kendatipun disadari masih banyak terdapat kekurangan disana sini dalam pendirian miniature rumah adat ini, tuturnya.
Sebelum peresmian dilakukan penyerahan miniature dari Bupati Bengkayang ke Gubernur Kalbar. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama oleh Gubernur Kalbar, Direktur Utama TMII dan Bupati Bengkayang.
Usai meresmikan Rumah Adat Baluk suku Dayak Bidayuh, Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH yang didampingi Ny. Frederika Cornelis, S.Pd langsung meninjau miniature Rumah Adat Balug yang terletak persis di sisi kiri depan miniature Keraton Kadriah Pontianak Anjungan Kalbar.
Gubernur Cornelis beserta Ibu Frederika Cornelis, Dirjen Perfilman dan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kementrian Budaya dan Pariwisata, Direktur Utama TMII, Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Bengkayang, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar Drs. Rihat Natsir Silalahi dan sejumlah undangan lainnya menyempatkan diri naik ke rumah adat yang tingginya mencapai 18 meter tersebut melalui tangga yang terbuat dari kayu belian asli Kalbar.
Malam harinya dilanjutkan dengan upacara adat nyobeng yang mencerminkan upacara perdamaian masyarakat adat Dayak Bidayuh yang dilakonkan oleh masyarakat dayak asli Desa Sebujid Kec. Siding Kab. Bengkayang yang tentunya sarat dengan nuansa magis. Upacara ini akan dilakukan setiap tahun di TMII Jakarta khususnya di Anjungan Kalbar.
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22.06
2
komentar

Sep 2012
