Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Selasa, 28 Oktober 2008

Mobil Pintar Buat Rakyat


FOTO A, Penyerahan Mobil Pintar dari Ibu Ani Yudhoyono kepada Gubernur Kalbar Drs.Cornelis,MH di Malang.



Gubernur Kalbar meninjau Mobil Pintar di Kantor Camat Entikong.
======
Pembangunan di wilayah perbatasan semakin mendapatkan perhatian, baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Pusat termasuk mitra kerjanya.
Salah satu wujud perhatian tersebut datangari Ibu Negara dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Melalui program “ Indonesia Pintar” yang dicanangkan Ibu Negara Ani SBY ternyata memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Kalbar dan pembangunan kawasan perbatasan.
Melalui momentum peringatan HUT TNI ke-63 yang dipusatkan di Kota Malang Jawa Timur, Oktober 2008 lalu, Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH diundang secara khusus untuk hadir dan sekaligus menerima secara simbolis bantuan 8 (delapan) unit Mobil Pintar yang diserahkan langsung oleh Ibu Negara Ani SBY.
Ke delapan unit Mobil Pintar tersebut khusus untuk dioperasionalkan pada 4 (empat) Kabupaten perbatasan Kalbar.
Bertepatan 24 Oktober 2008, bertempat di Kantor Camat Entikong Kab. Sanggau Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar Ny.Frederika Cornelis.S,pd, usai meresmikan 7 SMP di Kecamatan Entikong, langsung menyerahkan 4 unit Mobil Pintar tersebut kepada empat Bupati kawasan perbatasan yaitu Bupati Sanggau, Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu.
Selain itu juga diberikan bantuan uang, bibit ikan, tanaman, secara simbolis. Sementara 4 unit lainnya diserahkan oleh Danrem Tanjungpura 121 ABW kepada 4 Dandim yang bertugas di empat lokasi kawasan perbatasan.
Pada kesempatan itu Gubernur Cornelis berpesan agar Mobil Pintar ini dapat dimanfaatkan dan didayagunakan dengan sebaik-baiknya untuk turut mencerdaskan bangsa dan membuka akses /kesempatan memperoleh ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mobil pintar ini, terang Gubernur tidak hanya diisi dengan buku-buku bacaan sebagai sentra baca, akan tetapi juga dilengkapi dengan sarana audio visual, computer, permainan anak, dan juga dilengkapi freezer eskrim.
Usai penyerahan Mobil Pintar secara simbolis, Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH beserta Ketua TIM Penggerak PKK Kalbar Ny. Frederica Cornelis, SPd beserta rombongan langsung melakukan peninjauan Mobil Pintar dan sarana pendukung lainnya, dilanjutkan dengan penanaman pohon durian.
Ketua TIM Penggerak PKK Kalbar Ny. Frederika Cornelis, MH juga menyempatkan diri melakukan penanaman pohon sukun di lokasi perbatasan Entikong tersebut. (Humas Pemprov Kalbar)

Baca Selengkapnya...

Kader PKK Harus Cerdas dan Terampil


Serahkan Bantuan
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis, menyerahkan bantuan benih ikan kepada pengurus PKK daerah perbatasan Kalimantan Barat. Acara penyerahan berlangsung di Kantor Camat Entikong Kabupaten Sanggau, Jumat(24/10).(Foto Lukas B. Wijanarko)

Kader PKK mesti meningkatkan pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan, agar dapat berperan aktif mengatasi berbagai permasalahan di perbatasan. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis, menyatakan, saat silaturahmi dengan tim penggerak PKK Kalbar dengan para kader PKK di sepanjang wilayah perbatasan Entikong, di Kantor Camat Entikong Kabupaten Sanggau, Jumat(24/10).

Kecamatan Entikong merupakan daerah perbatasan, tentunya sangat rentan terhadap berbagai masalah. Seperti, trafiking, masalah yang berhubungan dengan nasionalisme. Penyebaran HIV/AIDS. Juga masalah Narkoba.

Sebelumnya, dalam acara penyerahan bantuan Mobil Pintar ini, Frederika Cornelis juga menyerahkan secara simbolik bantuan bibit ikan dan melakukan penanaman pohon Sukun bersama dengan Gubernur Kalbar, Bupati Sanggau, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sambas serta Danrem di halaman Kantor Camat Entikong.

Menurutnya, Gubernur Kalbar, Cornelis baru saja menyerahkan bantuan Mobil Pintar yang diterima dari Ibu Presiden, Ny Ani Yudhoyono. Bantuan itu untuk empat kabupaten di perbatasan. Tujuannya, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat di lokasi yang kurang terjangkau pendidikan formal.

Di mobil pintar ini, tersedia prasarana belajar untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi.

”Saya berharap, pengurus PKK dapat bekerja sama dengan pemerintah, bersama-sama memaksimalkan keberadaan mobil pintar ini,” kata Frederika.

Selain itu, dalam rangka menuju ketahanan pangan keluarga, kader PKK se Kalbar, diharapkan dapat melakukan Gerakan Tanam, Tebar, dan Pelihara. Gerakan ini tujuan, membangun kesadaran perempuan dalam ketahanan pangan.

Tanaman pangan itu adalah sagu, jagung, umbi-umbian, dan jenis pangan lokal. Sedangkan, tanaman hortikultura, seperti, pohon Sukun, sayur-mayur, dan buah-buahan.

Dalam arahannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Frederika, mengingatkan bahwa dalam struktur organisasi program-program PKK, di kelola oleh empat Kelompok Kerja (POKJA).

Masing-masing Pokja mempunyai prioritas program untuk mengatasi hal-hal yang dianggap rentan. Yaitu, POKJA 1, mengatasi masalah trafiking, bela negara, HIV/Aids, dan Narkoba. POKJA II, prioritas program di bidang pendidikan dan keterampilan. POKJA III, bidang kelestarian lingkungan hidup, seperti perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dan, ketahanan pangan yaitu dengan menanam pohon, seperti Sukun, menebar bibit ikan. Juga memelihara agar apa yang telah ditanam atau ditebar, juga dipelihara. POKJA IV, program prioritas bidang kesehatan, seperti revitalisasi Posyandu.□

Baca Selengkapnya...

SOPD, Gubernur Pilih Pejabat Profesional


NAMA MENYUSUL
Gubernur Cornelis memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan. Soal nama-nama pejabat yang akan mengisi SOPD Kalbar, Gubernur mengedepankan aspek profesionalisme. FOTO Budi Rahman/Borneo Tribune.

Cukup lama tak terdengar, isu pos jabatan yang akan mewarnai Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) kembali menggelinding. Setelah nama-nama pos jabatan yang disediakan disepakati antara pihak eksekutif dan legislatif beberapa waktu lalu, kini bola berada di tangan Gubernur.
Dimintai keterangan seputar pos jabatan di pemerintah provinsi, Gubernur Cornelis bersedia membuka sedikit keterangan seputar SOPD. Dimintai komentar usai memberikan hak pilihnya pada Pilwako di dekat rumah pribadinya di Jalan Danau Sentarum, Sabtu (25/10), Cornelis memberikan gambaran tentang penempatan orang-orang yang bakal diakomodir dalam pos-pos jabatan di bawah pemerintahannya.
Kepada sejumlah wartawan yang mengerubunginya usai pencoblosan, Cornelis dengan santai menjelaskan proses yang sudah dijalani saat ini. Menurutnya sesuai aturan ia telah mengusulkan pos-pos jabatan di Pemprov ke Departemen Dalam Negeri.
“Sekarang sedang diajukan. Setelah diajukan, diisi baru nanti dilantik,” kata Cornelis.
Ditanya tentang nama-nama yang bakal tergusur atau mengisi pos-pos jabatan nantinya, Ketua DPD PDIP Kalbar ini menjawab dengan diplomatis.
“Ya sekarang kan diserahkan kepada pemenang,” sebutnya dengan kiasan yang bermakna pada otoritasnya untuk memilih pejabat yang berkompeten.
Disinggung soal beberapa kepala-kepala dinas yang sudah uzur dan memasuki fase pensiun, Gubernur juga tidak terlalu ambil pusing. Menurutnya dalam kasus penetapan kandidat calon pejabat ini ia hanya patuh pada aturan dan prosedur yang berlaku.
“Kita sesuai aturan aja. Soal pejabat yang mau pensiun itu kan dapat diangkat, bukan diwajibkan,” kata Cornelis, tegas.
Sebagai Gubernur yang terpilih melalui Pilkada langsung, Cornelis memiliki otoritas yang cukup besar untuk menempatkan nama-nama pejabat yang akan menduduki posisi kepala dinas, badan atau kantor. Meski begitu saat ditanya tentang pertimbangan politik yang akan digunakan untuk menempatkan para pejabatnya, Cornelis mempunyai pandangan tersendiri.
“Saya lebih memilih pejabat yang profesional daripada yang loyal,” katanya lugas.
Cornelis punya alasan tersendiri kenapa dirinya lebih memilih pejabat yang profesional ketimbang yang loyal. Meski mestinya sebagai seorang pejabat politis ia lebih memilih bawahan-bawahan yang mau mendukung penuh kebijakan-kebijakan politiknya, Cornelis lebih mengedepankan tujuan utama.
“Kalau yang profesional sudah pasti loyal. Tapi kalau yang loyal belum tentu profesional,” ungkapnya.

Baca Selengkapnya...

Gubernur Gunakan Hak Pilihnya


Pagi pukul 07.00 Tempat Pemilihan Suara (TPS) dibuka di empat kabupaten-kota yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (Kota Pontianak, Kubu Raya, Sanggau dan Kabupaten Pontianak), Sabtu (25/10) kemarin. Pemilih berduyun-duyun menggunakan hak suaranya.

Rata-rata pukul 13.30 warga sudah mencoblos. Jari mereka sudah diberikan tanda dengan tinta biru. Warga kembali beraktivitas secara normal setelah berpesta demokrasi—rakyat dewasa memilih calon pemimpin terbaiknya—dan aman tanpa ada gangguan kamtibmas yang berarti.
Gubernur Cornelis menggunakan hak coblosnya di TPS dekat kediaman pribadinya. Sekitar pukul 10 pagi, Gubernur bersama keluarga tiba di TPS. Tanpa pengawalan berlebih, Gubernur datang busana santai. Kaos merah berkerah dipadu celana jins membuat Gubernur terlihat rileks menentukan pilihan politinya di TPS yang menempatkan dirinya pada posisi kedua pada Pilgub lalu.
“Sudah dicoblos kan. Tidak ada yang Golput lho,” kata Cornelis sambil menunjukkan surat suara yang telah dicoblos sesaat sebelum dimasukkan ke kotak suara.
Sontak, usai memasukkan surat suara Gubernur dikerumuni rombongan wartawan yang telah menanti sedari pagi. Dengan nada santai Gubernur Cornelis melayani tanya para kuli informasi itu. Kepada reporter Ruai TV yang menayangkan secara live even di TPS 70 itu Gubernur memberikan penjelasan.
“Yang hadir ini bukan gubernur, tapi Cornelis yang punya hak pilih dan menggunakan hak pilihnya,” kata Cornelis ramah.
Sebagai warga negara yang tercatat sebagai penduduk Kota Pontianak Cornelis mengajak sanak keluarganya untuk menggunakan hak pilihnya. Terlepas siapapun yang terpilih nanti, Cornelis mengajak warga untuk loyal pada pemimpin pilihan warga itu.
“Sama-sama kita bangun Negara ini. Kalau sudah terpilih tidak bisa mengatas namakan partai atau kelompok tertentu. Saya aja begitu, tidak bisa ikut kampanye karena tidak dapat izin,” katanya.
Pada kesempatan itu keluarga Gubernur datang lengkap, Ny. Frederika, Angel bersama suami dan anakya turut serta. Sementara Karol, putri sulungnya tiba agak telat ke TPS. Kepada para petugas TPS, Gubernur menyapa mereka akrab. Tak terlihat perbedaan derajat antara Gubernur dan warga biasa pada acara pemilihan di TPS itu.
“Ha ini, Pak Wito apa kabar?” sapa akrab Gubernur pada petugas penjaga bilik suara.
Tentang Golput yang disebut menjadi kandidat kuat pemenang Pilwako dan Pilkada lainnya, Gubernur menyampaikan pandangannya. Sebagai warga Negara yang punya hak dan tanggungjawab, Gubernur menilai sikap golput kurang baik. Meski begitu ia tidak menyalahkan warga yang memilih sikap itu.
“Masalah mereka pilih pemimpin, itu namanya hak pilih. Tapi kalau golput jangan banyak komentar. Tak usah banyak nuntut hak mereka karena golput tidak memilih,” kata Cornelis.
Namun kadang yang terjadi menurut Gubernur para pemilih golput lebih banyak yang bersuara dibanding warga yang telah menggunakan hak piilihnya.
“Harus punya sikap dong. Kalau putih ya putih, hitam ya hitam. Jangan ambivalen!” tegas Gubernur pada urusan golput.
Sementara disinggung tentang perasaannya pada saat memberikan hak suaranya antara Pilwako dan Pilgub lalu, Gubernur mengaku ada perbedaan rasa.
“Lebih besar sekarang deg-degannya. Kalo dulu saya tahu, yakin pasti menang soalnya saya sendiri yang tampil. Tapi kalau sekarang susah karena bukan saya yang terlibat langsung,” ujarnya.
Secara prosedur Gubernur menilai pelaksanaan pemilihan di TPS 70 sudah baik. Sejumlah petugas dan saksi lengkap. Antusiasme wargapun cukup tinggi.
“Saksi lengkap kan? Mana saksi nomor 7?” absent Cornelis pada salah satu kelengkapan TPS.
Kepada saksi dari calon walikota yang diusung partainya, Gubernur Cornelis berpesan singkat tapi penuh arti. “Jangan nanti orang hitung kau disuruh beli kue,” titahnya pada si saksi yang hanya cengar-cengir saat diberi tahu.
Melihat peta Kota Pontianak yang tidak terlalu luas, diperkirakan siang atau malam setelah pemilihan pemenang Pilwako sudah bisa diraba. Untuk mengantisipasi kemungkinan rusuh pada saat atau setelah pencoblosan, sejumlah aparat kepolisian terlihat bersiaga dengan persenjataan dan peralatan lengkat di titik-titik strategis.
Fenomena golput tampak mencuat. Di TPS 20 Jl KH Ahmad Dahlan dari 608 yang terdaftar, hanya 289 yang menggunakan hak pilihnya. “Mungkin orang sudah bosan dengan pemilu,” kata Harry Susanto, KPPS KHA Dahlan seraya mengatakan, sebagai petugas dia hanya mengharapkan warga menggunakan hak pilih, soal siapa yang menang terserah siapa pun.
Sejumlah TPS sudah memulai perhitungan suara sejak pukul 13.00. Ada pula yang taat dengan jadwal, dimulai pukul 14.00. Lebih lanjut hasilnya masih bervariasi sesuai dengan kantong-kantong suara.
Di Kota Pontianak, sinyalemen suara warga Tionghoa akan mengkrucut ke figur Cawako Harso Utomo Suwito ternyata terbukti tidak benar. Kantong-kantong suara Tionghoa pecah ke Ghesit (Gusti Hersan-Setiawan Liem) dan Obama (Oscar Primadi-Hartono Azas) selain Harkad (Harso Utomo Suwito-H Awaludin Rahmad). Di TPS Harso kawasan Nusa Indah dia kalah oleh pasangan Ghesit. Di wilayah kantong Tionghoa Jalan Dr Setia Budi, Harso juga kalah (48). Pemenangnya adalah Ghesit (58). Di Kantong suara Tionghoa Jalan Gajahmada dimenangkan Obama. Sementara di kawasan Purnama berbagi TPS antara pendukung Harkad, Ghesit dan Siip.
Menurut Anggota KPPS TPS 06 Darat Sekip, Badarsyah, pelaksanaan pemilihan walikota dari pembukaan sampai perhitungan suara berjalan aman dan lancar tanpa peduli kantong suara pecah atau tidak pecah. “Kita bangga, rakyat sudah dewasa memilih. Jadi bukan karena etnis atau agama lagi,” katanya.
Kejar mengejar mewarnai perhitungan suara di TPS-TPS.
Di TPS 06 dari 306 jumlah pemilih yang terdaftar di DPT, sebanyak 143 pemilih yang mempergunakan hak pilihnya, dan 163 pemilih tidak mempergunakan haknya alias golput. Jumlah suara yang diperoleh masing-masing calon di TPS 06 adalah Hade=0, Obama=30, Duta=6, Siip=6, Harkad=41 suara, Ghesit=61 dan Setia Kawan=1 suara.

Sementara TPS 01 Parit Haji Husin Komplek Alex Griya I Kelurahan Bangka Belitung Darat Kecamatan Pontianak Tenggara yang menjadi tempat Gusti Hersan Aslirosa dan keluarganya mempergunakan hak pilihnya mengungguli pasangan calon lain. Sebanyak 591 pemilih yang terdaftar, namun yang mempergunakan hak pilihnya sebanyak 320 pemilih dan 271 pemilih tidak mempergunakan hak pilihnya alias golput. Dengan jumlah suara yang diperoleh masing-masing pasangan calon, Hade=15, Obama=38, Duta=63, Siip=27, Harkad=27, Ghesit=136 dan Setia Kawan=5
Lucunya di TPS Rumah Dinas Walikota yang berpusat di Bina Mulia. Pasangan Setia Kawan hanya didukung 13 suara dan mayoritas memilih Obama (65) disusul Hade (56).
TPS Pontianak Barat dan Timur rata-rata mendukung pasangan Siip. Suara per TPS rata-rata di atas 100. “Namun masih kecil suara yang masuk dari 410 ribu suara,” kata Sujadi di Kantor KPU Kota.□Budi Rahman, Andika Lay/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Jumat, 24 Oktober 2008

Mobil Pintar Buat Perbatasan


RESMI
Gubernur Kalbar Cornelis meresmikan Bank Central Asia Cabang Utama Kota Pontianak, Kamis (23/10) FOTO Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune

Gubernur Kalbar Cornelis menyerahkan 4 unit mobil pintar yang akan diberikan kepada Kabupaten Sanggau, Bengkayang, Sambas, dan Kapuas Hulu. Penyerahan secara langsung besok (hari ini, Red) di Entikong. Hal ini diungkapkan Cornelis usai meresmikan Kantor Cabang Utama BCA Kota Pontianak, Kamis (23/10)

Keempat mobil ini adalah sumbangan dari Ibu Presiden RI Ani Yudhoyono untuk Kalbar dalam rangka mencerdaskan masyarakat daerah perbatasan Kalbar. Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat perbatasan agar mereka tidak pindah ke Malaysia,” ujar Gubernur.

“Mobil pintar atau perpustakaan keliling ini akan diterima langsung oleh Bupati masing-masing kabupaten, dan tidak bisa diwakilkan,” katanya.

Sementara itu dalam sabutannya saat meresmikan kantor Bank Central Asia (BCA) Cabang Utama Kota Pontianak Gubernur berharap walaupun selama dua tahun terakhir kinerja pertumbuhan perekonomian Kalbar cenderung meningkat yaitu pada 2006 pertumbuhan ekonomi Kalbar tumbuh 5,23% dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 6,2%, namun masih diperlukan berbagai upaya untuk mendorong kegiatan ekonomi salah satunya peningkatan investasi melalui perbankan dan perbankan juga di harapkan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil.

Baca Selengkapnya...

Siti Fatonah Kepala BKKBN Kalbar


Pergantian pucuk pimpinan di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat dilakukan. Harapan besar untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kalimantan Barat disematkan di pundak pejabat yang baru dilantik.

Bertempat di Ruai Telabang, Kantor Gubernur, acara pelantikan pejabat eselon II ini berjalan tertib dan lancar. Gubernur Kalbar, Cornelis memimpin langsung acara penting di badan pengelola urusan keluarga berencana ini.
Siti Fatonah diangkat menjadi Kepala BKKBN yang baru menggantikan pejabat sebelumnya. Dengan jabatannya sebagai Kepala BKKBN, Siti Fatonah mendapat tunjangan jabatan sebesar Rp. 3 Juta lebih per bulannya.
Faozan Al Fikri, pejabat sebelumnya dipromosikan menjadi Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana di BKKBN Pusat dan telah dilantik sebelumnya, 25 Agustus lalu.
Dalam sambutannya Gubernur mengharapkan Kepala BKKBN yang baru bisa lebih memajukan tingkat kesejahteraan keluarga di Kalbar. Selain itu BKBBN yang focus kegiatannya ada pada keluarga dan sesuai dengan namanya diharapkan menjalin koordinasi dengan instansi lainnya, baik dinas-dinas maupun kepolisian dan tentara.
Melihat besarnya peran BKKBN, Gubernur juga berharap pejabat yang baru bisa menjadikan pelayanan pada masyarakat sebagai kebijakan prioritas. Hal ini tak lepas dari peran dan posisi warga yang begitu istimewa di hadapan konstitusi. “Manusia yang ada di negeri ini dilindungi oleh Negara. Kalau tidak percaya lihat pembukaan Undang-undang,” kata Gubernur.
Soal penduduk dan warga Negara disinggung khusus oleh Gubernur. Dengan bahasanya yang khas dan bernas Gubernur Cornelis mengingatkan Kepala BKKBN yang baru dilantik untuk benar-benar fokus dan konsen pada tugas dan tanggung jawabnya.
Dikatakan oleh Gubernur kondisi Pulau Jawa kini semakin sulit seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang begitu besar di masa lalu dan tidak diiringi dengan ketersediaan ruang hidup. Dia mengkhawatirkan ini dapat terjadi di Kalbar bila tidak diantisipasi oleh semua pihak.
“Kita di Kalbar juga terancam mengalami nasib yang serupa di Jawa, terutama di kampung-kampung. Apalagi sekarang listrik sering mati, orang lebih cepat tidur,” kata Gubernur penuh makna.
Berdasarkan Survey Demografi dan Kependudukan Indonesia (SPDKI) tahun 2007, angka kelahiran total di Kalbar menunjukkan penurunan dari 2,9 pada periode 2003 menjadi 2,8. Sementara peningkatan angka kesertaan ber KB juga terjadi, dari 57,8 pada tahun 2003 menjadi 62,7 pada periode SDKI tahun 2007.
Saat dimintai komentar usai acara pelantikan, Siti Fatonah mengaku telah menyiapkan sejumlah program yang sejalan dengan harapan yang disampaikan oleh Gubernur. Namun secara garis besar ia mengaku masih akan melanjutkan program yang telah dirintis oleh Faozan Al Fikri, Kepala sebelumnya yang dinilai cukup berhasil. “Kita akan lanjutkan program yang sudah dilakukan oleh Pak Faozan,” katanya kepada sejumlah wartawan yang menggerubutinya.□Budi Rahman/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 18 Oktober 2008

Karol: Permasalahan Remaja Perlu Perhatian


Dr. Karolin Margret Natasa sangat menaruh perhatian pada remaja. Sebagai seorang yang lulusan jurusan dokter, ia kemudian bersama dengan DPD Taruna Merah Putih melakukan seminar tentang kesehatan reproduksi bagi remaja yang diadakan di Gedung Kartini, Sabtu (18/10).

Dalam seminar tersebut ia menjelaskan dengan jelas ia mengemukakan tentang masa pubertas, alat reproduksi remaja, serta himbauannya agar berhati-hati dengan pergaulan bebas remaja.
Awal seminar, ia mengemukakan bahwa salah satu hakekat manusia adalah melanjutkan keturunan. Agar hal ini dapat dilaksanakan maka Tuhan memberikan alat reproduksi. Alat reproduksi ini sebenarnya sudah kita bawa sejak masih dalam kandungan ibu dan baru mulai berfungsi pada saat pubertas.
“Proses reproduksi merupakan proses yang harus diketahui bersama oleh pihak wanita dan pria, karena keduanya bertanggungjawab terhadap berhasilnya suatu proses reproduksi yang sehat,” ujar dr. Karolin Margret Natasa.
Ia juga membahas masa puber. Ia mengatakan bahwa masa puber berbeda antara perempuan dan pria. Bagi laki-laki dimulai pada usia 9-10 tahun dan berakhir pada usia 15-16 tahun, sedangkan bagi perempuan masa puber diawali lebih cepat aitu pada usia 9-15 tahun.
Sarannya, agar organ reproduksi dirawat dan terjaga kebersihannya dari jamur atau kutu yang menyebabkan gatal, terkena penyakit seperti keputihan, seperti keputihan, terkena penyakit kelamin dan bahkan infertile sementara.
Ia juga membeberkan permasalahan seksualitas pada remaja adalah dorongan seksual yang sudah meningkat namun secara normatif mereka belum menikah, belum diijinkan untuk melakukan hubungan seksual. “Harus hati-hati dalam pacaran, serta jangan berhubungan seks sebelum menikah,” ujarnya.
Karena, menurutnya banyak kerugian yang didapat apalagi bagi wanita oleh pria yang tak bertanggungjawab. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang karena suatu sebab maka keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau kedua calon orang tua bayi tersebut. KTD disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan dan metode-metode pencegahan kehamilan, akibat terjadinya pemerkosaan atau akibat gagalnya alat kontrasepsi.
“Jangan percaya kepada mitos bahwa berhubungan seksual cerminan kasih sayang, itu hanya bohong belaka,” ujarnya.
Kerugian dan bahayanya KTD bagi remaja yaitu calon ibu merasa tidak siap untuk hamil, sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang mengalami KTD terhadap bayi, ibu yang mengambil tindakan aborsi yang dapat berakibat kematian dan kesakitan ibu serta pengaruh psikologis yang menekan.
“Saat ini di Indonesia masyarakat masih tidak bisa menerima single parents atau orang tua tunggal,” ujarnya.
Sejak 2 atau 3 tahun terakhir ini peningkatan penderita HIV, pemerintah menaruh perhatian yang cukup tinggi. Oleh karena itu komponen bangsa harus terus membantu pemerintah dengan segala upaya.
Ia juga prihatin dengan dunia remaja karena peningkatan kasus HIV.
“Remaja perlu pengetahuan yang benar tentang seks, agar mereka mengerti tentang HIV itu,” ujarnya.□Euodia Suryani/Borneo Tribune, Pontianak

Baca Selengkapnya...

Jumat, 17 Oktober 2008

Gubernur Irup HUT Pemkab Landak


Suasana khidmat mewarnai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak ke-9 yang jatuh pada 4 Oktober lalu. Lebih istimewa lagi upacara yang digelar, Jumat (17/10) di halaman Kantor Bupati Landak ini dihadiri Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH beserta istri dan Wakil Gubernur Kalbar, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM beserta istri. Tidak hanya menghadiri saja, pada kesempatan itu gubernur berkesempatan menjadi inspektur upacara.

Hadir dalam upacara peringatan HUT Pemkab Landak, Bupati Landak Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si beserta istri, beberapa kepala instansi di lingkungan Pemprov Kalbar, para kepala instansi di lingkungan Pemkab Landak, Wakil Ketua DPRD Landak beserta anggota, Muspida Landak, para pemrakarsa berdirinya Kabupaten Landak, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan para undangan.
Dalam sambutannya, gubernur mengatakan peringatan HUT Pemkab Landak ke-9 ini merupakan suatu kesempatan khusus untuk mengevaluasi diri atas apa yang telah dilakukan dan hasil kerja apa yang diberikan dalam rangka memajukan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
"Evaluasi itu buruk atau baik, akan memberikan masukan dan semakin menyadarkan kita mengenai hal-hal yang masih kurang, sehingga harus diperbaiki, dan hal-hal yang telah berhasil dilaksanakan untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang," ujarnya.
Dalam menyertai segenap jajaran pemerintah dan masyarakat di Landak, memperingati HUT terbentuknya Pemkab Landak yang ke-9 tahun 2008 ini dan menyongsong penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di hari-hari mendatang, dalam kesempatan itu gubernur menyampaikan beberapa hal.
Pertama, bahwa kebijakan Pemprov Kalbar didalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan berorientasi pada arah peningkatan kehidupan masyarakat yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera, sebagaimana tertuang didalam RPJMD yang baru disusun.
"Untuk menyelaraskan kebijakan tersebut, maka perlu dibangun sinergi antar Pemprov dengan kabupaten/kota, termasuk Pemkab Landak didalam melaksanakan program-program pembangunan daerah, karena tujuan dari hal tersebut adalah bermuara pada upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat," paparnya.
Kedua, semenjak mantan Bupati Landak ini dilantik menjadi Gubernur Kalbar, Cornelis mengakui ada salah satu pekerjaan rumah yang belum diselesaikan yakni belum terpilihnya Wakil Bupati (Wabup) Landak. Oleh karena itulah dalam kaitan menyertai kebahagian yang dirasakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Landak didalam memperingati HUT yang ke 9, gubernur mengharapkan untuk segera dilaksanakan pemilihan Wabup Landak.
Ketiga, kebahagiaan dan kebanggaan yang dirasakan segenap jajaran aparatur Pemkab Landak dan segenap masyarakat didalam memperingati HUT yang ke 9 pada tahun 2008 ini, adalah sama yang saya rasakan, karena dari daerah inilah saya berjuang untuk melanjutkan pengabdian kepada daerah Kalbar.
”Oleh karena itu tidaklah berlebihan kalau saya sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada saudara-saudara sekalian yang telah membantu dan mendukung saya sewaktu menjabat sebagai Bupati Landak," paparnya.
Tema yang diusung dalam peringatan HUT Pemkab Landak tersebut yakni Dengan semangat Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Landak yang ke 9 dan 100 tahun Kebangkitan Nasional kita tingkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Berkaitan dengan tema itu, gubernur mengharapkan hendaknya menjadi faktor pendorong untuk semakin meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.□ Devi Zulkarnain
Borneo Tribune, Ngabang.

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger