Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Minggu, 18 November 2007

Berbagi Bahagia Setelah Pilkada



Nur Iskandar
Borneo Tribune, Pontianak

90 persen tahapan Pilkada sudah usai. Tahap yang sedang berlangsung sekarang adalah perhitungan hasil suara dari TPS ke lumbung suara terakhir, yakni KPUD. KPUD pun tinggal memverifikasi administrasi yang dilaporkan.


Tiga hari terakhir ini Kantor KPUD Kalbar yang berada di pinggir Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak—diapit antara Kantor Gubernur dan Universitas Muhammadiyah Pontianak—menjadi satu titik yang paling populer dibanding gedung manapun di Kalbar. Demikian karena warga menyemut ke sebuah papan pengumuman. Warga ingin tahu secara pasti siapa yang dinobatkan sebagai pemenang Pilkada Gubernur: Cornelis-Sanjaya atau Usman Ja’far-LH Kadir.
Berdasarkan tabulasi data yang sudah masuk dan dilansir secara resmi oleh KPUD (sementara) Cornelis berada di bar teratas disusul incumbent. Masa perhitungan di KPUD akan final pada 19 November dan ditetapkan pada 27 November mendatang.
Riak-riak kemenangan di kubu Cornelis-Sanjaya sudah mulai terasa. Salah satu komponen pendukungnya yakni Keluarga Besar Putra Putri Polisi (KBPPP) sudah mengucapkan selamat sekaligus menandakan kemenangannya atas incumbent melalui metode quick count sebesar 11 persen.
Tim Setia Kalbar melalui Sekjen KBPPP Agenanda Djatmika, MBA dalam konferensi pers yang bertempat di Setia Kalbar Centre Jl Tanjungpura menyatakan akan ada pergerakan angka (nilai) tapi untuk posisi kemenangannya yakin tidak akan berubah. “Drs Cornelis MH tetap unggul. Data suara yang masuk seluruhnya sudah mencapai 77,30% dengan selisih persentase keberhasilan 11,57% dan kami juga terus berkoordinasi dengan KPUD,” ungkapnya.
Saat ditanya seandainya pada akhir perhitungan suara ternyata terjadi perubahan posisi, mereka siap cek dan ricek dengan KPUD karena C2 (Cornelis-Christiandy) siap menang atau siap kalah dengan terhormat. “Selama tidak dizalimi,” ungkapnya.
Sedangkan Tim Sukses Cornelis-Sanjaya adalah Tim Pemenangan PDIP Perjuangan, tim komunikasi KBPPP, tim ACC, tim Tung Sim, Tim Independent, Perkumpulan Suku, Adat, Agama, Marga, dan Budaya semua sedang bersuka-cita.
Kendati demikian bola perhitungan masih berlangsung. Warga terus menyemut di papan pengumuman KPUD secara silih berganti. Kondisi ini akan terus bertahan hingga tenggat waktu penetapan formal di KPUD sebagai panitia penyelenggara Pilkada.
Hingga tadi malam sejumlah polisi dari kesatuan Brimob Polda Kalbar standby di halaman kantor KPUD tersebut. Mobil penghalau massa dengan perlengkapan water cannon-nya juga disiagakan tak jauh dari lokasi kantor.
Dalam sehari KPU menurut pengumuman yang tertempel di papan pengumuman menyampaikan empat kali up date data. Masing-masing pada pagi hari pukul 08.00, untuk siang pada pukul 12.00, sore hari pukul 15.00, petang pukul 18.00 dan malam hari pada pukul 22.00. Namun pada kenyataannya penyampaian data terbaru tidak sesuai dengan jadwal, sebab pada saat warga melihat di sore hari data yang tertera masih data siang hari pukul 12.00. Sungguhpun demikian minat dan antusiasme warga masih tinggi untuk menyaksikan perolehan suara terkini versi resmi tersebut.
Adapun data resmi yang tertera kemarin pada sore hari menempatkan Cornelis sebagai kampiun.
Beberapa warga pengunjung yang ditanyai alasannya mengejar informasi dari KPU mengaku sengaja datang karena didorong rasa ingin tahunya. Hendro, salah satu pengunjung yang datang bersama 3 rekannya mengaku sejak malam sebelumnya mencari perolehan data sementara tersebut.
“Tadi malam kami datang ke sini tapi belum ada datanya. Saya bersama rekan-rekan memang cukup resah dan sangat ingin tahu hasil perolehan suara ini,” kata mahasiswa ini apa adanya.
Senada dengan Hendro, dua orang rekannya juga mengaku sangat ingin tahu hasil Pilgub yang telah dilakukan kemarin. Menurut mereka hasil perolehan suara tersebut sangat mereka butuhkan untuk menjawab pertanyaan rekan dan anggota keluarga yang bertanya pada mereka.
Setelah melihat hasil perolehan suara tersebut ketiga pemuda tersebut pun mengekspresikan pendapatnya masing-masing. “Yang jelas kita sebagai masyarakat biasa harus sportif menerima kemenangan kandidat yang menang,” kata Hendro.
“Panwas dan KPU harus segera melakukan cross check di lapangan kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di lapangan,” kata Ridwan memberi saran.
Sportivitas adalah esensi dari kompetisi. Hidup ini tak hanya Pilkada dan semua esensinya adalah kompetisi. Memang-kalah. Dan kita semua harus sportif. Yang kalah yang dicerca, yang menang jangan bertepuk dada karena masih amat sangat besar tugas pembangunan yang mesti dilakukan.
Yang terbaik adalah menjadikan kemenangan ini milik bersama buat modal membangun Kalbar secara bersama-sama pula. Sebab semakin terjalin kebersamaan, maka akan semakin ringan beban yang harus kita pikul. Di sini akan terjalin bagi-bagi kebahagiaan. Berbagi bahagia setelah Pilkada. ■

Baca Selengkapnya...

Jumat, 16 November 2007

Sementara Cornelis Memimpin

Budi Rahman
Borneo Tribune, Pontianak

Dua hari usai pencoblosan Pilgub 2007, posisi kandidat mulai kentara. Jika pada hari pertama pelaksanaan, hasil quick count versi Tim Harmoni UJ masih unggul pada hari kedua penghitungan dominasi kandidat nomor 4 justru terlihat.


Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh KPUD Kalbar posisi Cornelis menang cukup signifikan dibanding kandidat-kandidat lain. Di beberapa daerah kantong kemenangan Cornelis bahkan angkanya sangat meyakinkan. Meski belum semua kabupaten/kota selesai dilakukan penghitungan namun posisi Cornelis memimpin di posisi teratas.
Versi resmi KPUD Kalbar yang dirilis pukul 12.00 siang, ada lima kabupaten yang telah mengirimkan data resminya, masing-masing Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang/KKU. Dari hasil tersebut posisi Cornelis kuat meminpin di tempat teratas. Perbandingan dengan UJ adalah 1:3.
Untuk Bengkayang Cornelis menang telak dengan 27.630 suara, UJ di posisi kedua dengan 12.323. Sementara OSO hanya mendapat 4.971 dan Akil 2.427 suara. Kabupaten Landak juga demikian. Cornelis menang telak dengan 154.812 suara, disusul OSO dengan 9.284 suara. UJ di posisi ketiga dengan 8.632 dan Akil mendapat 6.941 suara.
Untuk Kabupaten Sintang Cornelis juga masih memimpin dengan meraih 58.600 suara disusul UJ dengan 25.762 suara. Akil di posisi ketiga dengan 12.872 suara dan OSO dengan 5.943 suara.
Di Kabupaten Kapuas Hulu Cornelis menang tipis dengan 39.910 ditempel ketat UJ dengan 38.401 suara. Akil di tempat ketiga dengan 25.684 suara dan terakhir OSO dengan 5.806 suara.
Di Kabupaten Ketapang yang digabung dengan KKU OSO menang cukup telak. Di kabupaten yang dekat dengan sosok nomor 2 ini, OSO memimpin perolehan dengan 85.009 suara disusul Cornelis dengan 36.897 suara. UJ pada posisi ketiga dengan 25.061 dan Akil mendapat 12.620 suara.
Total suara yang masuk ke KPU kemarin sebanyak 599.585 suara. Perolehan suara total untuk masing-masing kandidat dimenangkan Cornelis. Kandidat nomor 4 yang berpasangan dengan Christiandy Sanjaya ini meraup suara sebesar 317.849. OSO berada di posisi kedua dengan perolehan suara sebesar 111.013 beda tipis dengan suara UJ yang mendapat suara 110.179. Sementara Akil Mochtar yang berpasangan dengan AR. Mecer berada pada posisi terakhir dengan suara sebesar 60.544.
Dari data yang dikumpulkan oleh kubu Cornelis posisi sang Cagub juga tidak tergoyahkan. Bersama pasangannya Christiandy Sanjaya, menurut DPD PDIP Kalbar Cornelis mengumpulkan suara sebanyak 871.826 dari total suara sah yang telah masuk sebanyak 2.018.340. Cornelis mendapat 43,20 persen suara total. UJ-LHK ada di posisi kedua dengan raihan suara sebanyak 633.042 atau sama dengan 31.36 persen. OSO-Lyong mendapat 323.606 atau 16.03 persen pada peringkat ketiga. Akil Mochtar sementara harus puas dengan posisi terakhir dengan raihan suara 189.866 atau 9.41 persen.
Atas perolehan suara sementara yang telah dihitung ini posisi Cornelis cukup kuat di puncak. Di seketariat pemenangan Cornelis-Christiandy suasana suka cita mulai terlihat. Senyum mengembang dan suasana hangat terlihat dari fungsionaris yang berjaga di kantor dan sekretariatnya. 

Baca Selengkapnya...

KBPPP Sambut Gubernur Baru

Lukas B Wijanarko
Borneo Tribune, Pontianak

Setelah mencermati dan memantau hasil perolehan suara sementara Pilkada Kalimantan Barat yang diadakan Kamis (15/11) berdasarkan hasil quick count yang dilakukan Keluarga Besar Putra Putri Polisi (KBPPP) Kalbar hingga Jumat (16/11) pukul 07.00, dari sumber yang dimiliki dan dari hasil pantauan langsung di lapangan menyatakan selamat kepada Drs Cornelis, MH. Bupati Landak itu dinilai sukses dalam Pilkada dan menjadi gubernur Kalbar yang baru.


Seluruh Keluarga Besar Polri dan Keluarga Besar TNI beserta keluarga yang tinggal di dalam atau di luar asrama yang telah menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan hati nurani dalam memilih Gubernur Kalbar diucapkan terima kasih. “Juga kepada semua tim sukses masing-masing kandidat yang telah mampu menjaga diri, menghindari gesekan-gesekan antar massa pendukung dan selalu menjaga ketertiban dan keamanan selama masa kampanye dan di saat pencoblosan dan berharap kita bersatu kembali, ini adalah pesta demokrasi masyarakat Kalbar yang untuk pertama kalinya melaksanakan Pilkada Gubenur secara langsung,” ungkap Tim Setia Kalbar melalui Sekjen KBPPP Agenanda Djatmika, MBA dalam konferensi pers yang bertempat di Setia Kalbar Centre Jl Tanjung Pura.
Agenanda Djatmika juga menyatakan akan ada pergerakan angka (nilai) tapi untuk posisi kami yakin tidak akan berubah Drs Cornelis MH tetap unggul. Data suara yang masuk seluruhnya sudah mencapai 77,30%, dengan selisih persentase keberhasilan 11,57% dan terus koordinasi dengan KPUD.
Saat ditanya seandainya pada akhir perhitungan suara ternyata terjadi perubahan posisi, mereka siap cek and ricek dengan KPUD karena C2 siap menang atau siap kalah dengan terhormat. “Selama tidak dizalimi,” ungkapnya.
Sedangkan Tim Sukses Cornelis-Sanjaya adalah Tim Pemenangan PDIP Perjuangan, tim komunikasi KBPPP, tim ACC, tim Tung Sim, Tim Independent, Perkumpulan Suku, Adat, Agama, Marga, dan Budaya.
Di tempat terpisah tadi malam sekira pukul 23.30 WIB, UJ Center melalui Wakil Ketua Tim Harmoni, Luthfi A Hadi mengekspose perhitungan sementara mereka dari saksi-saksi yang mereka tempatkan dari seluruh Kalbar. Datanya UJ-LHK unggul 1 persen dibandingkan CC.
Urutannya UJ-LHK 648.125 (36%), CC 630.013 (35%), OSO-Lyong 342.768 (19%) dan AM 181.217 (10%). Total suara yang terhitung sebanyak 1.802.123. 

Baca Selengkapnya...

Sementara Cornelis Pimpin 7 Kabupaten

Borneo Tribune, Pontianak
Dua hari setelah pencoblosan posisi masing-masing kandidat mulai terlihat. Jika pada hari pertama pelaksanaan, hasil quick count versi Tim Harmoni UJ masih unggul, pada hari kedua penghitungan dominan untuk kandidat nomor 4: Cornelis.


Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh KPUD Kalbar posisi Cornelis menang cukup signifikan dibanding kandidat-kandidat lain. Di beberapa daerah kantong kemenangan Cornelis bahkan angkanya sangat meyakinkan. Meski belum semua kabupaten/kota selesai dilakukan penghitungan namun Cornelis masih teerlihat di posisi teratas.
Versi resmi KPUD Kalbar yang dirilis pukul 20.00 WIB, ada tujuh kabupaten yang telah mengirimkan data resminya, masing-masing Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang/KKU, Sanggau, Kota Pontianak. Dari hasil tersebut posisi Cornelis kuat meminpin di tempat teratas. Perbandingan dengan UJ adalah 1:3. Selengkapnya lihat tabel resmi dari KPUD. (hartono)

Baca Selengkapnya...

Hasil Perhitungan Suara Masih Fluktuatif

Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang

‘Nasib’ keberuntungan kandidat mana yang akan menjadi nahkoda pulau sejuta sungai ini masih berupa tanda tanya. Hasil perhitungan sementara yang terus bergulir, masih fluktuatif. Final answer yang mengarah kepada kandidat pun masih belum mencapai angka pasti.


Bukan hanya para kandidat yang bertanya-tanya mengenai hasil perolehan suara yang terkumpul dari seluruh wilayah Kalimantan Barat, sejak pemungutan dilakukan pada Kamis (15/11) lalu. Rakyat yang juga menjadi penentu dengan suara yang mereka berikan bagi para kandidat, turut menanti hasil akhir keputusan.
Begitu pula dengan masyarakat Landak, secara bergantian mereka berdatangan ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Landak, untuk melihat pengumuman hasil perhitungan sementara yang diperoleh di Landak.
Seperti pada Jumat (16/11) siang, beberapa warga tampak berdiri di depan papan pengumuman dan mencatat hasil perhitungan sementara di telepon seluler mereka. Data yang masuk ke KPUD Landak memang masih belum final. Angka yang ada masih terus bertambah.
Berdasarkan data yang diperoleh dari KPUD Landak pukul 13.00. rekapitulasi hasil perhitungan suara sementara pilgub masih didominasi oleh pasangan Cornelis-Sanjaya dengan jumlah suara 157.464.
Menyusul pasangan Oesman Sapta-Lyong dengan perolehan suara sebanyak 9.373. berturut-turut pasangan Usman Ja’far-LH. Kadir sejumlah 8.675 dan Akil Mohktar-AR. Mecer dengan jumlah 7.110.
Menurut Ir. Sudianto, Ketua KPUD Landak, hasil tersebut belum termasuk dari Kecamatan Sebangki yang belum memberikan jumlah suara sementara. Total suara yang masuk pun berjumlah 182.622, dari 228.030 pemilih yang terdaftar.
Angka untuk setiap pasangan kandidat pada pukul 15.00 bertambah. Hasil sementara dari Kecamatan Sebangki sudah masuk. Perolehan angka pun berubah, dimana pasangan Cornelis-Sanjaya memperoleh 161.462 suara.
Kandidat dengan perolehan angka dibawah pasangan Cornelis-Sanjaya adalah pasangan Usman Ja’far-LH. Kadir dengan jumlah suara yang masuk sebanyak 12.240. Disusul kemudian pasangan Oesman Sapta-Lyong dengan 9.817 suara dan pasangan Akil Mohktar-AR. Mecer dengan 7.555 suara. Total suara yang masuk pada pukul 15.00 berjumlah 191.074 suara. Berarti masih menunggu 36.956 suara yang belum masuk.
Perolehan suara pada pukul 20.00 kembali berubah. Pasangan Cornelis-Sanjaya mengumpulkan 178.255 suara. Disusul oleh pasangan Usman Ja’far-LH. Kadir dengan jumlah suara 12.056.
Kemudian pasangan Oesman Sapta-Lyong dengan 10.694 suara dan terakhir pasangan Akil Mohktar-AR. Mecer dengan 7.885 suara. Hasil perolehan ini pun makin mendekati akhir dimana total keseluruhan pemilih yang masuk adalah 208.890 orang. Karenanya, jawaban mengenai siapa yang akan memimpin Kalbar, masih dalam proses.
Kita sebagai masyarakat maupun para kandidat, harus bersabar menanti hasil pilihan rakyat ini. Berhitung mundur bisa kita lakukan dari sekarang, menghadapi detik-detik penentuan akhir.□

Baca Selengkapnya...

Pleno Hasil Akhir Pilgub Landak Digelar Selasa

Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang

Penentuan akhir mengenai jumlah suara pemilih Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013 di Kabupaten Landak akan dilakukan oleh anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Landak dalam sidang pleno pada Selasa (20/11) nanti.


Menurut Ir. Sudianto, Ketua KPUD Landak, yang diwawancarai di ruang kerjanya pada Jumat (16/11). Sidang pleno ini juga sebagai batas akhir perhitungan suara dari daerah. “Ini sudah ketetapan dari KPU Provinsi,” ujarnya.
Hasil perolehan suara pilgub di Landak masih bersifat sementara karena masih menunggu jumlah suara dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang ada di 10 Kecamatan di Landak.
Bila sidang pleno tingkat PPK sudah siap melalui kesepakatan bersama saksi yang hadir dalam perhitungan, ujar Sudianto, hasil tersebut baru dikirimkan ke KPUD. Karenanya hasil yang masuk ke kantor KPUD pun masih sementara karena proses perhitungan di PPK masih tetap berjalan.
Jumlah suara yang masuk ke KPUD Landak sendiri hingga pukul 20.00 sebanyak 208.890 suara dari 228.030 jumlah pemilih tetap yang terdaftar. Berarti masih ada 19.140 jumlah suara yang masih belum masuk ke KPUD Landak.
Ketika ditanya mengenai adanya pemilih yang tidak mendapatkan hak untuk memilih, Sudianto mengatakan bahwa hal tersebut seharusnya sudah diantisipasi jauh hari oleh pemilih. “Pemilih harus aktif,” ujarnya. Untuk mengecek pengumuman daftar pemilih yang didata oleh petugas.
Menurut Sudianto, partisipasi pemilih secara aktif untuk menjadi pemilih masih perlu ditingkatkan. Bila pemilih tidak aktif dan pada saat pemilihan berlangsung ternyata mereka tidak terdaftar. Akan merugikan pemilih sendiri.
Karenanya, ujar Sudianto, tidak akan ada pengulangan yang dilakukan baik mengenai daftar pemilih maupun pemilihan itu sendiri.
Pemilihan secara langsung di Landak merupakan pemilihan yang sudah kedua kalinya di lakukan. Karenanya, ujar Sudianto, tanggung jawab masyarakat terhadap pelaksanaan pilgub cukup tinggi. Belajar dari pengalaman yang mereka lakukan pada pemilihan langsung yang pertama.
Proses pelaksanaan pilgub di Landak, ujar Sudianto, berjalan dengan lancar. “Saya pikir pelaksanaan pilgub di sini sudah jauh lebih baik,” ujarnya. Dimana tidak ada komplain di lapangan selama pemilihan berlangsung.
Dengan pengalaman yang ada, menjadikan masyarakat paham dengan arti pentingnya demokrasi yang dilakukan secara langsung ini. Hal ini juga menunjukkan tingkat kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Akhir pesta akbar pun akan ditentukan dalam hitungan hari.□

Baca Selengkapnya...

Pengumuman Hasil Penghitungan KPU Dinanti Warga

Budi Rahman
Borneo Tribune, Pontianak

Hasrat untuk tahu lebih cepat atas hasil Pilgub menghinggapi warga. Tak cukup bertanya dengan sesama rekan lewat SMS, semua akses yang menyediakan informasi tersebut diserbu warga. KPU menjadi destinasi paling diminati warga untuk mencari informasi.


Seperti yang terlihat kemarin, Jumat (16/11) di Kantor KPUD Kalbar, Jalan Ahmad Yani. Hilir mudik warga memperhatikan secarik kertas yang tertempel di papan pengumuman yang terpasang di halaman kantor. Penjagaan ketat aparat keamanan tak menghalangi minat warga untuk memburu informasi terkini tersebut.
Sejumlah polisi dari kesatuan Brimob Polda Kalbar standby di halaman kantor KPU. Mobil penghalau massa dengan perlengkapan water cannon-nya juga disiagakan tak jauh dari lokasi kantor.
Dalam sehari KPU menurut pengumuman yang tertempel di papan pengumuman menyampaikan empat kali up date data. Masing-masing pada pagi hari pukul 08.00, untuk siang pada pukul 12.00, sore hari pukul 15.00, petang pukul 18.00 dan malam hari pada pukul 22.00. Namun pada kenyataannya penyampaian data terbaru tidak sesuai dengan jadwal, sebab pada saat warga melihat di sore hari data yang tertera masih data siang hari pukul 12.00. Sungguhpun demikian minat dan antusiasme warga masih tinggi untuk menyaksikan perolehan suara terkini versi resmi tersebut.
Adapun data resmi yang tertera kemarin pada sore hari menempatkan Cornelis sebagai kampiun. Dari data resmi KPUD Kalbar yang dirilis pukul 12.00 siang tersebut ada lima kabupaten yang telah mengirimkan data resminya. Masing-masing Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang/KKU. Untuk Bengkayang Cornelis menang telak dengan 27.630 suara, UJ di posisi kedua dengan 12.323. Sementara OSO hanya mendapat 4.971 dan Akil 2.427 suara. Kabupaten Landak juga demikian. Cornelis menang telak dengan 154.812 suara, disusul OSO dengan 9.284 suara. UJ di posisi ketiga dengan 8.632 dan Akil mendapat 6.941 suara.

Beberapa warga pengunjung yang ditanyai alasannya mengejar informasi dari KPU mengaku sengaja datang karena didorong rasa ingin tahunya. Hendro, salah satu pengunjung yang datang bersama 3 rekannya mengaku sejak malam sebelumnya mencari perolehan data sementara tersebut.
“Tadi malam kami datang ke sini tapi belum ada datanya. Saya bersama rekan-rekan memang cukup resah dan sangat ingin tahu hasil perolehan suara ini,” kata mahasiswa ini apa adanya.
Senada dengan Hendro, dua orang rekannya juga mengaku sangat ingin tahu hasil Pilgub yang telah dilakukan kemarin. Menurut mereka hasil perolehan suara tersebut sangat mereka butuhkan untuk menjawab pertanyaan rekan dan anggota keluarga yang bertanya pada mereka.
Setelah melihat hasil perolehan suara tersebut ketiga pemuda tersebut pun mengekspresikan pendapatnya masing-masing.
“Yang jelas kita sebagai masyarakat biasa harus sportif menerima kemenangan kandidat yang menanglah,” kata Hendro.
“Panwas dan KPU harus segera melakukan cross check di lapangan kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di lapangan,” kata Ridwan memberi saran. 

Baca Selengkapnya...

Pilkada Damai Hapus Stigma Konflik

Borneo Tribune, Pontianak
Andreas Acui Simanjaya/Freelancer

Suasana Pilkada yang berlangsung aman dan damai ini diharapkan dapat dipertahankan sampai hasil akhir perhitungan suara dan penetapan kemenangan pasangan. Hari ini (kemarin, red) rakyat Kalbar telah membuktikan pada semua pihak bahwa kita semua ternyata dewasa dalam menjalani pesta demokrasi.


Kita pakai momentum Pilkada yang berlangsung dengan damai ini untuk menghapuskan stigma bahwa Kalbar merupakan daerah rawan konflik. Keadaan damai dan kondusif ini wajib kita pertahankan bersama demi masa depan Kalimantan Barat.

Siapapun yang kelak memenangkan Pilkada ini harus kita dukung, karena pemerintahan yang efektif akan berjalan dengan baik jika didukung penuh oleh semua komponen dan stakeholder di Kalbar ini.

Kita percayakan perhitungan suara dengan mekanisme yang ada, di setiap TPS telah dilengkapi sejumlah saksi dari masing masing calon, jadi kemungkin kecurangan adalah kecil. Apapun yang terjadi biarkan mekanisme yang mengontrol dan aparat keamanan juga pasti sudah punya antisipasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Sejumlah keluhan muncul dari masyarakat karena tidak bisa ikut memilih. Hal ini disebabkan sampai saat terakhir menjelang Pilkada ternyata masih tidak mendapatkan kartu pemilih maupun undangan untuk memilih dan tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap.

Saya dan keluarga di Siantan juga tidak mendapatkan kartu pemilih dan setelah dicek di beberapa TPS yang berada di sekitar tempat tinggal juga nama tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jadi apa boleh buat Pilkada kali ini kita hanya bisa jadi penonton dan pemantau saja. Saya sudah cek ke TPS 20, 23, 22 ternyata tidak ada nama saya yang terdapat dalam daftar pemilih tetap. Di kantor RT di Komplek Siantan Permai terdapat 20 lebih kartu pemilih yang tidak diketahui alamatnya karena bukan warga RT kami, ada salah droping kartu atau salah data.

Hal ini juga terjadi dengan Ateng Tanjaya tokoh pemadam Api di Siantan, sekeluarga juga tidak mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan suaranya karena tidak terdata oleh petugas.

Saya pribadi juga mendapatkan keluhan dari kolega dan teman yang tidak mendapatkan hak memilih karena tidak terdata. Hal ini menjadi pelajaran yang dapat kita petik untuk acara pilkada mendatang, barangkali sistim pendataan harus diperbaiki sehingga jumlah orang yang tidak terdata bisa berkurang.

Partisipasi yang makin tinggi dalam Pilkada akan membuat hasil Pilkada semakin dapat dipertanggungjawabkan. 

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger