HUT TMP
Ketua DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait mendapat potongan kue ulang tahun dari Karol Margret Natasa, Ketua TMP Kalbar pada acara HUT TMP pertama di Stadion SSA Pontianak. Penampilan Kangen Banda dan sejumlah atraksi kesenian turut meramaikan acara tersebut, Sabtu malam (31/10). FOTO Budi Rahman/Borneo Tribune
Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Ribuan muda-mudi memadati stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Sabtu malam (1/11). Mereka berjingkrak-jingkrak mengikuti irama musik ketika Andika—vokalis Kangen Band menyanyikan lagu Tentang Bintang sebagai pembuka konser mereka di hari ulang tahun (HUT) pertama Taruna Merah Putih DPD Kalbar.
Diawaki Dody gitar, Andika vokal, Tama gitar, Lim drum, dan Novry bass, Band asal Bandar Lampung itu sukses membawakan 10 lagu hit, diantaranya Tentang Bintang, Selingkuh, Penantian Yang Tertunda, Juminten, DOI, Menunggu, tentang aku kau dan dia, Terbang Bersamaku dan ditutup lagu Kembali Pulang menjadi hiburan puncak HUT ke-1 Taruna Merah Putih yang bertajuk Taruna Merah Putih Mempersembahkan Untukmu Negeri.
Humas dan publikasi TMP Kalbar, Santo Kurnia mengatakan, 7000 tiket yang disiapkan ludes terjual. “Panitia menyiapkan 7000 tiket dengan bandrol Rp. 5000, semua habis terjuak,” terang pria yang akrab dipanggil AA. Santo itu.
Menurut ketua DPD Taruna Merah Putih Kalbar Karolin Margret Natasa usai pemotongan kue ulang tahun TMP bersama Ketua DPP TMP Maurarar Sirait. Event ini bagian dari peringatan HUT TMP ke-1.
Karol mengajak generasi muda agar melalui momen ini diharap merenungkan kembali jasa-jasa para pendahulu yang sudah merumuskan Sumpah Pemuda dalam situasi dan kondisi saat ini hari ini, TMP mengajak orang muda untuk mengingat itu kembali tetapi dengan cara kini dalam generasi yang berbeda.
Menurut situs resmi TMP tarunamerahputih.or.id, Taruna Merah Putih didirikan sejumlah orang muda yang punya semangat dan kepedulian mewujudkan “masyarakat Indonesia yang berjiwa merdeka.” Merdeka dari kemiskinan, kebodohan dan merdeka dari keterbelakangan dalam tatanan masyarakat global.
Taruna Merah Putih terdiri dari anak-anak muda dari berbagai latar belakang suku, agama dan profesi yang melambangkan keragaman budaya Nusantara yang amat kaya. Pada tanggal 10 Januari 2008, organisasi ini resmi mendeklarasikan diri sebagai sayap perjuangan resmi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan).
Visi bersama yang hendak diraih. Sejarah dunia dan sejarah negeri kita sendiri menunjukkan bahwa perubahan nasib suatu bangsa selalu dimotori kaum muda. Keterpurukan suatu bangsa pun tak lain hanya bisa terjadi karena terlelapnya jiwa kaum muda.
Kemandirian dalam bidang ekonomi, kedaulatan dalam politik dan kepribadian kolektif bangsa sebagai pembentuk budaya Indonesia – yang didasarkan pada pondasi kokoh kelima sila dalam Pancasila – akan lebih cepat terwujud dengan partisipasi aktif kaum muda.
Taruna Merah Putih, karenanya, hendak menjadi wadah bagi kebangkitan dan peran pro-aktif kaum muda untuk mewujudkan mimpi kita bersama akan sebuah Indonesia yang damai, sejahtera dan maju. Indonesia yang tidak inferior, tapi membanggakan. Indonesia, The Great Archipelago.(Hentakun)
Minggu, 01 November 2009
Karya Nyata Pemuda Kalbar
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20.08
0
komentar
Komunikasi Kunci Harmonis
MEMBUKA SEMINAR
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis membuka seminar umum pelatihan kebugaran seks untuk pria dan perempuan di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (31/10). FOTO Hentakun/Borneo Tribune
Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Keharmonisan hidup berumah tangga salah satunya ditentukan oleh kualitas kehidupan seksualitas, sehingga jika ada permasalahan seksualitas dalam kehidupan berkeluarga tidak boleh disembunyikan, dan jangan dianggap tabu karena akhirnya akan merugikan diri sendiri.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis, ketika membuka seminar umum pelatihan kebugaran sex untuk pria dan perempuan, Sabtu (31/10) di Hotel Mercure, Pontianak.
Menurut Frederika, akan sangat sulit mempertahankan kehidupan rumah tangga yang bahagia jika mendapat masalah kehidupan seksualitas tidak dikomunikasikan secara terbuka dengan pasangan.
“Selama ini karena terbentur budaya, bicara masalah seksualitas dianggap tabu, sehingga jika ada masalah maka ‘kata orang’ yang di percaya,” kata Frederika yang berlatar belakang seorang pendidik itu.
Ketabuan tersebut membuat pikiran manusia menjadi tidak rasional lebih percaya dengan mitos seksual, bukan berdasarkan bukti dan keilmuan empiris, sehingga menimbulkan apa yang diistilahkan pseudoscience atau ilmu palsu. “Ini akan merugikan kita,” ujarnya.
Ia berharap, agar masyarakat Kalbar menjaga keharmonisan keluarga dengan saling setia dengan pasangan masing-masing, selalu mengkomunikasikan jika ada masalah dengan keharmonisan hubungan, sehingga tidak merugikan diri sendiri.
Sementara itu, pakar seksualitas dari Pusat Studi Anti-Aging Medicine bagian Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Univeritas Udayana Malang, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And mengatakan, memang ada banyak informasi tentang seks yang beredar luas di masyarakat, meski belum tentu benar.
Informasi yang dimuat di media massa juga tidak semuanya benar. Dapat dibayangkan kalau informasi salah itu diteruskan kepada orang lain.
”Media massa juga sebaiknya jangan memuat iklan yang menyesatkan tentang seksualitas, seperti iklan-iklan membesarkan alat kelamin dan sebagainya,” kata Wimpie.
Sebagian mitos seks seakan benar karena disebarluaskan di media. Padahal, informasi itu bukan berdasarkan sumber yang benar secara ilmiah. Misalnya informasi bahwa sering berhubungan seks bisa membuat umur panjang. Padahal banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan umur panjang. Salah satunya ialah keadaan kesehatan fisik dan psikis yang baik, sehingga mereka umur panjang dan lebih sering melakukan hubungan seks.
Membuat tersesat
Informasi mengenai hubungan seksual dengan orang muda membuat awet muda pun sering ditanyakan. Tak ada data ilmiah yang mendukung informasi ini. Lebih awet muda atau tidak, sangat berkaitan dengan pola hidup sehat atau tidak, ada tidaknya penyakit, berat ringannya stres, dan upaya pengobatan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Demikian juga informasi mengenai sperma yang bisa membuat wanita awet muda. Sulit dimengerti kalau masih ada warga masyarakat yang meyakini dan menerapkannya.
Umumnya informasi itu diperkuat dengan penjelasan bahwa di dalam sperma banyak bahan bermanfaat. Penjelasan seperti ini kita dapatkan juga dari informasi mengenai terapi urin. Padahal, bukti ilmiah tidak mendukung kebenaran informasi itu.
Menurut Dr. Dicky Moch. Rizal, MKes, SpAnd dari Fakultas Kedokteran UGM, berbagai mitos dapat ditemukan di masyarakat menyangkut seksualitas seperti mitos sisi perilaku dan pengobatan disfungsi seksual. Sehingga dalam bidang kedokteran, seksologi mengungkapkan kebenaran secara ilmiah.(Hentakun)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20.04
0
komentar
TMP Garap Grand Design Pemuda

Pontianak (BORNEO METRO)--Wajah cantik yang ditopang tubuh mungil itu nyaris terbenam dipeluk sofa model panda di ruang tamu kediaman pribadi Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH di bilangan Gang Pak Madjid, Jalan Danau Sentarum. Putri sulung Gubernur yang duduk sebagai anggota DPR RI dengan nama lengkap dr Karol Margret Natasa pada hari Kamis (29/10) memimpin rapat Taruna Merah Putih (TMP).
Agenda TMP menukik pada episentrum gerakan pemuda yang terukir dalam sejarah Republik Indonesia. Sumpah Pemuda. Sumpah yang diikuti pemuda dari Tanah Air dengan melahirkan gerakan monumental satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Itulah Indonesia.
Indonesia sebagai entitas nasional sempat dijajah Belanda hingga 3,5 abad lamanya karena tidak adanya persatuan dan kesatuan. Kesadaran pemuda yang disumpahkan pada 28 Oktober 1928 melecut semangat kepemimpinan nasional dengan elan vital persatuan dan kesatuan sehingga Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, 17 tahun berikutnya.
“Gerakan pemuda kini perlu digemakan. Kita sangat mementingkan gerakan pemuda, karena pemuda hari ini adalah jawaban Bangsa dan Negara kita 5, 10, atau 17 tahun yang akan datang. Sebaliknya, kita prihatin dengan berbagai problem kepemudaan seperti sempitnya lapangan pekjerjaan, kenakalan remaja, narkoba, hingga HIV/AIDS,” ungkap Karol di tengah rapat yang diikuti tak kurang dari 20-an anggota pengurusnya.
Dalam balutan T-shirt sederhana, Karol memimpin rapat dengan tegas dan bernas. “Kita garap grand design pemuda melalui TMP,” timpal dokter umum yang kini masuk dalam sistem tata negara, sebagai legislator Kalbar di DPR RI, Jakarta.
Grand design atau program besar kepemudaan itu tumbuh sebagai semangat nasionalisme yang ditanamkan founding fathers (pendiri bangsa), antara lain Dr Ir Soekarno dan kini ruhnya ditiupkan kembali oleh TMP sebagai sayap PDIP dengan ketuanya, Megawati Soekarno Putri. Karol memimpin TMP di Kalbar duet dengan ayahnya yang tak lain tak bukan Ketua DPD PDIP Kalbar. Maka grand design itu tak terlepas dari grand strategi pembangunan lokal, regional dan nasional.
“Semangat 28 Oktober dengan ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa terus kita gelorakan. Salah satu caranya adalah pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.
Pada tahun lalu, di mana TMP baru dilahirkan, Karol memimpin gerakan bersepeda dengan tempat Taman Alun Kapuas. Ketika itu Karol menekankan pentingnya bagi generasi muda berpikir jauh ke depan menyelamatkan lingkungan dari gas emisi buangan. “Kita perlu menyelamatkan bumi dari gas rumah kaca,” tegasnya.
Sumpah Pemuda tahun ini, Karol memimpin TMP dengan hiburan massal seni-budaya bersama Kangen Band. Lokasi disiapkan di Stadion Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie dan diperkirakan akan disesaki oleh ribuan pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum.
“Hiburan adalah salah satu cara mengumpulkan remaja dan pemuda serta masyarakat umum. Dalam kerumunan massa itu kita sisipkan pesan-pesan semangat nasionalisme kebangsaan dan kepemudaan. Upaya-upaya seperti ini harus terus ada yang memelihara dan menjaga spiritnya karena pemuda adalah inti gerakan pembangunan di mana pun adanya,” kata Karol.
Kalbar menurut Karol harus bisa tampil ke pentas pembangunan nasional. Maka, melalui peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2009, pemuda Kalbar diajak tampil sebagai pioner sesuai dengan minat serta bakat masing-masing secara positif. “TMP menyerap dan membina energi potensial para pemuda Kalbar untuk bisa melesat secara nasional. Kebanggaan pemuda adalah kebanggaan bersama milik bangsa,” gugahnya seraya mengutip pendapat Bung Karno, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku guncang dunia!”
Karol ternyata tidak hanya elok dan rupawan wajahnya, tetapi ide dan pemikirannya juga jauh maju ke depan. Tipikal kepemimpinan pemuda yang patut diteladani. (Nur Iskandar)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20.02
0
komentar
Kalbar Berharap Kejutan Prestasi
Berfoto bersama
Kontingen Popnas Kalbar berfoto bersama Sekda Kalbar sebelum berangkat bertanding di ajang Popnas X Yogyakarta 1-12 November mendatang. FOTO Hentakun
Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Dinas Pemuda dan Olahraga Kalbar di tahun 2009 ini, kembali mengirim kontingen untuk mengikuti Popnas X di Yogyakarta yang akan dimulai, Minggu (1/11) mendatang. Mereka terdiri atas 85 atlet, 25 pelatih, 2 tim aju dan 10 official.
Menurut Kepala dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalbar Hj. Utin Kusumawaty, yang juga penanggungjawab kontingen Kalbar, dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan ,13 cabang olahraga yang akan diikuti Kalbar, di antaranya Atletik, Renang, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Panahan, Pencak Silat, Dayung, Gulat, Judo, Angkat Besi, Tae Kwon Do dan Voli Pasir.
Utin mengatakan, peluang Kalbar untuk mendulang medali di ajang Popnas ini cukup terbuka, terutama pada cabor atletik. Seperti pada tahun sebelumnya, Popnas kali ini rencananya akan dibuka langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, (5/11) di Yogyakarta.
Lebih lanjut dikatakan Utin, walaupun bertumpu di cabor atletik dia juga tak melupakan cabor lainnya. Di olahraga Judo, Kalbar juga memiliki peluang. "Untuk olahraga lainnya juga kita harapan bisa berbuat banyak. Paling tidak mereka mampu membuat kejutan,” harap Utin.
Gubernur Kalbar melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kalbar Syakirman mengharapkan agar kontingen Kalbar menjaga nama baik Kalbar. “Saya berharap Popnas tahun ini prestasi atlet lebih meningkat dibanding Popnas 2007 di Samarinda Kaltim,” kata Gubernur.
Pada Popnas di Samarinda, Kalbar hanya peringkat 24 dari 32 Provinsi dengan satu medali emas, satu perak dan lima perunggu. (Hentakun)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.58
0
komentar
Karol: Puskesmas Ujung Tombak Cegah DBD
Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Anggota Komisi IX DPR-RI Karolin Margret Natasa mengatakan dalam mencegah bahaya demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat, maka puskesmas harus menjadi ujung tombak pencegahan.
Menurutnya, dinas kesehatan kabupaten/kota seharusnya mengkoordinasikannya melalui puskesmas. Jadi jangan hanya mengkoordinasikan relawannya saja.
“Apa guna puskesmas, padahal menghitung jentik nyamuk itu dilakukan oleh puskesmas jadi maksimalkan keberadaan puskesmas bukan puskesmas hanya buka 24 jam,” kata Karol yang ditemui, Jumat (30/10).
Ia berharap dinas kesehatan kabupaten/kota di Kalbar agar memaksimalkan fungsi puskesmas sebagai upaya preventif dan promotiv karena puskesmas dianggap mampu mengkoordinir di tingkatan masyarakat bawah mengenai bagaimana mencegah dan mengenali secara dini gejala DBD. “Puskesmas dimaksimalkan jangan relawannya dulu deh,” ujarnya.
Terkait bencana DBD yang tidak bisa ditanggulangi di Kalbar, Karol mengharapkan, DBD di kabupaten/kota kalau sudah tidak bisa di tanggulangi tingkat kabupaten/kota supaya mengajukan ke provinsi, jika provinsi tidak mampu maka diajukan ke pusat untuk penanganan lebih komprehensif.
“Ini harusnya sudah KLB lihat datanya sudah lebih dari dua kali lipat. Harus ada penanganan komprehensif tidak hanya fogging saja,” terang legislator yang juga dokter lulusan Unika Atmajaya itu.
Ia berharap untuk mencegah agar korban tidak bertambah, pola penanganan DBD harus dirunut dari awal mulai dari jentik menjadi nyamuk dewasa lalu bagaimana cara mengatasi itu yang paling penting disosialisasikan ke masyarakat oleh dinas kesehatan.
Di kota Pontianak dalam keadaan seperti ini harusnya sudah ada penanganan khusus. Begitu juga kalau kabupaten/kota sudah tidak bisa menangani provinsi harus bantu kalau provinsi tidak mampu juga layangkan surat ke pusat.
”Pemerintah pusat harus bantu, kalau kabupaten/kota dan provinsi sudah tidak mampu menanganinya. Jadi jangan sampai terkesan dibiarkan,” katnaya.
Ia mengingatkan, nyamuk aides agepty itu hidup di daerah yang bersih. Dan genangan air hujan harus diwaspadai, apalagi Kota Pontianak punya banyak parit sangat memungkinkan jentik bisa berkembang. Tampungan air hujan harus dicek jangan dibiarkan menjadi tempat berkembangnya jentik, katanya.(Hentakun)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.54
0
komentar
Malam Ini TMP-Kangen Band Goyang SSA
Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Malam ini pucak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 yang digagas Taruna Merah Putih (TMP) DPD Kalbar. Gebyar Sumpah Pemuda bertajuk ‘Taruna Merah Putih mempersembahkan untuk mu Negeri’ dilangsungkan di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak. Kangen Band akan membakar semangat kaum muda dengan lagu-lagu hit mereka.
Bersama itu juga akan diadakan dialog interaktif dengan Ketua DPD TMP Provinsi Kalbar dr. Karolin Margret Natasa. Kegitan tersebut juga akan dihadiri Gubernur Kalbar, Cornelis dan Ketua DPP TMP, Maruarar Sirait.
Karol—sapaan akrab Karolin Margret Natasa mengatakan, even ini bagian dari peringatan HUT TMP ke-1. karenanya, Karol mengajak generasi muda agar melalui momen ini merenungkan kembali jasa-jasa para pendahulu yang sudah merumuskan Sumpah Pemuda dalam situasi dan kondisi saat ini, hari ini. ”TMP mengajak orang muda untuk mengingat itu kembali tetapi dengan cara kini dalam generasi yang berbeda,” kata Anggota DPR-RI tersebut saat meninjau kesiapan panitia di SSA, Jumat (30/11).
“Beginilah salah satu cara kita menjiwainya bagaimana kita berbicara dalam bahasa anak muda tentang nasionalisme tentang cinta tanah air melalui kecintaan terhadap budaya bangsa juga dalam bentuk pertunjukan kebudayaan bangsa Indonesia,” ujar Anggota Komisi IX itu. Ia juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk berkarya mengisi kemerdekaan.(Hentakun)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.42
0
komentar
Pejabat Esselon IV Pemprov Dilantik

Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali melakukan pelantikan pejabat esselon IV. Dilaksanakan di ruang rapat Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kamis (29/10) siang. Sekretaris Daerah Kalbar, Syakirman menggantikan Gubernur melantik tujuh orang pejabat di lingkungan pemerintah provinsi tersebut.
Pelantikan ini lanjutan dari pelantikan yang dilakukan terhadap pejabat esselon IV oleh Gubernur pada Agustus lalu. Diantaranya karena pada saat pelantikan tidak berada di tempat, belum memenuhi persyaratan, mengundurkan diri hingga ada ada yang diganti karena dinyatakan tidak layak menjadi PNS.
Kepala BKD Kalbar, Lensus Kandri usai pelantikan di ruang kerjanya mengungkapkan satu orang pejabat esselon IV pada saat pelantikan Agustus lalu tidak hadir karena sakit. Setelah melalui uji kesehatan oleh tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sudarso dinyatakan tidak layak menempati jabatan tersebut.
“Bahkan karena penyakitnya dinyatakan tidak layak jadi PNS atau ditolak. Kita lakukan penggantian sesuai mekanisme dan penggantinya dilantik hari ini bersama enam orang lainnya. Sedangkan untuk status pegawai itu sendiri kita serahkan kepada SKPD untuk menindaklanjuti,” ungkap Lensus.
Adapun PNS yang dinyatakan sakit tersebut berinisial RH menempati jabatan Kepala Sub Bagian Perlindungan HAM bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar. Kini posisinya digantikan dengan Nasori.
Selain sakit adapula pejabat yang mengundurkan diri dari jabatannya. Yakni Kasubbag Tata Usaha pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Sekadau Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kalbar. Yang bersangkutan mengundurkan diri dengan alasan tidak dapat pisah dengan keluarganya. Kini posisinya digantikan Hartati, PNS yang berdomisili di Sekadau.
Adapula pejabat yang baru dilantik karena baru memenuhi persyaratan sebagai pejabat esselon IV pada saat pelantikan terdahulu. Pitter Bonis, Kasubbag Tata Usaha Gubernur dan Wakil Gubernur bagian Tata Usaha Umum dan Pimpinan Biro Umum Setda Kalbar. Karena saat ini telah memenuhi persyaratan maka dia dilantik bersamaan dengan enam pejabat esselon IV lainnya.
Pejabat yang dilantik pada siang hari kemarin selain tiga yang telah disebutkan yakni Dudi Nugara Rasika sebagai Kasubbag Pejabat Negara dan DPRD bagian Bina Otonomi Daerah Biro Pemerintahan. Samsul Komar sebagai Kasi Nilai Budaya Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Rabiatul Adawiyah sebagai Kasi Sistem Informasi dan Rekam Medik bidang Pengendalian RSUD Dr. Sudarso dan Ubid Mahmudsyah sebagai Kasi Penyidikan dan Pendidikan Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Satuan Polisi Pamong Praja.
“Dengan berakhirnya pelantikan ini maka seluruh pejabat mulai dari esselon II hingga IV sudah tuntas dilakukan. Mudah-mudahan dapat bekerja dengan baik, dan akan dievaluasi pimpinan SKPD masing-masing,” tukasnya.
Jumlah keseluruhan jabatan structural di Pemprov Kalbar berjumlah 1.033. Satu orang esselon I, 52 esselon II, 266 esselon III dan 714 pejabat esselon IV.(Rizky Wahyuni)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19.38
0
komentar
Satukan Persepsi Membangun Kalimantan

EMPAT GUBERNUR BERTEMU DENGAN DPD-DPR RI
Pontianak (BORNEO TRIBUNE)--Empat Gubernur Kalimantan yang tergabung dalam Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) hari ini, Jumat (30/10) akan bertemu anggota DPD dan DPR RI asal daerah pemilihan Kalimantan.
Pertemuan yang dilangsungkan di Hotel Sultan Jakarta ini sebagai upaya menyamakan persepsi mengenai pembangunan di pulau Kalimantan, agar terpadu dan tidak saling tumpang tindih.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Provinsi Kalbar Johanes Numsuan Madsun ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/10) kemarin mengungkapkan pertemuan tersebut,
“Agar terpadu, Gubernur Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim bertemu dengan DPD dan DPR RI asal dapil Kalimantan membicarakan pembangunan supaya sinergi dan tidak tumpang tindih,” terang Numsuan.
Hal yang akan dibicarakan seperti penyelesaian pembangunan infrastruktur trans-Kalimantan, pemantapan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) se-Kalimantan, percepatan penyelesaian Peraturan Presiden (Perpres) Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Kalimantan-Sarawak-Sabah (Kasaba), percepatan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan pengembangan lahan gambut di Kalimantan Tengah dan berbagai upaya yang tengah dilakukan di sana.
Kata Numsuan, legislator Kalimantan agar membuat kaukus supaya aspirasi pembanguan Kalimantan ke pusat dapat tersalurkan dengan baik.
Anggota DPD RI asal Kalbar, Erma S. Ranik dihubungi via telpon menmbenarkan adanya pertemuan tersebut di Jakarta untuk memberikan masukan terhadap pembangunan kawasan Kalimantan melalui FKRP2RK.
“DPD mengajak DPR RI dapil Kalimantan dan eksekutif provinsi untuk sama-sama mengamankan dana pembangunan Kalimantan di Pusat agar jangan sampai di alihkan,” terang Erma.
Selain trans Kalimantan, juga masukan mengenai perbatasan agar pembangunannya tidak ego sektoral. “Kami mengharapkan pembangunan perbatasan di Kalimantan yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan pemerintah pusat, namun juga harus memperhatikan kepentingan rakyat di daerah,” tukas Erma. (Hentakun)
Diposting oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18.58
0
komentar

Sep 2012
