Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Senin, 26 Oktober 2009

West Borneo WBO Title Fight, Ikon Pariwisata 2010

Budi Rahman
Borneo Tribune, Pontianak

Keheningan ruang redaksi tiba-tiba pecah. Sekumpulan pria-pria berbadan tegap dengan rahang keras menyerbu kantor koran provinsi tersebut.
Senyap sesaat tapi tak ada episode bak-buk bak-buk seperti layaknya drama kekerasan yang biasa tersaji kala para jagoan menyatroni sebuah tempat asing. Tiba-tiba. “Waaaa…di sini rupanya markasnya. Megah juga,”
Seketika salam hangat dan canda tawa berderai di ruang redaksi Borneo Tribune, saat rombongan jago-jago tinju Kalbar bersama promotornya diterima Pimred, Nur Iskandar. Sabtu, (20/6), Daud Jordan, Johanes Jordan dua petinju Kalbar yang akan naik ring melawan petinju-petinju dari Piliphina bertandang bersama pelatih, promotor dan ofisialnya.

Raja Sapta Oktohari, selaku promotor dalam pertandingan internasional ini mengaku sengaja meminta dukungan pihak media untuk mensosialisasikan pertandingan besar ini. Persiapan yang cukup singkat dan pentingnya arti pertandingan ini membuat Ia bersama pihak-pihak yang terlibat di dalamnya merasa perlu merangkul banyak kalangan, terutama media.
“Tinggal tujuh hari lagi, kami butuh dukungan. Daud dan Yohanes ini tiket emas kita untuk melangkah ke level internasional,” ujar mantan calon wakil bupati Kubu Raya ini.
Okto tak asal sebut. Dia punya rencana besar untuk menjadikan pertandingan tinju ini sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan Kalbar dan potensi daerah ini kepada dunia. Langkah-langkah menuju ke sana tengah ia susun.
Menurut Okto, kalau nanti Daud menang terus Dia bisa mempertahankan gelarnya di Amerika Serikat. Setelah itu pertandingan internasional berikutnya akan digelar di Kalbar. Dengan digelarnya pertandingan level dunia di Kalbar, Okto yakin akan banyak keuntungan yang akan didapat daerah ini.
“Kita akan matching-kan pertandingan Daud tahun depan dengan momen pariwisata Visit Kalbar 2010 yang telah diprogramkan pemerintah,” kata putra Begawan pengusaha nasional asal Kalbar, Oesman Sapta itu.
Sambutan hangat diberikan Pimred Borneo Tribune, Nur Iskandar. Dengan senyum mengembang ia menyambut hangat rencana Okto dan timnya untuk mementaskan even-even besar berlevel internasional di Kalbar. Sebagai media milik warga Kalbar, Borneo Tribune menurut Nur Iskandar akan selalu mensupport.
“Hari ini kita pasang berita dan poto Daud “Cino” Jordan di halaman muka. Kami akan selalu mendukung setiap upaya yang mendorong kemajuan bagi daerah,” kata Nur Iskandar.
Saat ditanya tentang rencana jangka panjang pengembangan tinju di Kalbar, Okto mengaku optimistis hal ini bisa mewujud.
“Aset kita bukan cuma Daud dan Johanes. Mereka berdua cuma pengatrol, di belakang mereka ada banyak bibit baru yang sedang kita lati. Asset saya yang terpenting ini,” ujar Okto sambil memegang pundak Damianus Jordan yang duduk di sampingnya.
Damianus Jordan adalah kakak kandung Daud dan Johanes Jordan. Mantan juara Sea Games dan Asian Games ini menjadi pelatih bagi petinju-petinju muda Kalbar.
“Daud adalah petinju Indonesia pertama yang berlaga di Las Vegas. Dia dijuluki Champion from Jungle karena berlatih di hutan Kayong Utara,” kata Damianus menyoal adiknya.
Untuk dapat menyaksikan pertandingan kelas dunia ini para penonton memang harus merogoh kantong agak dalam. Ini sebanding dengan ongkos dan biaya yang harus dikeluarkan pihak promotor dan panitia untuk menyelenggarakan pertandingan besar ini. Untuk mendapat hak siar dan Indosiar, promotor tak kurang harus merogoh dana lebih dari Rp 600 Juta. Untuk itu penonton harus mempersiapkan dana paling sedikit Rp. 200.000 untuk menyaksikan dari tribun GOR Pangsuma. Sementara area di seputar ring, panitia mematok harga Rp 1 juta.
“Pertandingan ini murni non profit oriented. Kenapa tiketnya mahal? Ini karena acaranya juga mahal. Kami hanya dapat satu sponsor untuk pertandingan ini,” terang Okto.
Sementara sang petarung Daud dan Yohanes mengaku telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi pertandingan besar ini. ”Untuk mengahadapi pertandingan ini saya dengan abang dan adik sudah berlatih dua bulan lebih. Target saya tidak sampai dua belas ronde,” kata Daud penuh optimisme.

Baca Selengkapnya...

Cornelis: Petani Jangan Rendah Diri

Krisantus
Borneo Tribune, Bengkayang

Gubernur Kalbar, Cornelis, mengimbau agar para petani tidak merasa rendah diri dalam menjalankan profesi mereka sebagai petani. Karena menurutnya justru pekerjaan tersebut yang lebih mulia.
Imbauan itu disampaikannya dalam sambutannya pada pembukaan Jambore Petani dan Forum Penyuluh se-Kalbar di Lapangan Basuki Rachmat, Bengkayang, Jumat (19/6) kemarin.

Semua orang membutuhkan padi sebagai makanan pokok. “Siapa diantara kita yang makan batu?” kelakar Cornelis dengan nada bertanya.
Ditambahkannya, semua orang yang berada di sini (masyarakat Indonesia umumnya) semuanya memakan nasi dari hasil padi yang dikerjakan oleh para petani. Oleh sebab itu, Gubernur menegaskan bahwa keberadaan petani sangat penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat. Tanpa mereka, dari mana masyarakat lain bisa makan.
Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu tersebut, selain dihadiri oleh Gubernur dan rombongan, kegiatan ini juga diikuti kepala daerah dari 14 kabupaten/kota. Tentunya termasuk Bupati Bengkayang, Jacobus Luna selaku tuan rumah.
Dalam kesempatan itu pula, Gubernur menyerahkan beberapa penghargaan kepada insan pertanian yang berhasil mengharumkan nama Kalbar di tingkat nasional dengan kemampuan mereka meningkatkan produksi pertanian di daerah ini.
Selain itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan senilai Rp33,945.700.000 kepada 12 kabupaten/kota (Kecuali Kapuas Hulu dan Kota Pontianak). Bantuan berupa Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) non Hibrida sebesar 287,50 ton. Padi Hibrida sebanyak 37,50 ton. Benih jagung hibrida sebesar 225 ton dengan nilai enam belas miliar dua ratus enam puluh dua juta lima ratus rupiah. Kemudian Bantuan Langsung Pupuk (BLP) NPK sebesar 1.228 ton. Pupuk Organik Granole sebesar 3.684 ton serta pupuk organic cair sebesar 24.560 ton.
Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Bengkayang, Supriadi melalui Sekretaris Dinasnya, Danuri mengatakan bahwa jambore ini dimaksud sebagai ajang silaturahmi para PPL, Kelompok Tani (Poktan) di dalamnya termasuk Poktan Nelayan Andalan serta para Petani se-Kalbar.
Danuri kemudian menyebutkan bahwa pertemuan itu nantinya akan menjadi ajang para ujung tombak pertanian untuk berembuk dan bertukar pendapat dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.
“Selain itu, kegiatan ini dimaksud agar kedepan Kalbar bisa berswasembada pangan,” ungkap mantan Plt. Camat Monterado tersebut.
Terselenggaranya kegiatan itu di Bengkayang menurutnya tak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bengkayang meraih penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Juni lalu di Boyolali (Jawa Tengah). Dimana daerah ini mampu meningkatkan produksi padi sebesar 32 persen dari 5 persen yang diharapkan pemerintah pusat.
Dari kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga, Danuri menyebutkan bahwa peserta yang berasal dari insan pertanian tersebut berjumlah 400 PPL dan 600 Petani.

Baca Selengkapnya...

Pramuka Bentuk Karakter Generasi Muda

Rizky Wahyuni
Borneo Tribune, Pontianak

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar mengatakan peran gerakan pramuka dalam mendidik dan membentuk karakter generasi muda sangat besar.
“Melihat kondisi sekarang peran gerakan pramuka sangat diperlukan. Karena karakter pemuda kita saat ini mulai berubah, solidaritas social mulai berkurang. Tidak ada pilihan lain selain dengan kembali menguatkan gerakan pramuka,” kata Azrul saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat masa bakti 2009-2014 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (18/6).

Peran Pramuka dapat membentuk karakter generasi muda tersebut menurut Azrul karena dalam pramuka mengajarkan tentang watak, kepribadi dan akhlak tertuang dalam tri satya dan dasa darma parmuka. Selain itu juga mengajarkan kecakapan hidup kepada anggotanya.
“Dengan adanya watak yang baik dan lifeskill dari setiap generasi muda, kita harapkan dapat membentuk pemimpin yang baik untuk masa akan datang,” tambahnya.
Pelantikan Mabida diikuti oleh ketua Mabida Kalbar, yang langsung diketuai Gubernur Kalbar, Cornelis. Serta jajaran pengurus Mabida Kalbar periode 2009-2014 dijabat hampir seluruh kepala dinas dan isntansi pemerintah provinsi Kalbar. Serta dihadiri oleh rombongan dari Persekutuan Pengakap (Pandu Malaysia) Malaysia Negeri Malaka .
Azrul menyambut baik banyaknya pengurus Mabida berasal dari isntansi pemerintah. Menurutnya Pramuka sendiri merupakan wakil pemerintah yang membidangi kepemudaan. Sehingga sangat tepat jika dibina dari institusi pemerintahan. Apalagi dinas dan isntansi etrkait dapat mengalokasikan anggarannya untuk pembinaan generasi muda, yang dapat dikelola gerakan Pramuka.
“Dengan begitu maka effeknya memberdayakan generasi muda kita akan besar,” ujarnya.
Ketua Mabida Gerakan Pramuka Kalbar, Cornelis menyambut baik dibentuknya Mabida ini.
“Secepatnya akan kita bentuk di masing-masing Kabupaten dan Kota. Karena Pramuka ini sangat baik membentuk karakter generasi muda kita untuk menjadi pemimpin bangsa,” kata Cornelis.
Dalam kesempatan pelantikan tersebut, Cornelis sebagai ketua Mabida Pramuka Kalbar menerima Bintang Anugrah Gemilang Presiden dari Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Malaka. Dan Sekretaris Kwarda Kalbar, Suriyadi menerima bintang Karana Jasa dan Khidmat Bakti dari Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Malaka.

Baca Selengkapnya...

Berantas Korupsi di Daerah, KPK Gandeng DPD


CENDERAMATA
Gubernur Kalbar, Cornelis menerima cendera mata dari perwakilan DPD RI Marwan Batubara, usai sosialisasi kerjasama KPK-DPD RI dalam upaya pemberantasan korupsi di Balai Petitih Kantor Gubernur, Kamis (11/6) FOTO Nurbuat/Humas Pemprov

Hentakun
Borneo Tribune, Pontianak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kerja sama dalam hal pemberantasan korupsi yang terjadi di berbagai daerah. Seperti disosialisasikan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (11/6).



Baca Selengkapnya...

Membangun Ekonomi Kerakyatan

Hentakun
Borneo Tribune, Pontianak

Menciptakan ekonomi yang berkeadilan adalah tujuan utama ekonomi kerakyatan. Lewat ekonomi kerakyatan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan roda perekonomian, dan kemakmuran rakyat.
Hal tersebut disampaikan ketua bidang advokasi tim kampanye pasangan capres-cawapres Megawati-Prabowo, Firman Jaya Delli dalam deklarasi dan pembekalan Tim Kampanye Capres Mega-Prabowo di hotel Grand Mahkota Pontianak, Rabu (10/6).

Dalam visi Mega-Prabowo 2009-2014 adalah “Gotong royong membangun kembali Indonesia yang berdaulat bermartabat, adil dan makmur”. Misi “menegakan kedaulatan dan kepribadian bangsa yang bermartabat mewujudkan kesejahteraan sosial dengan memperkuat ekonomi kerakyatan menyelenggarakan pemerintahan demokratis-konstitusional yang bersih dan efektif membangun kembali Indonesia raya.
Dalam visi dan misi tersebut, ada delapan program aksi untuk kemakmuran rakyat diantaranya kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat. Menjadwalkan kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi yang murah serta ramah lingkungan. Tekad untuk menyelamatkan kekayaan negara dengan meninjau kembali kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan nasional. Menghentikan penjualan aset negara yang strategis dan atau yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas pembiayaan ekspor impor dari negara untuk menyimpan dana hasil ekspor di bank dalam negeri. Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk pembangunan perumahan dan apartemen mewah, mall serta proyek-proyek mewah lainnya. Mencapai perekonomian yang berdaulat, adil dan makmur. Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.
Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai tambah. Membangun sarana dan prasarana transportasi massal. Meningkatkan pendapatan per kapita dari US $ 2.000 menuju US $ 4.000. Melaksanakan ekonomi kerakyatan. Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan, pedagang tradisional dan pedagang kecil. Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil. Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar swalayan berskala besar yang tidak sesuai dengan undang-undang.
Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk buruh migrant (TKI dan TKW).
Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang tradisional dan pedagang kecil.
Meningkatkan anggaran untuk petani, nelayan, buruh, pedagang pasar tradisional dan pedagang kecil. Memberikan jaminan sosial untuk fakir miskin, penyandang cacat dan rakyat terlantar. Membangun Kedaulatan Pangan dan Energi. Mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, tebu yang dapat mempekerjakan 12 juta orang. Memperjuangkan pabrik pupuk urea dan NPK milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton. Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000 MW).
Mendirikan kilang-kilang minyak pabrik bioetanol dan pabrik DME (pengganti LPG).
Mencetak 4 juta hektar lahan untuk aren (bahan baku bioetanol) yang dapat mempekerjakan 24 juta orang. Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor bahan bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta hektar hutan aren menghasilkan sekitar 56 juta Matrik Ton (MT) etanol/tahun). Menyelenggarakan Pemerintahan yang Tegas dan Efektif. Meningkatkan kesejahteraan aparatur negara. Mempercepat reformasi birokrasi. Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Pendidikan, Kesehatan dan Kebudayaan. Wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara. Mencabut Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).
Menghapus pajak buku pelajaran dan menghentikan model penggantian buku pelajaran setiap tahun. Membagi sedikitnya 1 juta laptop kepada mahasiswa, guru dan pelajar. Memberikan beasiswa serta fasilitas kredit bank untuk membiayai mahasiswa potensial yang kurang mampu. Meningkatkan peran PKK, Posyandu dan Puskesmas. Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama di kantong-kantong kemiskinan.
Lebih lanjut dalam visi dan misinya Mega-Prabowo akan menggerakan Revolusi Putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin. Menggembangkan karakter bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan dan melestarikan peninggalan serta warisan budaya bangsa. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Melakukan penghijauan kembali 59 juta hektar hutan yang rusak serta konservasi aneka ragam hayati dan hutan lindung. Mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai.
Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan. Melindungi flora dan fauna sebagai bagian dari aset bangsa. Membangun infrastruktur untuk rakyat di pedesaan melalui delapan program desa. Listrik dan air bersih desa. Bank dan lembaga keuangan desa. Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa. Klinik desa. Pendidikan desa. Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir. Rumah sehat pedesaan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dalam kesempatan itu, sebagai penanggungjawab Tim Kampanye Megawati-Prabowo di Kalbar, Cornelis, mengatakan, capres nomor urut satu ini, satu-satunya capres yang berani berkomitmen untuk mengevaluasi tata ruang Kalimantan agar tidak seperti sekarang. ”Kita perlu pemerintah yang konsisten, dan memperhatikan Kalimantan seperti Mega-Prabowo,” tegas Cornelis.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 09 Juni 2009

Ribuan Massa Hadiri Deklarasi Mega-Prabowo


Hentakun
Borneo Tribune, Pontianak


Deklarasi Tim Kampanye Capres Megawati-Prabowo di Kalbar hari ini, Rabu (10/6) akan dihadiri ribuan massa yang datang dari 14 Kabuppaten/Kota se Kalbar. Rencananya, acara deklarasi itu dibuka Ketua DPD PDIP Kalbar, Cornelis, sebagai penanggung jawab Tim Kampanye Mega-Prabowo di Kalbar.
Demikian disampaikan ketua Tim Kampanye Daerah Kalbar untuk pemenangan capres Megawati-Prabowo, M. Kebing L. di Pontianak, Selasa (9/6).

Deklarasi dilaksanakan di Grand Mahkota Hotel, dimulai pukul 13.00 WIB, dilanjutkan pembekalan tim kampanye dari partai pengusung.
Adapun partai pengusung adalah PDIP dan Gerindra, yang didukung PSI, Partai Buruh, Partai Merdeka, PPNU, PNI Marhaen, Pakarpangan, Partai Kedaulatan.
Hadir juga dari Tim Kampanye Pusat, ketua bidang advokasi Tim Kampanye Mega-Prabowo, Firman Jaya Delli yang kesehariannya menjabat ketua Bidang Advokasi DPP PDIP.
Lebih jauh caleg terpilih DPRD Provinsi dari PDIP Dapil Kalbar 7 (Sintang-Melawi dan Kapuas Hulu) itu, mengatakan, massa yang datang dari seluruh Kabupaten/Kota dan ditambah ketua, sekretaris dan bendahara masing-masing partai pengusung dan pendukung. Untuk Kota Pontianak, setiap kecamatan ada perwakilan.
”Ini basis kita, tahun 2004 kita menang dalam pilpres, sekarang harus sapu bersih lagi, tekad kita menangkan Mega-Prabowo,” tegas Kebing.
Untuk pilpres 2004 putaran I di Kalbar, Megawati-KH Hasyim Muzadi unggul telak dengan para pesaingnya dengan memperoleh suara 821.577 suara. Jauh meninggalkan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid dengan 415.492 suara, M Amien Rais-Siswono Yudo Husodo dengan perolehan suara 185.097, Hamzah Haz-Agum Gumelar dengan 113.244 suara dan terbanyak kedua yakni Susilo Bambang Yudhoyono-M Jusuf Kalla dengan 477.724 suara.
”Perolehan suara pilpres 2004 itu jadi patokan, sehingga kita tetap yakin mampu mendulang dukungan suara di Kalbar,” tegas Kebing lagi.

Baca Selengkapnya...

Minggu, 01 Februari 2009

Lomba Sampan Tradisional TMP Kalbar


SAMPAN TRADISIONAL
Peserta lomba dayung yang akan diresmikan oleh Karolin Margret Natasa, Ketua DPD Taruna Merah Putih Kalbar. Foto Rosalinda/Borneo Tribune
================
Terik panas matahari yang menyengat tidak menyurutkan niat warga untuk menyaksikan lomba sampan tradisional tingkat provinsi yang dilaksanakan di Jalan Ya’M.Sabran Gg Manunggal Kelurahan Tanjung Hulu Kecamatan Pontianak Timur, Minggu(1/2).Mulai dari jalan gertak hingga rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi lomba di padati pengunjung yang terdiri dari berbagai kalangan.

Lomba Sampan Tradisional yang dilaksanakan oleh DPC Tarunaq Merah Putih Kota Pontianak dibuka oleh Ketua DPD Taruna Merah Putih Kalbar dr Karolin Margret Natasa dengan menggunakan speed boat yang disambut antusias oleh penonton disepanjang sungai Landak ini.
Menurut Karol lomba sampan tradisional ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari DPC Taruna Merah Putih Kota terhadap tradisi masyarakat kota Pontianak, dan kami juga mengharapkan masyarakat juga dapat memberikan perhatian lebih, khususnya kepada lomba tradisioanl karena ini merupakan cirri khas dan tidak ada disetiap daerah, dan lomba sampan tradisional ini sebenarnya ada di hati masyarakat hal ini terlihat dari antusias warga untuk menyaksikan lomba ini.
“ Kita juga berharap nantinya ada banyak pihak yang menaruh perhatian terhadap lomba ini sehingga nantinya tetap bisa lestari bahkan mampu membawa nama Kalbar dalam tingkat Nasioanal maupun Internasional, seperti saat di Malaysia kita sering menang untuk lomba sampan tradisional ini”, ungkap Karol yang juga Caleg DPD RI no 3 dari PDI Perjuangan Kalbar ini.
Gubernur Kalbar Cornelis yang menyempatkan diri untuk melihat secara langsung sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi untuk olah raga lomba sampan tradisional inipun menyatakan kekagumannya terhadap antusias warga dan semangat para peserta lomba. Bahkan saat menyaksikan lomba ini gubernur mengatakan,” Seru, olah raga ini seru, nanti kita akan hitung-hitungan, saya sudah perhatikan tadi, kita akan tambah” uncap Gubernur trkait masalah anggaran untuk olah raga dan lomba tradisional.
Sememtara itu menurut ketua Panita Lomba Sampan Tradisional M Yusuf mengatakan lomba ini diikuti oleh 4 Kabupaten dan Kota yang terdiri dari Pontianak 14 peserta, Kubu Raya 7 peserta, Landak 7 peserta, Sambas 4 peserta, dengan hadiah berupa uang tunai dan piala bahkan kita baru mendapatkan tambahan hadiah dari Gubernur Kalbar dalam bentuk uang, sehingga juara 1 yang seharusnya mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2,5 juta menjadi Rp 6 juta”.
“Selain itu acara ini berjalan sesuai dengan rencana bahkan melebihi target dari 21 peserta, ternyata yang mengikuti sampai teknikal metting kemarin menjadi 32 peserta, dan kita akan berusaha menjadikan kegiata ini rutin setiap tahunnya”, Ungkap Yusuf

Baca Selengkapnya...

Pucak Peringatan HUT Pemprov ke 52


Puncak dari rangkaian kegiatan HUT Pemprov yang ke 52 ini digelarnya Dispora Sport Festifal yang berlangsung di kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (31/1).

Berbagai kegiatan Dispora sprort Festifal dilakukan mulai dari Senam, gerak jalan sehat, tarik tambang putra, terompah panjang putri, sumpit exsibisi utk ekselon I dan II, Lomba bola dangdut dan lomba untuk anak-anak, serta Lomba membuat tumpeng,dinas instansi dan lembaga ormas perempuan, serta membuat kue sukun, kabupaten kota dan dinas, selain itu juga dilakukan lomba makanan khas kalbar rumah makan dan restoran serta hotel.
Selain Dinas serta Badan dilingkungan Pemrov, hadir pula anggota kepolisian serta Angkatan Udara yang memenuhi halaman Kantor Gubernur Kalbar
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Kalbar Utin Kusumawati yang ditemui usai acara mengatakan Kegiatan ini khususnya lomba yang bertanggung jawab adalah wakil ketua II yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Jadi hari ini kita padukan disamping kegiatan olah raga, ada juga permainan, dan juga lomba masak bagi Dharma Wanita dan PKK, serta Dinas Instansi
Kita berharap kedepan Pemuda harus maju, dan olahraga kita harus jaya sesuai dengan Yel-yel kita bahwa Pemuda Maju Olah Raga Jaya tentunya dengan berbagai program yang tidak sendiri, tapi harus bekerja sama dengan semua komponen masyarakat.
Kalau bicara olah raga dulunya kami berada di Badan yang sifatnya lebih ke koordinasi, nah saat ini kita lebih mengarah ke Implementasi jadi lebih ke pengembangan olah raga kajian-kajiannya akan lebih kita tekankan, agar pemuda itu bisa mandiri, professional, sehingga mereka harus bisa kreatif
Sementara itu Gubernur Kalbar Cornelis yang juga turut mengikuti kegiatan ini mengatakan HUT Pemprov ke-52 kali ini memang diadakan secara sederhana, tapi cukup meriah. Gubernur berharap dalam setahun ini kita harus bekerja lebih baik, kalau dulu bisa santai saat ini tidak bisa lagi, mulai dari disiplin jam kerja.

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger