Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata....

Jumat, 23 November 2007

Implisit, Golkar Akui Kemenangan Cornelis

Borneo Tribune, Jakarta
Pengalaman adalah guru terbaik. Apalagi pengalaman kalah dalam sebuah pemilihan kepala daerah (Pilkada) tentu sangat menyakitkan. Itulah yang terjadi di tubuh Partai Golkar. Di masa mendatang, Golkar hanya akan mencalonkan satu kedernya.


"Golkar tidak lagi memajukan dua kader dalam pilkada daerah," ujar ketua OC Rapimnas III Golkar, Syamsul Muarif dalam jumpa pers di arena Rapimnas III Partai Golkar yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/11).

Untuk diketahui, dalam beberapa Pilkada, kader resmi yang diajukan Golkar sering kalah. Salah satu penyebabnya, ada kader Golkar lainnya yang diusung oleh partai lain yang lebih menarik bagi massa.

Syamsul berjanji tidak akan memberi izin kepada lebih dari satu kader di daerah dalam pilkada-pilkada yang akan datang. "Makanya Golkar hanya akan mencalonkan satu calon saja," kata Syamsul.

Syamsul mencontohkan, pilkada di Kalimantan Barat 15 November lalu, calon dari Golkar dikalahkan oleh calon yang diusung oleh PDIP. "Itu penyebabnya karena kader kita pecah, ada dua calon dari Golkar," jelas Syamsul.

Golkar yang berkoalisi dengan sejumlah partai dengan mengusung nama Koalisi Harmoni menjagokan incumbent Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar H Usman Ja’far dan LH Kadir. Sementara PDIP menjagokan pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya.

Ia menambahkan keputusan hanya ada satu calon Golkar dalam pilkada ini merupakan bagian dari hasil kesepakatan dalam Rapimnas III yang sedang berlangsung.
(dtc)

Baca Selengkapnya...

DAD Himbau Masyarakat Tenang


Krisantus
Borneo Tribune, Pontianak.

Pemilu Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat yang diadakan pada tanggal 15 November 2007 telah berlangsung secara lancar, tertib, aman dan demokratis, serta dalam situasi yang kondusif.

“Kondisi ini mencerminkan bahwa masyarakat kita telah memiliki kedewasaan dan memahami kehidupan berdemokrasi yang ditunjukkan dengan tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan walaupun di dalamnya banyak terdapat perbedaan-perbedaan karena adanya keinginan kita untuk maju bersama,” ungkap Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar, Thadeus Yus, SH, MPA di Pontianak, Jumat (23/11) kemarin.
Thadeus yang didampingi Sekretaris DAD Provinsi Kalbar, Makarius Sintong, SH, MH lebih lanjut mengatakan, saat ini seluruh masyarakat Kalbar tengah menantikan hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh KPUD, baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun di daerah-daerah yang hasilnya akan memunculkan pemenang dalam pemilihan ini.
Sehubungan dengan hal tersebut, DAD Provinsi Kalbar dalam kesempatan ini menyampaikan himbauan kepada masyarakat Kalbar, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
“Hormatilah hasil proses pemilihan gubernur yang terlah berlangsung secara lancar, aman, tertib dan demokratis, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Makarius Sintong yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Kalbar itu.
Dia juga minta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada KPUD provinsi, kabupaten/kota untuk melakukan perhitungan suara dengan tenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “KPUD diharapkan dapat bekerja secara professional, jujur, adil dan transparan,” ingatnya.
Kedua tokoh masyarakat ini mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang beredar baik yang melalui pesan singkat (SMA) maupun menggunakan media lain.
“Untuk menjaga dan memelihara situasi yang sudah kondusif, pihak-pihak tertentu diharapkan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang cenderung bersifat kontradiktif sehingga dapat memicu keresahan di kalangan masyarakat yang pada saat ini sedang menunggu hasil perhitungan suara,” pinta Thadeus.
Demikian juga dengan para pendukung setiap pasangan Cagub/Cawagub hendaknya berjiwa besar dan menghargai hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPUD provinsi pada pleno (27/11) mendatang.
“Saya sudah pelajari, dalam hal pilgub ini, Kalbar termasuk berhasil dan jadi contoh bagi daerah lain. Kita harus bangga dengan itu,” tegas Thadeus yang juga dosen di Fakultas Hukum Untan itu.
Dan ini lanjut Thadeus catatan tersendiri bagi aparat keamanan, karena ternyata pilgub yang dianggap rawan terutama saat kampanye yang melibatkan massa, bisa dilewati dengan aman dan lancar.
“Tinggal sekarang apakah para elit kita bisa berjiwa besar. Sebetulnya masyarakat sendiri tidak ada persoalan. Buktinya mereka bisa mengikuti pesta demokrasi langsung pertama di provinsi ini dengan baik,” jelasnya.
Jadi tambah Thadeus, para elit juga harus memberi contoh bagaimana menerapkan jiwa besar dan legowo. “Jangan korbankan masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Sekarang mereka cukup resah dengan beradarnya SMS yang mengatasnamakan etnis tertentu. Hentikanlah berbagai bentuk provokasi itu,” pinta Thadeus.□

Baca Selengkapnya...

2.300 Polisi Siap Amankan Pleno Pengumuman Calon Gubernur



Borneo Tribune, Pontianak

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memperketat pintu-pintu masuk menuju Kota Pontianak menjelang rapat pleno pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar, periode 2008-2013, di gedung DPRD Kalimantan Barat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar, Senin mendatang.


"Kami akan melakukannya mulai besok, Sabtu (24/11)," kata Direktur Samapta Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi, M Agus Sunaryo, seusai rapat koordinasi pengamanan Rapat Pleno KPUD Kalbar di Pontianak, Jumat.

Dijelaskannya, pihak kepolisian akan memperketat titik-titik pintu masuk dari luar Kota Pontianak, di antaranya melalui pintu masuk Terminal Batu Layang, Jalan Sungai Ambawang, pelabuhan dan lain-lain.

Ia mengatakan, pengamanan juga diperketat bagi masyarakat yang ingin mendengar hasil rekapitulasi rapat pleno pengumuman calon Pilgub Kalbar di Gedung DPRD Kalbar.

Ditegaskannya barang siapa yang ketahuan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan, kepolisian tidak segan-segan untuk menindak pelaku tersebut.

"Kami berharap masyarakat tidak membawa senjata tajam ataupun senjata api sewaktu akan mendengar hasil rapat pleno tersebut. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyaman untuk kemajuan pembangunan Kalbar di masa mendatang," kata Agus Sunaryo.

Sedikitnya sekitar 2.300 personel disiagakan untuk pengamanan pengumuman hasil rapat pleno Pilgub Kalbar.

Sementara itu, saat ini situasi keamanan Kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya relatif kondusif.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu-isu yang menyesatkan yang tujuannya membuat situasi keamanan Kalbar menjadi tidak aman.

"Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang isinya mengarah kepada upaya mengadu domba suku, agama, ras, dan antargolongan," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigjen Polisi Zainal Abidin Ishak juga telah memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku anarkis dalam pemilu gubernur dan wakil gubernur.

"Asal sesuai prosedur, tindakan tegas bisa dilakukan kepada seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," katanya.

Polda Kalbar, saat ini sudah berstatus Siaga I sejak Rabu, mulai pukul 00.00 WIB menjelang Pilgub hingga penetapan tersebut dicabut. Antara ■

Baca Selengkapnya...

Cornelis – Christiandy Raih 39,33% Suara, UJ-LHK 33,33 %

* Pleno Rekapitulasi KPUD Kapuas Hulu

Yulan Mirza
Borneo Tribune, Putussibau

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar pleno hasil rekapitulasi suara untuk Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati, Rabu (21/11) kemarin. KPUD Kabupaten Kapuas Hulu menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut empat, Drs Cornelis MH dan Christiandy Sanjaya, sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, untuk daerah pemilihan Kabupaten Kapuas Hulu.

Pasangan Cornelis unggul dari tiga pasangan calon lainnya dengan memperoleh suara sebanyak 46.159 suara atau 39,33%. Sementara di posisi kedua ditempati pasangan calon nomor urut satu, Usman Ja’far-LH Kadir dengan perolehan suara sebanyak 39.117 atau 33,33%, disusul pasangan Akil Mochtar-AR Mercer sebanyak 26.171 suara atau 22,30% dan pasangan Oso-Liyong sebanyak 5.913 suara atau 5,04%.
Rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua KPUD Kapuas Hulu, H.M Thaib Noeh, itu dihadiri tiga anggota KPUD lainnya, Panwasda Kabupaten Kapuas Hulu, saksi tiga pasangan calon, dan para pimpinan partai politik pengusung. Hanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Akil Mochtar-AR Mercer tidak datang dalam hasil rekapitulasi KPUD tersebut.
Tampak hadir juga Wakil Bupati Kapuas Hulu, Drs Y Alexander, M.Si, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Priyo Mujihad, dan Dandim 1206 Putussibau Letkol. Inf Toyo. Pleno yang digelar pukul 09.00 WIB sempat molor menjadi setengah jam. Padahal, para saksi dan undangan lainnya telah hadir lima belas menit dari waktu undangan tersebut. Tetapi keterlambatan itu tidak mengganggu proses rapat pleno yang kemudian digelar hingga menjelang sore hari itu.
Di luar aula, sejumlah petugas kepolisian dan petugas Sat Pol PP tampak berjaga-jaga.
Rapat pleno sendiri dimulai dengan pembukaan rekapitulasi yang dikirim masing-masing panitia pemilihan kecamatan. Secara berurutan, ketua KPUD membuka amplop berisikan lembaran rekapitulasi masing-masing PPK tersebut. Anggota KPUD, M Saini Hadi, ST, membacakan laporan rekapitulasi tersebut yang langsung dientry petugas sekretariat KPUD. Para saksi dan tamu undangan dapat melihat langsung dari layar yang telah disediakan panitia.
Dari awal dibuka untuk daerah pemilihan kecamatan Putussibau, pasangan Cornelis-Christiandy langsung memperoleh suara terbanyak. Setidaknya, pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini unggul di lima belas kecamatan dari dua puluh tiga kecamatan yang ada di kabupaten Kapuas Hulu. Cornelis-Christiandy unggul di kecamatan Putussibau, kecamatan Kedamin, Manday, Kalis, Embaloh Hilir, Embaloh Hulu, Mentebah, Semitau, Seberuang, Silat Hilir, Silat Hulu, Empanang, Puring
Kencana, Badau dan kecamatan Batang Lupar.
Sementara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Usman Ja’far-LH Kadir unggul di delapan kecamatan. Di antaranya kecamatan Bunut Hilir, Boyan Tanjung, Bunut Hulu, Embau, Batu Datu, Hulu Gurung, Selimbau dan Suhaid.
Rapat pleno itu sendiri sempat di skor Ketua KPUD selama satu jam untuk menunggu print out rekapitulasi yang sudah di entry. Setelah diprint out, berita acara hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara itu kemudian ditandatangai Ketua KPUD beserta anggota dan juga saksi-saksi yang hadir.
Dalam arahan singkatnya, Ketua KPUD Kabupaten Kapuas Hulu, H.M Thaib Noeh mengatakan, berita acara rekapitulasi yang ditandatangai merupakan sub ketetapan dari ketetapan yang akan dikeluarkan oleh KPU Provinsi Kalimantan Barat.
“Berita acara yang ditandatangani hari ini akan dibawa ke KPU Provinsi untuk kemudian direkapitulasi kembali bersama hasil rekapitulasi dari kabupaten lainnya. Baru setelah itu keluar ketetapan final dari KPU Provinsi tentang pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai pemenang,”jelasnya.
Thaib menambahkan pihaknya sangat bersyukur bahwa rapat pleno penetapan rekapitulasi perhitungan perolehan suara masing-masing calon Pemilu gubernur dan wakil gubernur untuk wilayah kabupaten Kapuas Hulu dapat segera dilakukan. Itu semua terjadi, lanjut Thaib, berkat dukungan dari para panitia pelaksana di lapangan; baik itu dari tingkat TPS, PPS hingga PPK.
“Semua bekerja dengan baik. Walaupun masih ada persoalan di beberapa kecamatan, namun semuanya kemudian berjalan lancar. Kita bersyukur pleno rekapitulasi ini dapat diselenggarakan dengan segera,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Drs Y Alexander, M.Si, mengatakan, berjalan lancarnya proses demokratisasi pemilu gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat di Kapuas Hulu tentunya membawa dampak positif bagi daerah ini. Sebab, dengan tertib dan lancarnya pelaksanaan Pemilu kali ini menunjukkan bahwa Kapuas Hulu merupakan salah satu daerah yang kondusif.
“Saya atas nama pemerintah daerah berterima kasih dan menghaturkan penghargaan kepada masyarakat Kapuas Hulu yang telah bersama-sama membangun keamanan, ketertiban dan kelancaran pemilu gubernur dan wakil gubernur tahun ini,” kata Alex.
Selain itu, Alex juga berterimakasih kepada aparat keamanan yang telah mengerahkan pasukan penuhnya untuk mengamankan jalannya Pemilu gubernur dan wakil gubernur. Baik itu mulai dari masa-masa kampanye, masa tenang, pada saat hari pencoblosan hingga proses rekapitulasi perhitungan suara. Alex juga berharap kondisi aman dan tertib yang ada sekarang ini dapat tercipta dengan baik.
“Siapapun pemenangnya adalah pilihan terbaik masyarakat Kalimantan Barat. Kita berharap ke depan Kapuas Hulu akan lebih diperhatikan dan maju seperti daerah lainnya,”pungkasnya.

Baca Selengkapnya...

Jangan Terpancing SMS Tak Bertanggungjawab

Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang

Meskipun tahap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 telah terlewati, namun isu-isu yang menyebar melalui Short Message Service (SMS) melalui layar handphone masih tetap bergentayangan.

Isi SMS yang mengarah pada provokasi massa dengan menyudutkan pihak tertentu, merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab. Terlebih, mendekati masa penentuan hasil pemilihan yang akan di ‘ketok palu’ oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi pada 29 November nanti.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Drs. Subnedih, SH, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Landak, yang diwawancarai di ruang kerjanya pada Jumat (23/11). Mengatakan agar masyarakat Landak jangan terpancing dengan beredarnya SMS tersebut.
Menurut Subnedih, dirinya pun kerap kali menerima SMS yang berisikan kalimat-kalimat yang dapat menyulut amarah massa. “Hal itu tetap kita antisipasi,” ujarnya. Dengan menelepon kembali si pengirim SMS.
Akan tetapi, lanjut Subnedih, nomor pengirim SMS tersebut tidak aktif ketika dihubungi. Menurutnya, orang yang mengirim SMS tersebut tidak menginginkan Pemilihan Gubernur ini berjalan damai.
Pihak kepolisian sendiri hingga saat ini tetap bersiaga menjalankan tugasnya dalam pengamanan wilayah hingga hasil pemilihan ditentukan oleh KPU Provinsi. “Kita bertugas 24 jam untuk pengamanan,” ujar Subnedih.
Meskipun kondisi Landak mulai dari sebelum kampanye, pemilihan, hingga sidang pleno hasil rekapitulasi pilgub, dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak kepolisian tidak ingin kecolongan dalam hal pengamanan.
Subnedih mengatakan bahwa kondisi kondusif dan aman di wilayah Landak, bukan hanya kinerja dari pihak kepolisian semata. “Akan tetapi juga peran serta dari para masyarakat,” ujarnya.
Karenanya, Subnedih mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Landak yang hingga saat ini tetap menjaga keamanan lingkungannya.
Bahkan, berdasarkan Memorandum Of Understanding (MOU) yang dilakukan bersama tokoh masyarakat dan tim sukses semua kandidat, ujar Subedih. Pada Kamis (22/11) lalu, tokoh masyarakat dan tim sukses diundang untuk berkumpul di Polres Landak. “Kita (kepolisian) mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah membantu kinerja kita dalam pengamanan,” ujarnya.
Lingkungan yang aman merupakan keinginan setiap masyarakat, yang harus tetap dipelihara dan dijaga oleh masyarakat sendiri. Ini semua dapat terwujud bila setiap masyarakat dapat terus menahan emosi dan harus waspada terhadap isu-isu yang memprovokasi.□

Baca Selengkapnya...

Kamis, 22 November 2007

Cornelis-Christiandy Kuasai Kota Singkawang

Mujidi
Borneo Tribune, Singkawang
Perebutan suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat untuk wilayah Kota Singkawang 15 Nopember yang lalu menjadikan pasangan calon Cornelis-Sanjaya sebagai penguasa. Hal tersebut terbukti dalam rekapitulasi suara yang dilakukan KPUD Kota Singkawang, Kamis (22/11) kemarin.

Tidak ada halangan. Dengan pengawalan pihak kepolisian, rekap suara yang dipimpin oleh ketua KPUD Kota Singkawang, Uray Nurzia, SH, M.Hum lengkap dengan tiga anggota berjalan dengan lancar. Empat saksi dari empat pasangan calon bersepakat untuk menerima, walaupun ada beberapa catatan yang diajukan.
Dari rekap suara yang dilakukan, Cornelis-Sanjaya memperoleh 38.573 suara. Pasangan incumbent, Usman Ja’far-LH Kadir duduk sebagai peraih suara terbanyak kedua dengan total suara 21.256. Oesman Sapta-Lyong sebagai peringkat ketiga dengan mengumpulkan 15.002 suara. Sementara pasangan Akil-Mecer menjadi juru kunci dengan memperoleh 11.777 suara.
Berdasarkan data per kecamatan, pasangan Cornelis-Sanjaya mampu mengumpulkan suara terbanyak di tiga kecamatan dari lima kecamatan yang ada di Kota Singkawang. Tiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Singkawang Barat, Timur dan Selatan. Sementara untuk pasangan Incumbnet Usman Ja’far-LH Kadir mampu mengungguli pasangan lainnya di Singkawang Tengah dan Singkawang Utara.
Pada Kecamatan Singkawang Barat Cornelis Sanjaya memperoleh 14.469 suara, Usman Ja’far-LH Kadir memperoleh 4.361 suara, Osman Sapta-Lyong 2.832 suara dan Akil-Mecer hanya memperoleh 2.476 suara. Untuk Singkawang Timur, Cornelis Sanjaya mengumpulkan suara terbanyak dengan memperoleh 5.979 suara diikuti Usman Ja’far 1.361 suara, Akil-Mecer memperoleh 729 suara dan Usman Sapta-Lyong memperoleh 461 suara.
Kemenangan Cornelis-Sanjaya kembali dibuktikan di Kecamatan Singkawang Selatan. Pasangan yang diusung partai PDIP ini memperoleh 10.443 suara, Usman Ja’far-LH Kadir memperoleh 3.093 suara, Akil-Mecer memperoleh 2.535 suara dan Oesman Sapta-Lyong hanya memperoleh 1.909 suara.
Usman Ja’far-LH Kadir memperoleh suara terbanyak di Singkawang Utara dengan jumlah 3.606, diikuti Oesman Sapta-Lyong dengan memperoleh 3.273 suara, Cornelis-Sanjaya 1.669 dan Akil-Mecer memperoleh 1.907.
Untuk Singkawang Tengah, Usman Ja’far memperoleh kemenangan dengan mengumpulkan 8.835 suara, diikuti Oesman Sapta-Lyong dengan 6.527 suara, Coernelis-Sanjaya 6.023 dan Akil-Mecer memperoleh 4.130 suara. ■

Baca Selengkapnya...

Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara di Landak Rampung

*Cornelis Tak Terbendung

Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang

Penantian masyarakat mengenai kandidat terunggul pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 di wilayah Kabupaten Landak, terjawab. Melalui pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Landak, pada Rabu (21/11), yang bertempat di aula lantai II KPUD.

Tepat pukul 10.09, kantor KPUD Landak sedikit berbeda dari hari biasanya. Suasana ramai menyelimuti kantor yang masih didera gerimis. Aula lantai II dipenuhi jejeran kursi di bagian kiri dan kanan pintu aula bagian dalam.
Tiga buah meja yang terpisah, membentuk huruf ‘U’ dalam ruangan aula. Beberapa tanaman dalam pot, berada di depan meja tersebut. Tulisan pada karton putih bertuliskan ‘MUSPIDA’, berada di atas meja sebelah kanan ruangan dari dalam. ‘SAKSI’ dan ‘PANWASLU’ di atas meja sebelah kiri ruangan. Meja tanpa tulisan menghadap tepat ke pintu, diduduki oleh anggota KPUD Landak.
Ir. Sudianto, Ketua KPUD Landak, membuka pleno yang berlangsung terbuka untuk umum. Ia mengatakan pleno ini sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan oleh KPU Provinsi.
Sudianto juga mengatakan proses rekapitulasi perhitungan suara di KPUD Landak dapat terlaksana setelah adanya proses rekapitulasi yang ada di tingkat Panitia Pemilihan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Hasil rekapitulasi ini selanjutnya akan diserahkan ke KPU Provinsi,” ujarnya. Setelah ditandatanganinya berita acara.
Proses rekapitulasi pun dimulai dengan panduan Syahdin L. Nyarong, S. Th, Pokja Perhitungan Suara, KPUD Landak. Yang terlebih dahulu menanyakan kehadiran saksi dari semua kandidat.
Saksi yang hadir hanyalah saksi dari pasangan kandidat Oesman Sapta-Ignatius Lyong dan Cornelis-Christiandy Sanjaya. Sedangkan saksi dari Usman Ja’far-L.H. Kadir dan Akil Mochtar-A.R. Mecer. Belum datang dan hanya menyerahkan surat mandat.
Pukul 11.16 ketika urutan rekapitulasi yang ke tiga dari Kecamatan Menjalin, Alim Wibowo, saksi pasangan kandidat Usman Ja’far-L.H. Kadir, baru tiba di tempat pleno berlangsung.
Rekapitulasi kemudian dilanjutkan dengan menanyakan sah tidaknya hasil yang diperoleh dari tiap Kecamatan di wilayah Landak, kepada para saksi. Hasil rekapitulasi keseluruhan perolehan suara di Kabupaten Landak berdasarkan pilihan rakyat menempatkan pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya dengan dukungan terbanyak, yaitu 180.601 suara atau 85,44 per sen.
Menyusul di urutan kedua adalah pasangan Usman Ja’far-L.H. Kadir dengan 12.113 suara atau 5,73 persen. Yang diikuti oleh pasangan Oesman Sapta-Ignatius Lyong dengan 10.726 atau 5,07 persen. Dan pasangan Akil Mochtar-A.R. Mecer dengan 7.944 suara atau 3,76 persen.
Hasil ini merupakan suara yang diberikan oleh 211.384 pemilih di Landak dari 228.030 pemilih tetap yang terdaftar. Sedangkan surat suara yang tidak sah adalah 1.573 suara. Dengan persentase partisipasi pemilih sebesar 93,39 persen.
Pleno ini juga dihadiri oleh 2 orang perwakilan dari KPU Provinsi, yang mengawasi proses pleno yang dilakukan. Tepat pukul 14.18, pleno dinyatakan berakhir setelah penandatanganan berita acara oleh para saksi, anggota KPUD Landak dan panitia pengawas Pemilu.

Baca Selengkapnya...

Sintang Lumbung Suara Cornelis-Christiandy

*Mendominasi 13 Kecamatan


Endang Kusmiyati
Borneo Tribune, Sintang

Jumat (22/11) sekitar pukul 09.10 , kantor KPUD Sintang kembal didatangi warga. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak penuh terparkir di halaman samping kantor pelaksana pilkada di kabupaten Sintang ini. Namun, kedatangan masyarakat kali ini juga bukan untuk melakukan aksi unjuk rasa atau ketidak puasan atas perolehan suara pasangan yang mereka dukung.

Hari itu, banyak mata yang ingin menyaksikan rapat pleno rekapitulais perhitungan suara pilkada di kabupaten Sintang. Hadir dalam kesempatan itu Bupati, Wakil bupati, Sekda, Kapolres, sejumlah muspida serta tokoh masyarakat Sintang. Hadir juga pendukung dari masing-masing pasangan kandidat. Petugas keamaan juga terlihat siaga di halaman ruang rapat pleno tersebut.
Bersadarkan data yang di himpun dari KPUD Sintang, bahwa dari 14 kecamatan di wilayah ini terdapat 899 TPS dan 241.571 pemilih yang tercantum dalam DPT.
Setelah melalui tahapan rangkaian acara, termasuk berbagai kritik dan saran terhadap penyelenggara pilkada dari para saksi pasangan, akhirnya ketua KPUD sintang Dra. H. Musjahadah dengan suara khasnya mengumumkan perolehan suara akhir pasangan kandidat pilkada 2007. Dari white board yang terpampang di deretan depan audiens rapat pleno, terpampang angka-angka perolehan suara dari 4 pasangan kandidat yang bertarung dalam pilkada 15 November lalu.
Pasangan Usman Ja’far-LH.Kadir yang diusung oleh partai besar hanya menempati nomor urut dua dalam hal perolehan suara. Calon Incumbent ini mendapatkan suara sebanyak 36.961 suara atau sekitar 15,3 persen dari pemilih di Sintang. Dari 14 PPK, pasangan harmoni hanya memenang suara di kecamatan Sintang yaitu sebanyak 12.890 suara. Sedangkan di kecamatan lain, suara pendukung UJ-LHK jauh tertinggal di bawah pasangan Cornelis-Sanjaya.
Pasangan OSO-Lyong dengan nomor urut 2 , justru harus puas pada posisi terakhir. Di kabupaten Sintang, pasangan ini hanya mendapatkan suara sebanyak 8832 suara atau sekitar 3,65 persen saja. Selanjutnya pasangan Akil-Mecer tetap sesuai dengan nomor urut yang sama dengan peringkat perolehan suaranya. Yaitu 23.449 suara atau sekitar 9,72 persen. Selanjutnya pasangan Cornelis-Sanjaya dengan nomor urut 4, justru menduduki peringkat pertama perolehan suara di Sintang. Pasangan yang diusung partai berlambang banteng moncong putih ini mendapatkan dukungan 51,11 persen dari seluruh pemilih yang ada di Sintang. Dengan perolehan suara sebanyak 123.487. Pasangan ini juga mendominasi perolehan suara di 13 kecamatan lainnya selain kecamatan Sintang.
Ketua KPUD sintang juga mengumumkan bahwa jumlah total pemilih yang menggunakan hak pilihnya dan dinyatakan sebagai surat suara yang dicoblos dengan sah pada pilkada 15 November lalu sebanyak 192.779
Angka ini bila dikalkulasikan secara matematis sama dengan 79,80 persen dari pemilih yang terdaftar dalam DPT. Sedangkan jumlah surat suara yang tidak sah sebanyak 2182 lembar, atau sama dengan 0.9 persen dari total pemilih yang ada di Sintang. Dari angka-angka ini juga dapat dihitung pula jumlah pemilih yang terdaftar namun tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 46.610 orang.
Ketua KPUD Sintang saat di mintai konfirmasi mengatakan bahwa memilih dan menggunakan hak pilih dalam pilkada merupakan hak setiap warga Negara. Sebagai pelaksana pilkada, ia mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi seoptimal mungkin.
“Memilih atau tidak menggunakan hak pilih itu kembali kepada person masing-masing. Kami sebagai pelaksana pilkada ini hanya bertugas mensosialisasikan. Karena memilih merupakan salah satu hak azasi warga,” katanya.□

Baca Selengkapnya...
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Icon from : FamFamFam             Powered by Powered By Blogger