Sejuta Asa Tertuju pada Gubernur Baru
Andry
Borneo Tribune, Pontianak
Terpilihnya Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM menjadi pasangan gubernur dan wakil gubernur Kalbar periode 2008-2013, dalam pesta akbar demokrasi 15 Nopember lalu menyisakan sejuta asa bagi warga Kota Pontianak dan Kalbar. Mereka berharap agar gubernur terpilih dapat menyelesaikan beragam persoalan yang masih mendera di bumi Borneo Barat, seperti krisis energi listrik, pengangguran, pendidikan, perekonomian dan lain sebagainya.
“Kalau kame’ sih berharap agar lampu di Kote Pontianak ni tak usah mati-mati. Sangsot kalau lampunye mati teros. Banyak pencuri dan susah kite nak njalankan usahe rental PS (PlayStation),” kata Bob yang berprofesi membuka rental PS di Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat, Jumat (30/11) kemarin. Intonasi bicaranya khas dialek Kota Pontianak.
Bob juga mengatakan sesungguhnya ia tidak peduli siapa pun yang terpilih menjadi gubernur pada Pilgub 15 Nopember lalu. Baginya yang terpenting adalah ia dapat terus menjalankan usahanya dengan membuka rental tanpa harus merasakan lampu yang hidup mati.
“Kalau saye pengen mendapat kerjaan Bang. Maklomlah tamat dari SMA kame masih nganggor ni Bang. Terserahlah kerje apepon yang penting halal,“ kata Yanto yang mengaku tinggal di Jeruju. Ia pun mengaku telah 2 tahun menganggur lantaran tidak mendapat pekerjaan, walau ia telah berusaha melamar ke berbagai instansi mulai dari pemerintah maupun swasta.
Lain halnya dengan Efendi. Pria paruh baya ini mengatakan bahwa Cornelis harus mampu membuktikan kinerjanya lebih baik dari Usman Ja’far. Karena Cornelis telah dipilih oleh masyarakat Kalbar secara langsung, maka semestinya Cornelis harus sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan masyarakat Kalbar. “Cornelis tidak boleh membeda-bedakan suku maupun agama dari masyarakat yang dipimpinnya. Pak Cornelis harus adil dan bijak,“ kata mantan kuli di Pelabuhan Pontianak ini dengan nada serius.
Lain pula halnya dengan pandangan A Liong, seorang keturunan Tionghoa yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang tampal ban di depan kampus Universitas Panca Bhakti. Ia mengatakan bahwa gubernur dan wakil gubernur terpilih harus dapat memberikan bantuan kredit dengan bunga rendah kepada semua pedagang kecil yang ada di Pontianak dan Kalbar. Hal itu penting guna memberikan stimulan kepada para pedagang kecil agar tetap bersemangat menjalankan roda usahanya. “Kami mohon Pak Cornelis dan Pak Christiandy dapat memperhatikan para pedagang kecil. Kami mohon,” ujarnya.
Sementara itu, Akhmadi yang berprofesi selaku tukang becak di prapatan Jl. Jeranding mengatakan, dengan terpilihnya Cornelis dan Christiandy Sanjaya selaku pasangan gubernur, ia berharap akan ada suatu kebijakan dari gubernur baru yang dapat memberikan kesempatan bagi warga Madura untuk dapat kembali lagi ke daerah Sambas. “Karena banyak harta dan peninggalan yang masih tersisa usai konflik beberapa tahun lalu. Tolonglah Pak Cornelis,“ ujarnya penuh harap. □
Jumat, 30 November 2007
Harapan Warga Pada Cornelis-Christiandy (1)
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
17:19
0
komentar
Kamis, 29 November 2007
Ruai dan Naga Kecil
41 Tahun dalam Lumpur
Oleh Moses Are
Sayap dan kepalanya sulit bergerak
Matanya tertutup karena takut
Tangannya terikat terpatri kekuasaan
Ruai dan Naga dianggap bau dan kotor
Karena tertanam dalam Lumpur diskriminasi
Tak ada kesempatan untuk membuka mata dan menjadi manusia intelek
Karena diskriminasi dan pembodohan
Ruai dan Naga kecil itu pelan tapi pasti
Berteriak lantang menyerukan perubahan martabat dan kedaulatan kaumnya
Nyanyian Ruai dan Naga kecil di bumi ini
Saling bersahutan menghantarkan tekad
Bersatu kita menang
Bersatu kita menang
Bersatu kita menang
Bersatu kita menang
Oh……bangsa dan kaumku
41 tahun aku menunggu kepastian itu
Keterbelakangan dan pembodohan yang aku dapatkan
Maka dari itu bangkitlah kita untuk bersatu
Dengan rasa persatuan dan demokrasi untuk kesejahteraan rakyat Kalbar
Puisi karangan seniman asal Bengkayang, Moses Are, yang dibacakan saat kampanye Drs Cornelis MH di Anjungan, Jumat, 2 November 2007.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
08:12
0
komentar
Selasa, 27 November 2007
KPU Tetapkan Cornelis Gubernur Terpilih, UJ Pamitan
.jpg)
Safitri Rayuni dan Andry
Borneo Tribune, Pontianak
Usai KPU Kalbar menetapkan pasangan Cornelis-Christiandy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, Usman Ja`far, "berpamitan" kepada anggota DPRD Kalbar dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi, Selasa (27/11) kemarin.
"Kontrak sebagai Gubernur Kalbar berakhir tahun ini," kata Usman dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalbar tentang Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2008 di Pontianak. Usman menyatakan penyampaian rancangan tersebut merupakan kesempatan terakhirnya.
Dia menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada anggota DPRD serta jajaran pemerintahan yang selama 5 tahun membantunya melaksanakan APBD Kalbar. Gubernur sangat bersyukur karena Pemilu Gubernur berjalan lancar dan aman.
"Kalbar dikenal sebagai daerah bekas konflik. Tapi ternyata Pemilu berjalan lancar dan aman," katanya.
Ia mengaku gembira melihat tingkat partisipasi yang tinggi dari publik dalam Pilgub kemarin.
"Apa pun hasilnya, itu keputusan terbaik pilihan rakyat yang harus dihormati," kata Usman legowo.
Tak lupa ia mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh penyelenggara Pemilu baik di tingkat TPS hingga Provinsi Kalbar serta petugas keamanan yang all out menjaga Kalbar sehingga tetap aman dan kondusif.
Rapat terbuka KPUD Kalbar yang berlangsung di Ruang Serbaguna DPRD Kalbar sore kemarin menetapkan pasangan Cornelis - Christiandy Sanjaya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2008-2013. Hadir hampir seluruh anggota KPUD masing-masing kabupaten, sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalbar, tim sukses, tokoh masyarakat.
Pukul 15.09 Cornelis yang dijuluki Sang Ruai, beserta putri tercinta dr. Karolin Margaret Natasa memasuki ruang pleno.
Di lantai satu gedung DPRD, puluhan massa riuh bertepuk tangan. Beberapa di antaranya berjingkrak-jingkrak gembira menyambut kedatangan Sang Ruai. Setelah pleno penetapan usai, suasana lebih ramai lagi. Cornelis melintas menuju mobil diiringi pengawalan ketat. Massa pendukung tak henti-hentinya bertepuk tangan. Senyumnya mengembang, melambai dan sesekali menunduk hormat saat melintasi kerumunan. Tiba di pelataran, Cornelis berseru,” Bersatu kita menang!” Suaranya sangat khas, sekali lagi tangan kanannya teracung ke udara dengan jempol menekuk, sisa empat jari teracung.
Aida mengingatkan bahwa KPUD Provinsi Kalbar akan menyampaikan berita acara kepada Ketua DPRD Kalbar. Nantinya diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapat pengesahan pengangkatan yang disampaikan KPUD Kalbar setelah jangka waktu tiga hari sejak penetapan. Hal tersebut kata Aida diatur dalam pasal 89 ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.
”Namun karena tiga hari setelah hari ini adalah hari libur, Sabtu dan Minggu, maka jika tidak ada keberatan atau gugatan terhadap hasil dari pasangan calon lain, kami akan menyerahkan berita acara tersebut pada Senin 3 Desember 2007,” terangnya.
Dari Hasil Pleno, Cornelis- Christiandy yang diusung PDI Perjuangan meraih 930.679 suara atau 43,67 persen dari 2.131.089 suara sah. Jumlah tersebut mengungguli pasangan incumbent Usman Ja`far-LH Kadir yang hanya mengantongi 659.279 suara atau 30,94 persen.
Pasangan UJ-LH Kadir ketika itu diusung Koalisi Harmoni, yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka.
Sementara dua calon lainnya yakni pasangan Oesman Sapta - Ignatius Lyong mendapat 335.368 suara (15,74 persen) dan Akil Mochtar - AR Mecer 205.763 suara atau 9,66 persen.
Surat suara tidak sah 34.460. Warga yang mempunyai hak pilih namun tidak menggunakan hak pilihnya 788.482 orang.
Berdasarkan Undang-Undang, pemenang Pemilu gubernur ditetapkan dari perolehan suara terbanyak yakni 50 persen plus satu. Namun kalau tidak terpenuhi, maka yang melebihi 25 persen ditetapkan sebagai calon terpilih.
Dalam jumpa pers di kediamannya, sehari sebelum Pleno, Cornelis mengatakan dua kandidat lain sudah menghubungi dan mengucapkan selamat kepadanya secara pribadi via telepon. Yang dimaksud Cornelis adalah Oesman Sapta dan Akil Mochtar.
Menurutnya tidak ada yang kalah atau menang dalam percaturan politik, dirinya terpilih pun karena amanat rakyat. ”Jadi hidup saya pun untuk rakyat,” ujarnya.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:21
1 komentar
Senin, 26 November 2007
Cornelis Gubernur Kalbar
*Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Rampung
Perolehan Suara Pilgub Kalbar
1. UJ-LHK = 659.279 (30,94%)
2. OSO-Lyong = 335.368 (15,74%)
3. Akil-Mecer = 205.763 (9,66%)
4. Cornelis-Christiandy = 930.679 (43,67%)
Andry
Borneo Tribune, Pontianak
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Kalbar menggelar pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu gubernur dan wakil gubernur Kalbar 2007.
Proses itu dilaksanakan di ruang serbaguna gedung DPRD Kalbar, oleh penyelenggara pemilu tingkat provinsi karena KPUD kabupaten/kota seantero Kalbar terlebih dahulu merampungkan proses yang sama di wilayahnya masing-masing.
Hadir Ketua dan anggota KPUD Kalbar, Muspida Kalbar, Ketua dan anggota KPUD kabupaten/kota, Ketua dan Sekretaris partai politik, Ketua dan Sekretaris tim kampanye pasangan calon, lembaga pemantau pemilu, para panelis debat publik dan lainnya. Hadir pula kandidat gubernur, Drs. Cornelis, MH dan saksi dari pasangan calon, yaitu M Ali M Nur selaku saksi dari UJ-LHK, Yahya Sacawiria saksi OSO-Lyong, Silvianus Sungkalang saksi dari pasangan Akil-Mecer dan Agustinus saksi dari pasangan Cornelis-Christiandy, Senin (26/11) kemarin.
Awalnya suasana di gedung DPRD tidak tampak seperti biasa, dan malah serasa menegangkan. Ratusan aparat keamanan tampak berjaga-jaga di setiap jengkal rumah rakyat ini. Terlebih di muka pagar sebelum memasuki gedung, Polisi melakukan pemeriksaan ektra ketat dengan menggunakan alat pendeteksi logam maupun memeriksa setiap kendaraan yang masuk, baik mobil maupun kendaraan bermotor. Tak peduli anggota dewan, KPU, wartawan dan masyarakat pun tak luput dari pemeriksaan. “Hebat gumamku dalam hati”. Pun ketika hendak memasuki ruangan serbaguna, semua pihak mesti digeledah dan diperiksa dengan melewati alat pendeteksi. “Seberapa parah ancaman proses kegiatan ini, kembali aku bergumam didalam hati”.
Pleno itu dipimpin langsung Ketua KPUD Kalbar, Aida Mokhtar, S.Ag, M,Hum. Usai memberikan kata pengantar dan membacakan 14 poin tata tertib dalam proses pleno terbuka. Akhirnya, pukul 09.52 WIB ia pun mengetuk palu sidang sebanyak 3 kali sebagai tanda proses ini telah dibuka secara resmi. Dan proses selanjutnya, Aida lantas memberikan kesempatan kepada Ketua Pokja penghitungan perolehan suara, Nazirin, SH, untuk memimpin jalannya proses ini.
Mantan aktivis mahasiswa ini tahu benar membuat suasana menjadi cair agar tidak tegang. Ia lantas mengatakan bahwa semua proses tahapan Pilgub yang terjadi di kampung halaman Pak MS Budi di Sungai Kunyit, Pak Baringan di Kapuas Hulu dan Sungai Burung di kampung halamannya sendiri, dan semua itu muaranya berada di KPU Provinsi Kalbar. “Dan semua hasil dari proses itu sekarang telah berada di dalam kotak suara yang saat ini berada di depan kita,” ujarnya seraya mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir.
Usai mencairkan suasana forum, ia pun lantas meminta bantuan kepada anggota KPU Kalbar untuk membuka kotak suara dan mengambil hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU kabupaten/kota, lalu memperlihatkannya kepada para saksi dan Panwas lalu kemudian menyerahkan map yang masih tersegel itu kepada Ketua KPU Kalbar, untuk dibuka dan dibacakan oleh anggota KPU. P Baringan didaulat untuk membuka kotak suara dari Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Pontianak, RE Nyarong membuka kotak suara Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Landak, MS Budi mendapat kesempatan untuk membuka kotak suara dari Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, sedangkan Nazirin mendapat kesempatan untuk membuka kotak suara dari Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas Hulu dan yang terakhir adalah Kabupaten Ketapang.
Selanjutnya, hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, pasangan dengan nomor urut 1, UJ-LHK memperoleh 659.279 atau sebesar 30,94 persen suara pemilih. Selanjutnya pasangan calon dengan nomor urut 2, OSO-Lyong memperoleh 335.368 atau sebesar 15,74 persen suara pemilih. Kemudian pasangan dengan nomor urut 3, Akil-Mecer memperoleh 205.763 atau sebesar 9,66 persen, sedangkan pasangan dengan nomor urut 4, Cornelis-Christiandy berhasil memperoleh 930.679 atau sebesar 43,67 persen sekaligus mengantarkan pasangan ini menuju kursi KB 1 menggantikan incumbent Usman Ja’far dan LH Kadir selaku gubernur dan wakil gubernur Kalbar periode 2008-2013. Dan Cornelis tampak tersenyum menyaksikan hasil penghitungan suara tersebut. Dan total suara sah pada Pilgub 15 November lalu berjumlah sebanyak 2.131.089 atau 98,41 persen, dan dengan perolehan suara tidak sah sebesar 34.460 atau sebesar 1,59 persen.
Usai berlangsung proses rekapitulasi tersebut, Nazirin lantas mengembalikan proses selanjutnya kepada pimpinan sidang sebelumnya, yaitu Aida Mokhtar untuk kembali memandu jalannya acara. Aida lantas memberikan kesempatan bagi para saksi pasangan calon untuk memberikan tanggapannya. Di dalam forum, M Ali M Nur menyatakan bahwa data yang diterimanya dan data yang diperoleh oleh KPU tidak ada masalah, dan ia menerima hasil tersebut. Sama halnya dengan saksi dari pasangan Akil-Mecer yang diwakili Silvianus Sungkalang.
Ia menyampaikan kutipan pernyataan dari Akil, bahwa didalam permainan sudah barang tentu ada yang menang dan ada yang kalah. “Dan beliau (Akil) mendukung siapa pun yang terpilih didalam permainan tersebut,” kata Sungkalang disambut dengan riuhnya tepukan. Selanjutnya saksi yang mewakili pasangan OSO-Lyong yang diwakili oleh Yahya Sacawiria menyatakan dapat menerima hasil ini, karena sesuai dengan data yang dihimpun oleh tim kampanye mereka. Hanya saja ia memberikan catatan kepada KPU terkait masih banyaknya masyarakat Kalbar yang tidak terdata pada Pilgub 15 November lalu. Begitu pula saksi dari pasangan calon Cornelis-Christiandy yang diwakili oleh Agustinus. Sebelum mengatakan sepakat dan menerima dari hasil rekapitulasi itu, terlebih dahulu ia dengan bersemangat mengatakan, “Adil ka’ talino, bacaramin ka’ suruga, basengat ka’ jubata,” serunya seraya disambut dengan “Aaauuukkk” oleh peserta yang mengerti seruan tersebut.
Usai mendengarkan pandangan dan ungkapan dari para saksi yang mewakili pasangan calon, Aida lantas membacakan berita acara pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu gubernur dan wakil gubernur Kalbar 2007. Dan selesai membacakan, sekitar pukul 12.35, dilaksanakan proses penandatanganan berita acara oleh Ketua dan anggota KPU Kalbar dan kabupaten/kota dan para saksi dari pasangan calon. Dan akhirnya, saksi dari pasangan calon UJ-LHK, M Ali M Nur tidak ikut menandatangani berita acara tersebut, lantaran ternyata ia menyatakan tidak dapat menerima hasil dari rekapitulasi penghitungan suara tersebut, di luar ruangan forum.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:00
0
komentar
Jadi Pemimpin Tak Mesti dari Kalangan Berduit

Judul : Drs. Cornelis, MH; Anak Kolong Jadi Bupati Menuju Kursi Gubernur
Penulis : Drs. M Ikhsan Tanggok
Penerbit : PERAK, Ciputat Jakarta
Halaman : vi + 170; soft cover
Peresensi : Stefanus Akim
“Untuk menjadi pemimpin tidaklah semestinya berasal dari kalangan orang berduit, namun dengan kerja keras dan sungguh-sungguh dalam belajar dapat juga menjadi pemimpin di daerah masing-masing,” tulis Cornelis dalam kata sambutannya dalam buku biografi yang ditulis Drs M Ikhsan Tanggok ini.
Cornelis membuktikan ucapannya tersebut. Meskipun hidup serba kekurangan, tinggal di barak polisi yang sempit bahkan tidur di bawah tempat tidur, namun tak menyurutkan tekadnya untuk menjadi pemimpin. Bahkan mantan Camat Menyuke (Banyuke-Darit) ini dipercaya dua periode sebagai bupati Kabupaten Landak.
Modal dasar untuk menjadi pemimpin kerja keras dan sungguh-sungguh dalam belajar. Ekonomi bukan hambatan untuk mencapai cita-cita, tapi dengan usaha keras dan penuh keyakinan siapapun dapat memperoleh apa yang dicita-citakan.
Cornelis muda merintis karirnya dari keluarga biasa-biasa saja bahkan serba kekurangan. Di usia sekolah ia nyambi sebagai penoreh getah untuk mencari tambahan dan membantu keluarga. Namun masa-masa sulit itulah yang akhirnya menempa Cornelis hingga menjadi pemimpin yang disegani karena kedisiplinannya.
Secara umum buku ini menggambarkan Cornelis dari sejak masa sekolah hingga ia meniti hari-harinya sebagai Bupati Kabupaten Landak. Diceritakan misalnya, Cornelis rela bekerja sebagai kuli sebuah toko karet di Desa Senakin. Untuk melanjutkan sekolahnya di SMA di Pontianak, ia harus bermalam di tengah hutan selama dua bulan bersama tiga orang temannya. Uang hasil menoreh getah itulah yang kemudian dijadikan sebagai modal awal untuk masuk sekolah di SMA St Petrus Pontianak.
Malang, situasi politik berubah begitu cepat. Ayahnya yang anggota polisi dijebloskan ke penjara karena dituduh sebagai penggerak massa melakukan ethnic cleansing terhadap PGRS-Paraku. Meskipun tuduhan itu susah dibuktikan. Cornelis yang sudah terlanjur sekolah di Pontianak harus mencari akal untuk hidup dan membiayai sekolahnya. Berbagai pekerjaan pun dilakoni, diantaranya menjadi kuli angkut di pelabuhan motor air Kapuas Indah. Untuk sekadar mengisi perut. Seiring dengan itu proses belajar mulai terbengkalai. Pada akhirnya karena tak mampu membayar sumbangan uang gedung ia tak naik di kelas 2 SMA.
Beruntung, seorang teman membawanya di sebuah sekolah yang agak longgar dan biaya relatif murah. Hingga akhirnya Cornelis menamatkan sekolahnya di SMA Kapuas Pontianak tahun 1971/1972.
Buku ini juga menyinggung cara kepemimpinan yang diterapkan dalam memimpin Kabupaten Landak. Termasuk menempatkan the right man on the right place – menempatkan seseorang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya. Di Landak yang mayoritas Dayak misalnya tak semua pejabatnya orang Dayak. Sejumlah kepala dinas dipegang Melayu, Jawa atau Sunda tanpa memandang latar belakang agama.
Secara umum buku ini memiliki cukup banyak informasi tentang siapa dan bagaimana Cornelis hingga menjadi pemimpin di Landak dan Kalbar. Termasuk sedikit gambaran tentang situasi politik, pendidikan, dan perekonomian di masa-masa Cornelis berjuang kala itu.
Nah, mungkin yang mengganggu dalam buku perpaduan antara foto Cornelis, sang saka merah putih serta berlatar merah darah ini terdapat kesalahan ketik. Termasuk beberapa kali nama Cornelis ditulis Kornelis, termasuk di salah satu caption foto. Meskipun demikian secara umum buku ini menyajikan informasi yang banyak dan padat dan tidak mengganggu isi buku secara keseluruhan.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
00:52
0
komentar
Sabtu, 24 November 2007
Pers Sangat Mendukung Suksesnya Pilkada
*Kapolda Kunjungi Borneo Tribune
Nur Iskandar
Borneo Tribune, Pontianak
Sadar akan peran penting dan strategis media massa, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Zainal Abidin Ishak berkunjung ke Harian Borneo Tribune, Jumat (23/11) kemarin. Didampingi Kabid Humas AKBP Drs Suhadi SW, M.Si Kapolda berdialog dengan pihak manajemen dan redaktur serta sejumlah wartawan seputar Pilkada Gubernur Kalbar.
Kedatangan Kapolda pada pukul 11.00 WIB tersebut disambut Dirut PT Borneo Tribune Press, W Suwito, SH, MH, Konsultan Bisnis Borneo Tribune Michael Yan Sriwidodo, SE, MM, saya dan sejumlah redaktur dan wartawan.
Disambut di halaman parkir depan kantor, Kapolda memuji, “Baru enam bulan, sudah begini, bagaimana jika setahun?” ungkapnya dengan wajah yang sumringah seraya langkah kaki masuk ke ruang cetak.
Saya menjelaskan bahwa mesin cetak milik Borneo Tribune buatan Jerman, Goss Community dengan kapasitas cetak 15.000 eksemplar per jam. “Kita sudah pernah mencapai oplah cetak tertinggi hingga 25.000 eksemplar.”
Pada musim Pilkada Gubernur tiras cetak meningkat, termasuk volume iklan. “Alhamdulillah koran kita mendapat sambutan positif dari masyarakat Kalbar, padahal usianya baru enam bulan.”
Kapolda mengakui bahwa Borneo Tribune enak dibaca. “Menyajikan berita dengan gaya bercerita adalah style tersendiri. Ini yang bagus, saya suka. Bahkan dari sejak awal Borneo Tribune terbit,” ungkapnya.
“Di masa Pilkada ini berita-berita Borneo Tribune saya amati sudah cukup bagus. Berada pada relnya to inform—untuk menginformasikan, to educate—untuk mendidik, dan to entertein—untuk menghibur,” ungkap Kapolda.
“Peran mendidik menurut saya perlu mendapatkan titik tekan yang utama,” tambahnya.
Michael Yan menimpali, bahwa Borneo Tribune sifatnya mengangkat berita-berita yang positif. Dengan demikian lebih banyak memotivasi daripada mengagitasi, apalagi memanas-manasi. “Kita mengangkat, bukan menjatuhkan,” timpalnya.
Kapolda kagum melihat mesin cetak yang terpasang di lantai dasar Borneo Tribune. Ia melihat-lihat perangkat pendukung printer raksasa tersebut seperti processor dan platemaker.
Rombongan terus dipersilahkan naik ke lantai dua di mana redaksi bekerja. Di sini Kapolda menyaksikan sejumlah wartawan dan wartawati, peserta didik di Tribune Institute dan sejumlah staf yang sedang bekerja. “Berapa komputer di sini?”
“30-an Pak.”
“Bagus. Baru enam bulan saja sudah begini. Berapa dana dibutuhkan membangun seperti ini?” Kapolda terus bertanya.
“Kita patungan dari warga Kalbar sendiri Pak,” jawab Dirut, Suwito yang juga dikenal sebagai advokat di Kalbar. Hari itu Suwito mengenakan jas dengan dasi berwarna merah hati.
Kapolda di ruang redaksi dipersilahkan menikmati juadah yang telah disiapkan La Pisa. Seraya menikmati penganan tersebut ia kembali menekankan bahwa peran media amat penting dan strategis dalam pembangunan. “Saya pun jika pensiun dari polisi, mungkin memilih jadi jurnalis,” ungkapnya.
Kami semua tertawa. “Kalau Bapak mau, bisa menulis di Tribune,” kata saya menggoda.
“Ya, mungkin setelah Pilkada ini selesailah,” katanya seraya senyum.
“Saya sewaktu SMA 2 di Makassar sudah kursus jurnalistik lho. Bisa dicek di sana. Saya sejak remaja sudah suka korespondensi,” imbuhnya.
Kapolda menegaskan dalam menyukseskan Pilkada peran pers sama dengan polisi. Polisi sebagaimana pers juga yakin Pilkada Kalbar akan sukses, aman dan damai. “Kita akan tindak tegas jika ada yang anarkis,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan bahwa kini banyak beredar SMS-SMS yang bertujuan mengacaukan keadaan. “Saya selalu menekankan, jika mendapat SMS yang memprovokasi, catat pengirimnya dan laporkan ke polisi. Saya bisa tahu siapa pengirim itu,” jelasnya.
Bagi pengirim SMS provokasi, polisi bisa menangkap karena terbukti bertujuan membuat Kalbar tidak aman.
Kapolda akrab berdiskusi di Borneo Tribune. Ia sempat meladeni foto bersama.
Tepat terdengar azan Jumat, rombongan pun pamitan. Pada hari yang sama, Kapolda juga mengunjungi Harian Equator dan Pontianak Post. ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02:21
0
komentar
Jumat, 23 November 2007
12 KPU Final Pleno
Cornelis-Christiandy Tertinggi
Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Tepat di hari ke delapan pasca pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 12 kabupaten-kota se-Kalbar merampungkan rapat plenonnya, Jumat (23/11) kemarin.
“Dari hasil pleno tersebut suara Cornelis-Christiandy (C2, red) tertinggi,” kata Kebing, Sekretaris Tim Sukses C2. Hal tersebut diungkapkannya ketika menggelar jumpa pers di Sekretariat PDIP Jalan Ahmad Yani Pontianak kemarin. Kebing sangat yakin kalau pasangan yang diusung PDIP ini menang.
Dari rekapitulasi hasil perhitungan suara bersumber dari hasil Pleno KPU 12 kabupaten-kota yang berhasil dihimpun Tim Sukses C2, hasilnya: UJ-LHK 659.274 atau 30,94%, OSO-Lyong 335.368 atau 15,74%, Akil-Mecer 205.763 atau 9,66%, dan C2 930.679 atau 43,67%.
Menurut Ketua Tim Kampanye C2, Alexander, S.Sos tidak ada konsep Pilkada ulang, sepanjang prosesnya berjalan dengan baik sesuai UU dan ketentuan hukum yang berlaku. Dia meminta semua pihak menghargai pilihan rakyat.
Tak kurang dari 21 anggota Tim Sukses C2 hadir dalam jumpa pers. Sementara dari pihak media hadir, selain Borneo Tribune juga Equator dan Pontianak Post.
Tim Kampanye C2, Drs. Massardy Kaphat menambahkan bahwa hasil penetapan rekapitulasi perhitungan di tingkat desa, kecamatan bahkan kabupaten tidak ada masalah. Semuanya berlangsung relatif lancar, aman dan terkendali.
Kemenangan pasangan C2 menurut politisi senior ini, murni suara rakyat melalui demokrasi sesuai asas langsung, umum, bebas, jujur dan adil. Dia juga melihat pelaksanaan Pilgub Kalbar sudah berjalan baik dan jika ada Pilgub ulang mesti ada dasar hukum yang jelas. Karena itu menurutnya sangat tidak rasional jika ada pihak yang menyatakan Pilkada diulang.
“Munculnya wacana ini dikuatirkan justru bakal memicu permasalahan yang tidak diinginkan,” ungkap Kaphat. Masing-masing tim sukses katanya diharapkan menghargai keputusan yang sudah ditetapkan KPUD.
Martinus Ekok, Tim Sukses C2 lainnya meyakinkan dasar timnya mengeluarkan perhitungan adalah data dari KPU. Demikian menurut Ekok untuk menjawab rasa keingintahuan para simpatisan dan pendukung C2. “Tim mana saja berhak mengeluarkan hasil perhitungan, baik yang bersumber dari KPUD maupun yang bersumber dari Timnya,” katanya.
Lim Piang Pian alias Imam Muliadi salah satu tokoh Tionghoa mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya isu yang tidak jelas dan selalu menjaga suasana aman dan damai di Kalbar. “Cornelis dan Christiandy Sanjaya nantinya bukan gubernur untuk satu kelompok saja, tetapi gubernur seluruh rakyat Kalimantan Barat,” tambah Sumian S.Sos, Ketua Tung Sim yang artinya Sehati.
Di akhir pertemuan, Tim Pakar pasangan C2, Yakobus Frans Layang, SH, MH, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan Pilgub Kalbar 2007. Terutama karena keamanan dan rasa persaudaraan di Kalbar tetap terjaga dengan baik. ”Kita ingin pelaksanaan rapat Pleno KPUD Kalbar, 27Nopember berjalan dengan baik,” pungkasnya. ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:10
0
komentar
Implisit, Golkar Akui Kemenangan Cornelis
Borneo Tribune, Jakarta
Pengalaman adalah guru terbaik. Apalagi pengalaman kalah dalam sebuah pemilihan kepala daerah (Pilkada) tentu sangat menyakitkan. Itulah yang terjadi di tubuh Partai Golkar. Di masa mendatang, Golkar hanya akan mencalonkan satu kedernya.
"Golkar tidak lagi memajukan dua kader dalam pilkada daerah," ujar ketua OC Rapimnas III Golkar, Syamsul Muarif dalam jumpa pers di arena Rapimnas III Partai Golkar yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/11).
Untuk diketahui, dalam beberapa Pilkada, kader resmi yang diajukan Golkar sering kalah. Salah satu penyebabnya, ada kader Golkar lainnya yang diusung oleh partai lain yang lebih menarik bagi massa.
Syamsul berjanji tidak akan memberi izin kepada lebih dari satu kader di daerah dalam pilkada-pilkada yang akan datang. "Makanya Golkar hanya akan mencalonkan satu calon saja," kata Syamsul.
Syamsul mencontohkan, pilkada di Kalimantan Barat 15 November lalu, calon dari Golkar dikalahkan oleh calon yang diusung oleh PDIP. "Itu penyebabnya karena kader kita pecah, ada dua calon dari Golkar," jelas Syamsul.
Golkar yang berkoalisi dengan sejumlah partai dengan mengusung nama Koalisi Harmoni menjagokan incumbent Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar H Usman Ja’far dan LH Kadir. Sementara PDIP menjagokan pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya.
Ia menambahkan keputusan hanya ada satu calon Golkar dalam pilkada ini merupakan bagian dari hasil kesepakatan dalam Rapimnas III yang sedang berlangsung.
(dtc)
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:08
0
komentar
DAD Himbau Masyarakat Tenang

Krisantus
Borneo Tribune, Pontianak.
Pemilu Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat yang diadakan pada tanggal 15 November 2007 telah berlangsung secara lancar, tertib, aman dan demokratis, serta dalam situasi yang kondusif.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa masyarakat kita telah memiliki kedewasaan dan memahami kehidupan berdemokrasi yang ditunjukkan dengan tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan walaupun di dalamnya banyak terdapat perbedaan-perbedaan karena adanya keinginan kita untuk maju bersama,” ungkap Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar, Thadeus Yus, SH, MPA di Pontianak, Jumat (23/11) kemarin.
Thadeus yang didampingi Sekretaris DAD Provinsi Kalbar, Makarius Sintong, SH, MH lebih lanjut mengatakan, saat ini seluruh masyarakat Kalbar tengah menantikan hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh KPUD, baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun di daerah-daerah yang hasilnya akan memunculkan pemenang dalam pemilihan ini.
Sehubungan dengan hal tersebut, DAD Provinsi Kalbar dalam kesempatan ini menyampaikan himbauan kepada masyarakat Kalbar, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
“Hormatilah hasil proses pemilihan gubernur yang terlah berlangsung secara lancar, aman, tertib dan demokratis, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Makarius Sintong yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Kalbar itu.
Dia juga minta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada KPUD provinsi, kabupaten/kota untuk melakukan perhitungan suara dengan tenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “KPUD diharapkan dapat bekerja secara professional, jujur, adil dan transparan,” ingatnya.
Kedua tokoh masyarakat ini mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang beredar baik yang melalui pesan singkat (SMA) maupun menggunakan media lain.
“Untuk menjaga dan memelihara situasi yang sudah kondusif, pihak-pihak tertentu diharapkan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang cenderung bersifat kontradiktif sehingga dapat memicu keresahan di kalangan masyarakat yang pada saat ini sedang menunggu hasil perhitungan suara,” pinta Thadeus.
Demikian juga dengan para pendukung setiap pasangan Cagub/Cawagub hendaknya berjiwa besar dan menghargai hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPUD provinsi pada pleno (27/11) mendatang.
“Saya sudah pelajari, dalam hal pilgub ini, Kalbar termasuk berhasil dan jadi contoh bagi daerah lain. Kita harus bangga dengan itu,” tegas Thadeus yang juga dosen di Fakultas Hukum Untan itu.
Dan ini lanjut Thadeus catatan tersendiri bagi aparat keamanan, karena ternyata pilgub yang dianggap rawan terutama saat kampanye yang melibatkan massa, bisa dilewati dengan aman dan lancar.
“Tinggal sekarang apakah para elit kita bisa berjiwa besar. Sebetulnya masyarakat sendiri tidak ada persoalan. Buktinya mereka bisa mengikuti pesta demokrasi langsung pertama di provinsi ini dengan baik,” jelasnya.
Jadi tambah Thadeus, para elit juga harus memberi contoh bagaimana menerapkan jiwa besar dan legowo. “Jangan korbankan masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Sekarang mereka cukup resah dengan beradarnya SMS yang mengatasnamakan etnis tertentu. Hentikanlah berbagai bentuk provokasi itu,” pinta Thadeus.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:44
0
komentar
2.300 Polisi Siap Amankan Pleno Pengumuman Calon Gubernur

Borneo Tribune, Pontianak
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memperketat pintu-pintu masuk menuju Kota Pontianak menjelang rapat pleno pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar, periode 2008-2013, di gedung DPRD Kalimantan Barat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar, Senin mendatang.
"Kami akan melakukannya mulai besok, Sabtu (24/11)," kata Direktur Samapta Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi, M Agus Sunaryo, seusai rapat koordinasi pengamanan Rapat Pleno KPUD Kalbar di Pontianak, Jumat.
Dijelaskannya, pihak kepolisian akan memperketat titik-titik pintu masuk dari luar Kota Pontianak, di antaranya melalui pintu masuk Terminal Batu Layang, Jalan Sungai Ambawang, pelabuhan dan lain-lain.
Ia mengatakan, pengamanan juga diperketat bagi masyarakat yang ingin mendengar hasil rekapitulasi rapat pleno pengumuman calon Pilgub Kalbar di Gedung DPRD Kalbar.
Ditegaskannya barang siapa yang ketahuan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan, kepolisian tidak segan-segan untuk menindak pelaku tersebut.
"Kami berharap masyarakat tidak membawa senjata tajam ataupun senjata api sewaktu akan mendengar hasil rapat pleno tersebut. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyaman untuk kemajuan pembangunan Kalbar di masa mendatang," kata Agus Sunaryo.
Sedikitnya sekitar 2.300 personel disiagakan untuk pengamanan pengumuman hasil rapat pleno Pilgub Kalbar.
Sementara itu, saat ini situasi keamanan Kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya relatif kondusif.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu-isu yang menyesatkan yang tujuannya membuat situasi keamanan Kalbar menjadi tidak aman.
"Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang isinya mengarah kepada upaya mengadu domba suku, agama, ras, dan antargolongan," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigjen Polisi Zainal Abidin Ishak juga telah memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku anarkis dalam pemilu gubernur dan wakil gubernur.
"Asal sesuai prosedur, tindakan tegas bisa dilakukan kepada seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," katanya.
Polda Kalbar, saat ini sudah berstatus Siaga I sejak Rabu, mulai pukul 00.00 WIB menjelang Pilgub hingga penetapan tersebut dicabut. Antara ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:33
0
komentar
Cornelis – Christiandy Raih 39,33% Suara, UJ-LHK 33,33 %
* Pleno Rekapitulasi KPUD Kapuas Hulu
Yulan Mirza
Borneo Tribune, Putussibau
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar pleno hasil rekapitulasi suara untuk Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati, Rabu (21/11) kemarin. KPUD Kabupaten Kapuas Hulu menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut empat, Drs Cornelis MH dan Christiandy Sanjaya, sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, untuk daerah pemilihan Kabupaten Kapuas Hulu.
Pasangan Cornelis unggul dari tiga pasangan calon lainnya dengan memperoleh suara sebanyak 46.159 suara atau 39,33%. Sementara di posisi kedua ditempati pasangan calon nomor urut satu, Usman Ja’far-LH Kadir dengan perolehan suara sebanyak 39.117 atau 33,33%, disusul pasangan Akil Mochtar-AR Mercer sebanyak 26.171 suara atau 22,30% dan pasangan Oso-Liyong sebanyak 5.913 suara atau 5,04%.
Rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua KPUD Kapuas Hulu, H.M Thaib Noeh, itu dihadiri tiga anggota KPUD lainnya, Panwasda Kabupaten Kapuas Hulu, saksi tiga pasangan calon, dan para pimpinan partai politik pengusung. Hanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Akil Mochtar-AR Mercer tidak datang dalam hasil rekapitulasi KPUD tersebut.
Tampak hadir juga Wakil Bupati Kapuas Hulu, Drs Y Alexander, M.Si, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Priyo Mujihad, dan Dandim 1206 Putussibau Letkol. Inf Toyo. Pleno yang digelar pukul 09.00 WIB sempat molor menjadi setengah jam. Padahal, para saksi dan undangan lainnya telah hadir lima belas menit dari waktu undangan tersebut. Tetapi keterlambatan itu tidak mengganggu proses rapat pleno yang kemudian digelar hingga menjelang sore hari itu.
Di luar aula, sejumlah petugas kepolisian dan petugas Sat Pol PP tampak berjaga-jaga.
Rapat pleno sendiri dimulai dengan pembukaan rekapitulasi yang dikirim masing-masing panitia pemilihan kecamatan. Secara berurutan, ketua KPUD membuka amplop berisikan lembaran rekapitulasi masing-masing PPK tersebut. Anggota KPUD, M Saini Hadi, ST, membacakan laporan rekapitulasi tersebut yang langsung dientry petugas sekretariat KPUD. Para saksi dan tamu undangan dapat melihat langsung dari layar yang telah disediakan panitia.
Dari awal dibuka untuk daerah pemilihan kecamatan Putussibau, pasangan Cornelis-Christiandy langsung memperoleh suara terbanyak. Setidaknya, pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini unggul di lima belas kecamatan dari dua puluh tiga kecamatan yang ada di kabupaten Kapuas Hulu. Cornelis-Christiandy unggul di kecamatan Putussibau, kecamatan Kedamin, Manday, Kalis, Embaloh Hilir, Embaloh Hulu, Mentebah, Semitau, Seberuang, Silat Hilir, Silat Hulu, Empanang, Puring
Kencana, Badau dan kecamatan Batang Lupar.
Sementara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Usman Ja’far-LH Kadir unggul di delapan kecamatan. Di antaranya kecamatan Bunut Hilir, Boyan Tanjung, Bunut Hulu, Embau, Batu Datu, Hulu Gurung, Selimbau dan Suhaid.
Rapat pleno itu sendiri sempat di skor Ketua KPUD selama satu jam untuk menunggu print out rekapitulasi yang sudah di entry. Setelah diprint out, berita acara hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara itu kemudian ditandatangai Ketua KPUD beserta anggota dan juga saksi-saksi yang hadir.
Dalam arahan singkatnya, Ketua KPUD Kabupaten Kapuas Hulu, H.M Thaib Noeh mengatakan, berita acara rekapitulasi yang ditandatangai merupakan sub ketetapan dari ketetapan yang akan dikeluarkan oleh KPU Provinsi Kalimantan Barat.
“Berita acara yang ditandatangani hari ini akan dibawa ke KPU Provinsi untuk kemudian direkapitulasi kembali bersama hasil rekapitulasi dari kabupaten lainnya. Baru setelah itu keluar ketetapan final dari KPU Provinsi tentang pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai pemenang,”jelasnya.
Thaib menambahkan pihaknya sangat bersyukur bahwa rapat pleno penetapan rekapitulasi perhitungan perolehan suara masing-masing calon Pemilu gubernur dan wakil gubernur untuk wilayah kabupaten Kapuas Hulu dapat segera dilakukan. Itu semua terjadi, lanjut Thaib, berkat dukungan dari para panitia pelaksana di lapangan; baik itu dari tingkat TPS, PPS hingga PPK.
“Semua bekerja dengan baik. Walaupun masih ada persoalan di beberapa kecamatan, namun semuanya kemudian berjalan lancar. Kita bersyukur pleno rekapitulasi ini dapat diselenggarakan dengan segera,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Drs Y Alexander, M.Si, mengatakan, berjalan lancarnya proses demokratisasi pemilu gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat di Kapuas Hulu tentunya membawa dampak positif bagi daerah ini. Sebab, dengan tertib dan lancarnya pelaksanaan Pemilu kali ini menunjukkan bahwa Kapuas Hulu merupakan salah satu daerah yang kondusif.
“Saya atas nama pemerintah daerah berterima kasih dan menghaturkan penghargaan kepada masyarakat Kapuas Hulu yang telah bersama-sama membangun keamanan, ketertiban dan kelancaran pemilu gubernur dan wakil gubernur tahun ini,” kata Alex.
Selain itu, Alex juga berterimakasih kepada aparat keamanan yang telah mengerahkan pasukan penuhnya untuk mengamankan jalannya Pemilu gubernur dan wakil gubernur. Baik itu mulai dari masa-masa kampanye, masa tenang, pada saat hari pencoblosan hingga proses rekapitulasi perhitungan suara. Alex juga berharap kondisi aman dan tertib yang ada sekarang ini dapat tercipta dengan baik.
“Siapapun pemenangnya adalah pilihan terbaik masyarakat Kalimantan Barat. Kita berharap ke depan Kapuas Hulu akan lebih diperhatikan dan maju seperti daerah lainnya,”pungkasnya.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:30
0
komentar
Jangan Terpancing SMS Tak Bertanggungjawab
Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang
Meskipun tahap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 telah terlewati, namun isu-isu yang menyebar melalui Short Message Service (SMS) melalui layar handphone masih tetap bergentayangan.
Isi SMS yang mengarah pada provokasi massa dengan menyudutkan pihak tertentu, merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab. Terlebih, mendekati masa penentuan hasil pemilihan yang akan di ‘ketok palu’ oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi pada 29 November nanti.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Drs. Subnedih, SH, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Landak, yang diwawancarai di ruang kerjanya pada Jumat (23/11). Mengatakan agar masyarakat Landak jangan terpancing dengan beredarnya SMS tersebut.
Menurut Subnedih, dirinya pun kerap kali menerima SMS yang berisikan kalimat-kalimat yang dapat menyulut amarah massa. “Hal itu tetap kita antisipasi,” ujarnya. Dengan menelepon kembali si pengirim SMS.
Akan tetapi, lanjut Subnedih, nomor pengirim SMS tersebut tidak aktif ketika dihubungi. Menurutnya, orang yang mengirim SMS tersebut tidak menginginkan Pemilihan Gubernur ini berjalan damai.
Pihak kepolisian sendiri hingga saat ini tetap bersiaga menjalankan tugasnya dalam pengamanan wilayah hingga hasil pemilihan ditentukan oleh KPU Provinsi. “Kita bertugas 24 jam untuk pengamanan,” ujar Subnedih.
Meskipun kondisi Landak mulai dari sebelum kampanye, pemilihan, hingga sidang pleno hasil rekapitulasi pilgub, dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak kepolisian tidak ingin kecolongan dalam hal pengamanan.
Subnedih mengatakan bahwa kondisi kondusif dan aman di wilayah Landak, bukan hanya kinerja dari pihak kepolisian semata. “Akan tetapi juga peran serta dari para masyarakat,” ujarnya.
Karenanya, Subnedih mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Landak yang hingga saat ini tetap menjaga keamanan lingkungannya.
Bahkan, berdasarkan Memorandum Of Understanding (MOU) yang dilakukan bersama tokoh masyarakat dan tim sukses semua kandidat, ujar Subedih. Pada Kamis (22/11) lalu, tokoh masyarakat dan tim sukses diundang untuk berkumpul di Polres Landak. “Kita (kepolisian) mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah membantu kinerja kita dalam pengamanan,” ujarnya.
Lingkungan yang aman merupakan keinginan setiap masyarakat, yang harus tetap dipelihara dan dijaga oleh masyarakat sendiri. Ini semua dapat terwujud bila setiap masyarakat dapat terus menahan emosi dan harus waspada terhadap isu-isu yang memprovokasi.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:28
0
komentar
Kamis, 22 November 2007
Cornelis-Christiandy Kuasai Kota Singkawang
Mujidi
Borneo Tribune, Singkawang
Perebutan suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat untuk wilayah Kota Singkawang 15 Nopember yang lalu menjadikan pasangan calon Cornelis-Sanjaya sebagai penguasa. Hal tersebut terbukti dalam rekapitulasi suara yang dilakukan KPUD Kota Singkawang, Kamis (22/11) kemarin.
Tidak ada halangan. Dengan pengawalan pihak kepolisian, rekap suara yang dipimpin oleh ketua KPUD Kota Singkawang, Uray Nurzia, SH, M.Hum lengkap dengan tiga anggota berjalan dengan lancar. Empat saksi dari empat pasangan calon bersepakat untuk menerima, walaupun ada beberapa catatan yang diajukan.
Dari rekap suara yang dilakukan, Cornelis-Sanjaya memperoleh 38.573 suara. Pasangan incumbent, Usman Ja’far-LH Kadir duduk sebagai peraih suara terbanyak kedua dengan total suara 21.256. Oesman Sapta-Lyong sebagai peringkat ketiga dengan mengumpulkan 15.002 suara. Sementara pasangan Akil-Mecer menjadi juru kunci dengan memperoleh 11.777 suara.
Berdasarkan data per kecamatan, pasangan Cornelis-Sanjaya mampu mengumpulkan suara terbanyak di tiga kecamatan dari lima kecamatan yang ada di Kota Singkawang. Tiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Singkawang Barat, Timur dan Selatan. Sementara untuk pasangan Incumbnet Usman Ja’far-LH Kadir mampu mengungguli pasangan lainnya di Singkawang Tengah dan Singkawang Utara.
Pada Kecamatan Singkawang Barat Cornelis Sanjaya memperoleh 14.469 suara, Usman Ja’far-LH Kadir memperoleh 4.361 suara, Osman Sapta-Lyong 2.832 suara dan Akil-Mecer hanya memperoleh 2.476 suara. Untuk Singkawang Timur, Cornelis Sanjaya mengumpulkan suara terbanyak dengan memperoleh 5.979 suara diikuti Usman Ja’far 1.361 suara, Akil-Mecer memperoleh 729 suara dan Usman Sapta-Lyong memperoleh 461 suara.
Kemenangan Cornelis-Sanjaya kembali dibuktikan di Kecamatan Singkawang Selatan. Pasangan yang diusung partai PDIP ini memperoleh 10.443 suara, Usman Ja’far-LH Kadir memperoleh 3.093 suara, Akil-Mecer memperoleh 2.535 suara dan Oesman Sapta-Lyong hanya memperoleh 1.909 suara.
Usman Ja’far-LH Kadir memperoleh suara terbanyak di Singkawang Utara dengan jumlah 3.606, diikuti Oesman Sapta-Lyong dengan memperoleh 3.273 suara, Cornelis-Sanjaya 1.669 dan Akil-Mecer memperoleh 1.907.
Untuk Singkawang Tengah, Usman Ja’far memperoleh kemenangan dengan mengumpulkan 8.835 suara, diikuti Oesman Sapta-Lyong dengan 6.527 suara, Coernelis-Sanjaya 6.023 dan Akil-Mecer memperoleh 4.130 suara. ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:47
0
komentar
Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara di Landak Rampung
*Cornelis Tak Terbendung
Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang
Penantian masyarakat mengenai kandidat terunggul pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 di wilayah Kabupaten Landak, terjawab. Melalui pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Landak, pada Rabu (21/11), yang bertempat di aula lantai II KPUD.
Tepat pukul 10.09, kantor KPUD Landak sedikit berbeda dari hari biasanya. Suasana ramai menyelimuti kantor yang masih didera gerimis. Aula lantai II dipenuhi jejeran kursi di bagian kiri dan kanan pintu aula bagian dalam.
Tiga buah meja yang terpisah, membentuk huruf ‘U’ dalam ruangan aula. Beberapa tanaman dalam pot, berada di depan meja tersebut. Tulisan pada karton putih bertuliskan ‘MUSPIDA’, berada di atas meja sebelah kanan ruangan dari dalam. ‘SAKSI’ dan ‘PANWASLU’ di atas meja sebelah kiri ruangan. Meja tanpa tulisan menghadap tepat ke pintu, diduduki oleh anggota KPUD Landak.
Ir. Sudianto, Ketua KPUD Landak, membuka pleno yang berlangsung terbuka untuk umum. Ia mengatakan pleno ini sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan oleh KPU Provinsi.
Sudianto juga mengatakan proses rekapitulasi perhitungan suara di KPUD Landak dapat terlaksana setelah adanya proses rekapitulasi yang ada di tingkat Panitia Pemilihan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Hasil rekapitulasi ini selanjutnya akan diserahkan ke KPU Provinsi,” ujarnya. Setelah ditandatanganinya berita acara.
Proses rekapitulasi pun dimulai dengan panduan Syahdin L. Nyarong, S. Th, Pokja Perhitungan Suara, KPUD Landak. Yang terlebih dahulu menanyakan kehadiran saksi dari semua kandidat.
Saksi yang hadir hanyalah saksi dari pasangan kandidat Oesman Sapta-Ignatius Lyong dan Cornelis-Christiandy Sanjaya. Sedangkan saksi dari Usman Ja’far-L.H. Kadir dan Akil Mochtar-A.R. Mecer. Belum datang dan hanya menyerahkan surat mandat.
Pukul 11.16 ketika urutan rekapitulasi yang ke tiga dari Kecamatan Menjalin, Alim Wibowo, saksi pasangan kandidat Usman Ja’far-L.H. Kadir, baru tiba di tempat pleno berlangsung.
Rekapitulasi kemudian dilanjutkan dengan menanyakan sah tidaknya hasil yang diperoleh dari tiap Kecamatan di wilayah Landak, kepada para saksi. Hasil rekapitulasi keseluruhan perolehan suara di Kabupaten Landak berdasarkan pilihan rakyat menempatkan pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya dengan dukungan terbanyak, yaitu 180.601 suara atau 85,44 per sen.
Menyusul di urutan kedua adalah pasangan Usman Ja’far-L.H. Kadir dengan 12.113 suara atau 5,73 persen. Yang diikuti oleh pasangan Oesman Sapta-Ignatius Lyong dengan 10.726 atau 5,07 persen. Dan pasangan Akil Mochtar-A.R. Mecer dengan 7.944 suara atau 3,76 persen.
Hasil ini merupakan suara yang diberikan oleh 211.384 pemilih di Landak dari 228.030 pemilih tetap yang terdaftar. Sedangkan surat suara yang tidak sah adalah 1.573 suara. Dengan persentase partisipasi pemilih sebesar 93,39 persen.
Pleno ini juga dihadiri oleh 2 orang perwakilan dari KPU Provinsi, yang mengawasi proses pleno yang dilakukan. Tepat pukul 14.18, pleno dinyatakan berakhir setelah penandatanganan berita acara oleh para saksi, anggota KPUD Landak dan panitia pengawas Pemilu.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
17:10
0
komentar
Sintang Lumbung Suara Cornelis-Christiandy
*Mendominasi 13 Kecamatan
Endang Kusmiyati
Borneo Tribune, Sintang
Jumat (22/11) sekitar pukul 09.10 , kantor KPUD Sintang kembal didatangi warga. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak penuh terparkir di halaman samping kantor pelaksana pilkada di kabupaten Sintang ini. Namun, kedatangan masyarakat kali ini juga bukan untuk melakukan aksi unjuk rasa atau ketidak puasan atas perolehan suara pasangan yang mereka dukung.
Hari itu, banyak mata yang ingin menyaksikan rapat pleno rekapitulais perhitungan suara pilkada di kabupaten Sintang. Hadir dalam kesempatan itu Bupati, Wakil bupati, Sekda, Kapolres, sejumlah muspida serta tokoh masyarakat Sintang. Hadir juga pendukung dari masing-masing pasangan kandidat. Petugas keamaan juga terlihat siaga di halaman ruang rapat pleno tersebut.
Bersadarkan data yang di himpun dari KPUD Sintang, bahwa dari 14 kecamatan di wilayah ini terdapat 899 TPS dan 241.571 pemilih yang tercantum dalam DPT.
Setelah melalui tahapan rangkaian acara, termasuk berbagai kritik dan saran terhadap penyelenggara pilkada dari para saksi pasangan, akhirnya ketua KPUD sintang Dra. H. Musjahadah dengan suara khasnya mengumumkan perolehan suara akhir pasangan kandidat pilkada 2007. Dari white board yang terpampang di deretan depan audiens rapat pleno, terpampang angka-angka perolehan suara dari 4 pasangan kandidat yang bertarung dalam pilkada 15 November lalu.
Pasangan Usman Ja’far-LH.Kadir yang diusung oleh partai besar hanya menempati nomor urut dua dalam hal perolehan suara. Calon Incumbent ini mendapatkan suara sebanyak 36.961 suara atau sekitar 15,3 persen dari pemilih di Sintang. Dari 14 PPK, pasangan harmoni hanya memenang suara di kecamatan Sintang yaitu sebanyak 12.890 suara. Sedangkan di kecamatan lain, suara pendukung UJ-LHK jauh tertinggal di bawah pasangan Cornelis-Sanjaya.
Pasangan OSO-Lyong dengan nomor urut 2 , justru harus puas pada posisi terakhir. Di kabupaten Sintang, pasangan ini hanya mendapatkan suara sebanyak 8832 suara atau sekitar 3,65 persen saja. Selanjutnya pasangan Akil-Mecer tetap sesuai dengan nomor urut yang sama dengan peringkat perolehan suaranya. Yaitu 23.449 suara atau sekitar 9,72 persen. Selanjutnya pasangan Cornelis-Sanjaya dengan nomor urut 4, justru menduduki peringkat pertama perolehan suara di Sintang. Pasangan yang diusung partai berlambang banteng moncong putih ini mendapatkan dukungan 51,11 persen dari seluruh pemilih yang ada di Sintang. Dengan perolehan suara sebanyak 123.487. Pasangan ini juga mendominasi perolehan suara di 13 kecamatan lainnya selain kecamatan Sintang.
Ketua KPUD sintang juga mengumumkan bahwa jumlah total pemilih yang menggunakan hak pilihnya dan dinyatakan sebagai surat suara yang dicoblos dengan sah pada pilkada 15 November lalu sebanyak 192.779
Angka ini bila dikalkulasikan secara matematis sama dengan 79,80 persen dari pemilih yang terdaftar dalam DPT. Sedangkan jumlah surat suara yang tidak sah sebanyak 2182 lembar, atau sama dengan 0.9 persen dari total pemilih yang ada di Sintang. Dari angka-angka ini juga dapat dihitung pula jumlah pemilih yang terdaftar namun tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 46.610 orang.
Ketua KPUD Sintang saat di mintai konfirmasi mengatakan bahwa memilih dan menggunakan hak pilih dalam pilkada merupakan hak setiap warga Negara. Sebagai pelaksana pilkada, ia mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi seoptimal mungkin.
“Memilih atau tidak menggunakan hak pilih itu kembali kepada person masing-masing. Kami sebagai pelaksana pilkada ini hanya bertugas mensosialisasikan. Karena memilih merupakan salah satu hak azasi warga,” katanya.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
17:07
0
komentar
Cornelis-Cristiandy Peroleh Suara Terbanyak
Herkulanus Agus
Borneo Tribune, Sanggau
Pleno rekapitulasi perhitungan suara di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sanggau, Kamis (22/11) sudah final. Pasangan nomor urut 4 Cornelis dan Cristiandy menempati posisi pertama dengan perolehan 151.177 suara disusul pasangan UJ-LHK di urutan kedua dengan perolehan 43.748 suara, ketiga pasangan Akil-Mecer dengan 14.466 suara dan keempat pasangan OS-Lyong dengan 10.986 suara.
Sejak perhitungan secara resmi di KPUD Sanggau beberapa waktu lalu. Suara Cornelis sudah tampak dominan. Ia unggul di 14 Kecamatan atau PPK di Kabupaten Sanggau. Yaitu Kecamatan Kapuas 17.097, Meliau 14.478, Bonti 8093, Parindu 15.971, Jangkang 11.496, Kembayan 12.071, Beduai 4.845, Sekayam, 8.424, Entikong 5.443. Noyan 5.108, Tayan Hulu 15.396. Balai 13.163. Tayan Hilir 10.494 dan Toba 6077. Sementara Uj-LH unggul tipis di Kecamatan Mukok dengan 3.330 suara.
Kegembiraan terpancar dari wajah para pendukung kandidat Cornelis-Cristiandy. Termasuk Krisantus Kurniawan, S. IP, tim sukses Cornelis untuk wilayah Sanggau yang sempat menyaksikan perhitungan akhir. Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah terutama bagi kandidat yang menang.
Tak hanya para saksi yang tampak lega. Namun KPUD Sanggau juga merasakan hal yang sama. Setidak-tidaknya untuk tahap pertama tugas mereka sudah selesai. Tinggal menunggu penetapan dari KPUD Kalbar tanggal 27 November mendatang.
Dalam pleno kemarin, selain Ketua KPUD Sanggau Aloysius Sandang, BA, anggota KPUD lainya, Sisilia Sisil, SE, Kristianus, SH, Dedi Hambali dan H. Sunadi Ismail, Sm.Hk.
Sementara saksi dari empat cagub juga turut hadir Zainuri SH, saksi pasangan UJ-LHK, Bernadinus Dino, S.Sos saksi pasangan OSO-Lyong, Urbanus Didi saksi Akil-Mecer dan Lucas Subardi, SE saksi pasangan Cornelis-Cristiandy
Meski ada yang kalah dan menang. Suasana akrab tetap terpelihara jabatan tangan menandakan persahabatan terlihat di ruang pertemuan kantor Pengolahan Data dan Informasi yang digunakan sebagai tempat dilaksanakannya pleno rekapitulasi perhitungan suara selama tiga hari.
Memang dalam situasi tersebut, dibutuhkan kebesaran hati bagi para pendukung, baik yang menang maupun yang kalah.
Sudah semestinya yang menang merasa puas dan yang kalah harus menerima seluruh hasil yang telah ditetapkan dan ditandatangani bersama.
Partisipasi Pemilih Kecil
Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Sanggau masih sangat kurang dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang dilaksanakan 15 November silam.
“Kalau saya hitung sekitar 16,8 persen masyarakat yang telah terdaftar dalam DPT tidak menggunakan hak suaranya, dan ini sangat disayangkan,” jelas saksi pasangan UJ-LHK, Zainuri, SH, usai Pleno KPUD Sanggau, Kamis (22/11) kemarin.
Menurut Zainuri, minimnya partisipasi pemilih disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya data pemilih yang banyak terdapat kekeliruan. Ternasuklah orang yang sudah meninggal pun tetapi masih terdaftar dalam DPT.
“Ini adalah sebuah persoalan. Saya tidak mau menyalahkan kinerja KPUD. Tetapi lembaga-lembaga lainnya yang terlibat,” papar Zainuri.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
17:05
0
komentar
Cornelis Pimpin Perolehan Suara Sementara
KPUD Sanggau Masih Tunggu Hasil Tiga PPK
Herkulanus Agus
Borneo Tribune, Sanggau
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sanggau pukul 15.15 WIB, Rabu (21/11) kembali menunda rekapitulasi perhitungan suara. Karena belum diterimanya berkas surat suara dari tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Tayan Hulu, Mukok dan Kapuas.
“Untuk Kecamatan Tayan Hulu rencananya sore ini diantarkan. Sementara Kecamatan Mukok sedang berbenah dan Kecamatan Kapuas masih belum siap,” ungkap Ketua KPUD Sanggau Aloysius L Sandang ketika memimpin rapat pleno.
Untuk itu, rencananya pleno akan dilanjutkan kembali pada hari ini (Kamis) pukul 09.WIB. Rapat pleno penghitungan suara yang mulai dilaksanakan Selasa (20/11) lalu sempat mengalami beberapa kali penundaan. Akibat belum siapnya berkas surat suara. Meski demikian KPUD Sanggau masih mempunyai waktu dua hari lagi hingga tanggal (23/11) mendatang untuk menetapkan masing-masing perolehan suara para calon gubernur.
Berdasarkan penghitungan suara hingga Rabu (21/11) kemarin, terlihat pasangan Cornelis-Cristiandy memimpin pada urutan teratas dengan jumlah suara sebanyak 118.623 suara atau mencapai 75.97 persen dari 12 PPK yang telah menyampaikan rekapitulasi perhitungan suara.
Sementara pasangan incumbent UJ-LH berada pada urutan kedua dengan jumlah suara sebanyak 22.715 suara atau 14.55 persen disusul oleh pasangan Akil-Mecer di urutan ketiga dengan perolehan suara sebanyak 8.255 suara atau 5,29 persen dan di urutan keempat pasangan OSO-Lyong dengan jumlah 6,560 suara atau 4,20 persen.
Dilihat dari tingginya perolehan suara tersebut, menurut sebagian masyarakat yang hadir dalam pleno pasangan yang dikenal dengan C2 ini sepertinya sulit untuk dikejar. Karena hanya sisa 3 PPK yang belum menyampaikan rekapitulasi perhitungan suara. Itu jika dilihat dari asumsi, kemenangan pasangan nomor urut 4 ini sangat telak dengan jumlah perolehan suara yang cukup signifikan.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
17:02
0
komentar
Selasa, 20 November 2007
KPU Sambas-Pontianak Rampungkan Pleno
AA Mering
Borneo Tribune, Pontianak
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Sambas dan Kabupaten Pontianak telah merampungkan pleno perhitungan suara pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Selasa (20/11) kemarin.
Sebelum diteruskan ke KPU Provinsi, rakapitulasi suara yang dilakukan petugas mulai dari TPS, PPK hingga KPU mesti dilakukan pleno perhitungan suara untuk masing-masing kandidat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Susanto, SE selaku saksi dari PDIP, Pleno KPUD Sambas yang dilakukan kemarin, dari 219.836 pemilih pasangan UJ-LHK memperoleh 106.585 suara. Suara terbanyak kedua OSO-Lyong 46.480 suara. Cornelis-Cristiandy memproleh 34.447 suara dan Akil-Mecer 32.324. Suara tak sah 3.607. Berita Acara Pleno tersebut ditandatangani Ketua KPU Sambas, Umi Rifdiyawati, SH dan anggotanya serta ditandatangani juga 4 saksi dari masing-masing kandidat.
Sedangkan di Kabupaten Pontianak, pasangan UJ-Kadir tetap unggul dibandingkan ketiga pasang calon lainnya. Incumbent ini dapat meraup 153.481 suara. Tempat kedua pasangan Cornelis-Christiandy dengan 75.334 suara, disusul pasangan OSO-Lyong 67.375 suara dan terakhir pasangan Akil-Mecer dengan 25.979 suara. Jadi total suara pemilih Kabupaten Pontianak 322.169 suara. Sedangkan suara tidak sah berjumlah 6.036 buah.
Berita Acara Pleno KPU Kabupaten Pontianak ini ditandatangani ketuanya, Idris Maheru, ST dan keempat anggotanya berikut 4 orang saksi dari masing-masing kandidat. Dengan demikian sudah tiga daerah yang telah merampungkan pleno di tingkat kabupaten/kota, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Pontianak. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
19:55
0
komentar
Senin, 19 November 2007
Cornelis Kunjungi Gusti Syamsumin
.jpg)
Oleh: Tanto Yakobus
Empat hari pasca pencoblosan pemilu Gubernur dan wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kalbar menjadi sorotan publik. Pekan-pekan ini, perhatian masyarakat semua tercurah ke KPU.
Sementara kandidat gubernur nomor urut 4, Drs. Cornelis, MH tampak lebih rilek. Walau perhatiannya juga tetap ke KPU yang berkantor di Jalan A Yani Pontianak itu.
Minggu (18/11) malam kemarin, Cornelis sekeluarga menyambangi gurunya ketika bersekolah di SMA Kapuas tahun 1971/1972 silam.
Sang guru itu adalah Gusti Syamsumin. “Beliau adalah orang yang paling saya hormati. Beliau guruku sekaligus bapakku,” ujar Cornelis kepada saya, di kediamannya sekitar pukul 21.30 tadi malam.
“Beliau senang saya kunjungi. Beliau sekeluarga mengucapkan selamat kepada saya, yang sementara ini unggul dalam perolehan suara. Beliau senang dengan itu,” ungkap Cornelis menceritakan pertemuan dengan gurunya itu.
Lebih lanjut Cornelis yang sudah menganggap Gusti Syamsumin sebagai ayahnya itu mengatakan, sebagai murid, sebagai anak, dia wajib menjaga tali silaturahmi dengan beliau yang juga tokoh politik di daerah ini.
“Selain cerita nostalgia waktu SMA (maklumlah saya ini termasuk anak yang nakal di sekolah) sehingga akrab dengan beliau selaku kepala sekolah, kami banyak bertukar pikiran tentang pembangunan di Kalbar ini,” ungkap Cornelis.
Menurut Cornelis, selain mengucapkan selamat kepada dirinya, Gusti Syamsumin juga memuji pelaksanaan pemilu gubernur Kalbar yang berlangsung aman dan damai. “Beliau minta kondisi aman ini tetap terjaga sampai seterusnya,” ujarnya.
Sikap ke-bapak-an Gusti Syamsumin layak diteladani. “Beliau benar-benar menjadi soko guru yang mengayomi semua orang. Beliau tidak pernah membedakan siapa dan dari mana asalnya. Dan itu juga yang menjadi pegangan saya selama dipercaya menjadi pemimpin,” ucapnya.
Beliau berpesan sebelum kembali ke Jakarta besok (hari ini, red) agar kita rakyat Kalbar, entah dari posisi mana pun, termasuk lawan-lawan politik bersama-sama menjaga kondisi yang baik ini. “Sebab ini menjadi contoh untuk pilkada di provinsi lain. Dan Kalbar harus bangga bisa melaksanakan pilkada yang relatif bersih,” ungkap Cornelis menyitir ucapan Gusti Syamsumin yang juga anggota DPR-RI daerah pemilihan Kalbar itu.
Sementara itu, terkait dengan proses tabulasi suara yang dilakukan KPU, Cornelis minta semua pihak menghormati dan memberi ruang KPU bekerja.
Jangan ada intervensi apalagi ada upaya “main” dengan KPU agar ada perubahan suara. Itu tidak boleh terjadi. “Sekarang bukan zamannya lagi masyarakat dikibuli. Masyarakat dengan gampang dan leluasa mengakses informasi, terutama terkait dengan hasil perolehan suara pemilu gubernur ini,” kata Cornelis yang maju berpasangan dengan Christiandy Sanjaya. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:35
0
komentar
Minggu, 18 November 2007
Cornelis-Christiandy Menang di Delapan Kabupaten
Muhlis Suhaeri/Antara
Borneo Tribune, Pontianak
Dia terlihat santai. Gerak tubuhnya spontan dan reflek. Mengikuti intuisi yang mengalir. Ada sikap natural. Caranya mengungkapkan kalimat, tegas dan berkarakter. Vibrasi dan intonasi suaranya terdengar berat. Khas. Itulah calon gubernur Kalbar periode 2008-2013, Cornelis.
Cornelis menyatakan berdasarkan penghitungan suara yang diperoleh dari beberapa sumber di lembaga pemerintah, ia dan pasangannya, Christiandy Sanjaya telah menang di delapan kabupaten/kota dalam pemilihan umum gubernur-wakil gubernur Kalbar periode 2008-2013.
Sementara hasil perolehan suara yang didata tim Kampanye Cornelis - Christiandy Sanjaya, perolehan suara mencapai 924.418 suara pemilih, sedangkan pasangan Usman Ja`far-LH Kadir 646.080 suara, Oesman Sapta Odang-Ignatius Lyong 332.279 suara, dam M Akil Mochtar-AR Mecer 200.983 suara.
"Kami sudah memperoleh dukungan suara mencapai 43,94 persen. Kami menang di delapan kabupaten/kota," kata Cornelis saat memberikan keterangan pers, Minggu (18/11).
Delapan daerah pemilihan yang dimaksudkannya itu yakni Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang.
Sedangkan pasangan incumbent, UJ-LHK menang di tiga daerah pemilihan yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas. Satu daerah pemilihan lain, Kabupaten Ketapang, dikuasai oleh pasangan Oesman Sapta Odang-Ignatius Lyong (OSO-Lyong).
"Menurut kami data tersebut sudah final, karena dalam pengumpulan data tidak hanya menggunakan satu sumber melainkan dari banyak sumber resmi," kata Cornelis yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Kalbar periode 2005-2011.
Ia menyatakan, sumber yang diperolehnya dari berbagai sumber pemerintahan. Setelah dicek ulang dengan sumber yang dimiliki timnya, hasilnya hampir sama.
Padahal dari awal pemilihan, ia tidak memberikan target, berapa persen suara yang bakal diraih. Terserah rakyat yang memberikan suara, kata Cornelis.
Mengenai isu yang beredar bahwa massanya melakukan intimidasi terhadap kelompok tertentu, ia mempersilahkan orang untuk membuktikannya. “Sepanjang Anda bisa membuktikan, silakan saja,” kata Cornelis.
Kepada wartawan ia menyatakan, kunci sukses meraih kemenangan itu, karena semangat dari jargonnya, "Bersatu Kita Menang". Jargon itu ia peroleh dengan memahami ideologi negara, Pancasila, dan UUD 1945. Makna dari sila-sila yang ada, sila pertama dan ketiga, kemudian menggali nilai yang terkandung dalam UUD 1945, yakni kesejahteraan rakyat.
"Itulah yang memunculkan kalimat `Bersatu Kita Menang` sehingga bukan asal saja," katanya.
Ia juga menyatakan bahwa rakyat sudah tahu, siapa kandidat yang berkualitas dan profesional. Berbagai pengalaman sudah terbukti dan sudah dipersiapkan oleh pemerintah melalui berbagai pendidikan pemerintahan. Jadi, tidak karbitan, kata Cornelis.
Cornelis juga menyatakan, kemenangan Cornelis-Christiandy Sanjaya merupakan kemenangan partai (PDI Perjuangan) dan koalisi rakyat. “Itu bukan kerja pribadi. Rakyat yang kerja keras,” kata Cornelis.
"Kalau tidak ada dukungan partai dan rakyat, kami tidak akan mampu melawan incumbent," katanya, juga menyebut, kemenangan itu karena peran Tuhan yang sangat besar. "Kemenangan ini adalah mukjizat," katanya.
Ia kemudian berpesan kepada mendukung dan simpatisannya agar tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi isu yang menyesatkan. Cornelis mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berbagai informasi yang dikeluarkan berbagai pihak, mengenai perolehan suara sementara.
Ia mengemukakan, KPU juga menggunakan rasionalitas yang tinggi dan sudah bekerja untuk ini. Kalaupun KPU belum memberikan informasi dengan cepat mengenai perolehan suara, hal itu patut dipertanyakan, karena zaman sudah global. Sehingga arus informasi bisa dilakukan dan diperoleh dengan cepat.
Pengalaman ia menangani 9 kali pemilihan umum, dan dua kali pemilihan kepala daerah membuat Cornelis mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi selama pelaksanaan pemilihan umum tersebut.
Sementara keputusan untuk berpasangan dengan Christiandy Sanjaya yang beretnis Tionghoa, sehingga sangat berbeda dengan tiga pasangan calon gubernur lainnya, Cornelis menyatakan hal itu bukan menjadi landasannya.
Christiandy Sanjaya adalah seorang pendidik dan menguasai masalah ekonomi. Sedangkan saya menguasai urusan pemerintahan dan politik. "Dalam pemilihan, bukan hati nurani. Tetapi berdasarkan tingkat rasionalitas yang tinggi," katanya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan merangkul kandidat lain dalam pemerintahannya kelak, ia menyatakan keterbukaan. Yang pasti, syaratnya harus bisa bekerja sama.
Mengenai kekhawatiran sebagian orang dengan naiknya Cornelis menjadi gubernur kelak, ia menegaskan, “Saya menjadi gubernur bukan untuk mengusir saudara saya orang Melayu atau orang Islam. Jadi, jangan berpikiran negatif.”
Cornelis menyatakan, orang tidak perlu khawatir dengan dirinya. Dia juga tidak anti dengan para pendatang. Asalkan mereka tidak datang untuk menjajah, katanya.
Bagaimanapun, ia telah berkiprah di pemerintahan selama 30 tahun. Mulai dari pegawai biasa, camat, hingga jadi bupati dua periode. Semua sudah ada peraturannya. Dan ia akan berpegang teguh pada peraturan yang ada.
Pemilihan umum gubernur - wakil gubernur Kalbar 2008-2013 yang berlangsung 15 November lalu, diikuti oleh empat pasangan calon, terdiri dari nomor urut satu (incumbent) Usman Ja`far - Laurentius Herman Kadir, dua Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, tiga M Akil Mochtar - AR Mecer, empat Cornelis - Christiandy Sanjaya.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:16
0
komentar
Label: Pilkada
KPU Diharapkan Cepat Umumkan Hasil
Hanoto/B16
Borneo tribune, Pontianak
Timbulnya pemberitaan oleh berbagai tim media pasangan calon Gubernur dianggap dapat membingungkan masyarakat khususnya daerah pedalaman. Apalagi berbagai hasil tersebut timbul dengan saling klaim bahwa pasangannya yang unggul sementara.
Untuk itulah KPU selaku penyelenggara pesta demokrasi diharapkan dapat mempercepat pengumuman hasil pemilihan.
“Selain hasil cepat dapat memberikan kelegaan warga yang sudah menunggu, tentulah hal tersebut juga akan memberi ketenangan akan daerah Kalbar sendiri siapa pun yang keluar menjadi pemenang nantinya,” ujar Prof AB Tangdililing selaku tim pakar Aliansi Cornelis-Christiandy (ACC).
Namun sejauh ini tim ACC mengakui bahwa hasil sementara yang dikeluarkan KPU akurat. Hasil tersebut juga tak jauh berbeda dengan yang tim ACC peroleh.
Mengenai pemilu yang dilaksanakan pada 15 November kemarin Dekan Fisipol ini mengatakan telah berjalan dengan sah dan baik.
Berdasarkan hasil perhitungan yang masuk tim ACC, bahwa jumlah pemilih untuk seluruh wilayah Kalbar terhitung besar, berkisar pada angka 75 %. Ini merupakan hasil yang sangat baik, jika dibandingkan dengan Amerika saja 60%.
Bahkan dalam pemilu kemarin, masyarakat di pedalaman dianggap lebih sadar akan pesta demokrasi ini. Data yang diperoleh tim ACC menyebutkan angka di bawah 20% yang golput, sedangkan di daerah perkotaan justru terbilang besar dengan angka di atas 35%.
Dari hasil tersebut menyatakan bahwa masyarakat pedalamanlah yang lebih sadar akan hak pilihnya. Jadi untuk itu pemerintah jangan diam saja, karena dengan adanya pemberitaan yang simpang siur masyarakat pedalaman dapat berpikir macam-macam.
“Berdasarkan hasil tersebut dan dalam menyikapi adanya isu yang berkembang bahwa pemilu dapat diulang, hal tersebut dianggap merupakan hal yang lucu,” tambah tim pakar ACC lainnya, Prof Ir Alamsyah, HB yang mendampingi Tangdililing.
Pesta demokrasi telah berjalan dengan baik, jadi dengan hasil tersebut bahwa siapapun yang keluar sebagai pemenang, yang kalah harus siap berlapang dada, jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyesatkan masyarakat khususnya daerah pedalaman.
Siapapun yang menang nantinya, Alamsyah mengatakan bahwa hal tersebut harus didukung oleh semua lapisan, karena semuanya sama saling bertujuan untuk membangun Kalbar menuju daerah yang lebih baik.
Seperti yang telah dilakukan oleh salah satu pasangan yang telah mengakui keunggulan para saingannya dengan lapang dada. Hal tersebutlah yang patut dicontoh, jangan malah mempolitisir hasil sementara, masyarakat akan bingung.
Namun dengan hasil yang telah dikeluarkan oleh tim ACC maupun KPU, dari hasil sementara tersebut, Tangdililing mengatakan bahwa pasangan Cornelis-Christiandy-lah yang sudah dapat dipastikan menang dalam pemilu ini. Jadi untuk itu aparat diharapkan dapat menjaga keamanan daerah Kalbar dengan baik mulai proses pemilihan yang lalu hingga pelantikan Gubernur nanti.
Sejukkan Suasana
Tim Pakar ACC menyampaikan beberapa poin penting yang pada prinsipnya menetralisir keadaan yang berkembang di masyarakat dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Tangdililing yang juga Dekan Fisip Untan mengungkapkan dapat kiranya melihat secara objektif tentang berlangsungnya Pilkada Kalbar dengan proses yang sedang berjalan ini agar dapat dijalankan sesuai dengan UU. Ia juga menambahkan mengenai isu-isu yang muncul di kalangan masyarkat belakangan ini, hendaknya masyarakat dapat tenang dan bisa menilainya sehingga tercipta kondisi yang kondusif dan tak terpancing dengan pihak-pihak lain.
Tangdililing juga menambahkan mengenai adanya isu untuk melakukan pemilihan ulang secara tegas ia menolak itu, beliau beralasan pemilihan ulang melanggar Undang-Undang dan PP No.17, tapi tidak menutup kemungkinan pemilihan bisa diulang jika kondisi dalam keadaan luar biasa, dan di Kalimantan Barat ini kondisi tenang-tenang saja jadi tak mungkin pemilihan ulang dilaksanakan.
Sementara itu Prof.Ir.M.Alamsyah,HB mengatakan masyarakat pedalaman sekarang ini bingung dengan pemberitaan yang berkembang di media-media yang ada. Beliau juga mengungkapkan sekarang ini masyarakat kita sudah paham benar dengan demokrasi, ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam memilih.
Prof.Ir.M.Alamsyah,HB yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian Untan juga memohon kepada team kampaye pasangan lain untuk dapat kiranya bekerja secara proporsional dan objektif.
“Proses pemilihan di Kalimantan Barat ini sudah mencapai 70% itu tandanya sudah bagus,” tutur beliau menjelaskan.
Berdasar data yang dikeluarkan tim pakar ACC terungkap sebanyak 815.802 tidak mengunakan hak pilihnya dan yang terbanyak justru terjadi di Kota Pontianak sekitar 181.717 pemilih atau 34,52% dari jumlah pemilih Pontianak. “Masyarakat yang golput merupakan hak mereka jadi tak bisa dipaksakan dalam memilih.”
Di akhir permbicaraan baik Prof.Dr.A.B Tandililing,MA maupun Prof.Ir.M.Alamsyah HB menambahkan supaya isu golput janganlah dibesar-besarkan karena akan berekses buruk pada masyarakat nantinya. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat Kalbar untuk bersama-sama menjaga dan menciptakan suasana yang kondusif. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:06
0
komentar
“Selamat Datang Gubernur Baru”

Tanto Yakobus
Borneo Tribune, Pontianak
Gawe besar pemilihan umum gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 hampir memasuki babak akhir. Gambaran umum siapa yang bakal terpilih sebagai pemimpin Kalbar lima tahun kedepan sudah bisa ditebak, walau secara kelembagaan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kalbar belum memberikan pengumuman resmi.
Tiga hari pasca pemilihan berlangsung, kandidat yang memperolah dukungan suara mayoritas pemilih semakin tampak.
Bahkan beberapa media baik cetak maupun elektronik sudah pula mempublikasikan perolehan suara dengan sumber yang beragam pula.
Radio Republik Indonesia (RRI) misalnya, mereka menghimpun data suara dari laporan reporternya di lapangan maupun langsung dari masyarakat memanfaatkan line telepon.
Begitu juga dengan Polda Kalbar. Sebagai penanggungjawab keamanan di daerah ini, pihak kepolisian juga membuka tabulasi data hasil pemilu gubernur yang dihelat 15 November 2007 dua hari kemarin.
Bahkan tabulasi data yang dilakukan Polda Kalbar lebih cepat, karena mereka menggunakan jasa personil mereka yang ditugaskan mengamankan TPS-TPS. “Satu TPS, satu personil,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Suhadi SW.
Dari personil yang ditempatkan langsung pada setiap TPS itulah yang menjadi sumber tabulasi data Polda. Mereka dilapangan wajib memberikan laporan perolehan suara masing-masing kandidat.
Dari laporan langsung via hand phone atau SMS itulah maka pihak Polda Kalbar cepat mengetahui hasil perolehan suara pada masing-masing kandidat di seluruh kabupaten/ kota se-Kalbar.
Karena cepatnya tabulasi data yang dihimpun Polda Kalbar, maka media pun ramai-ramai mengutifnya.
Demikian juga dengan tim sukses masing-masing kandidat. Mereka juga membuat laporan perolehan suara yang juga langsung dari TPS lewat saksi-saksi mereka. Belum lagi pemantau independen maupun lembaga-lembaga tertentu seperti pers misalnya, semua menyediakan layanan perhitungan cepat (quick count).
Dari berbagai sumber tabulasi perolehan suara tersebut, pasangan nomor urut 4: Drs. Cornelis, MH-Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM memimpin perolehan suara dengan jarak yang cukup signifikan.
Posisi kedua ditempati oleh incumbent, pasangan nomor urut 1: Usman Ja’far-Drs. LH Kadir lalu disusul pasangan nomor urut 2: Oeman Sapta-Drs. Ign Lyong, MM. Dan pasangan nomor urut 3: HM Akil Mochtar, SH, MH-Drs. AR Mecer menempati posisi juru kunci.
Sumber data dari RRI yang selama dua hari ini dilansir Borneo Tribune, perolehan suara sementara masih menempatkan pasangan Cornelis sebagai “pemenang” tujuh kabupaten yakni Landak, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang. Sementara pasangan UJ unggul di Kabupaten Sambas, Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak. Kabupaten Ketapang yang masih digabung dengan Kabupaten Kayong Utara milik Oesman Sapta.
Terhadap hasil sementara tiga hari ini, tim kampanye Cornelis-Christiandy yakin pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini sebagai pemenangnya.
Bertempat di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jalan Ahmad Yani, Tim Kampanye Cornelis-Christiandy, Drs. Sebastianus Massardy Kaphat yang didampingi Ir. Miki Jeno dan Martinus Sudarno, SH mengklaim mereka sebagai pemenangnya.
“Sampai saat ini Cornelis-Christiandy telah unggul 43,26 persen dari 2.930.245 pemilih dengan suara sah 2.024.691 seluruh kabupaten/ kota se-Kalbar,” ungkap Kaphat.
Kaphat menjelaskan prosedur perhitungan suara yang dilaksanakan tim kampanye sesuai dengan surat legitimasi dari setiap tim yang ada di TPS.
“Karena pola perhitungan kita sama dengan yang tilakukan tim lain yang bertugas di tiap-tiap TPS, kita juga mempertanyakan hasil rekapitulasi data yang dilakukan KPUD Provinsi sangat lambat dan dikhawatirkan berpotensi menimbulkan berbagai interprestasi masyarakat,” tambah Miki Jeno.
“Sebagai Tim Kampanye Cornelis-Christiandy, kita menghimbau KPUD Provinsi untuk bekerja lebih professional, cepat dan akurat dalam menyajikan data suara yang masuk. Bagaimana pun masyarakat sudah mengetahuinya baik melalui media maupun dari partai pengusung dan sukses masing-masing kandidat,” kata Kaphat lagi.
Berdasarkan perhitungan sementara pilgub dan wagub Kalbar 2007 yang dilaporkan RRI Kalbar hingga pukul 23.00 WIB, Jumat (17/11), perolehan suara Cornelis-Christiandy melejit dengan 733.847 suara, UJ-Kadir 575.035 suara, OSO-Lyong 334.948 suara dan Akil-Mecer 148.157 suara.
Untuk Kota Pontianak, UJ-Kadir unggul dengan 120.109 suara, disusul OSO-Lyong dengan 54.376 suara, Cornelis-Christiandy 51.199 suara dan Akil-Mecer 18.593 suara.
Pasangan Cornelis-Christiandy mendulang suara di Kota Singkawang dengan 33.460 suara, UJ-Kadir 16.381 suara, OSO-Lyong 12.269 suara, Akil-Mecer 9.699 suara.
Kabupaten Pontianak, UJ-Kadir unggul dengan 120.385 suara, OSO-Lyong 72.177 suara, Cornelis-Christiandy 61.838 suara, Akil-Mecer 2.695 suara.
Kabupaten Bengkayang, Cornelis-Christiandy unggul dengan 65.439 suara, UJ-Kadir 20.341 suara, OSO-Lyong 9.287 suara dan Akil-Mecer 5.123 suara.
Kabupaten Sambas, UJ-Kadir memimpin dengan 99.737 suara, disusul OSO-Lyong 37.379 suara, Cornelis-Christiandy 30.180 suara dan Akil-Mecer 27.602 suara.
Kabupaten Landak, Cornelis-Christiandy unggul jauh dengan 154.812 suara, OSO-Lyong 9.284 suara, UJ-Kadir 8.632 suara dan Akil-Mecer 6.941 suara.
Kabupaten Sanggau, masih milik Cornelis-Christiandy dengan 129 suara, UJ-Kadir 35.085 suara, Akil-Mecer 11.982 suara dan OSO-Lyong 9.400 suara.
Di tanah kelahiran UJ Kabupaten Sekadau, juga milik Cornelis-Christiandy dengan 37.616 suara, UJ-Kadir 29.361 suara, Akil-Mecer 8.696 suara dan OSO-Lyong 2.967 suara.
Kabupaten Sintang, Cornelis-Christiandy memimpin dengan 36.671 suara, OSO-Lyong 24.567 suara, UJ-Kadir 21.167 suara, dan Akil-Mecer 7.434 suara.
Kabupaten Melawi, Cornelis-Christiandy unggul dengan 39.211 suara, UJ-Kadir 36.842 suara, Akil-Mecer 8.750 suara dan OSO-Lyong 2.941 suara.
Kabupaten Kapuas Hulu masih milik Cornelis-Christiandy dengan 45.233 suara, disusul UJ-Kadir dengan 39.237 suara dan tempat ketiga Akil-Mecer dengan 26.221 suara dan OSO-Lyong 5.997 suara.
Kabupaten Ketapang yang merupakan daerah kelahiran kandidat gubernur nomor urut 2, OSO-Lyong unggul dengan 94.305 suara, disusul Cornelis-Christiandy dengan 48.564 suara, UJ-Kadir 27.759 suara dan Akil-Mecer 14.421 suara. Jadi total suara yang masuk berdasarkan perhitungan cepat RRI Pontianak berjumlah 1.791.988 suara dari 2.930.245 pemilih Kalbar sebagaimana yang diumumkan KPU Provinsi Kalbar.
Jadi dari gambaran perolehan suara masing-masing kandidat, sudah ada gambaran siapa figur atau kandidat yang kana memimpin Kalbar lima tahun kedepan.
Pemilu gubernur yang berlangsung 15 November kemarin adalah suatu proses demokrasi untuk menentukan gubernur Kalbar periode 2008-2013.
Dimana, pemilu gubernur tersebut diikuti empat kontestan yakni pasangan Usman Ja’far-LH Kadir, Oesman Sapta-Ign Lyong, HM Akil Mochtar-AR Mecer dan Cornelis-Christiandy Sanjaya.
Setelah melalukan pentahapan pemilu yang sangat melelahkan, seperti proses pencalonan, penetapan balon menjadi calon, kampanye hingga pencoblosan suara yang dilakukan secara langsung oleh masyarakat Kalbar.
“Ini merupakan awal yang baik, mulai dari kampanye hingga proses pencoblosan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. Ketakutan-ketakutan orang selama ini ternyata tidak terbukti,” ungkap Kaphat salah seorang Tim Kampanye Cornelis-Christiandy, kemarin.
Kaphat berharap proses yang sudah baik ini, jangan lagi dikotori dengan permainan curang baik di tingkap PPK maupun KPUD. “Jangan sampai di tingkat akat rumput yang sudah berjalan dengan baik ini kacau di tingkat elit yang justru tidak berjiwa besar,” kata tokoh yang sudah kenyang makan asam garam politik ini.
Karena itu kata Kaphat, Tim Kampanye Cornelis-Christiandy menghimbau KPU Provinsi agar profesional dan cepat mengumumkan perolehan suara, untuk memberikan kejelasan tentang hasil pemilu gubernur ini kepada masyarakat luas.
“Ya kita ucapkan selamat datanglah kepada gubernur baru,” ujar Kaphat.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01:44
0
komentar
Pemilih Emosional Terbukti Menangkan Pilkada
*Kantung Gemuk Pecah Suara
Nur Iskandar
Borneo Tribune, Pontianak
Empat paket calon gubernur masing-masing UJ-LHK, OSO-Lyong, Akil-Mecer dan Cornelis-Christiandy telah melewati serangkaian proses panjang sehingga mematut diri layak menjadi Gubernur Kalbar 2008-2013. Dari sisi hukum dan UU, serta hak warga negara memang laik dan layak.
Keempat paket di atas telah melewati proses meniti karir emas di bidangnya masing-masing. Keempat calon lahir dan dibesarkan di Kalbar sehingga mengenal Kalbar dan terkenal di Kalbar.
UJ lahir di Sekadau. LHK Kapuas Hulu. OSO Ketapang dan Lyong Kapuas Hulu.
Akil lahir di Kapuas Hulu dan pasangannya AR Mecer Ketapang, sedangkan Cornelis di Sanggau dan pasangannya Christiandy, Singkawang.
Dilihat dari aspek kelahiran masing-masing kandidat punya kantong massa masing-masing. Tetapi untuk Kapuas Hulu dan Ketapang masih harus terbagi-bagi. Namun demikian pembagiannya diyakini tidak 50:50 apalagi daerah kantong suara juga ada yang gemuk dan ada yang kurus—bisa satu lebih besar dari yang lain. Begitupula terhadap Sekadau, Sanggau dan Singkawang, tergantung sebesar apa “magnet” ketokohan sang calon gubernur atau wakil gubernur.
Dilihat dari aspek kemampuan dalam memimpin, kesemua calon sudah membuktikannya piawai, hanya skopnya saja ada yang kecil, sedang dan besar. OSO pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI. Akil Wakil Ketua Komisi III DPR RI. UJ CEO A Latief Corporation dan incumbent Gubernur Kalbar. Cornelis Bupati Landak dan Ketua DPD PDIP Kalbar.
Dilihat dari pendamping—dalam hal ini Cawagub—LHK incumbent Wagub dan pernah menjabat sejumlah posisi penting di pemerintahan, seperti Biro Pembangunan Pedesaan; begitupula Ignatius Lyong yang terakhir menjabat Asisten 1 Sekda Pemprov Kalbar.
AR Mecer adalah dosen matematika di FKIP Untan sekaligus pencetus lembaga ekonomi kerakyatan bernama Credit Union yang amat kesohor hingga mancanegara. Sementara Christiandy Sanjaya adalah guru, Kepala Sekolah dan Yayasan YPK Imanuel. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kota dari Partai Bhinneka Tunggal Ika.
Sejak awal memilih pasangan semua kriteria pasti telah dihitung plus-minusnya. Partai sebagai “perahu” yang akan membawa kandidat juga pasti sudah memberikan pertimbangan-pertimbangan rasional. Konsideran ekonomi, sosial, politik hingga budaya sudah dikalkulasi bersih.
UJ-LHK menyebut diri sebagai pasangan harmonis. Di masa kepemimpinan dua tokoh ini memang selalu seiring. Maka prestasi demi prestasi dapat diraih jika dibandingkan sejumlah kepala daerah dan wakil yang disharmoni. Bahkan di Ketapang Morkes sudah “cerai” dengan Madjun karena tidak cocok paham, lantas masing-masing “berlomba” merebut simpati warga kendati akhirnya incumbent Morkes terpilih kembali.
Di Sambas juga demikian. Terjadi “disharmoni” antara Burhanuddin dan Prabasa. Pada gilirannya di dalam Pilkada langsung Burhanuddin menang mayoritas.
Tanpa perlu mengupas sejumlah kepala daerah di kabupaten-kota, kita melihat harmonisasi itu penting. Jika harmonisasi tak terjadi, maka rakyat jadi korban. Ibarat dua nahkoda yang berebut jentera. Perjalanannya bisa menabrak karang dan penumpang bisa celaka.
Dengan landasan itu pula OSO memilih Lyong. Ia yakin TOSS (simbol kemenangan dengan pertemuan dua buah gelas berisi minuman kegembiraan). TOSS juga berarti Tim Oesman Sapta Sukses.
Akil Mochtar memilih Mecer. Ia yakin inilah pasangan terbaik. “Tak perlu banyak bicara, tapi banyak bekerja,” ungkapnya di mana-mana.
Cornelis memilih Christiandy. Lepas dari tokoh politik dan kependidikannya, Christiandy beretnis China/Tionghoa dan Protestan sehingga yakin dengan jargon, “Bersatu Kita Menang”.
Dan saya berpendapat bahwa kemenangan dalam pilkada gubernur ini amat sangat ditentukan oleh pasangannya masing-masing. Sejauh mana pasangan bisa memainkan peran mengisi kekosongan dari sang Calon Gubernur yang sudah rerata menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing.
Adalah menarik di sini mematut Cagub-Cawagub berdasarkan etnisitas dan agamanya. Kendati paham etnis maupun agama lebur dalam simbol NKRI Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu jua, yakni Indonesia. Namun pemilih kita di Kalbar masih besar tergolong pemilih emosional ketimbang rasional.
Nilai-nilai etnis dan agama belum tentu dinalar sebagai nilai-nilai universal yang mengerucut pada toleransi, kasih sayang, bertindak jujur dan adil. Melainkan sekedar sama, langsung coblos tanpa wira-wiri lagi.
Eriyanto salah seorang pakar riset publik yang kerap meneliti peluang kemenangan calon kepala daerah di Indonesia mengatakan kemenangan dominan diraih oleh mereka yang sensitif dengan pemilih emosional ini. SBY salah satu contohnya. Ia terpilih karena sebagian besar warga bersimpati kepadanya lantaran “teraniaya” di Kabinet Megawati. Ia juga dinilai “ganteng” oleh sebagian pemilih ibu-ibu. Tutur katanya yang cantik memikat hati para intelek.
UJ memilih LHK karena sentuhan emosionalnya harmonis. Konsideran Melayu-Dayak sudah masuk dalam hitungannya. Konsideran Islam-Katolik sudah direken. Termasuk capaian visi-misi harmonis dalam etnis masih laku dijual dalam kampanye. Tentu logis menunjukkan keberhasilan karena dalam 5 tahun kepemimpinannya Kalbar aman, sementara provinsi lain yang masih bergolak amat pahit untuk suksesnya pembangunan seperti Poso dan Ambon, serta Papua. UJ-LHK juga dengan bangga mengampanyekan 12 prestasi nasional yang dicapai semasa kepemimpinannya sehingga sesumbar mengatakan, “Kami tidak mengumbar janji-janji tapi sudah terbukti. Oleh karena itu tinggal melanjutkan agenda besar bisa dicapai ketimbang calon baru dengan konsep baru. Pasti butuh penyesuaian lagi.”
OSO memilih Lyong juga dengan pertimbangan emosional etnisitas, religiusitas, selain intelektualitas. OSO dengan segala nama besarnya, hotel besarnya, bahkan juga “terkaya” dengan dana yang diumumkan KPK sebesar Rp 186 miliar menjamin akan memberantas korupsi. Ia menjual emosi kemarahan rakyat karena korupsi makin menjadi-jadi sembari menawari pendidikan dan kesehatan gratis.
OSO amat yakin menang seiring dengan banjirnya massa selama masa kampanyenya. Termasuk trend yang ditunjukkan sejumlah lembaga survey. Trend OSO-Lyong naik.
Akil juga sadar akan peran “emosi” dalam meraih kemenangan. Untuk itu ia menunjukkan keseriusannya dengan menggalang kekuatan sejak dini. Ia paling dini dan getol berkunjung ke desa-desa. Tak kurang dari 1300 desa dikunjunginya untuk tiga tahun terakhir. Ia membantu dan menarik simpati rakyat kecil di seantero Kalbar.
Akil memilih AR Mecer juga dengan pertimbangan yang amat matang. AR Mecer adalah “Bapak CU”. Asset yang terkumpul sudah ratusan miliar. Jumlah anggota Credit Union ratusan ribu KK.
AR Mecer juga dapat penghargaan di Swedia laiknya peraih nobel. Di kalangan masyarakat Dayak AR Mecer adalah bapak pembangunan. Dialah aktor intelektual yang banyak bekerja daripada umbar kata-kata.
Cornelis memilih Christiandy dengan pendekatan profesional dan pendidikan. Keduanya bergelar master.
Dalam perhitungan Cornelis yang dapat rekomendasi Dewan Adat Dayak untuk menjadi Gubernur pilihan masyarakat Dayak, dengan bergabung dengan konstituen China/Tionghoa maka kemenangannya meraih suara terbanyak sudah di depan mata.
Hitungan matematika dari perahu PDIP ini adalah Dayak plus China/Tionghoa sama dengan bersatu kita menang. Data survey LSI yang dilansir secara berkala menunjukkan trend etnik dan agama solid buat pasangan ini.
Jadi, faktor emosional yang manakah yang akan berhasil keluar sebagai pemikat hati 2.9 juta rakyat pemilih? Cornelis memang paling sensitif dan peka membaca situasi. Ia yakin dengan menjadi nomor satu dia bisa membangkitkan emosi kepemimpinan Gubernur beretnis Dayak pada 41 tahun silam: JC Oevaang Oeray.
“Kini saatnya untuk Dayak tampil sebagai nomor satu. Untuk jadi nomor dua sudah pasti. Dan kalau bukan sekarang, lalu kapan lagi. Saat sekarang adalah kondisi yang paling baik.” Demikian jurkam “jualan” dalam arena kampanye.
Berdasarkan kenyataan memang terjadi konsolidasi dan soliditas suara Dayak. Terlebih dengan sudut pandang ini, totalitas suara kandidat yang muslim sebagai Cagub (muslim identik dengan melayu, pen) menjadi pecah tiga. Maka dengan rumus kemenangan 25+1, Cornelis paling berpeluang menjadi Gubernur Kalbar 2008-2013.
Tetapi matematika kemenangan tidak semudah hal itu, masih banyak faktor yang menjadi variabel penentunya karena hingga kini dari 2,9 juta pemilih sebagian besar adalah floating mass, atau massa mengambang. Terlebih massa pemilih resmi di kantong-kantong suara yang dikuasai Cornelis (Landak, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Melawi) bukanlah kantong suara gemuk. Yang paling gemuk adalah Kubu Raya, Sambas, Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak. Mereka inilah yang “under limit” akan menentukan kemenangan pasangan Cagub-Cawagub. Jika suara di kantung-kantung gemuk dikuasai UJ, maka incumbent akan tetap terpilih. Begitupula jika seluruhnya ke OSO atau IM3.
Pada akhirnya, dari berbagai sudut pandang, mulai dari fisik jasmaniah hingga mental ruhaniah maupun manuver politik, upaya menuju KB1 sudah punya kekuatannya masing-masing, tergantung retak tangan keberuntungannya masing-masing pula. Tergantung pula kepada siapa akhirnya Tuhan menggerakkan hati setiap pemilik suara untuk mencoblos nomor berapa.
Jika diibaratkan dengan final bola piala dunia, tim-tim yang berlaga antara 1, 2, 3, 4 sama-sama punya nama tenar. Masing-masing punya reputasi dan kans untuk keluar sebagai pemenang utama.
Namun bola itu bundar. Dalam waktu injuiry time pun masih bisa tercipta peluang sehingga yang under-dog pun bisa menciptakan gol sehingga tampil sebagai jawara.
Kantung Gemuk Pecah Suara
Pertanyaan paling mendasar masyarakat hari ini selain keamanan, juga adalah siapa dari kandidat yang bakal keluar sebagai pemenang. Prediksi-prediksi selama ini sudah banyak beredar. “Namun soliditas 100% nyaris tak akan terwujud melainkan semua membentuk irisan-irisan persinggungan. Dengan demikian sesungguhnya semua kelompok akan pecah,” ungkap pakar sosiologi asal Universitas Indonesia yang menyelesaikan program doktoralnya di Den Haag-Belanda soal konflik di Kalbar, M Iqbal Jayadi saat hadir berdiskusi di Harian Borneo Tribune.
Berdasarkan pendapatnya itu prediksi kemenangan dapat ditelusuri dari 2.930.245 pemilih tetap bakal mengarah kepada siapa. “Siapa dari empat pasangan kandidat yang berhasil menguasai kantung-kantung suara yang “gemuk” maka dia akan dapat diterka bakal memenangkan Pilkada yang menerapkan rumus kemenangan 25% plus 1,” timpal Sujadi, anggota KPU Kota ketika diskusi soal prediksi siapa yang bakal keluar sebagai pemenang dalam Pilgub Kalbar hari ini, Kamis (15/11).
Sebaran suara dengan urutan dari gemuk ke kurus adalah Kabupaten Pontianak, Kota Pontianak, Sambas, Ketapang, Sanggau, Sintang, Landak, Kapuas Hulu, Bengkayang, Singkawang, Sekadau dan Melawi.
Keempat kandidat masing-masing Usman Ja’far-Laurentius Herman Kadir, Oesman Sapta-Ignatius Lyong, Akil Mochtar-AR Mecer dan Cornelis-Christiandy tentu saja sudah memperhitungkan “merebut” simpati suara di kantung-kantung gemuk tersebut. Oleh karena itu sasaran kampanye paling besar disasarkan kepada kantung-kantung suara gemuk tersebut dengan berbagai pendekatan.
Pada umumnya kantung-kantung gemuk ini terdiri dari orang-orang yang terdidik dan terpelajar sehingga mudah menangkap apa yang dikampanyekan, bagaimana gerak dan aktivitas serta track-record dari masing-masing pasang calon.
Dari sisi suara memang banyak, tapi ke mana mereka menentukan pilihan juga tidak mudah ditebak akan menuju kepada siapa. Masing-masing kandidat punya plus-minusnya.
Oleh karena itu menarik membandingkan pemilih di kantung gemuk dengan kurus. “Yang kurus-kurus bersatu juga bisa jadi gemuk sehingga potensi kemenangan tinggal ditambah sedikit saja dari kantung-kantung gemuk,” timpal Sujadi. Dengan demikian yang paling masuk akal adalah kandidat yang menguasai dominan daerah gemuk kemudian ditambah sedikit dari kantung-kantung suara daerah kurus.
Kantung-kantung gemuk relatif berada di pesisir. Jika ditotalkan antara Kabupaten Pontianak, Kota Pontianak, Sambas dan Ketapang sudah berjumlah 1.550.614. Ini melebihi 50% suara total pemilih. “Logikanya, siapa kandidat yang menguasai kantung gemuk tersebut maka dia akan keluar sebagai pemenang,” timpal Sujadi.
Tapi di kantung-kantung gemuk ada tiga pasangan yang “berebut” massa. Di sinilah dinilai potensi suara akan “pecah” sehingga berbagi 1/3. Atau sekitar 500-an ribu suara. Entahlah jika ternyata pecahnya ada yang berat sebelah, atau tidak merata.
Kantung-kantung kurus juga tidak bisa dianggap remeh. Jika soliditasnya utuh, bisa mengungguli perolehan suara dari kantung daerah gemuk. “Kalau kantung daerah gemuk kalah, ya mestinya evaluasi di Pilkada yang akan datang,” komentar pengamat sosial, Marzuki Pasaribu. Sosok yang satu ini lebih mengajak masyarakat memilih secara rasional daripada emosional. “Membangun Kalbar mesti bersama-sama. Mestinya para kandidat juga berpikir begitu terlepas dari siapa pun yang menang,” ungkapnya.
Kata Marzuki yang menang mesti didukung. Yang kalah juga diberdayakan untuk bersama-sama membangun Kalbar. “Inilah pesta demokrasi,” ujarnya.
Dari berbagai analisa, mulai dari kantong suara parpol, aktivasi etnis, dukungan organisasi agama, pemilih rasional dan emosional hingga kantung-kantung gemuk-kurus tak lebih daripada analisa-analisa belaka. Tetap saja bukti konkretnya ditentukan oleh para pemilik suara hari ini. Itu pun jika tidak banyak yang golput.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01:40
0
komentar
Berbagi Bahagia Setelah Pilkada

Nur Iskandar
Borneo Tribune, Pontianak
90 persen tahapan Pilkada sudah usai. Tahap yang sedang berlangsung sekarang adalah perhitungan hasil suara dari TPS ke lumbung suara terakhir, yakni KPUD. KPUD pun tinggal memverifikasi administrasi yang dilaporkan.
Tiga hari terakhir ini Kantor KPUD Kalbar yang berada di pinggir Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak—diapit antara Kantor Gubernur dan Universitas Muhammadiyah Pontianak—menjadi satu titik yang paling populer dibanding gedung manapun di Kalbar. Demikian karena warga menyemut ke sebuah papan pengumuman. Warga ingin tahu secara pasti siapa yang dinobatkan sebagai pemenang Pilkada Gubernur: Cornelis-Sanjaya atau Usman Ja’far-LH Kadir.
Berdasarkan tabulasi data yang sudah masuk dan dilansir secara resmi oleh KPUD (sementara) Cornelis berada di bar teratas disusul incumbent. Masa perhitungan di KPUD akan final pada 19 November dan ditetapkan pada 27 November mendatang.
Riak-riak kemenangan di kubu Cornelis-Sanjaya sudah mulai terasa. Salah satu komponen pendukungnya yakni Keluarga Besar Putra Putri Polisi (KBPPP) sudah mengucapkan selamat sekaligus menandakan kemenangannya atas incumbent melalui metode quick count sebesar 11 persen.
Tim Setia Kalbar melalui Sekjen KBPPP Agenanda Djatmika, MBA dalam konferensi pers yang bertempat di Setia Kalbar Centre Jl Tanjungpura menyatakan akan ada pergerakan angka (nilai) tapi untuk posisi kemenangannya yakin tidak akan berubah. “Drs Cornelis MH tetap unggul. Data suara yang masuk seluruhnya sudah mencapai 77,30% dengan selisih persentase keberhasilan 11,57% dan kami juga terus berkoordinasi dengan KPUD,” ungkapnya.
Saat ditanya seandainya pada akhir perhitungan suara ternyata terjadi perubahan posisi, mereka siap cek dan ricek dengan KPUD karena C2 (Cornelis-Christiandy) siap menang atau siap kalah dengan terhormat. “Selama tidak dizalimi,” ungkapnya.
Sedangkan Tim Sukses Cornelis-Sanjaya adalah Tim Pemenangan PDIP Perjuangan, tim komunikasi KBPPP, tim ACC, tim Tung Sim, Tim Independent, Perkumpulan Suku, Adat, Agama, Marga, dan Budaya semua sedang bersuka-cita.
Kendati demikian bola perhitungan masih berlangsung. Warga terus menyemut di papan pengumuman KPUD secara silih berganti. Kondisi ini akan terus bertahan hingga tenggat waktu penetapan formal di KPUD sebagai panitia penyelenggara Pilkada.
Hingga tadi malam sejumlah polisi dari kesatuan Brimob Polda Kalbar standby di halaman kantor KPUD tersebut. Mobil penghalau massa dengan perlengkapan water cannon-nya juga disiagakan tak jauh dari lokasi kantor.
Dalam sehari KPU menurut pengumuman yang tertempel di papan pengumuman menyampaikan empat kali up date data. Masing-masing pada pagi hari pukul 08.00, untuk siang pada pukul 12.00, sore hari pukul 15.00, petang pukul 18.00 dan malam hari pada pukul 22.00. Namun pada kenyataannya penyampaian data terbaru tidak sesuai dengan jadwal, sebab pada saat warga melihat di sore hari data yang tertera masih data siang hari pukul 12.00. Sungguhpun demikian minat dan antusiasme warga masih tinggi untuk menyaksikan perolehan suara terkini versi resmi tersebut.
Adapun data resmi yang tertera kemarin pada sore hari menempatkan Cornelis sebagai kampiun.
Beberapa warga pengunjung yang ditanyai alasannya mengejar informasi dari KPU mengaku sengaja datang karena didorong rasa ingin tahunya. Hendro, salah satu pengunjung yang datang bersama 3 rekannya mengaku sejak malam sebelumnya mencari perolehan data sementara tersebut.
“Tadi malam kami datang ke sini tapi belum ada datanya. Saya bersama rekan-rekan memang cukup resah dan sangat ingin tahu hasil perolehan suara ini,” kata mahasiswa ini apa adanya.
Senada dengan Hendro, dua orang rekannya juga mengaku sangat ingin tahu hasil Pilgub yang telah dilakukan kemarin. Menurut mereka hasil perolehan suara tersebut sangat mereka butuhkan untuk menjawab pertanyaan rekan dan anggota keluarga yang bertanya pada mereka.
Setelah melihat hasil perolehan suara tersebut ketiga pemuda tersebut pun mengekspresikan pendapatnya masing-masing. “Yang jelas kita sebagai masyarakat biasa harus sportif menerima kemenangan kandidat yang menang,” kata Hendro.
“Panwas dan KPU harus segera melakukan cross check di lapangan kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di lapangan,” kata Ridwan memberi saran.
Sportivitas adalah esensi dari kompetisi. Hidup ini tak hanya Pilkada dan semua esensinya adalah kompetisi. Memang-kalah. Dan kita semua harus sportif. Yang kalah yang dicerca, yang menang jangan bertepuk dada karena masih amat sangat besar tugas pembangunan yang mesti dilakukan.
Yang terbaik adalah menjadikan kemenangan ini milik bersama buat modal membangun Kalbar secara bersama-sama pula. Sebab semakin terjalin kebersamaan, maka akan semakin ringan beban yang harus kita pikul. Di sini akan terjalin bagi-bagi kebahagiaan. Berbagi bahagia setelah Pilkada. ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01:35
0
komentar
Jumat, 16 November 2007
Sementara Cornelis Memimpin
Budi Rahman
Borneo Tribune, Pontianak
Dua hari usai pencoblosan Pilgub 2007, posisi kandidat mulai kentara. Jika pada hari pertama pelaksanaan, hasil quick count versi Tim Harmoni UJ masih unggul pada hari kedua penghitungan dominasi kandidat nomor 4 justru terlihat.
Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh KPUD Kalbar posisi Cornelis menang cukup signifikan dibanding kandidat-kandidat lain. Di beberapa daerah kantong kemenangan Cornelis bahkan angkanya sangat meyakinkan. Meski belum semua kabupaten/kota selesai dilakukan penghitungan namun posisi Cornelis memimpin di posisi teratas.
Versi resmi KPUD Kalbar yang dirilis pukul 12.00 siang, ada lima kabupaten yang telah mengirimkan data resminya, masing-masing Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang/KKU. Dari hasil tersebut posisi Cornelis kuat meminpin di tempat teratas. Perbandingan dengan UJ adalah 1:3.
Untuk Bengkayang Cornelis menang telak dengan 27.630 suara, UJ di posisi kedua dengan 12.323. Sementara OSO hanya mendapat 4.971 dan Akil 2.427 suara. Kabupaten Landak juga demikian. Cornelis menang telak dengan 154.812 suara, disusul OSO dengan 9.284 suara. UJ di posisi ketiga dengan 8.632 dan Akil mendapat 6.941 suara.
Untuk Kabupaten Sintang Cornelis juga masih memimpin dengan meraih 58.600 suara disusul UJ dengan 25.762 suara. Akil di posisi ketiga dengan 12.872 suara dan OSO dengan 5.943 suara.
Di Kabupaten Kapuas Hulu Cornelis menang tipis dengan 39.910 ditempel ketat UJ dengan 38.401 suara. Akil di tempat ketiga dengan 25.684 suara dan terakhir OSO dengan 5.806 suara.
Di Kabupaten Ketapang yang digabung dengan KKU OSO menang cukup telak. Di kabupaten yang dekat dengan sosok nomor 2 ini, OSO memimpin perolehan dengan 85.009 suara disusul Cornelis dengan 36.897 suara. UJ pada posisi ketiga dengan 25.061 dan Akil mendapat 12.620 suara.
Total suara yang masuk ke KPU kemarin sebanyak 599.585 suara. Perolehan suara total untuk masing-masing kandidat dimenangkan Cornelis. Kandidat nomor 4 yang berpasangan dengan Christiandy Sanjaya ini meraup suara sebesar 317.849. OSO berada di posisi kedua dengan perolehan suara sebesar 111.013 beda tipis dengan suara UJ yang mendapat suara 110.179. Sementara Akil Mochtar yang berpasangan dengan AR. Mecer berada pada posisi terakhir dengan suara sebesar 60.544.
Dari data yang dikumpulkan oleh kubu Cornelis posisi sang Cagub juga tidak tergoyahkan. Bersama pasangannya Christiandy Sanjaya, menurut DPD PDIP Kalbar Cornelis mengumpulkan suara sebanyak 871.826 dari total suara sah yang telah masuk sebanyak 2.018.340. Cornelis mendapat 43,20 persen suara total. UJ-LHK ada di posisi kedua dengan raihan suara sebanyak 633.042 atau sama dengan 31.36 persen. OSO-Lyong mendapat 323.606 atau 16.03 persen pada peringkat ketiga. Akil Mochtar sementara harus puas dengan posisi terakhir dengan raihan suara 189.866 atau 9.41 persen.
Atas perolehan suara sementara yang telah dihitung ini posisi Cornelis cukup kuat di puncak. Di seketariat pemenangan Cornelis-Christiandy suasana suka cita mulai terlihat. Senyum mengembang dan suasana hangat terlihat dari fungsionaris yang berjaga di kantor dan sekretariatnya.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:56
0
komentar
KBPPP Sambut Gubernur Baru
Lukas B Wijanarko
Borneo Tribune, Pontianak
Setelah mencermati dan memantau hasil perolehan suara sementara Pilkada Kalimantan Barat yang diadakan Kamis (15/11) berdasarkan hasil quick count yang dilakukan Keluarga Besar Putra Putri Polisi (KBPPP) Kalbar hingga Jumat (16/11) pukul 07.00, dari sumber yang dimiliki dan dari hasil pantauan langsung di lapangan menyatakan selamat kepada Drs Cornelis, MH. Bupati Landak itu dinilai sukses dalam Pilkada dan menjadi gubernur Kalbar yang baru.
Seluruh Keluarga Besar Polri dan Keluarga Besar TNI beserta keluarga yang tinggal di dalam atau di luar asrama yang telah menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan hati nurani dalam memilih Gubernur Kalbar diucapkan terima kasih. “Juga kepada semua tim sukses masing-masing kandidat yang telah mampu menjaga diri, menghindari gesekan-gesekan antar massa pendukung dan selalu menjaga ketertiban dan keamanan selama masa kampanye dan di saat pencoblosan dan berharap kita bersatu kembali, ini adalah pesta demokrasi masyarakat Kalbar yang untuk pertama kalinya melaksanakan Pilkada Gubenur secara langsung,” ungkap Tim Setia Kalbar melalui Sekjen KBPPP Agenanda Djatmika, MBA dalam konferensi pers yang bertempat di Setia Kalbar Centre Jl Tanjung Pura.
Agenanda Djatmika juga menyatakan akan ada pergerakan angka (nilai) tapi untuk posisi kami yakin tidak akan berubah Drs Cornelis MH tetap unggul. Data suara yang masuk seluruhnya sudah mencapai 77,30%, dengan selisih persentase keberhasilan 11,57% dan terus koordinasi dengan KPUD.
Saat ditanya seandainya pada akhir perhitungan suara ternyata terjadi perubahan posisi, mereka siap cek and ricek dengan KPUD karena C2 siap menang atau siap kalah dengan terhormat. “Selama tidak dizalimi,” ungkapnya.
Sedangkan Tim Sukses Cornelis-Sanjaya adalah Tim Pemenangan PDIP Perjuangan, tim komunikasi KBPPP, tim ACC, tim Tung Sim, Tim Independent, Perkumpulan Suku, Adat, Agama, Marga, dan Budaya.
Di tempat terpisah tadi malam sekira pukul 23.30 WIB, UJ Center melalui Wakil Ketua Tim Harmoni, Luthfi A Hadi mengekspose perhitungan sementara mereka dari saksi-saksi yang mereka tempatkan dari seluruh Kalbar. Datanya UJ-LHK unggul 1 persen dibandingkan CC.
Urutannya UJ-LHK 648.125 (36%), CC 630.013 (35%), OSO-Lyong 342.768 (19%) dan AM 181.217 (10%). Total suara yang terhitung sebanyak 1.802.123.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:55
0
komentar
Sementara Cornelis Pimpin 7 Kabupaten
Borneo Tribune, Pontianak
Dua hari setelah pencoblosan posisi masing-masing kandidat mulai terlihat. Jika pada hari pertama pelaksanaan, hasil quick count versi Tim Harmoni UJ masih unggul, pada hari kedua penghitungan dominan untuk kandidat nomor 4: Cornelis.
Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh KPUD Kalbar posisi Cornelis menang cukup signifikan dibanding kandidat-kandidat lain. Di beberapa daerah kantong kemenangan Cornelis bahkan angkanya sangat meyakinkan. Meski belum semua kabupaten/kota selesai dilakukan penghitungan namun Cornelis masih teerlihat di posisi teratas.
Versi resmi KPUD Kalbar yang dirilis pukul 20.00 WIB, ada tujuh kabupaten yang telah mengirimkan data resminya, masing-masing Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang/KKU, Sanggau, Kota Pontianak. Dari hasil tersebut posisi Cornelis kuat meminpin di tempat teratas. Perbandingan dengan UJ adalah 1:3. Selengkapnya lihat tabel resmi dari KPUD. (hartono)
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:54
0
komentar
Hasil Perhitungan Suara Masih Fluktuatif
Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang
‘Nasib’ keberuntungan kandidat mana yang akan menjadi nahkoda pulau sejuta sungai ini masih berupa tanda tanya. Hasil perhitungan sementara yang terus bergulir, masih fluktuatif. Final answer yang mengarah kepada kandidat pun masih belum mencapai angka pasti.
Bukan hanya para kandidat yang bertanya-tanya mengenai hasil perolehan suara yang terkumpul dari seluruh wilayah Kalimantan Barat, sejak pemungutan dilakukan pada Kamis (15/11) lalu. Rakyat yang juga menjadi penentu dengan suara yang mereka berikan bagi para kandidat, turut menanti hasil akhir keputusan.
Begitu pula dengan masyarakat Landak, secara bergantian mereka berdatangan ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Landak, untuk melihat pengumuman hasil perhitungan sementara yang diperoleh di Landak.
Seperti pada Jumat (16/11) siang, beberapa warga tampak berdiri di depan papan pengumuman dan mencatat hasil perhitungan sementara di telepon seluler mereka. Data yang masuk ke KPUD Landak memang masih belum final. Angka yang ada masih terus bertambah.
Berdasarkan data yang diperoleh dari KPUD Landak pukul 13.00. rekapitulasi hasil perhitungan suara sementara pilgub masih didominasi oleh pasangan Cornelis-Sanjaya dengan jumlah suara 157.464.
Menyusul pasangan Oesman Sapta-Lyong dengan perolehan suara sebanyak 9.373. berturut-turut pasangan Usman Ja’far-LH. Kadir sejumlah 8.675 dan Akil Mohktar-AR. Mecer dengan jumlah 7.110.
Menurut Ir. Sudianto, Ketua KPUD Landak, hasil tersebut belum termasuk dari Kecamatan Sebangki yang belum memberikan jumlah suara sementara. Total suara yang masuk pun berjumlah 182.622, dari 228.030 pemilih yang terdaftar.
Angka untuk setiap pasangan kandidat pada pukul 15.00 bertambah. Hasil sementara dari Kecamatan Sebangki sudah masuk. Perolehan angka pun berubah, dimana pasangan Cornelis-Sanjaya memperoleh 161.462 suara.
Kandidat dengan perolehan angka dibawah pasangan Cornelis-Sanjaya adalah pasangan Usman Ja’far-LH. Kadir dengan jumlah suara yang masuk sebanyak 12.240. Disusul kemudian pasangan Oesman Sapta-Lyong dengan 9.817 suara dan pasangan Akil Mohktar-AR. Mecer dengan 7.555 suara. Total suara yang masuk pada pukul 15.00 berjumlah 191.074 suara. Berarti masih menunggu 36.956 suara yang belum masuk.
Perolehan suara pada pukul 20.00 kembali berubah. Pasangan Cornelis-Sanjaya mengumpulkan 178.255 suara. Disusul oleh pasangan Usman Ja’far-LH. Kadir dengan jumlah suara 12.056.
Kemudian pasangan Oesman Sapta-Lyong dengan 10.694 suara dan terakhir pasangan Akil Mohktar-AR. Mecer dengan 7.885 suara. Hasil perolehan ini pun makin mendekati akhir dimana total keseluruhan pemilih yang masuk adalah 208.890 orang. Karenanya, jawaban mengenai siapa yang akan memimpin Kalbar, masih dalam proses.
Kita sebagai masyarakat maupun para kandidat, harus bersabar menanti hasil pilihan rakyat ini. Berhitung mundur bisa kita lakukan dari sekarang, menghadapi detik-detik penentuan akhir.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:52
0
komentar
Pleno Hasil Akhir Pilgub Landak Digelar Selasa
Arthurio Oktavianus
Borneo Tribune, Ngabang
Penentuan akhir mengenai jumlah suara pemilih Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013 di Kabupaten Landak akan dilakukan oleh anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Landak dalam sidang pleno pada Selasa (20/11) nanti.
Menurut Ir. Sudianto, Ketua KPUD Landak, yang diwawancarai di ruang kerjanya pada Jumat (16/11). Sidang pleno ini juga sebagai batas akhir perhitungan suara dari daerah. “Ini sudah ketetapan dari KPU Provinsi,” ujarnya.
Hasil perolehan suara pilgub di Landak masih bersifat sementara karena masih menunggu jumlah suara dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang ada di 10 Kecamatan di Landak.
Bila sidang pleno tingkat PPK sudah siap melalui kesepakatan bersama saksi yang hadir dalam perhitungan, ujar Sudianto, hasil tersebut baru dikirimkan ke KPUD. Karenanya hasil yang masuk ke kantor KPUD pun masih sementara karena proses perhitungan di PPK masih tetap berjalan.
Jumlah suara yang masuk ke KPUD Landak sendiri hingga pukul 20.00 sebanyak 208.890 suara dari 228.030 jumlah pemilih tetap yang terdaftar. Berarti masih ada 19.140 jumlah suara yang masih belum masuk ke KPUD Landak.
Ketika ditanya mengenai adanya pemilih yang tidak mendapatkan hak untuk memilih, Sudianto mengatakan bahwa hal tersebut seharusnya sudah diantisipasi jauh hari oleh pemilih. “Pemilih harus aktif,” ujarnya. Untuk mengecek pengumuman daftar pemilih yang didata oleh petugas.
Menurut Sudianto, partisipasi pemilih secara aktif untuk menjadi pemilih masih perlu ditingkatkan. Bila pemilih tidak aktif dan pada saat pemilihan berlangsung ternyata mereka tidak terdaftar. Akan merugikan pemilih sendiri.
Karenanya, ujar Sudianto, tidak akan ada pengulangan yang dilakukan baik mengenai daftar pemilih maupun pemilihan itu sendiri.
Pemilihan secara langsung di Landak merupakan pemilihan yang sudah kedua kalinya di lakukan. Karenanya, ujar Sudianto, tanggung jawab masyarakat terhadap pelaksanaan pilgub cukup tinggi. Belajar dari pengalaman yang mereka lakukan pada pemilihan langsung yang pertama.
Proses pelaksanaan pilgub di Landak, ujar Sudianto, berjalan dengan lancar. “Saya pikir pelaksanaan pilgub di sini sudah jauh lebih baik,” ujarnya. Dimana tidak ada komplain di lapangan selama pemilihan berlangsung.
Dengan pengalaman yang ada, menjadikan masyarakat paham dengan arti pentingnya demokrasi yang dilakukan secara langsung ini. Hal ini juga menunjukkan tingkat kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Akhir pesta akbar pun akan ditentukan dalam hitungan hari.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:51
0
komentar
Pengumuman Hasil Penghitungan KPU Dinanti Warga
Budi Rahman
Borneo Tribune, Pontianak
Hasrat untuk tahu lebih cepat atas hasil Pilgub menghinggapi warga. Tak cukup bertanya dengan sesama rekan lewat SMS, semua akses yang menyediakan informasi tersebut diserbu warga. KPU menjadi destinasi paling diminati warga untuk mencari informasi.
Seperti yang terlihat kemarin, Jumat (16/11) di Kantor KPUD Kalbar, Jalan Ahmad Yani. Hilir mudik warga memperhatikan secarik kertas yang tertempel di papan pengumuman yang terpasang di halaman kantor. Penjagaan ketat aparat keamanan tak menghalangi minat warga untuk memburu informasi terkini tersebut.
Sejumlah polisi dari kesatuan Brimob Polda Kalbar standby di halaman kantor KPU. Mobil penghalau massa dengan perlengkapan water cannon-nya juga disiagakan tak jauh dari lokasi kantor.
Dalam sehari KPU menurut pengumuman yang tertempel di papan pengumuman menyampaikan empat kali up date data. Masing-masing pada pagi hari pukul 08.00, untuk siang pada pukul 12.00, sore hari pukul 15.00, petang pukul 18.00 dan malam hari pada pukul 22.00. Namun pada kenyataannya penyampaian data terbaru tidak sesuai dengan jadwal, sebab pada saat warga melihat di sore hari data yang tertera masih data siang hari pukul 12.00. Sungguhpun demikian minat dan antusiasme warga masih tinggi untuk menyaksikan perolehan suara terkini versi resmi tersebut.
Adapun data resmi yang tertera kemarin pada sore hari menempatkan Cornelis sebagai kampiun. Dari data resmi KPUD Kalbar yang dirilis pukul 12.00 siang tersebut ada lima kabupaten yang telah mengirimkan data resminya. Masing-masing Kabupaten Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang/KKU. Untuk Bengkayang Cornelis menang telak dengan 27.630 suara, UJ di posisi kedua dengan 12.323. Sementara OSO hanya mendapat 4.971 dan Akil 2.427 suara. Kabupaten Landak juga demikian. Cornelis menang telak dengan 154.812 suara, disusul OSO dengan 9.284 suara. UJ di posisi ketiga dengan 8.632 dan Akil mendapat 6.941 suara.
Beberapa warga pengunjung yang ditanyai alasannya mengejar informasi dari KPU mengaku sengaja datang karena didorong rasa ingin tahunya. Hendro, salah satu pengunjung yang datang bersama 3 rekannya mengaku sejak malam sebelumnya mencari perolehan data sementara tersebut.
“Tadi malam kami datang ke sini tapi belum ada datanya. Saya bersama rekan-rekan memang cukup resah dan sangat ingin tahu hasil perolehan suara ini,” kata mahasiswa ini apa adanya.
Senada dengan Hendro, dua orang rekannya juga mengaku sangat ingin tahu hasil Pilgub yang telah dilakukan kemarin. Menurut mereka hasil perolehan suara tersebut sangat mereka butuhkan untuk menjawab pertanyaan rekan dan anggota keluarga yang bertanya pada mereka.
Setelah melihat hasil perolehan suara tersebut ketiga pemuda tersebut pun mengekspresikan pendapatnya masing-masing.
“Yang jelas kita sebagai masyarakat biasa harus sportif menerima kemenangan kandidat yang menanglah,” kata Hendro.
“Panwas dan KPU harus segera melakukan cross check di lapangan kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di lapangan,” kata Ridwan memberi saran.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:46
0
komentar
Pilkada Damai Hapus Stigma Konflik
Borneo Tribune, Pontianak
Andreas Acui Simanjaya/Freelancer
Suasana Pilkada yang berlangsung aman dan damai ini diharapkan dapat dipertahankan sampai hasil akhir perhitungan suara dan penetapan kemenangan pasangan. Hari ini (kemarin, red) rakyat Kalbar telah membuktikan pada semua pihak bahwa kita semua ternyata dewasa dalam menjalani pesta demokrasi.
Kita pakai momentum Pilkada yang berlangsung dengan damai ini untuk menghapuskan stigma bahwa Kalbar merupakan daerah rawan konflik. Keadaan damai dan kondusif ini wajib kita pertahankan bersama demi masa depan Kalimantan Barat.
Siapapun yang kelak memenangkan Pilkada ini harus kita dukung, karena pemerintahan yang efektif akan berjalan dengan baik jika didukung penuh oleh semua komponen dan stakeholder di Kalbar ini.
Kita percayakan perhitungan suara dengan mekanisme yang ada, di setiap TPS telah dilengkapi sejumlah saksi dari masing masing calon, jadi kemungkin kecurangan adalah kecil. Apapun yang terjadi biarkan mekanisme yang mengontrol dan aparat keamanan juga pasti sudah punya antisipasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Sejumlah keluhan muncul dari masyarakat karena tidak bisa ikut memilih. Hal ini disebabkan sampai saat terakhir menjelang Pilkada ternyata masih tidak mendapatkan kartu pemilih maupun undangan untuk memilih dan tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap.
Saya dan keluarga di Siantan juga tidak mendapatkan kartu pemilih dan setelah dicek di beberapa TPS yang berada di sekitar tempat tinggal juga nama tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jadi apa boleh buat Pilkada kali ini kita hanya bisa jadi penonton dan pemantau saja. Saya sudah cek ke TPS 20, 23, 22 ternyata tidak ada nama saya yang terdapat dalam daftar pemilih tetap. Di kantor RT di Komplek Siantan Permai terdapat 20 lebih kartu pemilih yang tidak diketahui alamatnya karena bukan warga RT kami, ada salah droping kartu atau salah data.
Hal ini juga terjadi dengan Ateng Tanjaya tokoh pemadam Api di Siantan, sekeluarga juga tidak mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan suaranya karena tidak terdata oleh petugas.
Saya pribadi juga mendapatkan keluhan dari kolega dan teman yang tidak mendapatkan hak memilih karena tidak terdata. Hal ini menjadi pelajaran yang dapat kita petik untuk acara pilkada mendatang, barangkali sistim pendataan harus diperbaiki sehingga jumlah orang yang tidak terdata bisa berkurang.
Partisipasi yang makin tinggi dalam Pilkada akan membuat hasil Pilkada semakin dapat dipertanggungjawabkan.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:43
0
komentar
Akil Mochtar Legowo Hasil Pemilu Gubernur Kalbar
Borneo Tribune, Pontianak
Kandidat Gubernur Kalimantan Barat, M Akil Mochtar, menyatakan siap menghormati keputusan terhadap siapapun yang dipilih rakyat untuk menjadi kepala daerah selama lima tahun, 2008-2013.
"Menang harus bermartabat. Kalah pun harus terhormat," kata Akil di kediamannya, Pontianak, Jumat. Akil yang masih menjabat anggota Komisi III DPR RI itu berpasangan dengan aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Anselmus Robertus (AR) Mecer.
Ia mengatakan, bertarung di pemilihan kepala daerah ibarat sebuah pertandingan dimana harus ada yang menang dan kalah. Saat ini, lanjutnya, semua pihak harus menjaga nilai-nilai yang sudah dipupuk agar tidak terjadi konstraksi politik.
"Karena Kalbar merupakan bagian dari negara kesatuan yang harus dijaga dan dipelihara. Ini merupakan pesan moral yang harus dipertahankan," katanya.
Sementara terhadap calon terpilih, ia meminta agar pembangunan manusia lebih diutamakan mengingat Kalbar hingga kini masih miskin.
"Apapun program calon yang menang, kemampuan masyarakat harus ditingkatkan. Tetapi jangan mengutamakan pembangunan fisik," kata Akil Mochtar.
Menurut dia, pembangunan fisik seperti infrastruktur merupakan hal yang rutin. Namun pembangunan mental dan kerohanian sering dilupakan padahal keduanya harus seimbang.
Akil Mochtar dan AR Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB), yakni gabungan Partai Pelopor, PBB, PPDK, PNBK, PKPI, PPDI PPNUI dan PSI dengan total perolehan suara pada Pemilu 2004 sebesar 15,08 persen. Antara□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:41
0
komentar
Tim Cornelis-Christiandy Klaim Menang Pemilu Gubernur Kalbar
Borneo Tribune, Pontianak
Tim Kampanye Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC) mengklaim hingga Jumat pukul 17.13 WIB pasangan tersebut telah mengumpulkan 871.826 suara atau 43,20 persen dari total 2,018 juta pemilih sehingga patut dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.
Sementara untuk pasangan incumbent, Usman Ja`far - Laurentius Herman Kadir (UJ-LHK) hanya mengumpulkan 633.042 suara atau 31,36 persen.
Ketua Tim Kampanye CC, Thomas Alexander kepada wartawan di Pontianak, Jumat malam, mengatakan, hasil itu diperoleh setelah melihat penghimpunan data yang dilakukan tim mereka, pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu unggul di delapan daerah pemilihan.
Delapan daerah pemilihan itu yakni Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang.
Sedangkan UJ-LHK di tiga daerah pemilihan yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas. Satu daerah pemilihan lain, Kabupaten Ketapang, direbut oleh pasangan Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong (OSO-Lyong). OSO - Lyong mengumpulkan 323.606 suara secara keseluruhan.
Pasangan Akil Mochtar - AR Mecer (AM), berada di nomor buncit dengan perolehan secara keseluruhan 189.866 suara.
"Angka rekapitulasi ini masih sementara karena terus diperbarui oleh tim kampanye yang ada di tiap TPS (tempat pemungutan suara)," katanya.
Anggota Tim Kampanye CC, Makarius Sintong mengatakan, untuk memperoleh data tersebut, mereka mengerahkan sedikitnya 30 ribu orang. Mekanismenya, satu orang ada di tiap TPS sebagai saksi, juga di tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.
Data yang diperoleh di tiap TPS kemudian disampaikan ke seksi penghitungan suara tingkat desa, kecamatan untuk selanjutnya dikirim melalui faksimil ke tim kampanye tingkat provinsi.
"Mekanisme ini membuat data yang diperoleh lebih cepat diketahui dibanding KPU," kata Makarius Sintong.
Ia menambahkan, angka untuk pasangan CC kemungkinan terus bertambah karena masih ada TPS di basis pendukung yang belum mengirimkan datanya. Selain itu, kacaunya pendataan pemilih membuat banyak warga tidak dapat menyalurkan hak pilihnya.
"Tetapi secara keseluruhan pelaksanaan pemilu gubernur secara langsung untuk pertama kalinya di Kalbar ini sudah cukup baik," kata Makarius Sintong.
Tingkat partisipasi pemilih sekitar 70 persen dari total pemilih yang terdata sebanyak 2,93 juta orang. Menurut Mickael Jeno, anggota Tim Kampanye CC, angka tersebut cukup representatif mengingat kondisi Kalbar yang belum seluruhnya terjangkau serta terbatas infrastruktur.
"Dibanding DKI Jakarta yang jauh lebih lengkap dengan tingkat partisipasi pemilih sekitar 60 persen, untuk Kalbar angka itu telah mewakili," kata Mickael Jeno.
Ia berharap, KPU Daerah Kalbar tidak berlama-lama dalam menetapkan calon terpilih untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan. KPU Daerah Kalbar menjadwalkan rapat pleno penetapan calon terpilih pada Senin, (27/11).Antara□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
18:38
0
komentar
Kamis, 15 November 2007
Quick Count, Cornelis Memimpin Perolehan Suara
Sampai pukul 00.00 WIB tadi malam, berdasarkan perhitungan cepat (quick count) melalui siaran RRI Pontianak dan KPUD kabupaten/kota se-Kalbar, total suara yang masuk telah mencapai 1.069.407 suara.
Dari suara yang telah masuk tersebut, Cornelis memimpin di rata-rata kabupaten, seperti Sanggau, Sekadau, Sintang, Bengkayang, Landak dan Kota Singkawang. Sedangkan Usman Ja’far (UJ) unggul di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Sambas, Melawi dan Kapuas Hulu. Ketapang dan Kayong Utara milik Oesman Sapta (OSO).
Rincian perolehan suara sebagai berikut; Kota Pontianak UJ-Kadir unggul dengan 105.894 suara, ditempel Cornelis-Christiandy dengan 64.225 suara, OSO-Lyong 58.352 suara, Akil-Mecer 20.607 suara. Total suara untuk Kota Pontianak 249.078 suara.
Kota Singkawang, Cornelis-Christiandy memimpin dengan 8.643 suara, UJ-Kadir 6.470 suara, OSO-Lyong 3.648 suara dan Akil-Mecer 2.935 suara, total 21.696 suara.
Kabupaten Pontianak, UJ-Kadir unggul dengan 119.250 suara, disusul OSO-Lyong 72.082 suara, Cornelis-Christiandy 61.258 suara, Akil-Mecer 2.636 suara, total 255.226 suara.
Kabupaten Bengkayang, Cornelis-Christiandy meraup 14.421 suara, Akil-Mecer 4.616 suara, UJ-Kadir 4.026 suara, OSO-Lyong 2.610 suara, total sementara 25.673 suara.
Kabupaten Sambas, UJ-Kadir memperoleh 27.675 suara, OSO-Lyong 9.028 suara, Akil-Mecer 6.524 suara, Cornelis-Christiandy 4.227 suara, total 47.454 suara.
Kabupaten Landak, Cornelis-Christiandy unggul dengan 76.431 suara, Akil-Mecer 6.729 suara, Oso-Lyong 6.517 suara, UJ-Kadir 5.559 suara, total suara 95.236 suara.
Kabupaten Sanggau, Cornelis-Christiandy 91.993 suara, UJ-Kadir 22.840 suara, Akil-Mecer 7.903 suara, OSO-Lyong 6.154 suara, total 128.890 suara.
Kabupaten Sekadau, Cornelis-Christiandy unggul dengan 26.446 suara, disusul UJ-Kadir 21.558 suara, Akil-Mecer 5.913 suara, OSO-Lyong 2.262 suara, total 56.179 suara.
Kabupaten Sintang, Cornelis-Christiandy memimpin dengan 27.046 suara, Akil-Mecer 4.529 suara, UJ-Kadir 4.083 suara, OSO-Lyong 1.306 suara, total 36.964 suara.
Kabupaten Melawi, UJ-Kadir 22.532 suara, Cornelis-Christiandy 15.069 suara, OSO-Lyong 2.328 suara, Akil-Mecer 544 suara, total 40.473 suara.
Kabupaten Kapuas Hulu, UJ-Kadir 23.245 suara, Cornelis-Christiandy 20.419 suara, Akil-Mecer 15.789 suara, OSO-Lyong 3.684 suara, total 63.137 suara.
Kabupaten Ketapang/ Kayong Utara, OSO-Lyong 24.482 suara, Cornelis-Christiandy 14.138 suara, UJ-Kadir 7.379 suara, Akil-Mecer 3.402 suara, total 49.401 suara.
Untuk seluruh Kalbar, Cornelis-Christiandy unggul dengan 424.316 suara, UJ-Kadir dengan 370.511 suara, OSO-Lyong 192 suara, Akil-Mecer 82.127 suara. Total suara yang masuk hingga pukul 00.00 WIB tadi malam 1.069.407 suara dari total suara pemilih 2,9 juta. Itu belum termasuk suara yang rusak dan warga yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
21:20
1 komentar
Cornelis Unggul di Daerah Pecinan
Pemilu Gubernur Kalimantan Barat mendekati klimak. Kamis (15/11) kemarin dilakukan pemungutan suara secara langsung oleh rakyat Kalbar untuk menentukan pemimpinnya lima tahun kedepan.
Namun sayang dalam proses pemungutan suara yang dimulai serentak pukul 17.00 dan berakhir pukul 13.00 WIB itu, masih banyak rakyat Kalbar yang tidak menggunakan hak pilihnya. Beragam alasan, pertama karena tidak terdaftar sebagai pemilih tetap di lingkungan RT masing-masing, kedua, adanya dugaan kesengajaan untuk mengurangi suara di basis tertentu dan alasan terakhir memang sengaja tidak milih alias golput.
Tepat pukul 13.00, rata-rata tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Pontianak selesai melaksanakan pemungutan suara dan siap-siap melakukan perhitungan. Pantauan saya di sejumlah TPS kawasan pecinan, seperti Jalan Gajahmada, Jalan Tanjungpura, Jalan Setia Budi, Jalan Siam, Nusa Indah maupun Jalan WR Supratman, rata-rata dimenangi pasangan calon gubernur nomor urut 4, yakni Drs, Cornelis, MH-Drs. Christiandy Sanjaha, SE, MM.
Di TPS 09 Yayasan Yukemgo Jalan Gajahmada perolehan Cornelis-Christiandy jauh mengungguli lawannya dengan 137 suara, disusul Usman Ja’far-LK Kadir 91 suara, Oesman Sapta-Lyong 10 suara dan Akil-Mecer 9 suara.
Di TPS 10 Yayasan Sungai Jernih Jalan Gajahmada, Cornelis-Christiandy unggul 187 suara, disusul UJ-Kadir 83 suara, OSO-Lyong 13 suara dan Akil-Mecer 3 suara dan 3 suara dinyatakan rusak.
Di TPS 11 Yayasan Halim, Jalan Gajahmada, Cornelis-Christiandy masih memimpin perolehan suara dengan 164, disusul UJ-Kadir 84, OSO-Lyong 17 dan Akil-Mecer 5 dan 4 suara dinyatakan rusak.
Di TPS 09 Gang Gajahmada V masih di Jalan Gajahmada, Cornelis-Christiandy meraup 251 suara, UJ-Kadir 131 suara, disusul OSO-Lyong dengan 11 suara, Akil-Mecer 10 suara dan 6 suara rusak.
Hal sebaliknya terjadi di TPS 08 Komsos, Jalan Imam Bonjol. Di TPS yang penduduknya agak dominan Melayu, UJ-Kadir jadi pemenang dengan 168 suara, Cornelis-Christiandy 119 suara, OSO-Lyong 62 suara dan Akil-Mecer 22 suara, suara rusak 11.
Hal sama terjadi di TPS 07 Ramayana, Jalan Tanjungpura. UJ-Kadir memperoleh 141 suara, Cornelis-Christiandy 102 suara, Akil-Mecer 52 suara dan OSO-Lyong 45 suara, dan suara rusak 8.
TPS 05 Gang Asean, Jalan Tanjungpura. Disini Cornelis-Christiandy kembali mendulang 201 suara, disusul UJ-Kadir 142 suara, OSO-Lyong 30 suara dan Akil-Mecer 12 suara dan suara rusak 6 buah.
Selanjutnya di TPS 04 Gang Bayu, Jalan Tanjungpura, UJ-Kadir kembali mendapat simpati dengan 168 suara, Cornelis-Christiandy 135 suara, OSO-Lyong 61 suara dan Akil-Mecer 60 suara. Suara yang dinyatakan rusak 6 buah.
Di TPS 12 Yamaha Center, Jalan Tanjungpura. Cornelis-Christiandy unggul dengan 140 suara, UJ-Kadir 134 suara, OSO-Lyong 22 suara, Akil-Mecer 21 suara dan suara rusak 5 buah.
TPS 10 Jalan Setia Budi, pasangan Cornelis-Christiandy mendulang 253 suara, disusul UJ-Kadir dengan 136 suara, OSO-Lyong 11 suara, Akil-Mecer 7 suara dan 3 suara dinyatakan rusak.
Di TPS 06 Jalan Melapi, Cornelis-Christiandy meraup 169 suara disusul UJ-Kadir 61 suara, OSO-Lyong 2 suara, Akil-Mecer 2 suara dan 2 suara dinyatakan rusak.
TPS 17 Gajahmada Mall, Jalan Gajahmada, Cornelis-Christiandy memproleh 95 suara, UJ-Kadir 87 suara, Akil-Mecer 7 suara, OSO-Lyong 4 suara dan suara rusak 28 buah.
TPS 16 Yayasan Bhakti Suci, Jalan Gajahmada, Cornelis-Christiandy unggul tipis dengan 96 suara, UJ-Kadir 74 suara, OSO-Lyong 12 suara, Akil-Mecer 7 suara. Sedangkan TPS 8 Jalan WR Supratman, Cornelis-Christiandy 117 suara, UJ-Kadir 99 suara, OSO-Lyong 7 suara, Akil-Mecer 7 suara dan suara rusak 2 buah.
TPS 13 Gang Waru, Cornelis-Christiandy meraup suara maksimal dengan 239 suara, UJ-Kadir 79 suara, OSO-Lyong 15 suara, Akil-Mecer 3 suara dan suara rusak 1 buah.
Bukan hanya itu, di kawasan pecinan yang mayoritas pemilih warga Tionghoa, pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini selalu unggul dari lawan-lawannya. Seperti di pusat pertokoan Nusa Indah, Siantan dan pemukiman padat lingkungan Gang Mentuka, Jalan Selat Sumba Siantan Tengah. Rata-rata pemilih memberikan suaranya untuk pasangan nomor urut 4 ini.
Kalah di Basis Polri
Ini agak mengherankan. Selain telah menyatakan dukungannya kepada Cornelis lewat Tim Setia, ternyata Cornelis-Christiandy kalah di basis Polri.
Padahal selama kampanye Sekjen DPP Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) sudah keliling Kalbar “memasarkan” Cornelis yang tak lain adalah Ketua DPD KBPPP Kalbar.
Sebagai salah seorang anak polisi, Cornelis adalah sosok yang sudah tak asing di lingkungan Polri. Apalagi dia sudah dua periode memimpin ormas keluarga Polri tersebut, dimana Kapolda sebagai penasehatnya.
Tapi apa yang terjadi? Dalam pemilu gubernur kemarin, pasangan yang mengusung jargon persatuan dan demokrasi ini justru tidak didukung ormas yang membesarkannya. Dan pilihan itu sangat rasional bila dilihat dari segi etnisistas dan agama.
Sebagai gambaran, di TPS 21 Asrama Polri Jalan Ali Anyang, pemilih memberikan suaranya kepada incumbent UJ-Kadir dengan 294 suara, lalu disusul OSO-Lyong 50 suara, Cornelis-Christiandy 38 suara dan Akil-Mecer 32 suara.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
21:15
0
komentar
Selasa, 13 November 2007
Drs. Cornelis, MH
1. Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Jajarannya se-Kalimantan Barat, atas bantuan fasilitas umum selama masa kampanye Pilgub Kalbar 2007.
2. TNI/ Polri dan Jajarannya se-Kalimantan Barat atas fasilitas pengamanan selama berlangsungnya kampanye, sehingga acara kampanye berlangsung tertib dan lancar.
3. Seluruh Masyarakat Kalimantan Barat atas partisipasinya mengikuti jalannya kampanye serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat, sehingga Kalbar tetap kondusif.
Pada kesempatan ini juga, saya Drs. Cornelis, MH-Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM dan Tim Kampanye menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat, atas ketidaknyamanan selama massa kampanye.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:10
0
komentar
Drs. Cornelis, MH
1. Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Jajarannya se-Kalimantan Barat, atas bantuan fasilitas umum selama masa kampanye Pilgub Kalbar 2007.
2. TNI/ Polri dan Jajarannya se-Kalimantan Barat atas fasilitas pengamanan selama berlangsungnya kampanye, sehingga acara kampanye berlangsung tertib dan lancar.
3. Seluruh Masyarakat Kalimantan Barat atas partisipasinya mengikuti jalannya kampanye serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat, sehingga Kalbar tetap kondusif.
Pada kesempatan ini juga, saya Drs. Cornelis, MH-Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM dan Tim Kampanye menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat, atas ketidaknyamanan selama massa kampanye.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
08:48
0
komentar
Label: Pilkada
Senin, 12 November 2007
Janji Terakhir Calon Gubernur
Budi Rahman
Borneo Tribune, Pontianak
Setelah puas berjanji tanpa ada yang bertanya selama berkampanye, para kandidat harus menjawab sederet tanya dari para pakar. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari 5 orang panelis dalam debat publik calon Gubernur Kalbar 2008-2013 mewarnai malam terakhir jual janji.
Jalan masuk ke Hotel Santika tadi malam, Minggu (11/11) steril. Mulai dari perempatan menuju Jalan Diponegoro akses ditutup untuk warga, aparat Kepolisian dengan tegas menanya mereka yang hendak melintas. Pun demikian keadaannya di lokasi kegiatan. Suasana sudah ramai mulai dari pelataran hotel. Tak sedikit kalangan yang tertahan di halaman hotel karena tak mampu menembus ring-ring pengamanan yang diterapkan secara berlapis.
Di Balai Kencana, Hotel Santika panitia dan undangan yang beroleh akses telah ramai menikmati konsumsi. Beberapa waktu berselang, saat jarum jam belum genap menunjuk angka 8, Sandrina Malakiano sang pengatur lalu lalang dialog memulai acara.
“Debat publik ini merupakan akhir dari tahap kampanye. Tak ada satupun warga yang mau beli kucing dalam karung. Hari ini kita buka karungnya,” kata presenter Metro TV ini membuka acara.
Usai Sandrina membuka acara, respon hadirin undangan langsung kelihatan. Tak sedikit yang mendongak bahkan berdiri untuk melihat sosok Sandrina dan jago-jagonya tampil di podium.
Sandrina membacakan aturan main debat. 2 menit untuk setiap panelis bertanya dan 2 menit pula untuk para kandidat menjawab. Terakhir Sandrina mengabarkan pada kandidat di sesi terakhir para kandidat untuk mengungkapkan janji terakhir dan sikap jika terpaksa harus “KO” dari pertarungan.
Sederet panelis bertanya sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Ada Prof Dr Redatin untuk ranah sosial, Dr Fariastuti untuk urusan ekonomi, Dr Aloysius Mering untuk perkara pendidikan, Prof Dr. Herujono Hadisuparto untuk masalah lingkungan dan Dr. Hermansyah untuk aspek hukum. Kesemua mereka bertanya sesuai dengan kedudukan mereka sebagai pakar di bidangnya.
“Sebagai incumbent kita akan meneruskan pembangunan yang telah kita lakukan,” kata UJ saat membuka paparan visi misinya. “Saya memang merasa sebagai orang yang baru mulai,” kata OSO menanggapi pernyataan UJ. Kemudian berturut-turut kandidat nomor 3 dan 4 menyajikan kata kunci dalam penyampaian visi-misinya.
Akil membacakan visi-misinya. Relatif detil karena dia memegang konsepnya. Nyaris sama dengan UJ, dan hanya OSO yang menguraikan di luar kepala. Sedangkan Cornelis juga membacakan detil-detil visi-misinya, namun sayang pita suaranya terganggu sehingga terdengar serak-serak parau. Dan untuk itu Cornelis sempat tersenyum dan menyatakan maaf suaranya hilang. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh betapa semangatnya Cornelis berorasi saat kampanye terakhir di lapangan terbuka.
Usai para kandidat menyampaikan visi-misi singkatnya, Sandrina sang moderator menggoda para kandidat dengan celetukannya yang khas. “Mudah-mudahan para Calon Gubenur kita bisa bersabar berdiri selama 2 jam untuk nanti duduk 5 tahun ke depan sebagai Gubernur,” katanya disambut aplaus hadirin.
Mulai dari masalah pendidikan, budaya, korupsi hingga lingkungan dipertanyakan oleh para panelis. Para kandidat pun menjawab dengan solusi dan gayanya masing-masing. UJ dengan gayanya yang sopan dan teratur, OSO dengan pembawaannya yang santai penuh satire. Juga Akil dengan wawasan dan teori-teorinya yang dalam dan Cornelis yang tegas dan lugas menjawab mewarnai dinamika debat menjadi benar-benar hidup.
Pada awal sesi tak semua kandidat menjawab dengan lugas, ada yang masih berusaha menyusaikan diri, ada pula yang belum “ngeh” dengan pertanyaan para panelis yang pandai membuat pertanyaan gampang-gampang susah itu.
OSO yang blak-blakan menjawab akan merekrut Dr. Fariastuti untuk menangani masalah kemiskinan saat ia tak begitu memahami istilah-istilah teknis yang dilontarkan ahli ekonomi ini. UJ selalu menjawab dengan data dan penghargaan-penghargaan yang diberikan pemerintah pusat saat ditanya tentang indikator-indikator kemiskinan. Akil menjawab dengan logika dan bukti yang telah dikumpulkannya selama mengunjungi lebih dari 1300 desa di Kalbar. Pun demikian halnya dengan Cornelis yang menjawab dengan pengalamannya selama meniti karir sebagai birokrat.
Usai dua putaran para panelis bertanya pada para kandidat, tiba giliran Sandrina menanyai para kandidat. Pertama Sandrina bertanya alasan para kandidat merasa pantas untuk dipilih warga. UJ menjawab karena dia sudah terbukti dan teruji sereta berhasil membawa maju Kalbar baik di bidang politik, ekonomi hingga stabilitas keamanan, OSO menjawab karena kemiskinan masih menjadi predikat Kalbar sehingga ia selaku pengusaha dan tokoh sukses mau balik kampung membangun Kalbar.
Akil menjawab karena Kalbar perlu perubahan sehingga ia mau tampil menyejahterakan. Akil-Mecer mengaku adalah pasangan terbaik.
Cornelis menjawab karena persatuan dan demokrasilah yang akan membuat Kalbar maju dan sejahtera. Ia mengaku paling ganteng dan piawai di pemerintahan sedangkan calon wakilnya di bidang pendidikan.
Terakhir Sandrina Malakiano memberikan kesempatan buat para kandidat untuk menyampaikan janji politiknya dan sikapnya jika harus menerima kenyataan pahit tidak menang. Sang incumbent UJ-LHK yang diberikan waktu 3 menit to the point. “Saudara-saudara jangan lupa datang ke TPS tanggal 15 nanti. Coblos nomor 1 karena sudah terbukti sudah teruji bukan janji-janji. Seandainya kalah saya akan mendukung siapapun Gubernur terpilih nanti,” kata UJ langsam.
OSO menjawab dengan senyum, janji penuntasan persoalan kemiskinan dan kesehatan tetap disampaikan oleh OSO. “Kami ini nomor 2, nomor 2 itu artinya peace. Damai. Persaudaraan. Kemenangan,” kata OSO.
Namun sayangnya saat diminta komentarnya bila kalah, kandidat nomor 2 ini berkelit optimis. “Kita tidak boleh berandai-andai. Saya maju untuk menang, kalau saya tahu saya kalah saya tidak maju,” tegasnya. Jawaban simplistis lain ditambahkan Lyong. “Ingat nomor 1 dibuka, nomor 2 dicoblos, nomor 3 dilipat, nomor 4 dimasukkan ke kotak,” katanya.
Akil juga tak mau kalah optimis. “Karena kami yang terbaik. Bukti dan pengalaman sudah kami miliki. Mari lakukan perubahan,” kata Akil. Mecer menambahi kalimat Akil sekaligus menanggapi pernyataan Lyong. “Nomor satu dibuka, nomor 2 dilihat, nomor 3 dicoblos, nomor 4 dilipat dan dimasukkan ke kotak suara,” kata Mecer.
Giliran Cornelis menyampaikan janjinya. “Kalau mau pengalaman kitalah ahlinya. Soal pemerintahan dan pendidikan itu makanan kita. Nomor 4 itu kalau dibalik jadi kursi, kita tinggal duduk aja,” kata Cornelis.
Jika kalah dalam pertarungan tanggal 15 November, Cornelis mengaku sudah siap. “Kita siap menang terhormat, kalah juga terhormat, tapi kalau kalah kita itu karena dizolimi..nanti dulu akan kita perkarakan ke pengadilan,” kata Cornelis seraya mengulangi jargon bersatu kita menang.
Usai para kandidat menyampaikan janji dan menebar pesona kepada publik, acarapun disudahi. Sebelum bubar para kandidat sempat berpose bersama. Tidak terlihat ketegangan dan persaingan sengit antarkandidat kepala daerah itu. Tadi malam kegiatan tebar janji para kandidat telah berakhir. 3 hari ini warga diberi kesempatan untuk berfikir jernih dan sehat untuk memilih Gubernur yang terbaik. ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
08:36
0
komentar
Sabtu, 10 November 2007
Doa Seorang Ibu...
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:34
0
komentar
Kharisma Sang Pemersatu
Masyarakat harus rela jalan kaki menuju lokasi kampanye yang bertempat di lapangan bola Badranadi, sejauh 2 kilometer. Saking ramai, kendaraan parkir di Pal 2 dan Kampung Raja. Namun demikian kemacetan tetap terjadi di sepanjang jalan kota Ngabang, itulah bukti Kharisma kepemimpinan Cornelis—sang Pemersatu.
Dua buah panggung dibangun untuk menampung artis, juru kampanye dan para undangan. Tak tanggung-tanggung Trio Macan, Inul Daratista dan Anissa Bahar diboyong untuk menyemarakkan acara.
Tampil sebagai Jurkam, selain pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya, adalah Agustinus Sukiman, si sulung, dr. Karolin Margret Natasa, Krisantus Kurniawan, Sujiwo, Sekjen KBPPP. Selain itu ada pula puisi dari Moses Are, dan lagu ciptaan Yanto Titi Uma berjudul ‘Seteant ati’. Dukungan kepada Cornelis sang pemersatu terus mengalir. Karena memiliki kemampuan dalam bidang pemerintahan dan mampu meningkatkan SDM serta dapat melayani masyarakat Kalbar. Bila PDI-P sediri memberikan dukungan penuh kepada pasangan Cornelis-Sanjaya, begitu pula masyarakat Landak sepakat memberikan dukungan penuh, dan akan menghantarkan pasangan Cornelis-Sanjaya menjadi Gubernur Kalbar periode 2008-2013. Tampak diantara tamu undangan, ibu JC. Oevaang Oeray.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:31
1 komentar
Kharisma Cornelis “Goyang” Landak

Oleh: Arthurio Oktavianus
Para pendukung calon Guberur dan Wakil Gubernur periode 2008-2013 dan bernomor urut 4 ini berdatangan dari seluruh pelosok wilayah Landak. Pukul 12.30, dengan teratur simpatisan tersebut terlihat memarkir kendaraan yang mereka tumpamgi di pal 2.
Dengan berjalan kaki, mereka menuju ke lokasi kampanye yang berjarak sekitar 2 kilometer. Atribut yang mereka kenakan, antara lain baju dan ikat kepala yang bergambar pasangan calon yang mereka usung. Tampak pula berjalan diantara kerumunan massa adalah anggota DPR RI, Agustinus Clarus. Dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Tepat pukul 13.13, kampanye diawali dengan lagu Indonesia Raya. Kampanye yang bertepatan dengan hari Pahlawan ini, mengguncang kota intan dengan lautan massa yang ‘memerah’. Tak hanya lapangan, tampak pula simpatisan berjubel pada bangunan yang sedang dibangun dan teras loteng rumah di sampingnya, yang berada di seberang jalan.
Tampil sebagai juru kampanye pertama adalah Ketua DPC PDI-P Landak, Minsen, SH, MH. Dalam orasi politiknya, Minsen menyatakan dukungannya kepada pasangan Cornelis-Sanjaya karena kepemimpinan yang sudah ditujukkan Cornelis selama ini bukan hanya isapan jempol belaka. “Cornelis membuktikan kepemimpinannya dalam hal pembangunan di Landak ini,” serunya. Terlebih latar belakang Cornelis dalam hal pemerintahan sehingga ia tahu cara untuk memimpin rakyatnya.
Minsen juga mengatakan bahwa secara fisik dan mental pada sosok Cornelis sendiri sudah diakui dengan verifikasi yang sudah dijalaninya. Karenanya, lanjut Minsen, kualifikasi kepemimpinan Cornelis tidak perlu diragukan lagi.
Suasana kampaye semakin bergemuruh ketika Trio Macan tampil setelah orasi politik tersebut. Dengan alunan lagu ‘Kucing Garong’, Trio Macan mengajak simpatisan untuk berjingkrak. ‘Korban’ tarian Trio Macan tak hanya manusia. Tiang besi penyanggah panggung sisi kiri dan kanan juga mereka naiki. Seraya menari dan berjoged, mereka juga sangat komunikatif dengan para simpatisan yang hadir.
Siraman air dari petugas yang berada pada sebuah truk di antara kerumunan massa memberikan kesegaran di tengah panasnya cuaca.
Tokoh yang dinanti-nantikan para pendukungnya pun tampil membawakan orasi setelah Trio Macan tampil. Cornelis tampil dengan penuh kharisma di depan publiknya. “Saya siap memimpin Kalimantan Barat,” ujarnya. Di bawah payung PDI-P, Cornelis mengatakan bahwa mengenai politik, pemerintahan dan keamanan akan ia bawa masyarakat ke dalam pembangunan.
Cornelis juga mengajak simpatisannya untuk besama berjuang. “Kita bersama berjuang bersama kaum proletar, kaum tertindas, dan wong cilik,” ujarnya. Bahkan tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan bahasa yang ada. Cornelis bertekad menjalankan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), di mana bagian dari pembangunan adalah SDM.
Pembangunan dalam hal ekonomi kerakyatan juga menjadi program Cornelis. Hal ini dijalankan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. Orasi Cornelis sempat terhenti sebentar karena ada seorang simpatisan yang pingsan dalam kerumunan massa. Simpatisan tersebut segera mendapatkan pertolongan dari tim medis yang selalu mengikuti kampanye Cornelis.
Tampil pula sang wakil, Christiandy Sanjaya, wakil ketua DPD PDIP, Agustinus Sukiman, SH, putri sulung Cornelis, Karolin Margret Natasa, Krisantus Kurniawan, Ketua DPC PDIP Sanggau, Sujiwo SE Ketua DPC PDIP Kabupaten Pontianak, dan Sekjen KBPPP. Selain itu ada pula puisi dari Moses Are, dan lagu ciptaan Yanto Titi Uma berjudul ‘Seteant Ati’.
Hiburan dari ratu ngebor, Inul Daratista. Juga mengajak simpatisan yang hadir semakin bersemangat. Lengkap dengan goyang patah-patah dari Anissa Bahar.
Tampak hadir ibu JC. Oevaang Oeray diantara tamu undangan, guna memberikan dukungannya kepada calon Gubernur yang berasal dari Landak ini. Masih ada sederetan tim kampanye diantaranya, Makarius Sintong, SH, MH, Drs. Cornelius Kimha, M.Si, William Amat, BA dan Drs. SM Kaphat.Sebagai penutup kampanye terbuka bagi seluruh kandidat ini Cornelis berhasil ‘menggoyang’ Landak dengan kharisma kepemimpinannya. Lengkap dengan goyangan spektakuler dari Trio Macan, Inul Daratista dan Anissa Bahar. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:25
3
komentar
Pendukung Fanatik
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:23
0
komentar
Bersama Artis Pendukung
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:19
0
komentar
Aksi Trio Macan di Ngabang
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:17
1 komentar
Jumat, 09 November 2007
Untuk Satu Tujuan…
Polisi berusaha keras memandu perjalanan Cornelis menuju tempat kampanye. Teriakan ‘hidup Cornelis’ serta lambaian tangan terlihat di sepanjang jalan.
Saat di panggung, Cornelis disambut dengan tarian multi etnis. Terlihat puluhan ribu massa sudah menanti sang Pemersatu. Dan atraksi Trio Macan, Inul Daratista, Citra KDI dan Eri Susan, menyemarakkan suasana.
Walau terdiri dari berbagai suku, agama, dan bahasa seperti yang tersirat dalam syair ‘Dangdut is the music of my country’ milik Project Pop. Tapi dangdut dapat menyatukan itu semua. Demikian juga dengan Cornelis-Christiandy Sanjaya. Hadir untuk mempersatukan kita semua. “Bersatu Kita Menang”. Cornelis kampanye di dunia maya, klik: www.corneliscenter.blogspot.com.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
08:09
0
komentar
Penuh Kharisma dalam Memimpin
Cornelis adalah pemimpin yang ideal perpaduan kharisma dan pendidikan. Baca Selengkapnya...
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
08:05
0
komentar
Disambut Tarian Multi Etnis
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
08:00
0
komentar
Massa Cornelis Tumpah di Sanggau
Kampanye pasangan calon Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH- Drs. Cristandy Sanjaya, SE, MM, Kamis (9/11) di Stadion Glora Pancasila Sanggau berlangsung sukses. Massa yang datang dari berbagai daerah di Bumi Dara Nante tumpah ruah.
Mereka ingin memberikan dukungan sepenuhnya kepada calon nomor urut 4 yang diusung PDI Perjuangan tersebut. Sebelum berkumpul di gelora Pancasila Sanggau Permai. Masa terlebih dahulu mengikuti iring-iringan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari arah Jalan Jendral Sudirman. Masa tampak simpatik dengan sang idola. Mereka meneriakan hidup Cornelis… hidup Cornelis, ketika berpapasan dengan para pendukung.
Saking banyaknya massa dan iring-iringan kendaraan. Lalu lintas sempat macet. Kendaraan para pendukung pun tidak bisa melaju. Para pengendara tampak berhati-hati mengendarai kendaraannya. Karena jalan menuju lokasi kampanye banyak tanjakan dan turunan cukup tajam.
Kampanye Cornelis dan Cristandy Sanjaya, dibuka dengan lagu Maju Tak Gentar yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Usai lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang arwah para pejuang. Tarian multi etnis yang terdiri Dayak, Melayu dan Tionghoa juga ditampilkan saat itu.
Ketua Tim Kampanye Kabupaten Sanggau, Krisantus Kurniawan, S.IP, M.Si, memberikan semangat kepada massa pendunkung. Mengungkapkan strategi yang akan dibuat Cornelis-Cristandy adalah untuk kesejahteraan rakyat Kalbar, syaratnya, masyarakat mencoblos No. 4 dalam Pilgub, 15 November mendatang. ”Jangan lupa pada tanggal 15 November nanti, coblos nomor 4,” ajak Krisantus dengan suara nyaring.
Inul Daratista dan Trio Macan yang didatangkan dalam kampanye tersebut, memukau para pendukung yang hadir. Mereka berjingkrak-jingkrak dan bergoyang mengikuti irama dangdut. Terlebih ketika tiga dara manis tersebut mendendangkan lagu andalanya kucing garong.
Setelah puas dengan goyang dangdut. Cornelis yang dijuluki sang pemersatu wong cilik itu, menyampaikan pidato politiknya.
“Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani,” teriak Cornelis untuk mengugah semangat para pendukungnya.
Cornelis berjanji akan melakukan perubahan, termasuk memekarkan Kabupaten Sanggau menjadi dua bagian. Dengan membentuk Kabupaten Sekayam, jika ia terpilih nanti.
Ia sudah merancang bagaimana skenario untuk pemekaran wilayah tersebut dengan mantan Bupati Pontianak Drs, Cornelius Kimha, M.Si.
“Ia telah terbukti mampu memekarkan kabupaten baru yaitu Landak dari Kabupaten Pontiaanak,” terangnya.
“Untuk coblos No 4 tanggal 15 November nanti,” ingatnya.
Setelah Cornelis dan Cornelius Kimha memberikan orasi politiknya. Artis Ibu Kota yang terkenal dengan goyang ngebornya Inul Daratista, ditampilkan untuk menghibur masa. Inul, meneriakan yel-yel untuk mendukung Cornelis. Ia mengajak salah satu pendukung naik ke panggung untuk bergoyang ria. Selain itu Eri Susan juga ikut menyemarakan kampanye Cornelis.
Secara bergantian, para jurkam Cornelis menyampaikan orasi politik sesuai kondisi riil Kalimantan Barat, diantaranya Makarius Sintong, SH, MH, William Amat, BA, Sujiwo, SE, dan Martinus Sudarno, SH. Saking banyaknya massa, sang Pemersatu sampai terlambat tiba di panggung. Namun itu tidak mengurangi semangat perjuangan, massa tetap semangat dengan hiburan artis ibukota dan iringan Madonna Band dari Pontianak.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
07:56
0
komentar
Doa yang Tulus...
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
07:51
1 komentar
Akrab dengan Masyarakat Sanggau
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
07:46
0
komentar
Kamis, 08 November 2007
Massa Cornelis Banjiri Sekadau
Bukti ketokohan Cornelis semakin jelas di Sekadau. Lapangan sepak bola EJ Lantu tak menampung massa yang menghadiri kampanye monologisnya, Kamis (8/11) siang kemarin.
Sebelum melakukan kampanye terbuka di Bumi Lawang Kuari itu, Cornelis yang terkenal sangat religius itu bertandang ke Paroki Sekadau. Di Paroki Salib Suci ini Cornelis dan keluarga diterima oleh Pastor Enzo, Cp dan Pastor Petrus, Cp. Di sini, kandidat gubernur nomor urut 4 ini berbincang seputar perkembangan Gereja Katolik di Sekadau.
Sebelum meninggalkan paroki, Cornelis dan keluarga mendapat berkat dari kedua pastor asal Italia itu. “Semoga perjuangan menuju kursi Gubernur Kalbar diberkati Tuhan”.
Cornelis dan tim kampanye yang terdiri dari dr. Karolin Magret Natasa, Martinus Sudarno, William Amad, BA, Makarius Sintong, SH, MH, Sujiwo dan Sekjen DPP KBPPP dan tokoh dari berbagai etnis menuju arena kampanye yang dipusatkan di lapangan sepak bola EJ Lantu Sekadau.
Di lapangan sepak bola EJ Lantu, puluhan ribu massa yang dihibur artis ibukota Jakarta, Inul Daratista, Citra Ria KDI dan Trio Macan dengan iringan Madonna Band Pontianak, setia menunggu kedatangan sang Pemersatu.
Tiba waktunya kampanye, Cornelis disambut dengan upacara adat Dayak Sekadau. Yel yel “hidup Cornelis”, “hidup Cornelis gubernur baru”, membahana dari lautan massa. Sekadau betul-betul bergetar oleh massa! Saat mendekati panggung, massa histeris menyebut nama Cornelis, dan dibalas lambaian tangan dengan empat jari oleh Cornelis yang selalu memakai rompi motif Dayak. Di sini kembali Cornelis membuktikan bukan cuma dekat dengan tokoh-tokoh rohaniawan tapi juga dekat dengan rakyat kecil.
Upacara adat bukti keseriusan masyarakat Sekadau mendukung Cornelis-Christiandy Sanjaya menjadi Gubernur Kalbar periode 2008-2013. Cornelis bertekat untuk melakukan perubahan dan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan primordial, bukan sukuisme.
“Saya ingin menunjukkan kepada saudara-saudara bahwa kita ini sebangsa dan setanah air, dan semua diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin karena Indonesia bukan terdiri dari satu bangsa tapi bermacam-macam suku bangsa dan agama,” tegasnya, disambut teriakan “hidup ornelis…gubernur baru …”.
Karena bermacam-macam suku bangsa dan agama itu, maka kita perlu bersatu untuk membangun Kalbar. “Mari bersatu dengan mencoblos nomor 4 pada 15 November nanti. Bersatu kita menang,” kata Cornelis membakar semangat perjuangan rakyat.
Kesempatan itu juga Cornelis menegaskan konsep revolusi dalam membangun Kalbar. “Jangan takut dengan kata revolusi, untuk membangun agar cepat dirasakan masyarakat, kita harus merubah pola pikir dan kebijakan pembangunan yang dilaksanakan selama ini,” tegas Cornelis.
“Bila terpilih, saya akan memperhatikan pembangunan infrastruktur dan pembangunan daerah pedalaman yang selama ini dianaktirikan. Bila bapak/ibu ke Pontianak, apa ada jalan yang berlubang di wilayah Kabupaten Landak?” tanya Cornelis. “Tidak ada,” jawab massa.
Nah itu bukti saya mengutamakan pembangunan infrastruktur. Belum lagi kebijakan pembangunan, kita harus berani mengubahnya. Pembangunan itu kewajiban pemerintah. “Saya konseptor di bidang pembangunan di samping administrator yang memang dipersiapkan pemerintah,” tegasnya.
Jadi jangan ada lagi keragu-raguan untuk memilih Cornelis dan Christiandy Sanjaya. “Coblos nomor 4 pada 15 November nanti,” pinta Cornelis sambil meminta Inul Daratista memperagakan coblos nomor 4 tepat di gambar dirinya.
Jumat (9/11) hari ini, sang Persatu dan tim kampanyenya akan mengadakan kampanye terbuka di Kabupaten Sanggau yang akan dipusatkan di Kota Sanggau. Sederet Jurkam disiapkan seperti Drs. SM Kaphat, Makarius Sintong, SH, MH, William Amad, BA, Ronny Nikolas Ranggie, Sujiwo, SE, Sekjen DPP KBPPP dan sejumlah tim kampanye Cornelis-Christiandy Sanjaya. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:18
0
komentar
Sang Pemersatu Getarkan Sekadau
Di lapangan sepak bola EJ Lantu, puluhan ribu massa yang dihibur artis ibukota Jakarta, Inul Daratista, Citra Ria KDI dan Trio Macan dengan iringan Madonna Band Pontianak, setia menunggu kedatangan sang Pemersatu.
Tiba waktunya kampanye, Cornelis disambut dengan upacara adat Dayak Sekadau. Yel yel “hidup Cornelis”, “hidup Cornelis gubernur baru”, membahana dari lautan massa. Sekadau bergetar! Saat mendekati panggung, massa histeris menyebut nama Cornelis, dan dibalas lambaian tangan dengan empat jari oleh Cornelis yang selalu memakai rompi motif Dayak. Disini kembali Cornelis membuktikan bukan cuma dekat dengan tokoh-tokoh rohaniawan tapi juga dekat dengan rakyat kecil.
Upacara adat bukti keseriusan masyarakat Sekadau mendukung Cornelis-Christiandy Sanjaya menjadi Gubernur Kalbar periode 2008-2013. Cornelis bertekat untuk melakukan perubahan dan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan primodial, bukan sukuisme. “Saya ingin menunjukkan kepada saudara-saudara bahwa kita ini sebangsa dan setanah air, dan semua diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin karena Indonesia bukan terdiri dari satu bangsa tapi bermacam-macam suku bangsa dan agama,” tegasnya, disambut teriakan “hidup Cornelis…gubernur baru …”.
Karena bermacam-macam suku bangsa dan agama itu, maka kita perlu bersatu untuk membangun Kalbar. “Mari bersatu dengan mencoblos nomor 4 pada 15 November nanti. Bersatu kita menang,” kata Cornelis membakar semangat perjuangan rakyat.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:14
0
komentar
Disambut Secara Adat
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:11
0
komentar
Aksi Trio Macan
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:07
0
komentar
Bersama Pastor Paroki Sekadau
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:03
0
komentar
Rabu, 07 November 2007
Bersatu di Kota Juang
Teriakan histeris massa seketika bergema saat iring-iringan belasan mobil dan satu truk logistik memasuki Nanga Pinoh. Sambutan hangat Masyarakat Kota Juang tersebut langsung dibalas lambaian tangan dengan empat jari oleh Cornelis yang berdiri dari dalam mobil. Semua bersatu di Kota Juang. Tiga artis ibukota pun diboyong yaitu Inul Daratista, Citra Ria KDI, dan Eri Susan. Dalam pidato politiknya Cornelis menegaskan, ini bukan pemilihan kepala suku atau pemimpin agama tapi pemilihan gubernur Kalbar. “Visi misi saya jelas untuk membangun Kalbar,” tegas Cornelis.
Kampanye Cornelis selalu tampil beda, selain menghadirkan tokoh masyarakat yang mendukungnya, juga ada pembacaan puisi, tarian tradisional seperti Dayak, Melayu dan Kuda Lumping dari warga Transmigrasi di Kabupaten Melawi. Perpaduan antara seni (hiburan) dan politik ini dimaksudkan agar massa tidak bosan dalam mengikuti kampanyenya. Massa yang meluber hingga ke pasar tersebut membuat pasar Nanga Pinoh yang membentuk lurus dengan jalan macet selama dua jam. Walau begitu, kampanye pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu berjalan aman dan lancar. Tepat pukul 16.00 massa membubarkan diri dengan tertib. Kepada massa Cornelis berpesan jangan lupa tanggal 15 November mencoblos nomor 4.Kamis (8/11) hari ini, Cornelis-Christiandy memulai kampanye di Zona III yang meliputi Kabupaten Sekadau, Sanggau dan Kabupaten Landak. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan KPUD Provinsi Kalbar, Cornelis akan mengakhiri kampanye terbukanya di Ngabang, Kabupaten Landak. Kunjungi juga: www.cornelis-kb1.blogspot.com.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
23:30
0
komentar
Cornelis Kuasai Melawi
Kandidat Gubernur Kalbar nomor urut 4, Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM mengakhiri kampanye terbuka di zona IV yang meliputi Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Melawi. Di tiga lokasi kampanye tersebut, pasangan yang mengandalkan wong cilik ini selalu diserbu massa fanatiknya.
Rabu (7/11) kemarin giliran lapangan sepakbola Kecamatan Nanga Pinoh menjadi lautan massa. Sejak pukul 11.00 massa yang berasal dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Melawi mulai bergerak menuju Nanga Pinoh untuk menyaksikan kampanye terbuka calon gubernur baru, yakni pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya dan sejumlah jurkam baik provinsi maupun daerah.
Kampanye selalu dibuka dengan lagu-lagu perjuangan, yakni Maju Tak Gentar. Jurkam yang tampil perdana adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Melawi, Drs. Kluisen. Dalam orasi politiknya, Kluisen mengajak masyarakat Kabupaten Melawi memberikan suaranya kepada Cornelis pada pilkada 15 November nanti.
“Marilah kita mendukung pak Cornelis, karena beliaulah yang faham dengan kondisi pembangunan di Kalbar. Jangan berharap dengan orang-orang yang hanya menginginkan kekuasaan,” pinta Kluisen.
Melihat lapangan sepakbola yang penuh sesak dengan massa yang sejak lama menantinya, Cornelis mengatakan, itu sebagai bukti dukungan masyarakat kepadanya. Selain mengajak masyarakat untuk memilik nomor 4 pada tanggal 15 November nanti, Cornelis kembali membakar semangat perjuangan masyarakat dengan jargon-jargon andalannya, seperti mengangkat isu kemiskinan, pendidikan yang rendah, keterbelakangan dan masalah pembangunan yang pincang.
Dalam kesempatan itu Cornelis menegaskan tekadnya membangun Kalbar, bahkan bila terpilih akan mempercepat lahirnya Provinsi Kapuas Raya yang saat ini tengah menjadi aspirasi masyarakat lima kabupaten yakni, Sintang, Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu. “Saya akan memperjuangkan provinsi baru tersebut menjadi provinsi khusus di Kalimantan ini,” tegasnya.
Pasar Macet
Massa yang rata-rata wong cilik tersebut tidak hanya memadati lapangan sepakbola Nanga Pinoh saja, tapi meluber hingga ke pasar. Tak ayal lagi, pasar yang membentuk jalan utama dalam kota Nanga Pinoh itu macet selama kurang lebih dua jam.
Kemacetan semakin parah saat massa yang membubarkan diri usai mengikuti kampanye Cornelis tepat pukul 16.00 WIB. Walau terjadi kemacetan, massa pulang ke rumah masing-masing secara tertib.
Selama tiga hari menggelar kampanye di zona IV, kandidat gubernur yang diusung PDI Perjuangan ini selalu ramai diikuti massa. Di Putussibau, Cornelis-Christiandy mampu memerahkan Gor Uncak Kapuas, lalu di Sintang, massa menyemut di Stadion Banting. Kemarin giliran lapangan sepakbola Nanga Pinoh jadi saksi bisu tumpahan massa.Hari ini, Cornelis-Christiandy memulai kampanye di Zona III yang meliputi Kabupaten Sanggau, Sekadau dan Kabupaten Landak. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan KPUD Provinsi Kalbar, Cornelis akan mengakhiri kampanye terbukanya di Ngabang, Kabupaten Landak.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
23:05
0
komentar
Selamat Datang di Kota Juang
Kandidat gubernur Kalimantan Barat nomor urut 4, Drs. Cornelis, MH dan rombongan memasuki kota Nanga Pinoh, ibukota Kabupaten Melawi. Kedatangan Cornelis dielu-elukan masyarakat di Kota Juang tersebut. Selamat datang di Kota Juang!
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:59
1 komentar
Selamat Datang di Kota Juang
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:47
0
komentar
Label: Pilkada
Wong Cilik
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:42
1 komentar
Massa Cornelis Menyemut di Stadion Baning Sintang
Puluhan ribu massa pendukung pasangan cagub-cawagub Cornelis-Cristiandy Selasa (6/11) siang kemarin memadati Stadion Baning. Mereka seolah ingin menepis bahwa Cornelis adalah calon gubernur untuk etnis tertentu, padahal tidak. Ia nasionalis.
Pembukaan kampanye diawali dengan penampilan berbagai tarian dari beberapa etnis. Kuda lumping, tari baliant dan tari rampak melayu dengan masing-masing iringan musik yang khas menjadi bukti bahwa Cornelis ingin menyatukan semua perbedaan tersebut.
“Saya siap untuk memimpin dan menata Kalbar. Saya siap jiwa, raga dan nyawa untuk rakyat Kalbar. Supaya pembangunan bisa dirasakan oleh semua kalangan termasuk wong cilik,” teriak Cornelis yang dapat julukan sang pemersatu dengan suara yang membahana.
Di hadapan ribuan massa pendukungnya, Cornelis menyatakan bahwa dirinya adalah anak bangsa yang telah disiapkan oleh Negara untuk menjadi pemimpin. Hal tersebut terbukti dengan diberikannya kesempatan kepada dirinya untuk mengenyam pendidikan tentang administrasi pemerintahan hingga ke negeri Paman Sam.
Di hadapan massanya Cornelis juga menepis berbagai isu yang menyudutkannya. Termasuk tentang dirinya yang sering kali disebut-sebut sebagai preman. “Saya anak polisi dari kecil saya dididik oleh polisi dan tidak mungkin saya dididik menjadi preman,” teriaknya kembali.
Satu kalimat yang sering diungkapkan Cornelis di hadapan pendukungnya adalah “pembanguan oleh manusia dan untuk manusia”. Kontan saja ribuan massa yang memadati lapangan tersebut langsung menyambutnya dengan teriakan hidup Cornelis! Cornelis…..gubernur Kalbar!
Sementara itu ketua DPC PDIP Sintang Jepray Edward dalam orasinya mengatakan bahwa motto “bersatu kita menang” tidak hanya mengandung arti menang untuk pilkada. Akan tetapi kemenangan untuk semua masyarakat Kalbar.
Jepray juga mengatakan bahwa Cornelis telah menunjukkan bukti kemampuannya dengan membangun Landak. “Bapak dan ibu sekalian bisa lihat perkembangan pembangunan di kabupaten Landak saat ini,” tantangnya kepada massa .
Hal yang sama juga diungkapkan oleh tim kampanye pasangan Cornelis-Sanjaya yang turut dalam rombongan kampanye putaran dua di zone IV Sujiwo, SE. Seolah ingin menunjukkan bukti bahwa PDIP adalah partai yang plural dengan dasar Pancasila. Dalam berorasi ia menggunakan bahasa Jawa. “Bapak-bapak dan ibu-ibu engkang sangkeng lokasi, ampun salah pilih tangal 15 mengke nyoblos nomor 4,” tuturnya dalam bahasa Jawa yang artinya mengingatkan warga Jawa agar jangan salah pilih pada pilkada 15 November nanti untuk mencoblos nomor 4.
Pernyataan Sujiwo langsung disambut dengan teriakan hidup Cornelis oleh massa .
Dengan iringan musik dan dendangan lagu yang dialunkan oleh Inul Daratista dan Citra KDI massa yang terdekat dengan panggung melompat-lompat mengikuti alunan musik. Tampak pendukung fanatik Cornelis yang mengecat badannya dengan warna merah dan tepat di bagian dadanya ditulis angka 4. Saat dipanggil ke atas panggung, pria tersebut tampak gembira. Ia berkesempatan untuk berjabat tangan dan berjoget bersama dengan sang pemersatu dan ibu Frederika.
Di hadapan massa, tim Cornelis juga menunjukkan cara yang tepat untuk memilih dan mencoblos pasangan gubernur yang dipilih. “Begini cara mencoblos yang benar,” ungkap Inul Daratista dengan pengeras suara di tangan kanannya.Pemekaran Provinsi Kapuas Raya juga merupakan salah satu janji yang diucapkan Cornelis di hadapan msyarakat Sintang. Menurutnya berjuang telah menjadi bagian dari hidupnya. “Kita akan menghadap Presiden untuk pemekaran Kapuas Raya, dan itu memang tugas yang sudah biasa saya lakukan. Karena saya memang dididik untuk mengurusi masalah pemerintahan,” paparnya ketika diberikan kesempatan untuk kembali berorasi. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02:25
0
komentar
Administrator Pemerintahan
Administrator pemerintahan, karena dia digembleng di APDN Pontianak, lalu Ilmu Pemerintahan Unibraw, Malang. Untuk mengelola pemerintahan yang baik, maka hukum harus ditegakkan. Dia pun mempelajari ilmu hukum sampai meraih Magister Hukum dari Fakultas Hukum Untan.
Dia adalah Drs. Cornelis, MH. Sosok yang ideal memimpin Kalbar. Kepintarannya tidak diragukan. Kemampuan di pemerintahan sudah dibuktikan dua periode sebagai Bupati Landak. Dia punya nyali untuk membuat perubahan di Kalbar. “Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani,” ujarnya di hadapan puluhan ribu massa yang memerahkan Stadion Baning Sintang, Selasa (6/11) kemarin.
“Kalau di Kalteng ada Tjilik Riwut, di Kalbar ada Oevaang Oeray. Kalau di Kalteng Teras Narang, maka di Kalbar ada Cornelis.” “Tanggal 15 November nanti kita harus bersatu mencoblos nomor 4. Bersatu kita menang,” tegas sang revolusionel.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02:19
0
komentar
Selasa, 06 November 2007
Emansipasi Perempuan Tionghoa
Tidak ada lagi perbedaan antara orang pribumi dan non pribumi di Kalimantan Barat. Buktinya, gadis Tionghoa ini juga berpartisipasi dalam deklarasi pasangan Drs. Cornelis, MH-Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM yang akan maju dalam pemilihan gubernur Kalbar periode 2008-2013. Itu merupakan bentuk emansipasi perempuan Tionghoa di Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02:32
0
komentar
Si sulung, dr. Karolin Margret Natasa
Muda dan cantik. Itulah kesan orang dengan salah satu juru kampanye pasangan kandidat gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM. Dia adalah dr. Karolin Margret Natasa, putri sulung sang Pemersatu, Cornelis. Demi memuluskan langkah sang ayah, dia rela menempuh medan berat mengkampanyekan sang ayah kepada masyarakat Kalbar.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02:23
2
komentar
Sang Revolusi
Kedatangan Cornelis-Christiandy Sanjaya langsung disambut meriah oleh masyarakat Bumi Uncak Kapuas. Mereka mengelu-elukan sang Revolusioner, seorang Pemimpin Baru yaitu Drs. Cornelis, MH. Mereka yakin jika Cornelis, menjadi gubernur maka pembangunan di Provinsi Kalbar menjadi maju.
Sebelum melakukan orasi politiknya, Cornelis bersama para kader partainya menyanyikan lagu Maju Tak Gentar. Usai menyanyikan tersebut para pendukungnya langsung mengacungkan empat jarinya ke atas sambil meneriakan “hidup Cornelis. hidup Sang Revolusi”.
Mendapat pekikan dari massa pendukungnya, Cornelis tambah bersemangat “membakar” massa yang tak bergeming dengan panas terik matahari. Untuk menghibur massa Cornelis menghadirkan artis ibukota, Citra KDI.
Dalam visi misinya, sang Revolusi ini akan membangun Kalbar yang lebih baik kedepannya. Dengan persatuanlah maka pembangunan bisa berjalan maksimal. Usai melakukan orasi, Cornelis langsung melanjutkan perjalanannya ke Kecamatan Seluan. Disana sang Revolusi disambut hangat secara adat. “Mari kita lakukan revolusi dengan mencoblos nomor 4 tanggal 15 November nanti,” serunya dalam setiap orasinya.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01:53
0
komentar
Senin, 05 November 2007
PDIP Yakin Cornelis Jadi Gubernur
Memasuki hari ke 7 kampanye pemilihan Gubenrnur dan wakil Gubernur Provinsi Kalbar, zona I wilayah meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Ketapang, pasangan nomor urut 4 Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM mendapat giliran berkampanye dengan massa dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipusatkan di lapangan parkir Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak.
Menurutnya, massa dan simpatisan PDIP yang hadir dalam kampanye calon Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Kalbar itu telah mencapai seratusan ribu massa dan simpatisan dari berbagai daerah yang datang khusus untuk mendengarkan pidato politik Cornelis dan Crhistiandy Sanjaya.
“PDIP yakin dalam Pilkada calon yang diusungnya akan memenangkan pemilihan ini, sebab PDIP didukung dari berbagai etnis,” kata Eka Kurniawan, SE, MM.
“Sebagai partai yang berbasis demokrasi dan mendukung azas tunggal Pancasila maka sangatlah pantas calon yang kami usung ini akan memenangkan Pilkada ini,” tegas Sujiwo, SE, Ketua DPC PDIP Kabupaten Pontianak.
“PDIP menjadi partai yang disegani oleh partai-partai lain,” ungkap Sujiwo lagi.
“Kita mendukung pak Cornelis dan Crhistiandy Sanjaya sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, karena merekalah yang akan mensejahterakan rakyat Kalbar,” ungkapnya lagi.
Walau hujan gerimis telah menyelimuti stadion tersebut, namun hal ini tidak meyurutkan niat massa dan simpatisan PDIP untuk tetap memberikan dukungan kepada calon mereka, dan sekali-kali terdengar yel….yel hidup Cornelis.
Dalam pidato politiknya, Christiandy Sanjaya mengingatkan kita bahwa warga Tionghoa tidak dibedakan dengan suku yang lain. “Kita semua ini sudah sama. Dan untuk pertama kalinya warga Tionghoa hadir dalam kancah politik sebagai calon wakil gubernur,” ungkap Sanjaya yang juga praktisi pendidikan itu.
Kehadirannya sebagai calon wakil gubernur merupakan satu persatuan yang sangat indah. “Kita telah diberi kedaulatan untuk menentukan calon pemimpin daerah untuk 5 tahun ke depan. Dan harus diingat pemilihan kali ini kita bukan memilih calon pemimpin suku, agama. Tapi menentukan arah kebijakan pembangunan Kalbar 5 tahun ke depan.”
“Kehadiran kita sebagai calon gubernur dan wakil gubernur adalah untuk melayani bukan dilayani dan kita tidak memberikan janji namun bukti, kita maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur adalah untuk mensejahterakan warga Kalbar,” kata Kepala SMK Immanuel ini menyakinkan calon pemilih.
Tidak ketinggalan Ikatan Keluarga Besar Madura Kota Pontianak yang diwakili Samruli, untuk turut memberikan orasi politik dan mendukung calon yang diusung PDIP sebagai gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Kalbar.
“Selama 41 tahun warga Dayak mendambakan putra daerah untuk memimpin daerahnya sendiri, maka kehadiran calon yang diusung PDIP merupakan calon pemimpin yang didambakan untuk memimpin Kalbar 5 tahun ke depan,” kata Moses Are. Dalam Puisi yang dibacakannya di hadapan massa dan simpatisan PDIP bahwa 41 tahun Ruai dan Naga kecil tertimbun lumpur, maka sekarang saatnya untuk kita bangkit dan bersatu. “Bersatu kita menang,” teriaknya.
Kampanye gubernur dan wakil gubernur kali ini juga dihadiri tim sukses dan jurkam baik pusat dan daerah, diantaranya pengurus DPP PDIP, Ketua DPC baik kota maupun kabupaten semuanya turut berbaur untuk memenangkan calon yang mereka usung.
Tampak terlihat Suhu Ong, Lim Piang Piang, Samruli, Edy Sapto, Kebing Lyah, Alexander, Drs. Ibrahim Banson, SH, MBA.
Kampanye ini juga dihibur artis daerah maupun artis ibu kota seperti Trio Macan, Inul Daratista.Kepada massa dan simpatisan PDIP untuk tidak lupa pada tanggal 15 November 2007 nanti mencoblos pasang nomor urut 4 Drs.Cornelis dan Drs. Crhistiandy Sanjaya, SE, MM. “Bersatu kita menang, persatuan dan demokrasi untuk kesejateraan rakyat Kalbar,” imbuhnya. □
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
01:22
0
komentar
Minggu, 04 November 2007
Pontianak Betul-betul Merah
Kandidat gubernur dan wakil gubernur Kalbar periode 2008-2013 nomor urut 4 ini menggelar kampanye terbuka, Minggu (4/11) kemarin di Pontianak.
Saking banyaknya massa, arena kampanye tak menampung. Massa meluber hingga ke Jalan Sumtera, A Yani dan MT Haryono. Pemandangan kontras dengan cuaca Pontianak yang diguyur hujan. Pontianak benar-benar dibuat merah oleh massa PDI Perjuangan dan simpatisannya.
Dalam orasi politiknya, Cornelis kembali menegaskan kesiapannya menjadi gubernur Kalbar. Dukungan pun tak hanya dari PDIP tapi juga dari masyarakat kecil, masyarakat “terindas” yang menginginkan pemerataan pembangunan. Keluarga tak tinggal diam. Si sulung, dr. Karolin Margret Natasa, turut berorasi untuk kemenangan sang ayah. Pun demikian dengan isteri tercinta, Frederika, S.Pd selalu setia mendampingi. Semua sehati dan seperjuangan untuk menyatukan semua suku, agama dan latar belakang menuju satu tujuan. Yakni persatuan dan demokrasi untuk kesejahteraan rakyat Kalbar. Bersatu kita menang.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
10:36
0
komentar
Cornelis Merahkan Kota Pontianak
Oleh: Tanto Yakobus
Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM kandidat gubernur Kalbar nomor urut 4 menggeber Kota Pontianak dengan menggelar kampanye terbuka di lapangan parkir stadion Sultan Syarif Abdurrahan, Minggu (4/11) kemarin.
Untuk menghibur massa, pasangan yang selalu menyuarakan kepincangan pembangunan antara pedalaman dan kota ini menghadirkan artis ibukota, yakni Inul Daratista dan Trio Macan. Tak ketinggalan artis Kota Pontianak yang tergabung dengan Madonna Band.
Kampanye selalu dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Orasi politik dibuka oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pontianak, Eka Kurniawan, SE, MM. Dalam orasinya Eka minta warga PDI Perjuangan Kota Pontianak yang kebetulan mayoritas dari kalangan Melayu untuk tidak ragu-ragu memilih Cornelis-Sanjaya pada pemilu gubernur 15 November nanti.
“Jangan ada keraguan dari siapa pun untuk memilih pak Cornelis yang diusung PDI Perjuangan untuk menjadi gubernur Kalbar, karena beliau adalah figur nasionalis milik semua etnis,” serunya.
Kampanye terbuka yang dihadiri langsung Cornelis dan Christiandy Sanjaya itu juga menampilkan tokoh dari kalangan Tionghoa, dia adalah Suhu Ong dan Lim Piang Piang. Suhu Ong minta warga Tionghoa untuk mendukung Cornelis untuk menjadi gubernur Kalbar dengan cara mencoblos nomor 4 pada 15 November pertengahan minggu depan.
Tampil juga dari tokoh Madura Kota Pontianak, yakni Sarunli. Dia minta warga Madura memberikan kepada Cornelis dan Christiandy Sanjaya. “Kita harus memberi kepercayaan kepada pak Cornelis untuk memimpin Kalbar lima tahun ke depan,” ujarnya.
Hujan gerimis tidak menyurutkan puluhan ribu massa yang berasal dari Sungai Ambawang, Punggur, Sungai Kakap, Jeruju, Sungai Raya dan Rasau Jaya dan tentu saja Kota Pontianak untuk “membanjiri” halaman yang telah disediakan. Mereka berjingkrak-jingkrak sambil meneriakkan yel-yel “Hidup Cornelis. Hidup Cornelis-Sanjaya”.
Dalam orasi politiknya, Cornelis yang maju dengan semboyan “bersatu kita menang” itu di hadapan puluhan ribu massanya menegaskan kesiapannya memimpin Kalbar. Dia akan berlaku adil, dia akan membuktikan bahwa dirinya tidak seperti apa yang diomongkan orang bahwa dirinya pemimpin yang primordial dan rasis.
“Saya bukan tipe orang seperti itu buktinya, di DPRD Kota Pontianak, wakil ketua dewannya adalah Melayu (dia pun menyebut Eka Kurniawan maju ke depan) lalu di Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Sujiwo yang berasal dari etnis Jawa. Mana letak diskriminasi dan rasisnya,” kata Cornelis seraya bertanya ke massa. “Tidaaak,” jawab massa.
“Jadi mereka yang pandai ngomongkan saya dengan isu-isu yang tidak benar itu justru mereka sendiri yang melakukannya. Bapak ibu semua bisa lihat, tak perlu saya tunjukkan buktinya.”
“Bagi saya, NKRI itu harga mati, Pancasila harga mati dan Bhineka Tunggal Ika itu juga harga mati. Kita wajib mempertahankannya,” tegasnya.
“Jadi jangan mengisukan Cornelis macam-macam kalau belum kenal. Saya bukan tipe pemimpin yang seperti kata orang-orang itu,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu Cornelis juga masih menyorot masalah kepincangan pembangunan daerah kepulauan, pesisir, pedalaman, perbatasan dan perkotaan. Selama ini pembangunan baru bisa dinikmati masyarakat perkotaan saja. “Kita harus berani membalik paradigma pembangunan yang sudah berlangsung selama ini. Yakni dengan pembangunan yang dimulai dari perbatasan, pedalaman baru ke wilayah perkotaan,” kata Cornelis lagi.
“Setuju?” tanya Cornelis.
“Setuju,” jawab massa.
“Buktikan dengan mencoblos nomor 4 pada tanggal 15 November nanti,” pinta Cornelis.
Tepat pukul 16.00 WIB, kampanye ditutup dengan lagu Gebyar-Gebyar yang dibawakan artis senior, Utha Likumahua. Massa pun membubarkan diri menuju kendaraannya masing-masing dengan tertib.
Pada saat bersamaan, tim kampanye Cornelis juga melakukan kampanye simpatik di Sungai Ambawang dengan melakukan pengobatan gratis. Kampanye simpatik ini dikoordinir oleh dr Damianus dan kawan-kawan yang dibantu sejumlah perawat dari Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Kampanye simpatik dengan berobat gratis itu sudah berlangsung sejak hari pertama kampanye. Ada 17 dokter umum dan spesialis yang terlibat dalam kampanye simpatik tersebut.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
10:33
0
komentar
Hari ini “Merahkan” Kota Pontianak
Untuk menghibur massanya, pasangan dengan nomor urut 4 ini akan menghadirkan artis ibukota Jakarta, Inul Daratista dan Trio Macan. Selain artis ibukota, juga akan tampil artis Kota Pontianak dengan Madona Band.
Untuk menjabarkan visi misinya, pasangan ini akan menghadirkan jurkam-jurkam baik pusat maupun daerah. Jurkam pusat dari DPP PDI Perjuangan. Sedangkan jurkam daerah menampilkan jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Kalbar. Dari unsur tokoh masyarakat diantaranya, Drs. Sebastianus Massardy Kaphat, Ronny Nicolas Ranggie, Makarius Sintong, SH, MH, Drs. Ibrahim Banson, SH, Budi Santoso, William Amad, BA, Serunli dan masih banyak lagi figur-figur yang akan tampil memberi dukungannya kepada pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya.Agar tak salah pilih pemimpin Kalbar 5 tahun kedepan, Cornelis mengundang masyarakat luas untuk mengetahui program, visi dan misinya yang akan digebernya siang nanti.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
10:31
0
komentar
Christiandy Sambangi Korban Kebakaran di Ketapang
Oleh: Tanto Yakobus
Hari kedua kampanye di zona I yang meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Ketapang, kandidat wakil Gubernur Kalbar nomor urut 4, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM mengadakan kampanye dialogis dengan masyarakat Kota Ketapang. Sementara kandidat sang gubernur kampanye monologis di Tumbang Titi.
Kampanye dialogis berlangsung di Gedung Pancasila dengan menghadirkan jurkam lokal dan provinsi. Jurkam lokal Ketua DPC PDI Perjuangan Ketapang, Ramses. Sedangkan jurkam dari provinsi selain Cristiandy, Imam Mulyadi/ Lim Piang Piang.
Kampanye dialogis yang berlanjut dengan ramah tamah ini dihadiri berbagai unsur dan tokoh masyarakat, baik Melayu, Dayak, Tionghoa, termasuk masyarakat Madura yang ada di Ketapang. Hadir pula rohaniawan dan pendeta yang sekaligus memberi berkat kepada Christiandy Sanjaya dan pasangannya Drs. Cornelis, MH akan akan bertarung pada pilgub 15 November mendatang.
Kesempatan kempanye di Kabupaten Ketapang dimanfaatkan Christiandy dan timnya untuk menyambangi korban kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu di Ketapang. Dalam musibah tersebut, 18 rumah rata tanah dan total rumah yang dilahap si jago merah 25 buah. “Semua korban warga Tionghoa,” ujar Christiandy.Sementara kampanye Cornelis di Tumbang Titi dihadiri sekitar 10 ribu massa. Di hadapan massa kembali Cornelis menegaskan kesiapannya memimpin Kalbar. Dalam orasi politiknya Cornelis menyoroti masalah inprastruktur jalan yang tidak kelar-kelar sementara pimpinan daerah sudah silih berganti. Lalu soal pendidikan hingga masalah kesehatan yang masih menghantui masyarakat pedalaman, yang hingga kini masih memprihatinkan.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
10:27
0
komentar
Puluhan Ribu Massa Tumpah di Anjungan
Kandidat Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 4 memulai kampanye di zona I yang dipusatkan di Anjungan, Kabupaten Pontianak. Pada kampanye hari keempat pasangan Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM menghadirkan jurkam pusat dan daerah.
Jurkam pusat diwakili oleh Sekjen KBPP, Agenanda Djatmika, dan pengusaha Ir Mike Jeno, MBA, sedangkan jurkam daerah, Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Pontianak, Sujiwo, SE, Makarius Sintong, SH, MH, William Amad, BA, Drs. Ibrahim Banson, SH, Drs. Cornelius Kimha, M.Si, Kebing Lyah, Moses Alep dan Serunli, Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura Kota Pontianak.
Hujan deras yang mengguyur Anjungan mulai pukul 12.00 WIB tidak menghentikan langkah massa mendatangi arena kampanye di halaman rumah betang yang kerap dijadikan lokasi Naik Dango masyarakat Dayak Kanayatn.
Pukul 13.00 hujan reda, dan kampanye pun dimulai dengan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dan dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya.
Sujiwo yang tampil pertama mengajak masyarakat untuk merapatkan barisan dan tidak lagi melihat siapa figur dan dari kalangan mana, “Ingat tanggal 15 November, coblos nomor 4,” serunya.
Sujiwo menegaskan bahwa Cornelis adalah figur nasionalis dan pemimpin masa depan milik semua etnis. Karena puluhan ribu massa meluber, panitia yang sejak semua telah menyiapkan water cannon dari Yayasan Pemadam Kebakaran Sungai Pinyuh, terpaksa menyemprotkannya berkali-kali. Ternyata rintik hujan yang mengiringi kampanye tidak cukup membuat massa kedinginan. Massa justru kepanasan sambil berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu “Kucing Garong” yang dibawakan Trio Macan. Selain Trio Macan, juga tampil artis dari Kota Pontianak dengan iringan Madona Band.
Cornelis tampil membakar massanya dengan orasi-orasi politik yang mengena dan dirasakan langsung masyarakat. Seperti masih terjadinya ketimpangan SDM antara kota dan desa (pedalaman), infrastruktur jalan yang tidak kelar-kelar. “Kita bukan mengumbar janji-janji kosong, tapi sudah kewajiban pemerintah memperhatikan itu semua,” teriak Cornelis yang terlihat pandai memainkan intonasi suaranya.
Cornelis di hadapan massa sekali lagi menegaskan dirinya menjadi pemimpin sudah dipersiapkan pemerintah, mulai dari APDN Pontianak, Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang, dan Magister Hukum Untan. “Jadi saya ini pemimpin bukan meletus dari bambu, tapi dari pendidikan yang memang disiapkan untuk menjadi pemimpin,” tegasnya disambut riuh massa.
“Jadi saya adalah seorang administrator pemerintahan, sehingga paham betul mengelola pemerintahan,” kata Cornelis mantap.
Sementara itu, Agenanda Djatmika dalam orasinya meminta masyarakat yang kebetulan bukan Dayak dan Muslim untuk tidak ragu-ragu memberi dukungan kepada Cornelis. “Tidak haram orang muslim seperti saya untuk memilih Cornelis, karena kita butuh pemimpin yang berani berbuat untuk rakyatnya daripada pemimpin yang mementingkan dirinya dan golonganya saja,” kata Djatmika yang jauh-jauh datang dari Jakarta.
Sementara itu Ketua IKBM Kota Pontianak, Serunli meminta warga Madura yang ada di Anjungan, Sungai Pinyuh maupun Galang dan Paniraman untuk memberikan dukungan kepada Cornelis. “Sekaranglah kita memberikan kepada orang daerah untuk menjadi tuan di negerinya sendiri. Kita harus memberi kepercayaan itu,” serunya.
Makarius Sintong yang tak asing lagi bagi warga Kabupaten Pontianak mengatakan, selama empat hari ini kampanye Cornelis, dirinya sangat yakin Cornelis menang. Dari Sambas, Singkawang, Bengkayang dan sekarang Anjungan, saya tidak sangsikan lagi masyarakat sangat rindu dengan pemimpin barunya.
“Saya tanya, apakah bapak-ibu dan saudara-saudaraku datang ke sini karena terpaksa atau di bawah tekanan?” tanya Makarius. “Tidak,” teriak massa bergemuruh.
Makarius yang sudah tiga periode sebagai anggota DPRD Provinsi menjelaskan dirinya tahu betul kondisi pembangunan di Kalbar. “Jadi dari visi misi empat kandidat yang saya baca, hanya pak Cornelis yang berani membuat pembangunan dari pedalaman ke kota. Ini beda dengan gubernur-gubernur sebelumnya,” tegasnya.
Masih kata Makarius, dari visi misinya membangun Kalbar ke depan, sangat komplek, mulai dari pembangunan daerah kepulauan, pesisir, pedalaman baru perkotaan. “Itu memberi angin segar bagi kemajuan daerah yang selama ini terbelakang,” tegas Makarius yang hampir habis suaranya itu.Tepat pukul 16.00 Cornelis kembali tampil menutup kampanye dengan menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan Gombloh. Massa pun membubarkan diri dengan tertib.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:25
0
komentar
Cornelis Akhiri Kampanye di Zona II
Hari Ini Bius Anjungan dengan Trio Macan
Oleh: Tanto Yakobus
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat nomor urut 4, Drs. Carnelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM yang mendapat kesempatan kampanye pedana di zona II, mengakhiri kampanyenya di Kabupaten Bengkayang, Kamis (1/11) kemarin.
Pasangan yang mengusung semboyan “Bersatu Kita Menang” ini memulai kampanyenya di Kabupaten Sambas, Selasa (30/10) dengan menghadirkan juru kampanye (Jurkam) Rosliyan Ramli, SE (anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil Sambas), Makarius Sintong, SH, MH (mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar) dan Cornelis sendiri.
Diperkirakan 10-12 ribu massa tumpah di lapangan Gabsis Sambas. Suasana tambah semarak dengan kehadiran artis dangdut Trio Macan yang terkenal dengan lagu “Kucing Garong”.
Gaya khas tiga cewek seksi ini sungguh menarik perhatian massa yang datang dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Sambas itu.
Makarius Sintong yang tampil sebagai Jurkam kepada saya mengatakan, masyarakat antusias menghadiri kampanye perdana pak Cornelis. “Sejak pagi hingga siang, massa sudah berduyun-duyun memasuki kota Sambas. Mereka datang dari berbagai daerah atau kecamatan se-Kabupaten Sambas,” ungkap Makarius yang sudah tidak asing bagi warga Sambas.
Dalam orasinya Makarius mengajak warga Sambas bersatu merapatkan barisan untuk mencoblos nomor 4 (pasangan Cornelis-Christiandy) pada pemilu gubernur 15 November 2007 mendatang.
Sementara itu, Cornelis yang tampil sebagai kampanye penutup mengajak masyarakat Sambas untuk bersatu membangun Kalimantan Barat. “Hanya dengan persatuan dan demokrasi kita bisa membangun daerah kita sendiri. Jangan menunggu orang membangun daerah kita, tapi kita sendiri yang harus bangkit mengejar ketertinggalan itu, dengan membangun daerah sendiri,” tegas Cornelis.
Cornelis menjamin apabila terpilih, akan memprioritaskan pembanguan di daearah pesisir dan pedalaman. “Selama ini pembangunan hanya terpusat atau bertumpu di daerah perkotaan saja. Sekaranglah saatnya kita merevolusi pola pikir untuk membangun daerah demi kesejahteraan rakyat,” tegas Cornelis yang disambut teriakan massa “hidup Cornelis, hidup Cornelis”.
Setelah melaksanakan kampanye di Kabupaten Sambas, Cornelis dan Tim Kampanye menuju Kota Singkawang, Rabu (31/10).
Di kota Amoy ini, tim sukses Cornelis yang dimotori Tim Thung Sim dan PDI-Perjuangan mengambil tempat Terminal Induk Singkawang sebagai arena kampanye.
Pada hari kedua, pasangan yang diusung PDI-Perjuangan ini menampilkan Jurkam-Jurkam yang familiar dengan masyarakat Kalbar. Mereka adalah Drs. Sebastianus Massardy Khapat, Sujianto, Budi Santoso dan Drs. Cornelius Kimha, M.Si.
Pada kesempatan ini pasangan Cornelis-Christiandy tampil bareng di hadapan sekitar 12 ribu massa. Massa yang hadir tidak hanya dari Kota Singkawang saja, tapi dari luar kota seperti Samalantan dan Pemangkat.
Agar orasi politik para Jurkam tidak menoton, lagi-lagi Trio Macan mampu menghibur massa dengan goyang yahutnya. Menurut salah seorang anggota Tim Thung Sim, kehadiran SM Khapat dalam kampanye Cornelis menarik perhatian para orang tua dan pemilih tradisional. Mereka yang tergolong pemilih tradisional sangat mengenal figure Khapat yang juga mantan anggota DPR-RI dari PDI itu.
Dalam orasi politiknya Khapat mengajak warga Kota Singkawang untuk jernih memilih calon gubernur. “Jangan memilih berdasarkan uang dan itimidasi, tapi pilihlah calon yang benar-benar punya niat membangun daerah,” pinta Khapat.
Menurut Khapat, mengapa dirinya mendukung dan menjadi Jurkam Cornelis, adalah pilihan yang sangat rasional. “Inilah kesempatan (mungkin) pertama dan terakhir, bagi putra terbaik Dayak untuk punya kesempatan bertarung memperebutkan kursi Gubernur Kalbar. Dan kesempatan itu harap digunakan dengan sebaik-baiknya dengan memberi dukungan suara kepada pak Cornelis dan Christiandy pada 15 November mendatang,” pinta Khapat.
Khapat yang sudah malang melintang di dunia politik ini menceritakan pengalamannya, “pasca Gubernur Oevaang Oeray, kita terutama dari kalangan Dayak tidak pernah lagi punya kesempatan. Dalam lobi-lobi politik kita selalu kalah, karena kita minoritas dibidang politik. Dan itu fakta yang terjadi selama kurang lebih 36 tahun ini,” jelas Khapat.
Selain “membakar” massa dengan pengalamannya, Khapat lebih banyak mengajak massa untuk rasional dalam memilih calon gubernur. Ia menilai semua kandidat baik, tapi untuk power sharing, sekaranglah saatnya. Sebab untuk lima tahun kedepan peluang itu sulit didapat. Pak Cornelis (mungkin) tidak lagi ketua PDI-Perjuangan. “Itulah pertimbangan saya mensukseskan perjuangan pak Cornelis,” tegas Khapat yang juga pernah menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Gusti Syamsumin, namun kalah dari Usman Ja’far-LH Kadir dalam pemilian di DPRD Kalbar waktu itu.
Hari ketiga, Kamis (1/11) Cornelis mengakhiri kampanye di Bengkayang. Massa tumpah di Bengkayang ditaksir 20-an ribu orang. Lapangan sepak bola Bengkayang tak menampung. Masih dengan Trio Macan, kampanye Cornelis-Christiandy kali ini menghadirkan Jurkam dari DPC PDI-Perjuangan Bengkayang, Yohanes Dopung, Drs. Hendrick Clemen. Dari Provinsi, Drs Ibrahim Banson, SH, William Amad, BA, Ronny Nicolas Ranggie, Budi Santoso (Tionghoa) dan Dirham (mewakili etnis Melayu). Kampanye ditutup orasi politik Cornelis sendiri sembari meminta doa restu masyarakat Bengkayang.Hari ini, Jumat (2/11) Cornelis-Christiandy memulai kampanye di zona I yang dipusatkan di Anjungan. Rencananya kampanye monolog ini akan dimulai pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan Jurkam-Jurkam andalan dan artis dangdut Trio Macan.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:21
0
komentar
Cornelis Serukan Revolusi
Jika Terpilih Tak Akan Bedakan Etnis dan Agama
Lompatan-lompatan kecil itu diiringi acungan tangan ke atas. Empat jari dilebarkan. Jempol terlipat. Trio Macan bergoyang.
Siang itu, sekitar pukul 13.00, langit kota di Kota Singkawang terasa teduh. Keadaan cuaca ini seakan-akan merestui keberadaan ribuan masyarakat kota Singkawang yang tumpah di Terminal Induk Jalan Alianyang. Walau sempat diguyur hujan, ribuan pendukung tetap bersemangat menunggu calon gubernur bernomor urut 04 Drs Cornelis, MH yang juga adalah Bupati Kabupaten Landak..
Rabu (31/10) kemarin, Singkawang menjadi kota kedua setelah Sambas untuk berkampanye “CC”. Sambas-Singkawang-Bengkayang ditetapkan oleh KPUD Provinsi sebagai Zona II dalam pelaksanaan kampanye Gubernur tersebut.
Untuk menyemarakkan kampanye, massa dihibur artis ibu kota ‘Trio Macan” yang dikontrak secara khusus untuk mengiringi calon yang diusung partai PDI Perjuangan. Trio Macan sebelumnya juga tampil di malam keakraban dalam rangkaian peresmian Gedung Pemkab Landak yang mewah dan megah tersebut.
Gerakan massa saat Trio Macan tampil dengan beberapa lagu yang ditembangkan amat menarik. Kibasan rambut, putaran kepala dan goyangan tubuh membuat massa bersemangat. Bendera berwarna merah diiringi bendera berwajah Cornelis-Sanjaya bertuliskan “bersatu kita menang” ikut dikibarkan. Tidak pandang bulu, massa menjadi satu. Tua muda, pria dan wanita, anak-anak, semuanya membaur menjadi satu.
Dari semangat massa tersebut, kerap terdengar yel-yel yang berisikan dukungan terhadap pasangan yang lahir dari wong cilik tersebut. “Hidup Cornelis! Pilih nomor empat.” Kata-kata itu membakar semangat.
Melengkapi kecintaan terhadap Cornelis-Sanjaya, ratusan massa yang tampil itu mengenakan baju kaos berwarna putih. Pada kaos tanpa kerah tersebut terpampang wajah Cornelis dan Sanjaya yang terlihat yakin dengan kemenangan yang akan dicapainya. Melengkapi massa pada lingkaran kepala terlilit kain merah yang juga tertulis nama sang idola “Cornelis-Sanjaya”.
Sorak gembira massa semakin membahana saat Cornelis tampil di atas panggung. Dengan rompi berwarna hitam bercorak ukiran, ia ramah menyapa.
Dengan nada yang bersemangat, Cornelis mengajak massa yang hadir untuk melakukan revolusi di Kalimantan Barat. “Revolusi tersebut akan bisa dilakukan apabila massa berani memilihnya.”
Sebagai orang Dayak, Cornelis bertekad untuk membuktikan bahwa orang Dayak bisa membangun Kalimantan Barat. Akan tetapi walaupun sebagai orang Dayak, apabila terpilih dirinya tidak akan membedakan suku selama melakukan pembangunan. Bukan itu saja, sebagai calon Gubernur, dalam menjalankan roda pemerintahan Cornelis tidak akan pandang agama.
“Semua sama. Negara adalah satu dan berpegang pada Bhinneka Tunggal Ika,” teriak Cornelis meyakinkan.
Selama kampanye dilakukan, massa yang datang dari seluruh pelosok tetap menjaga ketertiban. Selama kampaye kondusifitas tetap terjaga. Akan tetapi, untuk menjaga segala kemungkinan yang mungkin terjadi, ratusan pihak keamanan tetap dikerahkan. ■
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
09:17
0
komentar
Sabtu, 03 November 2007
Keanggunan dan Keagungan
Bagaimana tidak? Sebuah bangunan yang bakal digunakan bagi pelayanan masyarakat, telah hadir. Tak sekedar muncul. Namun, bangunan juga menunjukkan karakter dan ciri khasnya. Rumah Betang Modern.
Rumah Betang adalah pusat kehidupan dari masyarakat Dayak. Dari sanalah, semua nilai, semangat dan kehidupan berpusat. Ada kebersamaan. Ada kesetaraan. Ada tenggang rasa dalam menjalani hidup. Semua mewujud dalam satu harmoni dan kerukunan.
Begitulah semangat dan cita yang bakal diraih bangunan baru itu. Dalam semangat pencapaian, semua energi dan kehendak melayani masyarakat, mewujud pada sang bangunan.
Tak heran, lama pembangunan bukan satu halangan bagi penyelesaiannya. Demi kesempurnaan sang mahakarya.
Maka, ketika peresmian dilakukan, semua turut bersuka cita. Ada parade dan himne dikumandangkan. Ada do’a terpanjatkan. Bagi cita, perjuangan, dan pelayanan yang bakal dilakukan.
Ketika pita terpotong, semua bagai hanyut menyaksikan. Sebuah seremonial yang membawa romantisme akan sebuah makna. Keanggunan dan keagungan. Sebuah bangunan.
Dan itu, ada pada kantor bupati Landak.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
02:12
0
komentar
Label: Peresmian
Jumat, 02 November 2007
Profil Cornelis, Sang Pemersatu...
Tempat dan Tgl Lahir : Sanggau, 27 Juli 1953
Agama : Katolik
Suku Bangsa : Dayak
Pendidikan : Magister Hukum (S-2)
Jabatan di Partai : Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat.
Jabatan di Eksekutif : Bupati Landak.
Alamat Rumah : Jl. Danau Sentarum Gang Pak Majid No.10
Alamat Kantor : Jl. Pangeran Cinata No. 18 Ngabang.
Keluarga:
Nama Istri : Frederika, S.Pd
Tempat, Tgl Lahir : Toho, 23 Juni 1958
Pekerjaan : Guru SDN 2 Ngabang Kabupaten Landak
Nama Anak I : dr. Karolin Margret Natasa
Tempat, Tgl Lahir : Mempawah, 12 Maret 1982
Pendidikan : Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta
Calon Suami : dr. Adhy Nugroho
Nama anak II : Angelina Fremalco, SH
Tempat, Tgl Lahir : Mandor, 17 September 1983
Pendidikan : Sarjana Hukum Untan
Suami : Fransiskus Diaan, SH
Riwayat Pendidikan:
a. Pendidikan Formal
- SR di Senakin Tahun 1966
- SMP di Senakin Tahun 1969
- SMA di Pontianak Tahun 1972
- APDN di Pontianak Tahun 1978
- S-1 Ilmu Pemerintahan UNIBRAW di Malang Tahun 1987
- S-2 Magister Ilmu Hukum UNTAN di Pontianak Tahun 2004
b. Pendidikan Khusus
Pendidikan Penjenjangan:
- SEPALA Angkatan IV Tahun 1993 di Pontianak
- SPDYA Angkatan I Tahun 1993/1994 di Pontianak
- SUSPIM Artileri – PUSDIK ART (Angkatan VII Tahun 1992) di Cimahi Jabar
- Pendidikan Pelatihan Otonomi Daerah di Universitas Amsterdam Belanda Tahun 2003
- Orientasi penyelenggara pemerintah daerah DEPAGRI Tahun 2006 di Jakarta
Pendidikan Lainnya:
- Kursus Pembangunan Desa terpadu Tahun 1981 di Pontianak
- Latihan Peningkatan Peranan Wanita tahun 1981 di Mempawah
- Latihan/penataran Guru SMP Tahun 1981 di Pontianak
- Kursus Sistem Perencanaan Pelaksanaan Program Pembangunan Desa Terpadu Tahun 1982 di Jakarta
- Penataran Teknis Camat se–Indonesia Tahun 1982 di Pontianak
- Penataran P4 tipe B Tahun 1983 di Pontianak
- Kursus Pelaksanaan Teknik Penghijauan Tahun 1983 di Mempawah.
- Penataran Pengawasan Melekat Tahun 1989 di Mempawah.
- Penataran satu atap Tahun 1989 di Mempawah.
- SUPRA INSUS dan Koperasi Tahun 1989 di Mempawah.
- Penataran Camat UDKP Tahun 1991 di Pontianak.
- Penataran Peradilan Tata Usaha Negara Tahun 1990 di Pontianak.
- Penataran Koordinator Pembangunan Masyarakat Desa Tahun 1997 di Pontianak.
- Penataran PATNAS Tahun 1997 di Pontianak.
- PPAT Tahun 1997 di Pontianak.
Riwayat organisasi:
- Pimpinan AMPI Kecamatan Mandor Tahun 1979–1986
- Anggota Organisasi FKPPI wilayah Kecamatan Menjalin, Menyuke, dan Ngabang Tahun 1979 hingga sekarang.
- Ketua Bawanhat Golkar Kecamatan Menyuke
- Ketua Bawanhat Golkar Kecamatan Menyuke Tahun 1995 – 1999 (diberhentikan oleh Undang – undang)
- Anggota KOPPRI Kalbar Tahun 1979 – 2001
- Ketua KBPPP Daerah Kalbar, Tahun 2004 – sekarang
- Ketua Lembaga Komunitas Independen SBY Kabupaten Landak tahun 2006–2008.
Riwayat Pekerjaan:
- Kaur Bangdes Kecamatan Mandor Kabupaten Pontianak Tahun 1979–1986
- PU Kabag Pemdes Kantor Bupati Kabupaten Pontianak Tahun 1989.
- Camat Menjalin Kabupaten Pontianak Tahun 1989–1995
- Camat Menyuke Kabupaten Pontianak Tahun 1995–1999.
- Kasubdin Pengawasan Dinas Pertambangan Provinsi Kalbar Tahun 1999– 2001
- Bupati Landak Tahun 2001 – 2006
- Bupati Landak Tahun 2006 – 2011
Kegiatan Kepartaian:
1. Rakerdasus PDI Perjuangan Pengisian Jabatan lowong Struktur, Komposisi, dan Personalia DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak tanggal 30 Desember 2003.
2. Rakerda VI PDI Perjuangan di Pontianak tanggal 30 Mei 2004
3. Rakerda VII PDI Perjuangan Di Pontianak tanggal 23 Juli 2004
4. Rakerda VIII PDI Perjuangan di Pontianak tanggal 29 Januari 2005
5. Rakerdasus PDI Perjuangan di Pontianak tanggal 26 Maret 2005
6. Kongres II PDI Perjuangan di Bali tanggal 28 Maret–2 April 2005
7. Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta
8. Rakor PDIP Perjuangan Wilayah IV Kalimantan di Pontianak tanggal 29 Mei 2005
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
22:17
2
komentar
Rekonsiliasi, Agenda Utama Sang Pemersatu
Cornelis, salah satu kandidat kepala daerah yang bakal meramaikan pesta demokrasi 15 November mendatang ketika menghadiri undangan Jemaat Gereja Bukit Zaitun Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, menyatakan bahwa rekonsiliasi masyarakat Kalbar merupakan prioritas utama yang akan dilakukan bila kelak terpilih.
“Bentuknya tentu saja, dengan mendudukan bersama antara tokoh agama, tokoh etnis dan semua element pembangunan daerah ini pada satu meja,” ungkapnya.
Menurut Cornelis yang hadir tanpa didampingi Cristiandy Sanjaya pada Selasa (23/10) lalu, selama ini diantara masyarakat Kalbar masih timbul rasa saling curiga, rasa saling tidak percaya. Oleh karena itu menjadi sangat penting menurutnya sebuah kondisi yang tidak hanya aman, namun dukungan dari semua kalangan untuk melaksanakan pembangunan
Program prioritas selanjutnya yang akan dilaksanakanya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas, maka menurutnya harus ditempuh dengan pendidikan dan kesehatan.
“Kalau SDM kita berkualitas baik dari segi pendidikan maupun kesehatan, maka tidak akan lagi cerita kemiskinan di daerah ini. Karena kita punya sumber daya alam yang melimpah,” ujarnya.
Krisis listrik yang hingga hari ini melanda Kalbar juga menjadi bagian yang disorotinya. Menurutnya masalah listrik bisa teratasi bila pemerintah mampu menyediakan daya listrik cadangan, yang sumbernya begitu banyak di Kalbar ini.
“Sungai Sambas dan Sungai Banyuke itu merupakan sumber daya listrik yang kalau kita kelola maka listrik di Kalbar ini tidak akan pernah mati,” katanya.
Selanjutnya bapak dua anak ini juga mengatakan bahwa kondisi infrastruktur saat ini sangat menghambat perekonomian masyarakat. Baginya apa yang akan dilakukannya semua berlandaskan kepada UUD 1945.
Cornelis juga menyetir sebuah Ayat Al Quran yang menyatakan bahwa “tidak akan berubah nasib suatu kaum, bila bukan kaum itu sendiri yang merubahnya”.
“Ini adalah ajaran Islam, dan saya sepakat. Hal ini pulalah yang menjadi salah satu latar belakang kenapa saya maju dalam pilkada 2007 ini,” tegasnya.
Di hadapan sejumlah pendukungnya, Cornelis juga dengan tegas menyatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat Kalbar. Oleh karena itu dalam melangkah menuju KB 1, ia mengatakan tidak sembarangam. Namun, penuh kesungguhan dan penuh tanggungjawab. “Manusia yang terbaik adalah mereka yang bisa memberikan manfaat terbesar kepada orang lain,” tegasnya.
Ketika ditanya tentang harapannya sebagai salah satu putra daerah terbaik, Ia mengatakan bahwa hak dan kewajiban dari pemilik syah Borneo ini dapat terwujud. Salah satunya yaitu menjadi top leader dari tanah daerahnya sendiri. Dengan menjadi top leader, menurutnya seseorang akan bisa melaksanakan kewajibannya sebagai abdi masyarakat, sedangkan masyarakat dapat merasakan apa yang memang menjadi haknya, yaitu mendapatkan pelayanan.
Menurutnya untuk memberikan pelayanan yanag terbaik kepada masyarakat, maka seorang pemimpin (leader) harus mengetahui berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
“Kita tidak perlu import pemimpin dari luar yang tidak tahu persoalan yang ada di dalam daerah ini,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan tentang target suara yang akan membawanya menuju kursi nomor satu di negeri khatulistiwa ini, Ia mengatakan tidak punya targetan angka.
“Target saya adalah menang,” jawabnya tegas.
Ketika dimintai komentar tentang hasi poling sebuah media local yang terbit mingguan yang menempatkan dirinya di posisi pertama.
“Saya tidak tahu urusan Koran. Saya hanya terus berusaha, berjalan saja. Bagi saya menang adalah wajar dan kalah pun wajar,” tuturnya.
Sebagai pemimpin yang juga mengidamkan perdamaian di bumi Kalbar ini, tak lupa kepada para pendukungnya Cornelis berpesan agar selalu menciptakan suasa damai selama pilkada berlangsung.
“Kalau kita sudah damai, maka kita akan mudah untuk melangkah menuju sejahtera,” pungkasnya.
Sebelum bertemu dengan pendukungnya di Sintang, Cornelis dan timnya menemui 1000 lebih masyarakat yang dengan setia menantinya di Rawak Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau.“Masyarakat tetap setia menunggu bapak sejak pagi dan baru bisa bertatap muka pada malam harinya. Bapak dan rombongan langsung dari Pontianak dan langsung ke Rawak terus ke Sintang,” jelas Ajudannya, Pitter Bonis.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
21:06
0
komentar
Jiwa Kepemimpinannya Dibentuk Pemerintah
Cornelis adalah putra seorang polisi. Kedisiplinan merupakan didikan utama yang diberikan oleh sang ayah. Kendati begitu jiwa pemimpin yang ada pada dirinya menurutnya tidaklah lahir dari didikan orangtuanya, tapi dari pendidikan. Dengan kata lain dibentuk oleh pemerintah lewat Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN).
Begitu juga lingkungannya, Cornelis kecil hidup di tengah-tengah masyarakat Melayu di Sukadana Ketapang. Bahkan menurutnya, Oesman Sapta Oedang yang kini sama-sama maju menjadi kandidat gubernur Kalbar adalah teman bermainnya. ”Dulu waktu kecil saya berteman dengan OSO, kami sering main tinju-tinjuan,”kenangnya sembari mengumbar senyum.
Dari berbagai pendidikan dan pengalaman kerja di pemerintahan inilah yang membuatnya bisa menjadi figure pemimpin yang sangat dicintai masyarakat Landak.
”Cornelis bukan siapa-siapa, saya hanya orang biasa,” katanya menjawab pertanyaan saya di kediamannya Gang Pak Majid, Jalan Danau Sentarum Pontianak, tentang siapa sebenarnya dirinya.
Kesuksesan yang diraihnya menurutnya karena disiplin hidup dan prinsip yang selalu dipegangnya. Yaitu tidak boleh mengambil hak orang lain. Sangat sederhana, namun prinsip tersebut menurutnya menjadi dasar sikap dan pendirian yang diambilnya dalam berbagai situasi dan kondisi.
Tepat pukul 09.15 menit, wawancara berakhir. Cornelis memasang kaos kaki dan sepatunya kemudian berangkat menuju kantor KPUD dengan iringan para ajudannnya. Sebundel map berisi ijazah siap ditunjukkannya kepada ketua dan anggota KPUD yang melalukan verifikasi data dan administrasinya. ”Ini semuanya asli, tidak ada yang beli,” katanya memberi tahu. Entah maksudnya apa.
Visi dan Misi Cornelis-Sanjaya.
Menjadi pemimpin pelayanan adalah cita-cita Cornelis-Sanjaya. Pemimpin pelayanan adalah pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan bagi masyarakat.
Pemimpin pelayan mampu menghindari pemenuhan kepentingan pribadi dan golongan, tetapi memiliki kemampuan untuk memenuhi dan mewujudkan kepentingan masyarakat luas.
Kepemimpinan pelayanan mempunyai sifat pembaharuan, menggunakan pendekatan yang mendasar dan berjangka panjang. Yang akhirnya memberikan perubahan secara menyeluruh pada kehidupan masyarakat.
Kepemimpinan seperti inilah yang akan diterapkan oleh Cornelis-Sanjaya.
Hal ini bisa tercapai dengan visi dan misi sebagai berikut:
Visi: Masyarakat Kalimantan Barat yang cerdas, sehat dan sejahtera
Untuk mewujudakan visi tersebut, Cornelis mengaku akan menggunakan 7 cara atau misi. Yaitu pengembangan sumber daya manusia, pengembangan kehidupan sosial masyarakat yang toleran, berbudaya, agamis dan memperkuat kedudukan masyarakat adat.
Perwujudan demokratisasi, pemerataan dan keseimbangan pembangunan secara berkelanjutan, peningkatan pembangunan infrastruktur dasar untuk pedalaman dan perbatasan, pengembangan perekonomian yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan melalui sinergi berbagai aspek pembangunan dan yang terakhir yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah, terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi.
Visi dan misi tersebut menurutnya akan dijabarkan dalam berbagai kebijakan. Antara lain kebijakan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pelayanan publik, pengembangan SDM, pengelolaan SDA, pengembangan ekonomi masyarakat, wilayah perbatasan, infrastruktur, membangun komunikasi publik dan membangun jejaring.”Itu semua untuk masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:58
0
komentar
Label: Pilkada
Dianugerahi 23 Gelar
Dianugerahi 23 Gelar
Daerah/Kabupaten
Cornelis Tokoh Nasionalis
Wilayah Kalbar
Cornelis Orang Kayo, Abdi Negara Payung Negeri
Ketapang
Cornelis Palangalalok Binua Kalbar
Kabupaten Pontianak
Cornelis Tokoh Pemersatu
Wilayah Kalbar
Cornelis Milik Semua Etnis
Wilayah Kalbar
Cornelis Pejuang Rakyat yang tertindas
Wilayah Kalbar
Cornelis Pejuang wong cilik
Transmigrasi & Pengungsi
Cornelis memiliki jiwa Bung Karno
Transmigrasi
Cornelis Berpengalaman 30 tahun mengurus rakyat
Wilayah Kalbar
Cornelis Bapak Pembangunan
Landak
Cornelis Bupati Teladan
Landak
Cornelis Melayani, Melindungi dengan Hati Tanpa Diskriminasi
Wilayah Kalbar
Cornelis sosok yang Cerdas, berani, berani, jujur, mempunyai wawasan luas
Wilayah Kalbar
Cornelis adalah Oevang Oeraay ke dua: Setelah 40 tahun menunggu muncul Cornelis Putra Asli Kalimantan yang berpeluang menjadi gubernur kalbar.
Kapuas Hulu
Cornelis Pemimpin berhati emas : Cornelis tidak pernah menolak tanggung jawab. Beliau tidak pernah terobsebsi oleh kepentingnya sendiri. Banginya ” Lebih baik mati berkalang tanah, dari pada hidup menanggung malu”
Wilayah Kalbar
Cornelis Pemimpin lembut hati : Cornelis selalu memimpin dengan tulus hati dan mengawasi orang-orang yang dipimpinnya dengan standar yang ketat serta disiplin yang tinggi. Cornelis menyadari kesulitan yang dialami oleh orang-orang yang dipimpinnya dan menghargai pengabdian mereka.
Wilayah Kalbar
Cornelis Pemimpin yang bijaksana : Cornelis pada masa senang ia dapat mengekang diri. Dalam setiap kemenangan Beliau tidak cepat puas. Beliau bijak, namun tidak benyak bicara. Beliau kuat namun rendah hati.
Wilayah Kalbar
Cornelis Pemimpin taktis : Cornelis dalam merencanakan sesuatu sangat kreatif dan berpijak pada gagasannya sendiri. Dalam bertindak beliau memanfaatkan informasi dan imaginasi. Beliau dapat mengubah kemalangan menjadi keberuntungan dan kekalahan menjadi kemenangan.
Wilayah Kalbar
Cornelis Pemimpin yang gagah Perkasa : Hal yang sangat luar biasa dialami oleh cornelis adalah semakin besar tantangani, yang dihadapinya, makin BERANI ia bertindak.
Wilayah Kalbar
Cornelis Pemimpin Besar : Cornelis setiap kali bertemu dengan orang yang cakap selalu memperlakukannya dengan hormat. Beliau sanggup menerima kritik dan saran orang lain. Memiliki sifat toleran namun tegas. Beliau gagah berani dan AHLI STRATEGI.
Wilayah Kalbar
Cornelis Rambang: Panglima Perang
Serawai, Sintang
Cornelis Bujankng Nyangko (Bujakng Nyangko Leluhur Dayak yang Sangat berani dan tidak pernah takut kepada siapapun)
Sajingan, Sambas
Cornelis Raden Cendaga Pangku Banua
Sandai, Ketapang
Cornelis Intan Berlian Kalimantan
Wilayah Kalbar
Gelar-gelar tersebut diberikan oleh masyarakat Kalimantan Barat yang mengundangnya
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:56
0
komentar
Label: Pilkada
Cornelis di Mata Orang-orang Terdekatnya
Frederika (Isteri)
Sosok yang paling dekat dengan Cornelis tentu saja istrinya. Wanita kelahiran Toho 49 tahun ini dinikahi Cornelis pada 20 April 1980. Saat itu Cornelis adalah pegawai kecamatan Mandor.
Pertemuan keduanya terjadi tiga tahun sebelumnya, mana kala Cornelis sedang melakukan riset sebagai mahasiswa APDN Pontianak. Frederika sendiri adalah puteri Camat Menjalin yang sedang menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA.
Setelah menikah, mereka tinggal di Mandor karena Cornelis diangkat menjadi pegawai negeri di Kecamatan Mandor Kabupaten Pontianak.
“Uang gaji bapak yang diberikan pertama kali kepada saya Rp 25 ribu. Dengan uang itulah kami memulai hidup,” kenangnya.
Karir Cornelis terus meningkat, sampai akhirnya diangkat menjadi Camat Menjalin. Suka dan duka yang menyertai kehidupan mereka pun dijalani bersama. “Saya selalu mendampingi bapak dalam suka dan duka,” katanya.
Kulihat matanya berkaca, mungkin terbayang perjuangan masa lalunya bersama sang suami.
Ibu yang sedang menunggu cucu pertamanya ini juga mengatakan Cornelis adalah sosok suami yang bijaksana.
Menurutnya sang suami tidak pernah mencampuradukan masalah pekerjaan dengan rumah. Oleh karena itu ketika sang suami memiliki beban yang berat atau masalah, Ia dan ke-2 anaknya kompak menciptakan suasana rumah yang lebih ’sejuk’.
Kala sang suami sibuk dengan pekerjaan, maka dialah yang harus menghandel berbagai masalah rumah tangga. Tapi tetap dengan seizin dari sang suami. ”Istilahnya bapak itu mendelegasikan tugas,” ujarnya.
Menurutnya, ketika tengah menyetir mobil, tiba-tiba suaminya berkata ”tidak pernah terbayangkan olehku dulu, bisa membeli dan membawa kendaraan sendiri.” Mendengar ucapan itu, ketua PKK Kabupaten Landak ini mengaku terharu.
”Ya siapa yang menyangka, dulu lagi zaman susah kita tiap hari makan pakai sayur paku,” tuturnya
Tentang makanan pun, Frederika mengatakan suaminya tidak pilih-pilih makanan. Menurutnya makanan favorit sang suami adalah sayur bening. Selain itu menurutnya Cornelis gemar mongkonsumsi daging.
”Kalau makanan yang satu ini, saya memang agak menguranginya. Tidak setiap hari saya belanja daging. Takut juga bapak kena kolesterol,” ungkapnya.
Susahnya jika suaminya pergi ke daerah, karena apa yang disajikan oleh masyarakat itulah yang disantapnya.
Awalnya, wanita yang mengaku mempunyai 6 saudara ini kurang setuju dengan rencana suaminya untuk ikut pilkada. Karena baru 2 bulan sang suami bertarung dalam pilkada di kabupaten Landak.
Namun, hampir setiap hari masyarakat dari berbagai daerah datang kerumahnya, baik yang di Pontianak maupun yang di Landak. ”Mereka selalu mendesak bapak untuk maju,” katanya.
Melihat tingginya dukungan masyarakat, dan setelah berembuk dengan keluarga akhirnya ia pun rela sang suami maju sebagai salah satu kandidat.
Baginya menang atau kalah tidak menjadi masalah, karena hasil merupakan kehendak Tuhan.
”Menjadi gubernur itu adalah amanah, kalau menang tidak menjadi soal, yang penting bapak telah berusaha,” katanya.
Karolin Margret Natasa (puteri pertama)
”Bapak adalah sosok pekerja keras dan punya integritas yang tinggi,” katanya saat kumintai komentarnya tentang sang Ayah.
Dimata Karolin yang akan segera disumpah sebagai dokter 12 September mendatang, Cornelis adalah sosok yang sangat demokratis. Dalam hal apapun.
Menurutnya sang ayah tidak pernah menetapkan anak-anaknya untuk menjadi apa dan harus bagaimana. Namun, cukup memberikan arahan dan pilihan.
”Jika saya memilih melakukan A, maka saya harus tahu mengapa saya melakukan A. Termasuk segala resiko yang harus saya tanggung,” tuturnya. Begitulah cara sang ayah mendidiknya.
Kendati Cornelis adalah pejabat yang memiliki jam terbang tinggi, namun perhatiannya terhadap keluarga masih cukup besar.
”Untuk setiap urusan/masalah keluarga bapak selalu mengutamakannya,” katanya.
Misalnya ketika dia dan adiknya di wisuda dalam waktu yang tidak jauh berbeda, ditengah kesibukannya sebagai bupati dan pimpinan partai sang ayah masih meluangkan waktu untuk mendampinginya.
Karol, panggilan akrab puteri pertama Cornelis-Frederika ini mengaku paling cerewet dengan kesibukan sang ayah. Terutama yang berhubungan dengan kunjungan tamu yang hampir tidak pernah berhenti.
”Biasanya tamu itu datang sampai larut malam. Kalau sudah begitu saya yang cerewet, karena bapak kan perlu istirahat,” ujarnya.
Walaupun secara medis sang ayah sampai saat ini menurutnya memang tidak mempunyai penyakit yang mengkhawatirkan.
Menurutnya hal-hal yang tidak terlalu mendesak untuk dibicarakan bisa dilakukan di lain waktu
Karol juga menceritakan jika ia punya keinginan dan perlu dana, maka ia harus membuat rincian kebutuhannya.
”Kalau tidak realistis, pasti bapak akan tanya dan bisa saja tidak dikabulkan,” katanya.
Begitu demokratisnya sang ayah, menurutnya dalam setiap kesempatan Cornelis selalu memberikan waktu kepada anak dan istrinya untuk memberikan kritik.
”Bapak tu kalau kita protes didengarkan juga, baru kemudian diklarifikasi. Kalau salah beliau minta maaf, tapi kalau benar ya kita yang minta maaf,” tuturnya.
Sebelum maju menjadi salah satu kandidat gubernur, sang ayah juga menurutnya mengajak diskusi intern keluarga. Begitu banyaknya dukungan dari masyarakat kepada untuk maju, maka membuat putri sulungnya pun memberikan izin.
”Karena niat bapak untuk memenuhi dukungan masyarakat, makanya kita dukung dan restui beliau untuk maju,” katanya.
Angelina Fremalco (puteri kedua)
”Komentar saya tentang bapak sama saja lah dengan kakak dan mama saya,” ungkap Angelina yang tengah mengandung anak pertamanya.
Hal terpenting yang diajarkan oleh sang ayah kepadanya adalah larangan untuk bohong.
”Jangan bohong, Bapak paling tidak suka dengan orang bohong,” katanya
Kalau sudah dibohongi, Cornelis menurutnya akan sangat marah, selanjutnya hilanng sudah kepercayaannya. Hal itu menurutnya juga berlaku kala tamu datang ingin menemui sang ayah. ”Kalau bapak ada ya harus bilang ada, kalau sedang tidur ya bilang tidur,” ujarnya.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:52
1 komentar
Label: Pilkada
Semua Bergerak dalam Satu Hati
Itulah yang dilakukan kandidat Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 4, Drs. Cornelis, MH saat berkeliling daerah Kalimantan Barat—dari kampung masuk kampung dan ke kampung lain lagi untuk mensosialisasikan diri menghadapi “pertarungan” politik pada tanggal 15 Nopember 2007 mendatang.
Selain menyuarakan persatuan dan demokrasi, Cornelis berupaya merangkul semua etnis, agama dan kelompok kepentingan yang ada di Kalbar ini. Semua perbedaan itu dirangkul menjadi satu. Ia paham betul bahwa persatuan itu adalah pilar demokrasi untuk mensejahterakan rakyatnya.
Cornelis yang maju berpasangan dengan Christiandy Sanjaya itu dalam setiap kesempatan mengunjungi daerah, termasuk kawasan perbatasan selalui mengingatkan masyarakatnya untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bagi saya, NKRI itu harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kita wajib menjaganya,” tegasnya dalam setiap orasinya.
Lelaki yang punya pendirian dan bicaranya tegas dan lugas ini setelah ditetapkan sebagai calon Gubernur Kalbar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar beberapa waktu lalu, rajin mensosialisasikan dirinya ke daerah-daerah.
Bahkan menjelang pelaksanaan kampanye, pasangan yang menumpang perahu PDI Perjuangan ini telah mempunyai grand strategi politis yand dideklarasikan di Pontianak Convention Center (PCC). Grand strategi itu bernama “Tim Thung Sim” atau Sehati.
Sehati adalah jawaban atas sikap diam Cornelis yang selama ini seakan tidak “bergerak” setelah deklarasi politik pasangan mereka di depan halaman Korem 121 Alambhana Wanawai, 27 Agustus 2007 lalu.
“Saya berharap masyarakat jangan terkecoh, hanya memandang calon dari segi agama bukan kredibilitas”, “kita maju tidak didukung oleh partai lain seperti calon gubernur lainnya. Oleh karena itu mari kita bersatu untuk menang”, “Mari kita bersama-sama memajukan Kalbar yang akan datang dengan revolusi, yaitu memilih pemimpin yang peduli dengan kemajuan Kalbar,” tegasnya di hadapan sekitar 10 ribu pendukungnya kala itu.
Sejak resmi sebagai calon Gubernur Kalbar, Cornelis dan pasangannya, Christiandy Sanjaya, rating politis sesuai survey lembaga tertentu cendrung naik, bahkan kini sudah melampaui 27 persen.
Kecendrungan positif tersebut karena Cornelis mulai mendapat simpati—sebagai tokoh politik yang berjiwa nasionalis. Jadi benarlah secara politis bukan lagi persoalan keyakinan “agama” bukanlah masalah “kombinasi etnisitas” atau masalah “sectarian”, melainkan karena kredibilitas figure yang nasionalis itu.
Turiman Fachturahman Nur, Pengamat Psikologi Hukum dan Hukum Tata Negara Universitas Tanjungpura (UNTAN) menyatakan, bahwa simpul-simpul politik di masyarakat belum sinergis dengan “kecepatan membaca secara cerdas” seperti apa yang dimaui UU No. 32 Tahun 2004 dan PP No. 6 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 17 Tahun 2006, bahwa proses Pilkada bertujuan menghasilkan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam rangka pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan, pemerataan, kesejahteraan masyarakat, memelihara hubungan yang serasi antara Pemerintah dan Daerah serta antar Daerah untuk menjaga keutuhan NKRI
“Maka kita butuh figure Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang mampu mengembangkan inovasi, berwawasan ke depan dan siap melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegas Turiman yang rajin menulis opini di Borneo Tribune.
Kata Turiman, mengapa PP No. 6 Tahun 2005 menggunakan istilah “Figur Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah” ini bermakna, bahwa eliminasi politik Pilkada saat ini masih memilih figure KD, WKD, sedangkan “budaya politik” atau “alur berpikir politik” karakteristik sebagian elit politik Kalbar masih terjebak dengan “psikologis etnisitas”, sehingga jika rating politis dari beberapa pasangan calon menurun secara signifikan, maka salahsatu faktor politisnya adalah “alur pikir atau pola pikir politik” yang direkonstruksi PP No. 6 Tahun 2005 jo UU No. 32 Tahun 2004 berbanding lurus dengan kecepatan membaca secara cerdas “pendulum politik” dari pasangan yang tampil beda, yakni seperti mengajak masyarakat membuat revolusi pola pikir untuk merubah keadaan ke arah yang lebih baik.Sekarang kata Turiman, bandingkan dengan cerdas, pasangan Cornelis-Cristiandy “BERSATU KITA MENANG” ini bukanlah sebuah program tetapi misi yang visinya belum jelas secara politis, ada kecenderungan “dipassword” dahulu dan baru terjawab di PCC misi itu ternyata dikemas dengan grand strategi politis, “Sehati” yang diberi nama “Tim Thung Sim” dan Suhu Ong turut serta di dalamnya. Jadi “bersatu kita menang” secara politis dikemas dengan “sehati” inilah bahasa ruh yang cerdas atau semua bergerak dalam satu hati dalam pencapaian kemenangan, jadi grand strategi politisnya yang berbasis pada “kekuatan kecerdasan emosional” dan efeknya “like and dislike” suka atau tidak masyarakat Kalbar diajak untuk “thawaf politik”, walaupun sendirian atau bersama-sama, karena pasangan ini dianggap lebih mudah menggerakan “satu pesawat” politik yaitu PDI Perjuangan untuk mencapai tujuan kursi Gubernur Kalbar.□
Diposkan oleh
Drs.Cornelis,MH
di
20:40
0
komentar
Label: Pilkada

Nov 2009
.jpg)
.jpg)








































